
Pelangi dikagetkan dengan pelukan dibahunya dari belakang.
"Mas.... "ucap Pelangi kaget, karena selama ini Kevin tak pernah menyentuh dirinya.
"Maaf... aku kangen banget"ucap Kevin Dan melepaskan pelukannya. Ia mendekat kearah Bumi dan langsung menggendong serta menciumi seluruh wajah Bumi
"Om kangen banget ganteng.... "
"Bumi juga kangen om.. "
Setelah puas barulah Bumi didudukan berdampingan dengannya.
"Mas... mas belum makan.. pesan makanan dulu ya. Ini sudah sangat telat makan siangnya.. "
Pelangi memanggil pelayan resto dan memesan makanan buat Kevin. Ia meminta Kevin makan dulu sebelum melakukan yang lain.
Setelah makan mereka langsung keluar dan menuju sebuah mal. Kevin mengajak Bumi bermain. Ia tampak sangat senang bermain dengan Kevin.
Pelangi hanya duduk menunggu mereka bermain.
"Aku harus mengatakan sedikitnya tentang Bumi dan Langit, aku tak mau nantinya Kevin salah paham lagi"
Setelah puas bermain, Bumi diajak membeli mainan.
"Om.. mainan Bumi masih banyak.. daddy beliin"
"Tapi om juga pengin beliin buat Bumi... Bumi sudah tak mau nih om belikan"
"Mas... beli mainannya masih bisa lain waktukan...mainan Bumi sudah sangat banyak, masih ada yang belum dibuka bungkusannya"
"Sepertinya Langit sangat menyayangi dan memanjakan Bumi"
"Mas.. aku ingin bicara sesuatu... lebih baik kita cari tempat buat minum ya"
"Mas... juga ada yang ingin mas sampaikan"
Mereka memasuki salah satu restoran siap saji sesuai permintaan Bumi. Setelah pesanan datang barulah Pelangi memulai pembicaraan. Bumi masih asyik dengan es krimnya.
"Mas.. tadi katanya mas mau bicara.. silakan mas bicara"
"Kamu yang duluan Pelangi.. setelah itu baru mas"
"Mas... aku minta maaf"
"Maaf buat apa Pelangi"
"Maaf aku baru bisa jujur denganmu saat ini, karena sulit sekali bagiku untuk memulainya dari mana"
__ADS_1
"Tentang apa itu Pelangi.. "ucap Kevin pelan,karena ia melihat Pelangi yang gugup
"Mas... aku akan berkata jujur siapa ayah kandungnya Bumi. Selama ini aku menutupi kenyataan siapa ayah kandungnya. agar aku bisa melupakannya. Aku pikir aku tak pernah bertemu dengannya lagi.. tapi takdir berkata lain... kami kembali dipertemukan "
"Jadi kamu bertemu dengan ayah kandungnya Bumi... kapan... dimana"
"Mas.. sekali lagi aku mohon maaf jika kenyataan yang akan aku ceritakan nanti membuat mas marah.. "
"Mengapa aku harus marah dengan ayah Bumi"
"Karena aku tidak jujur dari pertama aku bertemu lagi dengannya"
"Jika kamu jujurpun ....aku juga tidak bisa apa apa... aku tidak mengenalnya"
"Mas mengenalnya dengan baik.. "
"Maksudmu apa Pelangi"
"Mas... ayah kandung nya Bumi adalah Langit"
"Langit... kamu tidak bohongkan Pelangi... "
"Mas... aku tidak mau membohongi mas lagi.. Langit adalah ayah kandung Bumi, itulah kenyataan yang selama ini aku tutupi"
"Mengapa bisa Langit... "
Pelangi memulai ceritanya perlahan, dari mulai perkenalan, kejadian malam dimana Langit merebut kesucian nya dan juga ia yang harus pergi dari Langit karena permintaan ibu merry.
