ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 44. Liburan ke Pantai


__ADS_3

Langit mengajak Pelangi mencari ke hotel langganan keluarga mereka. Pelangi menuju resepsionis sendiri, sedang Bumi duduk bersama Langit di sofa lobby hotel.


"Om Kevin... "gumam Bumi tiba tiba.


"Siapa yang kamu lihat.. "


"Itu tadi seperti om Kevin... "


"Kamu yakin itu om Kevin.. Bumi"


"Nggak tahu daddy.. tapi mengapa om Kevin tidak mau bertemu Bumi, padahal tadi Om Kevin lihat Bumi "


"Ayo kita cari.. mungkin tadi om Kevin tidak melihat Bumi dengan jelas"


Langit dan Bumi keluar menuju parkiran dan melihat mobil Kevin melaju meninggalkan hotel.


Baru saja Langit akan menghubungi Pelangi, tampak wanita itu berlari menuju mereka.


"Kamu nggak melihat mas Kevin.. ia baru saja cek out dari hotel.. "


"Dia sudah pergi, aku nggak sempat mengejarnya.. "


"Kemana ya mas Kevin.. apa ia langsung kembali ke Jakarta "gumam Pelangi


"Sudahlah Pelangi, mungkin Kevin butuh waktu untuk sendiri. Jika kamu memaksa bertemu, itu tak akan menyelesaikan masalah karena saat ini ia lagi marah.. "


Pelangi berjalan menuju taman hotel dan duduk termenung.


"Apakah kamu begitu marahnya padaku mas.. sehingga kamu tak mau menemui aku. Aku tak tahu harus melakukan apa saat ini. Kamu yang selalu ada bersamaku beberapa tahun ini, harus aku sakiti dengan kebohongan ini.. aku tahu aku salah... seharusnya dari pertama bertemu Langit.. aku berkata jujur "


Bumi memeluk Pelangi, mengagetkan ia dari lamunannya.


"Mengapa sayang... "


"Bunda... Bumi mau ke pantai.. main air"


"Ke pantai... kapan bunda ada waktu kita pergi ya sayang"


"Kalau Bumi dan bunda mau.. kita pergi sekarang juga bisa.. atau kita ke Bandung saja..Disekitaran kota Bandung, kita bisa kepangandaran atau pantai santolo,sayang heulang dan banyak lagi sekitaran Bandung"


"Lebih bagus di Bandung ya daddy.. "


"Tentu saja.., kita berangkat sekarang, mumpung masih pagi.. "


"Aku harus bisa membawa mereka ke luar kota agar aku bisa lebih lama bersama mereka.. jika hanya pantai di Cirebon aku tak bisa menahan Pelangi agar lebih lama bersamaku ,ia pasti masih akn menghindar dariku"


"Ayo daddy... bunda cepatlah... "Bumi menarik tangan Pelangi menuju mobil


Mereka menuju Bandung,dengan menempuh perjalanan lebih kurang jam. Sekitar jam 11 siang mereka sampai dipantai.


"Sekarang kita sudah sampai... lihat baguskan pantainya.. "


"Bagus banget... daddy aku boleh mandi"


"Sayang kamu nggak bawa pakaian ganti, kalau basah bagaimana"


"Biar saja Pelangi.. kamu temani Bumi, biar aku cari pakaian ganti buat Bumi. Nggak apakan aku tinggalkan kamu dengan Bumi disini. Tapi ingat lihat dan jaga Bumi baik baik, jangan hanya memikirkan Kevin..lupakan dulu masalah kamu dengan Kevin.. "


"Nggak apa Lang.. "

__ADS_1


Langit meninggalkan Pelangi dan Bumi dipantai. Ia langsung menuju salah satu pusat perbelanjaan terdekat membeli pakaian ganti buat Bumi. Langit juga membeli pakaian buat dirinya. Ia mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan baju kaos biar lebih enak bermain di pantai.


Sampai dipantai ia melihat Pelangi yang menemani Bumi membuat istana pasir. Tak jauh dari Pelangi tampak dua pria memandangi Pelangi tanpa kedip. Langit menjadi cemburu dan marah melihat itu, ia berjalan cepat menuju Pelangi.


"Teteh.. adiknya ganteng ya...."ucap salah seorang dari lelaki itu


"Bukan hanya adiknya yang ganteng.. tapi tetehnya juga ganteng banget"ucap yang seorang lagi.


Pelangi akan menjawab perkataan lelaki itu, tapi belum sempat ia bersuara Langit sudah menjawabnya.


