
Pelangi masuk ke panti asuhan tali kasih dengan wajah yang berseri.. Tak sia sia tadi Pelangi minta izin pulang kerja cepat.
"Assalamualaikum ......"
"Waalaikumsalam salam... baru pulang kerja nak"ucap bunda menyambut Pelangi
"Pulang kerja dari tadi bunda... aku menemui bu Meri sehabis kerja... "
"Bagaimana nak... apa bu Merry mau memberi kita waktu lebih lama buat pindah dari sini"
"Bunda... duduk dulu... baru aku cerita, jika berdiri nanti bunda capek"
"Kamu masih bisa meminta bunda duduk... bunda nggak sabar dengar ceritamu... "
Pelangi dan bunda duduk di sofa ruang tamu. Sofa yang telah berubah warnanya karena luntur dimakan waktu.
"Bunda mau tahu atau mau tahu banget nih, pembicaraan aku dengan bu Merry"
"Pelangi... bunda lagi nggak bercanda.. "
"Bunda... jangan terlalu serius.. nanti cepat tua"canda Pelangi lagi
"Bunda memang sudah tua... "
"Tapi bunda tetap cantik... "ucap Pelangi memeluk bunda
"Jangan ngerayu... sekarang cepat ceritakan nak... bunda mau mendengarnya.. "
"Bunda...kita diberi waktu buat pindah sampai tiga bulan,tapi dengan syarat.... "
"Syarat apa nak.. .."
"Aku harus menjadi guru les buat putranya... dan aku akan digaji sebesar gajiku di lembaga pendidikan"
"Alhamdulillah nak... waktu tiga bulan masih bisa kita usahakan mencari uang buat sewa tampat yang baru.... "
"Dan bunda tahu... ada satu kabar gembira yang lainnya"
"kabar apa tuh nak... "
"Jika aku bisa menbuat anaknya lulus, ia akan membolehkan kita tinggal disini sampai tiga tahun ke depan tanpa bayar sepeser pun... .. "ucap Pelangi antusias.
"Apa benar nak... apa itu bisa dipercaya... "
"Tentu saja itu benar bunda.... "
"Kamu bisa nak membuat putranya lulus... "
"Aku akan berusaha agar putranya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan "
"Bunda doakan nak... memangnya mengapa ia sampai mau membiarkan kita tinggal secara cuma cuma selama tiga tahun jika anaknya bisa lulus.. memang anaknya kurang pintar"
__ADS_1
"Bukan bunda.. putranya tak mau belajar, datang kesekolah jika sudah dengan paksaan... bu Merry bisa saja dengan mudah meluluskan anaknya, karena ia ketua yayasan. Tapi ia tak mau melakukan itu... agar anaknya lulus dengan hasil belajar sendiri. Bukan karena koneksi. ...Bagus ya bunda... cara bu Merry mendidik anaknya. Ia tidak manfaatkan jabatannya.. "
"Ya nak... seharusnya memang begitu, jangan karena kita punya kedudukan, kita dapat meluluskan anak kita... "
"Bunda... terkadang aku berpikir....apa bu Merry membeli tanah dan bangunan ini memang buat Butik atau hanya alasannya saja buat mengusir kita. Mengapa ia mau membiarkan kita tetap tinggal disini selama tiga tahin jika anaknya lulus. "
"Tidak boleh berprasangka buruk nak... mungkin tujuan pertama nya membeli tempat ini memang buat membuka butik. Tapi jika anaknya lulus,ia mengizinkan kita tinggal disini selama tiga tahun itu sebagai ungkapan terima kasihnya. Bu Merry rela menunda keinginan nya membuka butik."
"Maaf bunda... Pelangi sudah berprasangka buruk terhadap seseorang, seharusnya aku bersyukur bu Merry mau menunda keinginannya hanya karena ia sangat menginginkan kelulusan anaknya"
"Sudah... sekarang kamu mandi... setelah itu baru makan... "
################
Setelah dua hari menunggu akhirnya Pelangi mendapatkan telepon dari bu Merry..
