ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab Tujuh puluh Tujuh


__ADS_3

Tak terasa umur Mentari sudah menginjak dua bulan. Bayi itu makin mirip dengan Pelangi.


Pipinya yang gembul membuat langit selalu ingin bermain dengan bayinya itu.


Pagi ini setelah menyusui Mentari sampai bayinya itu tertidur, Pelangi meletakkan Mentari di atas tempat tidurnya.


Pelangi turun ke lantai bawah buat sarapan.


Melati masih tinggal bersama Pelangi. Ia terkadang menginap di panti juga. Sekarang panti sedang di renovasi buat rumah singgah anak jalanan.


Biaya buat kebutuhan sehari hari seutuhnya menjadi tanggungan Langit.


"Mel,kak Langit mana. Sudah sarapan belum"


"Aku belum melihatnya kak, masih diruang fitnes nggak kak"


"Mungkin Mel... biar aku panggil dulu kak Langitnya biar sekalian sarapan "


"Kak Pelangi aja dulu sarapan, Kak harus menyusui Mentari,nanti kak Langit sarapan kak Pelangi temani aja lagi"


"Betul juga ya Mel. Kakak memang sudah lapar banget.. "


"Selamat pagi, Pelangi, Melati "ucap Kevin yang baru masuk


"Mas Kevin.. mari sarapan sekalian . Aku panggilkan Langit juga ya"


"Aku sudah sarapan Pelangi"


"Nggak apalah, cicipi dikit aja. Ini sarapan soto Padang yang masak Melati loh mas"


"Kalau Melati yang masak, aku mau cobalah. Kalau masakan kamu, mas sudah sering mencicipi"


"Tunggu bentar ya mas, aku panggilkan Langit dan Bumi"


"Ya.. Pelangi"


Pelangi berjalan menuju ruang fitnes yang berada di belakang rumah dekat kolam renang.


"Daddy.. sudah olah raganya. Sarapan lagi, ada mas Kevin"


"Olah raga ranjang belum... "


"Jangan mesum pagi pagi ya dad"


"Habis sudah puasa satu bulan lebih, baru seminggu ini merasakan olah raga ranjang lagi"


"Daddy.. pikirannya mesum terus. Bumi nya mana, dad"


"Sudah ke dalam rumah tadi.. "


"Kok nggak ada di meja makan ya. Apa mandi ya dad"


"Mungkin... "ucap Langit dan mengecup pipi Pelangi


"Daddy, bau keringat ah"


"Tapi kamu sukakan. Tumben Kevin pagi pagi sudah bertemu. Rajin benar ia akhir akhir ini bertemu. Sekali seminggu pasti akan datang"


"Mungkin mas Kevin kangen dengan Bumi"


"Dengan Bumi atau Melati"


"Maksud daddy apa.. "

__ADS_1


"Apa kamu tak perhatikan, jika Kevin tuh sengaja datang kesini dengan alasan ketemu Bumi, padahal ia ingin bertemu Melati. Buktinya setiap ajak jalan Bumi, pasti beralasan nggak enak jalan berdua aja, minta ditemani Melati sekalian "


"Betul juga ya, dad. Kok daddy perhatian banget sih"


"Aku tuh bukan perhatian sayang, aku ini laki laki jadi tahu gelagat lelaki yang pengin lebih dekat dengan cewek yang ditaksirnya "


"Kalau memang mas Kevin menyukai Melati, itu bagus juga.Melati anak yang baik, cocok buat mas Kevin yang baik. Tapi... "


"Tapi apa sayang "


"Kasihan Shinta, ia juga menyukai Mas Kevin"


"Jika Kevin lebih memilih Melati kita bisa apa"


"Apa Shinta tak akan lebih kecewa nantinya, setelah gagal dengan daddy sekarang gagal pula dengan mas Kevin "


"Itu di luar kemampuan kita, Sayang. Kita tak mungkin memaksakan Kevin agar menyukai Shinta. Dan jikapun kita meminta Lebih buat dekat dengan Shinta, kasihan Melati jika ia juga menyukai Kevin. Jadi kita jangan ikut campur masalah hati dan perasaan "


"Kamu benar dad, kita tak boleh ikut campur. Biar mas Kevin yang memilih sendiri"


Langit mengusap kepala istrinya dan memeluk pinggang Pelangi menuju ruang makan.


"Maaf harus menunggu,Kevin"ucap Langit dan duduk dihadapan Kevin . Pelangi duduk di samping Langit.


"Nggak apa Lang, aku juga baru datang kok. Nggak lama juga menunggunya"


"Apa kabar tante.. "


"Sehat, mama kirim salam buat Pelangi. "


"Sampaikan salamku kembali buat tante, mas"


"Om Kevin.... "teriak Bumi dari tangga sambil berlari menuju ruang makan.


Bumi langsung memeluk Kevin dan minta digendong. Melati yang ada di belakang Bumi hanya tersenyum melihat manjanya Bumi dengan Kevin


"Bumi,kamu sudah besarkan. Masa masih minta gendong. Kasihan om Kevin, pasti keberatan"ujar Pelangi melihat Bumi yang minta digendong menuju meja makan


"Om Kevin kuat kok, bun. Iya kan om"


"Iya sayang"ucap Kevin dan mendudukan Bumi ke kursi disampingnya.


Mereka sarapan dengan menu soto Padang. Semua menikmati sarapan yang dibuat Melati.


Setelah sarapan semua berkumpul diruang keluarga.


"Lang, Pelangi, aku mau izin bawa Melati jalan jalan boleh nggak. Mungkin pulangnya agak telat. "


"Boleh aja, asal Melati nya mau."ujar Langit


"Mel, bagaimana. Mas Kevin mengajak jalan tuh, maukan"ujar Pelangi


"Iya kak. Asal kak Pelangi izinkan"


"Pastilah, aku senang aja kok kalau kamu bisa pergi jalan dengan mas Kevin, di rumah terus kamu pasti bosan. Sekarang kamu ganti pakaianmu, biar mas Kevin nggak kelamaan menunggu"


"Baik kak. Aku permisi dulu"


Setelah Melati pergi, Langit kembali mengajak Kevin berbincang.


"Kamu kelihatannya suka sama Melati... "ucap Langit langsung


"Aku akui memang menyukai Melati.. ia gadis yang baik dan penyayang. "

__ADS_1


"Berarti kamu ingin menjalin hubungan dengan Melati"


"Aku dan Melati saat ini dekat untuk mengenal pribadi masing masing dulu, Lang. Jika nanti kami menemukan kecocokan, kami akan lanjut ketahap yang lebih serius"


"Baguslah jika kamu ada niat untuk berhubungan serius dengan Melati. Aku dan Pelangi sudah menganggap Melati seperti adik sendiri. Jadi aku menginginkan yang terbaik buat pendamping Melati. Dan aku yakin kamu lelaki yang pantas buat Melati"


"Mas Kevin, maaf jika pertanyaan aku ini sedikit pribadi. Apakah mas Kevin tidak ada hubungan apa apa dengan Shinta. Aku nggak mau nanti Shinta jadi salah paham denganku, karena aku takut Shinta berpikir aku yang sengaja mendekati mas Kevin dengan Melati"


"Tenang aja Pelangi, aku nggak ada hubungan apa apa dengan Shinta "


"Tapi aku harap kamu berterus terang dengan Shinta jika kamu lagi dekat dengan Melati agar ia nanti tak salah paham, Kev"


"Iya Lang.. aku akan mengatakan itu secepatnya "


"Sebenarnya aku ingin kamu kembali jadi pemimpin perusahaan aku yang di Cirebon tapi aku nggak enak dengan papa Pelangi jika kamu kembali ke perusahaan aku dan harus meninggalkan perusahaan papa Pelangi"


"Ya Lang, aku juga tak bisa meninggalkan tanggung jawabku diperusahaan itu"


Melati yang telah siap berpakaian berdiri disamping Mas Kevin.


"Mas Kevin, aku sudah siap"ucap Melati malu


"Kamu cantik banget Mel"ucap Pelangi melihat Melati yang tampak sangat manis dengan rambut terurai.



Kevin memandangi Melati tanpa kedip. Ia juga tampak terpesona dengan Melati.


"Kevin, jangan dipandang aja Melati nya. Bawa langsung ke KUA jika mau.. "canda Langit


"Kamu Lang, bisa aja. Aku pamit dulu ya Lang, Pelangi. Bumi, om Kevin pergi dulu dengan tante Melati ya"ucap Kevin


"Hati hati ya om. Kapan kapan Bumi boleh ikutkan"


"Bumi pergi dengan daddy dan bunda aja. Tunggu sebentar lagi, Mentari sudah bisa bawa keluar "ujar Langit


"Iya dad"


"Sayang, tante pergi dulu ya. Kak Langit, Kak Pelangi aku pamit "


"Ya Mel, hati hati"


Melati berjalan di samping Kevin menuju mobil yang diperkirkan di halaman rumah. Begitu masuk mobil Kevin langsung menghadap ke Melati.


"Kamu cantik banget Mel"


"Mas Kevin bisa aja.. masih banyak wanita yang cantik dari aku"ucap Melati dengan wajah yang memerah


"Tapi bagiku kamu jauh lebih cantik dari wanita wanita lain"


"Sudah ah mas, aku malu kalau mas Kevin terus bicara itu dan jangan pandangi aku terus begitu"ucap Melati sambil menunduk


"Kamu Mel, buat aku makin suka aja"gumam Kevin sambil mengacak rambut Melati


"Melati, aku rasa aku telah jatuh cinta denganmu. Dengan kesederhanaan kamu dan sikapmu yang apa adanya itu"


Kevin mengendarai mobilnya meninggalkan kediaman Langit dan Pelangi.


************************


Terima kasih


"

__ADS_1


__ADS_2