"Hhhmmmm.... maaf mas.. itu bukan adiknya. tapi anaknya"jawab Langit


"Oh... anaknya.. mama nya masih muda dan cantik banget.. apa mas suaminya"


"Ya... "jawab Langit dan Pelangi langsung melototkan matanya mendengar jawaban Langit


"Kalau begitu maaf mas.. kami kira tadi anak gadis.. sekali lagi maaf"ucap mereka dan pergi berlalu.


"Senang ya di kira masih gadis dan digoda remaja cowok.. "ucap Langit sambil nyengir


"Siapa yang senang Lang.. "


"Besok besok kalau pergi jalan jangan berpakaian seperti ini.. pakai setelan rok atau gamis.."


"Biasanya juga kalau jalan aku begini Lang.. "


"Jalan sama Kevin selama ini kamu juga begini"tanya Langit


"Iya Lang... "


Langit memperhatikan Pelangi dari ujung kepala sampai ujung kaki. Pelangi yang memakai kemeja denim dipadukan celana jogger memang tampak seperti gadis remaja.



Pelangi hanya memandangi Langit dengan wajah heran. Apa yang salah dengan penampilannya. Langit juga berpakaian santai, hanya celana pendek dipadukan baju kaos.



Langit duduk disebuah kursi sambil memandangi Pelangi dan Bumi yang asyik kembali bermain pasir...


"Pelangi aku ingin setiap waktu luangku diisi dengan kegiatan seperti ini dimana aku, kamu dan Bumi menghabiskan waktu kebersamaan kita dengan kegiatan liburan... "


Ketika matahari sudah sinarnya mulai terasa panas,Langit menghampiri mereka.


"Pelangi.. sudah siang.. kita makan dulu ya"


"Bumi.. kita makan dulu ya. Daddy sudah lapar tuh"


"Bukan aku yang lapar.. tapi aku takut kamu lapar"Baru saja selesai Langit berkata, terdengar bunyi perutnya.


"Ha.. ha... ada perut yang minta diisi tuh.. sudah protes cacing diperutnya"ucap Pelangi tertawa


"Daddy.. tapi Bumi masih mau main. Bumi belum mandi disini"


"Kita makan dulu.. setelah itu kembali lagi.. "


"Janji ya daddy.. "


"Janji.. nanti Bumi bisa bermain sepuasnya"

__ADS_1


Langit melihat celana bagian belakang Pelangi penuh pasir, ia dengan spontan membersihkan dengan mengibaskan pasir itu sama tangannya.


"Lang...bikin kaget aja"


"Celanamu kotor.. banyak pasirnya"


"Lain kali cukup katakan saja.. aku bisa membersihkan sendiri "


"Hhmmm... "jawab Langit kikuk.


Mereka makan direstoran dekat pantai. Bumi meminta udang goreng mentega dan cumi goreng tepung. Langit yang juga menyukai seafood mengikuti pesanan Bumi saja.


Pelangi mengupaskan kulit udang buat Langit dan Bumi. Langit dan Bumi makan dengan lahapnya.


"Kamu nggak makan.. Pelangi"


"Kamu dan Bumi saja makan dulu.. biar aku nanti saja. Jika aku ikut makan siapa yang kupasin kulit udangnya"


Langit terpaku mendengar perkataan Pelangi.


"Andai saja kamu istri aku.. pasti aku bisa merasa kan pelayanan dan perhatian kamu setiap harinya.. "


"Lang... Langit... "ucap Pelangi sambil melambaikan tangannya di depan wajah Langit


"Eh.. apa"


"Kok nggak jadi makannya.. malahan mandangin aku terus.. apa dengan memandang wajah aku kamu nya bisa kenyang "


"Bisa.. apa lagi jika kamu sudah jadi istriku, aku bisa memakan kamu sekalian.. "


"Lang.. jangan mesum ya"


"Daddy.. udang dan cuminya enak banget.. "


"Kamu bisa makan semuanya... nanti jika habis kita pesan lagi"


"Daddy... baik banget.. Bumi sayang daddy"


"Daddy juga sayang Bumi dan Bunda"


"Mengapa bawa bawa aku lang.."protes Pelangi


"Memang aku sayang kamu juga.. terus mengapa.. Memangnya salah "


"Terserah kamu mau bilang apa saja Lang.. percuma berdebat denganmu, aku tak akan menang"


"Aku akan mengalah... jika kamu sudah jadi istriku"gumam Langit


"Itukan maunya kamu"


"Memangnya kamu nggak mau jadi istriku"


"Nggak.. untuk saat ini... Lang"


"Berarti aku masih ada kesempatan jika lain waktu..."gumam Langit


Setelah mereka bersantap,Bumi kembali mengajak Daddy dan bundanya ke pantai kembali.


*****************************

__ADS_1


Terima kasih buat semua pembaca novel ini


__ADS_2