"Bajing*n juga Langit. ..jadi selama ini kamu bersembunyi dikota ini dari Langit dan tante Merry.. berarti tante Merry tahu jika kamu lagi mengandung anaknya Langit, dan dengan teganya meminta kamu menggugurkan kandungan. Bukannya meminta anaknya buat bertanggung jawab.. "
"Mas... aku mohon Langit jangan sampai tahu jika ibu Merry sudah tahu dari pertama kehamilanku dan meminta aku menggugurkan kandungan ku"
"Mengapa... Langit harus tahu jika semua ini salah dirinya dan juga ibunya sehingga kamu harus mengalami penderitaan ini"ucap Kevin dengan wajah memerah menahan marah
"Mas... aku tak mau nanti Langit bertengkar dengan ibunya.. karena bagaimanapun semuanya tak akan pernah kembali. Semuanya telah berlalu. Aku ikhlas menerimanya selama ini"
"Jadi Langit sengaja memindahkan aku, biar bisa mendekatimu lagi.. "
"Langit juga baru tahu tentang Bumi, pertama ia bertemu di kantor. "
"Pantasan ia kaget melihat wajah Bumi.. dan jangan bilang pada hari kedatangannya ke kantor itu, kamu keluar minta izin karena ingin bicara dengan Langit"
"Ya... mas. Langit langsung meminta penjelasan dariku setelah melihat wajah Bumi yang sangat mirip dengannya"
"Sekarang kamu ingin menjalin hubungan dengan Langit lagi.. "
"Mas.. semua tidak semudah yang mas katakan. Langit sudah memiliki tunangan, aku nggak mau nantinya dianggap perusak hubungan mereka. Lagi pula ibunya Langit tak akan pernah merestui hubungan kami. Aku tak mau menjalin hubungan tanpa restu orang tua. Lagi pula aku sudah sering katakan... jika aku nyaman dengan keadaan aku saat ini... aku masih ingin berdua saja dengan Bumi"
__ADS_1
"Apa Langit juga berpikiran sama denganmu.. aku yakin ia ingin pindah kesini, karena ingin menjalin hubungan lagi denganmu"
"Mas.. saat ini hubungan aku dengan Langit hanya karena Bumi... "
"Kamu mencintai Langit.. "
"Mas... apa itu perlu aku jawab.. "
"Tentu saja Pelangi.. aku ingin tahu apa kamu dulu memang sudah mencintai Langit dan apakah sampai sekarang cinta itu masih untuk Langit"
"Mas.. aku tak tahu.. "
"Kamu mencintai Langit kan. Itulah sebabnya kamu tak pernah membuka hatimu buat siapapun..."
"Mas... maafkan aku.. "
"Kamu tidak pernah memandang aku karena dari dalam hatimu masih tersimpan namanya. Pelangi... aku benar benar mencintaimu... tidak bisakah kamu mencoba mencintaiku... aku akan menerima semua masa lalumu dan juga Bumi. Kamu tahukan aku menyayangi Bumi seperti anak aku sendiri... aku akan membuat kamu melupakan Langit... tapi kamu juga harus membuka hatimu untuk aku"
"Mas... kamu lelaki baik.. aku tak pantas buatmu"
"Aku mau kamu menjadi pendamping hidupku... kamu sangat pantas buatku. Apa yang terjadi diantara kamu dan Langit, itu kecelakaan.. bukan maumu.. "
"Mas... apa ibumu nanti bisa menerima semua masa laluku... "
"Aku akan meyakinkan mama.. "
"Mas... maaf sekali lagi... untuk saat ini aku masih belum bisa membuka hatiku untuk siapapun"
"Termasuk Langit... apa kamu juga akan menolak Langit jika ia meminta kamu menikah dengannya"
"Ya..mas. Karena aku tidak mau ada hati yang terluka karena hubungan aku dengan Langit"
"Kamu tidak akan hidup berdua dengan Bumi selamanya kan Pelangi... Bumi juga membutuhkan sosok ayah.. kamu juga harus ada seseorang yang melindungimu... "
"Mas... untuk saat ini aku hanya ingin hidup berdua dengan Bumi. Mas jangan salah paham.. jika aku berjalan dengan Langit itu bukan berarti aku sudah menerimanya.. ini hanya untuk mendekatkan Bumi dan Langit. Bagaimanapun ini salahku....aku yang membawa Bumi jauh dari Langit.. "
"Pelangi... aku tak tahu bagaimana perasaan aku saat ini... aku ingin marah.. teriak... memaki saja rasanya... mengapa harus Langit ayah kandungnya Bumi.. jika itu orang lain, mungkin hatiku tidak sesakit saat ini. Aku tahu Langit... dari caranya melakukan semua ini, ia juga sangat mencintaimu. Ia rela meninggalkan tunangannya demi kamu, padahal ia sebelumnya tidak tahu tentang Bumi, ditambah sekarang ada Bumi diantara kamu dan Langit.. ia pasti tidak akan melepaskan kamu.. Apa aku harus bersaing dengan sepupu sendiri.. dan aku tahu aku akan kalah. Aku sudah kalah sebelum memulai persaingan ini... karena aku tahu kamu masih menyimpan rasa cinta kamu buat Langit.. itulah sebabnya kamu selama ini menutup hatimu. Karena kamu masih menginginkan Langit untuk mengisinya kembali... "
"Mas... sekali lagi aku mohon maaf. Aku tak pernah bermaksud menyakiti hati kamu mas. Kamu selama ini selalu ada buat ku... aku takut nanti jika aku memaksakan hubungan ini, suatu saat kamu akan kecewa dan meninggalkan aku... "
"Saat inipun aku sudah sangat kecewa menerima semua kenyataan ini... aku ternyata harus bersaing dengan saudara aku sendiri.. apakah aku bisa merelakan kamu buat Langit"gumam Kevin.
Bumi yang melihat bundanya dan Kevin bercerita hanya diam saja. Ia belum mengerti dengan pembicaraan kedua orang dewasa itu.
***************************
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini
__ADS_1