ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 45.


__ADS_3

Bumi tampak asyik bermain pasir sambil berlari ketepi pantai. Pakaiannya sudah sangat basah.


Langit melihat saja apa yang dilakukan Bumi dan Pelangi. Ketika ia melihat Bumi yang berlari mengejar Pelangi, Langit ikutan berlari.


"Kita harus dapat menangkap bunda"ucap Langit dengan Bumi.


"Ayo daddy... bunda tidak boleh menang, harus dapat ditangkap.. "


Langit dan Bumi mengejar Pelangi yang lari makin menjauh.


"Bunda.. jika Bumi bisa menangkap Bunda.. harus bunda beri hadiah"teriak Bumi


"Bunda... akan menghadiahimu sejuta ciuman"ucap Pelangi dengan tetap berlari


"Sini Daddy gendong.. biar Bumi bisa menangkap bunda"


Ketika jarak antara mereka makin dekat,Langit langsung menangkap Pelangi dengan memeluknya dari belakang. Mereka bertiga berada dalam satu pelukan.


"Bumi menang... Bumi dapat menangkap bunda"


Pelangi terdiam didalam pelukan Langit dan Bumi. Ia memandangi wajah Langit yang sedang tertawa dengan lepasnya.


"Ayo... mana ciumannya.. "ucap Langit menyadarkan lamunan Pelangi


Pelangi melepaskan diri dari pelukan Langit.


"Aku nggak janji sama kamu.. tapi Bumi. Sini bunda beri hadiahnya"


Pelangi mengecup seluruh bagian dari wajah Bumi.


"Tuhan.... Aku mau jadi Bumi saat ini,biar dapat hadiah hujan ciuman dari bunda"ucap Langit


"Ngomong apaan sih Lang"ucap Pelangi malu dengan wajah yang sudah memerah


Hari sudah menjelang sore,tapi Bumi belum puas juga bermain di pantai.


"Sayang.. ini sudah sore nanti kita kemalaman pulangnya.. "


"Biar saja Pelangi... sampai Bumi benar benar puas bermainnya"


"Lang... nanti kita bisa kemalaman pulangnya.... kamu juga pasti capek"


"Kalau capek nggak usah pulang... nginap saja.. "


"Lang... aku nggak mau nginap.. aku nggak bawa pakaian.. "


"Nanti bisa dibeli... "


"Lang aku........"

__ADS_1


"Sudahlah Pelangi... ikuti saja maunya Bumi... aku hanya ingin melihat Bumi senang.. "potong Langit


Pelangi hanya terdiam setelah Langit memotong ucapannya. Ia menggigit bibirnya karena menahan kesal.


"Dari pada kamu gigit bibir kamu sendiri... mending aku saja yang gigit.. lebih enak.. "


"Langit... jangan ngawur omongannya.. "


"Aku nggak ngawur... kamu mau coba.. pasti kamu ketagihan.. "


Pelangi berdiri dari duduknya, nggak mau meladeni ucapan Langit. Langit menahan dengan memegang tangannya.


"Jangan pergi.. temani aku.. kalau nggak aku benar benar menggigit bibir kamu"


"Lang... kapan kamu nggak memaksa jika menginginkan sesuatu "


"Setelah kamu menuruti kemauan aku ..untuk menikahimu"


"Lang.. aku nggak mau membahas itu lagi"


"Pelangi... aku lah orang pertama yang menyentuh kamu. ...dan aku ingin tak akan ada lagi lelaki lain menyentuh tubuhmu.. aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya seperti malam itu"gumam Langit


"Lang... aku mohon.. jangan ingatkan aku lagi pada malam itu"


Langit mengubah posisi duduknya menghadap Pelangi. Dan mendekatkan wajahnya ke Pelangi.


"Pelangi... aku tak pernah lupa pada malam itu.. aku menyesal pernah melakukan itu padamu. Tapi jujur ada juga rasa senang dihatiku..karena malam itu kita memiliki ikatan untuk selamanya.. ada Bumi karena kejadian malam itu. Aku juga senang karena aku tahu.. aku lah orang pertama yang menyentuhmu... kamu boleh percaya atau nggak.. aku juga baru pertama melakukan itu, dan sampai saat ini aku tak pernah melakukan pada wanita manapun. Jika pun aku pacaran selama ini, tapi itu semua tak pernah berakhir di ranjang.. aku masih menginginkan kamu dan tubuh mu dalam pelukan aku.. "


"Pelangi... terkadang di dalam cinta kita harus egois.. kita tak perlu memikirkan perasaan orang lain.. yang perlu kita pikirkan adalah hati dan perasaan kita.. "


"Itu yang belum bisa aku lakukan sampai saat ini... aku sudah merasakan bagaimana pahitnya hidup terbuang dari orang tua... aku tak mau kamu juga merasakan itu jika kamu memaksakan bersama aku.. "


"Aku tak peduli.. aku sudah bahagia jika ada kamu dan Bumi disampingku"


"Lang.. aku mohon beri aku waktu.. biarlah nanti waktu juga yang akan menjawabnya... apakah kita memang ditakdirkan bersama atau bukan.. kita jalani saja semuanya dulu"


"Tapi.. kamu harus janji.. kamu akan berusaha membuka hatimu buat aku.. "ucap Langit sambil menggenggam tangan Langit


"Aku akan mencobanya Lang...."