"Hallo... ini Pelangi"
"Ya bu.. saya Pelangi... ini bu Merry kan. Ada berita apa bu"
"Saya sudah mengatakan pada putra saya... kalau anda akan menjadi guru lesnya, dan ia mau anda mengajarnya di apartemen tempat ia tinggal saat ini. Apakah anda tidak keberatan mengajar anak saya disana... Nanti akan saya tambahkan uang transportasi nya"
"Ngga apa apa bu... saya bersedia saja dimanapun tempatnya... "
"Oke nanti saya kirimkan alamat apartment nya dan anda bisa mengajarnya malam ini juga. Saya sangat mengharapkan anda betah, jika anak saya mengerjain anda agar nggak mau mengajarnya lagi, anda bisa katakan pada saya... "
"Baik bu.... saya akan berusaha untuk tetap mengajarnya walau apapun yang akan ia lakukan pada saya... "
"Ya bu... "
"Hanya itu yang saya ingin bicarakan dengan anda... saya akan segera mengirimkan alamatnya. Selamat sore"
"Selamat sore bu... terima kasih"
Setelah beberapa menit sambungan ponsel dimatikan, terdengar notifikasi pesan masuk. Pelangi membuka pesan dari Bu Merry ,berisi alamat apartemen anaknya. Bu Merry juga memberitahukan nama anaknya Langit dan nomor ponselnya.
Pulang dari kantor, Pelangi langsung menuju apartemen Langit sesuai dengan alamat yang diberi bu Merry. Apartemen nya ternyata dekat dengan kantor Pelangi.
Sampai didepan apartemen, Pelangi memencet bel, setelah berulang kali tak ada juga yang membuka pintu, Pelangi mencoba menghubungi Langit dari ponselnya...
"Assalamualaikum... ini Langit ya... "
"Ya... kenapa"
"Perkenalkan saya Pelangi, yang akan menjadi guru les kamu... sekarang saya sudah berada didepan pintu apartemenmu.."
"Oh...tapi saya tidak berada ditempat.. besok saja mulai les nya... saya masih diluar*"
"Tapi saya sudah janji akn mulai mengajarmu hari ini. Kamu pulangnya jam berapa, biar saya tunggu saja... "
"Silakan saja tunggu kalau kamu mau... "Langit mematikan ponselnya.
__ADS_1
Pelangi mencoba menghubungi kembali, tapi Langit tak mau mengangkatnya. Pelangi memutuskan ia akan menunggu Langit sampai anak itu pulang.
Sampai jam sembilan, Langit belum juga pulang. Pelangi sudah mulai merasa lapar dan mengantuk, ia duduk di lantai bersandarkan pintu apartemen. Karena rasa kantuk dan capek akhirnya Pelangi tertidur.
Langit yang baru pulang pukul sepuluh malam, terkejut melihat ada wanita yang tidur didepan apartemennya. Ia membangunkannya.
"Hei... siapa lu. Bangun... jangan tidur depan apartemen gue"ucap Langit sambil mengguncang tubuh Pelangi.
"Kamu siapa... " Pelangi balik bertanya
"Seharusnya gue yang bertanya... lu siapa,mengapa tidur di depan apartemen gue"
Pelangi berdiri, mengucek matanya agar rasa kantuknya hilang.. Ia memandangi Langit intens.
"Apa kamu yang bernama Langit, putra bu Merry.. "
"Ya... "
"Kenalkan saya Pelangi, yang akan menjadi guru les kamu... "
"Lu... guru les gue... apa mami tak salah memilih guru buat gue.. "
"Memangnya ada apa dengan saya... saya biasa mengajar murid yang seusia kamu, kamu kelas XII kan"
"Lu... bisa memangnya mengajar gue... "
"Tentu saja... mari kita mulai sekarang belajarnya, agar kamu percaya"
"Kamu tahu ini sudah jam berapa... apa kamu mau mengajarkan gue bagaimana membuat bayi... "
"Langit... saya ini gurumu. Jaga ucapanmu.. "
Langit memandangi Pelangi dari ujung rambut sampai ujung kaki, membuat Pelangi jadi salah tingkah.
"Cewek ini pasti umurnya lebih kurang saya, apa mami nggak salah memintanya menjadi guru les buat saya... seperti nya lebih enak nih buat dikerjain... "
"Maaf bu guru yang cantik... karena ini sudah larut malam, bagaimana kalau les nya dimulai besok saja... Besok sabtu saya tidak sekolah jadi bu guru bisa mengajari saya dari pagi"
"Baiklah... besok saya datang jam sembilan pagi... kebetulan sabtu saya memang tak masuk kantor... tapi kalau hari senin sampai jumat saya bisa mengajar kamu sehabis magrib.. "
"Baik bu guru cantik... sekarang sebaiknya ibu guru pulang... atau saya antarkan... "
"Nggak perlu... saya bisa panggilkan ojek langganan saya... terima kasih tawarannya... saya pamit pulabg dulu.. "
"Ya.. bu guru.. hati hati nanti dicuri orang"
"Cantik banget... seperti namanya... Pelangi. Kalau begini gurunya bisa betah gue belajar. Tapi ia harus gue kerjain dulu... "
*****************×*********
Terima kasih karena telah membaca novel ini.
__ADS_1
Mampir juga dinovelku... ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA