
Papi dan mami datang mengunjungi Pelangi pagi hari setelah Langit berangkat kerja.
"Selamat pagi papi.. mami. Silakan masuk"ucap Pelangi begitu membuka pintu melihat papi dan Mami yang datang.
"Mana Langitnya Pelangi"tanya papi
"Baru saja berangkat kerja pi.. "
"Bumi nya mana... "tanya mami
"Ada di taman belakang lagi main ayunan mi. Papi dan Mami sudah sarapan. Tadi aku buat nasi goreng seafood buat sarapan.. "
"Masih ada buat papi dan Mami... "
"Ada pi...Pelangi siapin ya buat papi dan mami"ucap Pelangi. Ia menyiapkan dua piring nasi goreng dan dua gelas teh hangat.
"Papi.. mami silakan makan.. Pelangi nggak tahu apa masakan Pelangi sesuai selera papi dan Mami."
"Wangi banget.. pasti enak nih. Papi dan Mami memang doyan nasi goreng, Langit apa lagi.. nggak pernah bosan tuh anak makan nasi goreng"
Papi menyuapi perlahan nasi goreng ke mulutnya dan meresapi rasanya.
"Wuih... enak banget Pelangi, ini nanti papi bisa bisa tiap hari numpang sarapan di sini. Benarkan mami.. enak ya"
"Iya enak banget. Apa lagi ditambah seafood, itukan makanan favorit Langit... "ucap Mami
Papi dan Mami menyantap dengan lahap mau goreng buatan Pelangi.
"Padahal papi tadi sudah sarapan... mami jugakan. Tapi karena masakan kamu enak ya.. nggak apalah sarapannya dua kali.. "
"Pelangi.. mami mau minta maaf atas sikap mami selama ini yang sangat keterlaluan denganmu. Mami mau kamu memaafkan mami dan melupakan semuanya. Mami janji tidak akan membuat kamu kesulitan lagi dimasa yang akan datang"ucap Mami sambil menunduk
"Mami.. aku sudah memaafkan semua kesalahan mami ketika aku menerima pernikahan dengan Langit. Aku sudah melupakan semuanya. Aku mengerti dengan posisi mami. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya mendapatkan jodoh yang terbaik. Aku juga mungkin akan melakukan hal sama dengan Bumi. Aku pasti mengharapkan jodoh terbaik buat Bumi nantinya. Aku juga minta maaf jika ada perbuatan aku yang tidak mami senangi "
"Kamu tak ada salah Pelangi. Terima kasih karena mau memaafkan mami"ucap Mami dengan air mata yang mulai turun.
Pelangi mendekat ke arah Mami dan memeluknya.
"Mami aku mencintai Langit dengan sepenuh jiwaku.. aku tak mungkin marah dan dendam pada mami, karena mami lah Langit ada di dunia. Jika mami tidak melahirkan Langit aku tidak akan bisa bertemu dengan lelaki sebaik dan sehebat Langit yang memberi aku cinta yang melimpah. Aku malahan berterima kasih pada mami, karena telah melahirkan Langit.. "ucap Pelangi
Mami memeluk Pelangi erat. Papi yang melihat semua itu tersenyum haru. Ia sangat lega jika istri dan menantunya bisa berbaikan. Diakuinya mami sedikit berubah sikapnya sejak tahu Pelangi ternyata anaknya pak Dodi. Mami seakan malu pada diri sendiri karena telah memandang seseorang hanya dari hartanya saja.
Mami juga tampak mulai sadar jika Langit dan Pelangi memang ditakdirkan berjodoh. Ia dapat melihat pancaran kebahagiaan diwajah Langit sejak ia menikah dengan Pelangi.
__ADS_1
Bumi yang telah puas bermain menghampiri mereka dan duduk dipangkuan papi.
"Mami mau mengajak Bumi ikut mami dan papi ke luar negeri, mami hari ini akan mengurus paspor Bumi. Kamu nggak keberatan jika mami dan papi membawa Bumi "
"Mengapa pelangi keberatan mi.. cuma yang membuat Pelangi sedikit ragu.. karena Pelangi dan Bumi selama ini tak pernah terpisah.. apa Bumi bisa jauh dari Pelangi "
"Bumi yang tak bisa pisah atau kamu yang tak bisa pisah dengan Bumi"canda papi
"Papi... tahu saja. Keduanya pi.. kami belum pernah pisah.. "jawab Pelangi malu
"Sekarang zaman sudah canggih, jika Bumi kangen langsung saja papi video call kamu"
"Ya.. pi. Langit juga bilang begitu"
"Sekarang kami pamit dulu ya.. mau bawa Bumi,takut nanti kesiangan, tambah rame"
"Ya pi.. mami hati hati. Bumi, jangan nakal ya..turuti apa kata Opa dan oma"
"Iya bunda... "
Pelangi mengantar kepergian mami dan pipi sampai mobilnya menghilang dari pandangan.