"Terima kasih Pelangi.. "ucap Langit dan mengecup tangan Pelangi


"Lang... sudah hampir magrib... kita pulang sekarang ya.. nanti kamu ngantuk jika nyetir malam malam "


"Siapa bilang kita akan kembali sekarang.. kita menginap disini. Sekarang kita cari butik buat cari baju ganti kamu.. "


"Tapi Lang..."


"Nggak ada tapi tapian ..Pelangi"potong Langit

__ADS_1


"Bumi.. sudah sayang mainnya...daddy janji akan sering bawa Bumi ke pantai.. "


"Janji ya daddy... "


"Iya.. sekarang kita cari kamar mandi buat ganti pakaian kamu"


"Biar aku saja Lang... "


"Nggak usah.. banyak cowok cowok... kamu masuk ke mobil saja.. tunggu aku di dalam mobil.. jangan berdiri di sini.. "


Langit menyerahkan kunci mobilnya. Ia pun pergi ke kamar mandi buat menggantikan pakaian Bumi.


Pelangi menunggu di dalam mobil kursi belakang sampai Langit kembali.


"Kamu pindah ke depan Pelangi.. Bumi ngantuk.. ia mau tidur "


Pelangi turun dan pindah duduk di depan.Langit mengendarai mobilnya dengan pelan sambil melihat butik yang menjual pakaian muslim. Karena ia tak tahu letak butik pakaian muslim di kota ini.


Di depan satu butik yang cukup besar dan mewah Langit menghentikan mobilnya. Ia mengambil dompetnya dan menyerahkan kartu kreditnya pada Pelangi.


"Ini.. belilah pakaian dan keperluanmu yang lainnya.. aku menunggu di mobil saja. Kasihan Bumi baru tertidur "


"Nggak usah Lang...aku bisa beli sendiri. Aku bawa uang kok.."Pelangi mengembalikan kartu kredit Langit.


"Ambillah.. aku nggak mau kamu bayar pakai uangmu. Dan beli sebanyak yang kamu mau.. jangan hanya sepasang.. jika aku tahu kamu tak menggunakan kartu ini.. kamu akan terima akibatnya"


"Baiklah Lang..."ucap Pelangi


"Maksa banget sih.. aku kan bisa bayar sendiri.. "gumam Pelangi sambil turun dari mobil.


Langit mendengar gumaman Pelangi dengan tersenyum. Tak berapa lama Pelangi kembali lagi, tanpa membawa satupun tas belanja.


"Mana pakaian yang kamu beli.. "Tanya Langit melihat tangan Pelangi yang bebas


"Cari tempat lain saja Lang...di sini harganya mahal mahal.. masa kemeja aja satu paling murah empat ratus ribu"lirih Pelangi


"Beli saja.. kamu mau yang mana dan berapapun yang kamu mau dan suka... ambil saja, jangan lihat harga.. kan memakai kartu aku.. "


"Justru karena kamu yang beliin aku nggak enak beli barang yang mahal.. ntar dikira aji mumpung.. "


"Pelangi.. aku nggak mau kamu berpikiran begitu.. kamu ambil baju yang mana kamu suka.. atau jika aku yang turun dan membelinya.. aku akan minta semua baju seukuran kamu buat dibungkus.. dan kamu harus memakainya di kota ini... sampai pakaian yang aku beli terpakai semua... barulah kita pulang"


"Iya Lang...iya.. jadi orang maksa banget. Padahal seharusnya bersyukur dong aku nggak jadi beli.. kan uangnya nggak habis jadinya"gerutu Pelangi sambil berjalan menuju butik itu lagi


Langit dapat mendengar gerutuan Pelangi. Ia tersenyum.


"Pelangi aku senang banget melihat wajah kesal dan cemberut kamu.. tambah bikin aku gemas... tapi kamu tahu itu makin membuat kepala aku sakit.. karena menahan nafsu aku padamu.. aku jadi heran.. melihat gadis gadis bule yang cantik cantik mengapa aku tak nafsu... tapi dengan hanya melihat bibirmu saja aku sudah bernafsu... "


*************************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2