"Aku tak pernah membayangkan akan mendapat kebahagiaan seperti ini. Papi dan Mami mau menerima aku."
##################
Mami yang selalu mengantar jemput Bumi. Itu maunya mami. Pelangi mulai kerja diperusahaan Langit lagi.
Pagi ini Pelangi tampak malas malasan ditempat tidur.
"Sayang... ayo bangun.. sudah jam berapa ini. Kamu harus kerjakan"
"Lang...aku malas banget kerja hari ini. Kepalaku pusing banget"
"Kamu sudah seminggu ini kelihatan malas malasan, apa ada yang sakit sayang"
"Lang... aku sudah telat nih... aku takut.. "
"Telat apa sayang dan kamu takut dengan siapa.... Tak apalah telat dikit.. bos nya kan aku"
"Bukan telat kerja Lang...makanya kalau aku ngomong jangan dipotong aja"
"Jadi kamu telat apa... "
__ADS_1
"Aku sudah telat datang bulannya sepuluh hari.. "
"Kamu serius sayang... kok kamu nggak ngomong"
"Nanti kamu kecewa seperti bulan bulan yang lalu. Kamu baru aku telat dua hari saja sudah langsung minta aku test pack aja.. "
"Aku lakukan itu agar tahu kehamilan kamu dari dini.. . aku nggak mau jika kamu hamil nanti kamu kerja dan kecapean.. "
"Seminggu ini memang badan aku agak terasa lain.. "
"Cepat sayang coba test pack nya"
Pelangi membawa dua macam test pack menuju kamar mandi. Sejak sebulan habis menikah ,Langit memang menyediakan berbagai macam test pack dirumah.
Pelangi keluar dengan hasil test pack nya. Langit yang tak sabar ingin tahu hasilnya langsung mau merampas test pack itu. Tapi Pelangi menyembunyikannya.
"Bagaimana sayang.. apa hasilnya"
Pelangi tersenyum dan melibatkan hasilnya.
"Sayang ini benar... "tanya Langit begitu melihat garis dua di test pack
"Ya.. Lang.."
"Oh... selamat sayang... aku akan jadi daddy lagi.. "ucap Langit langsung menggendong Pelangi
"Mulai hari ini kamu nggak boleh kerja.. kamu dirumah saja. Nanti sore kita periksa lagi ke dokter buat pastinya"ujar Langit
"Tapi aku akan bosan nanti jika tak kerja"
"Tak ada alasan atau tapi tapian... aku tak membolehkan kamu kerja.. "
Setelah selesai berpakaian Langit pamit kerja dengan senyum yang semringah. Ia mengecup seluruh bagian di wajah Pelangi sebelum berangkat kerja. Pelangi mengantar Langit hingga mobilnya menghilang dari pandangan.
"Terima kasih Tuhan ...aku telah merasakan kebahagiaan yang tiada tara, suami yang mencintaiku. Orang tua dan kedua mertua yang menyenangkan, sehingga aku telah lupa bagaimana rasanya sakit itu. Yang aku rasakan hanya kebahagiaan. Aku mohon padamu, biarkan kebahagiaan ini selamanya bersama ku. Mungkin memang betul kata bunda dulu.. tak akan ada Pelangi jika tak ada hujan.. Kebahagiaan pasti akan datang padamu setelah kesedihan yang kau alami.. "
END
**************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini. Cerita Elegi Cinta Langit dan Pelangi ,telah berakhir sampai disini. Karena kebahagiaan telah Pelangi rasakan
__ADS_1
Tetap jadikan novel ini favorit karena akan ada ekstra part nya.
Untuk saat ini sampai disini dulu, karena aku lagi fokus ke cerita SAHABATKU MADUKU ( air mata Melati). Mampir juga ya kecerita aku ini. Tak kalah menarik dengan novel ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI.