
Setelah diam beberapa saat bu Merry kembali berkata.
"Aku tak mau Langit tahu kamu lagi mengandung, jadi aku mau kamu gugurkan kandunganmu. Semua biaya nya akan aku tanggung dan aku akan menambah kompensasi buatmu.. Berapa yang kamu inginkan untuk menggugurkan kandunganmu"
"Ya Tuhan... ,apa ibu sadar dengan apa yang ibu katakan. Itu sama saja membunuh. Anak dalam kandunganku ini tak bersalah... mengapa harus dibunuh. Aku sudah berdosa benar karena hamil diluar nikah... aku tak mau menambah dosaku dengan menggugurkan kandungan ini"
"Jadi kamu tidak akan melakukan nya... "
"Ya.. aku tak mungkin melakukannya... aku tidak ingin menambah dosaku bu.. "
"Kamu jangan keras kepala Pelangi... jika kamu tak mau menggugurkan kandunganmu.. berarti kamu dan penghuni lainnya harus meninggalkan panti asuhan itu sekarang.. "
"Bu... bukankah ibu berjanji jika Langit bisa lulus ibu akan membiarkan kami tetap tinggal disana selama tiga tahun tanpa membayar nya.. "
"Mana buktinya aku pernah berjanji begitu.. "
"Astaga ibu... bukankah ibu yang pernah berkata dan berjanji begitu, saya memang tak ada bukti, tapi ibu sudah janji dan seharusnya ibu menepatinya.. "
"Saya tidak ingat pernah berjanji begitu... saya minta kamu segera meninggalkan panti... jika tak ingin bertemu di pengadilan... kamu tahu... panti asuhan sudah tiga tahun tidak membayar sewa... dan itu ada buktinya padaku.. aku bisa menuntutnya"
"Ibu... aku tak pernah mengira kalau ibu sekejam ini.. aku akan berusaha mencari uang buat menyewa tempat lain.. saya tidak akan pernah mau menggugurkan kandungan ini.. "
"Walaupun kamu mempertahankan kandunganmu... jangan harap kamu dapat menikah dengan Langit.. aku tak akan pernah merestuinya.. "
"Bu... aku juga tidak berharap Langit menikahiku... aku tak mau anakku besar dengan nenek seperti ibu... aku bisa membesarkan anakku tanpa Langit dan ibu.. "
Pelangi meninggalkan rumah kediaman itu dengan tergesa. Ia berjanji tak akan pernah menginjakan kakinya dirumah ini lagi.
Pelangi pergi ke kantornya. Ia menemui atasnnya... Sampai di kantor, Pelangi memberitahukan kalau ia ingin bertemu manajernya.
Pelangi mengetuk pintu ruang kerja manajernya.
"Silakan masuk... "
"Maaf pak saya datang sangat telat sekali, tadi saya ada urusan keluarga.. "
__ADS_1
"Pelangi kebetulan kamu ingin menemuiku, aku sebenarnya juga ingin memanggil mu"
"Ada apa bapak memanggil saya... "
"Maaf Pelangi... CEO perusahaan tadi menelpon saya.. dan meminta saya memecat kamu"
"Memecat saya... tapi apa salah saya pak.. "
"Manajer bilang ada pengurangan karyawan dan kamu salah satunya. Ini surat pemecatan kamu dan uang pesangon mu.. "
"Tapi pak..apakah tidak bisa dipertimbangkan lagi... saya sangat membutuhkan pekerjaan ini"
"Saya tidak bisa berbuat apa apa Pelangi... karena yang memintanya CEO... "
"Baiklah pak... terima kasih karena selama saya kerja di sini bapak sudah baik dengan saya... bagaimana uang pinjaman saya.. "
"Hanya tinggal satu kali angsuran... biar saya yang mengurusnya... kamu tak perlu membayarnya.. Pelangi... sekali lagi saya minta maaf"
"Tak apa pak... semua bukan salah bapak. Kalau begitu saya pamit dulu pak... saya akan meebereskan barang barang saya dulu sebelum meninggalkan kantor ini. "
Pelangi menyusun semua barang barangnya ke kardus. Setelah selesai ia pamit dengan semua karyawan satu divisi dengannya. Teman sekantor begitu kaget mengetahui Pelangi dipecat, padahal Pelangi salah satu karyawan terbaik.
Dari kantornya Pelangi langsung pulang ke panti. Tampak anak anak yang lainnya lagi termenung. Pelangi heran melihat adik adiknya dengan wajah sedih.
Melihat Melati dan Mawar, Pelangi menemui mereka dan bertanya ada apa... dan kemana bunda, mengapa tak tampak.
"Bunda pergi mencari pinjaman kak... "
"Buat apa... "
"Tadi bu Merry datang dan meminta bunda mengosongkan tempat ini dalam seminggu, jika tidak ia akan menuntut bunda karena tak mau membayar sewa selama tiga tahun"
"Ya Tuhan... apa yang harus aku lakukan. Kasihan bunda, kemana ia pergi mencari pinjaman... sedangkan aku tak bisa membantu, aku baru saja dipecat. Bunda tak boleh tahu jika aku baru saja dipecat... itu akan menambah pikiran bunda. Apa lagi jika bunda tahu aku lagi hamil... pasti bunda akan sangat menambah beban pikiran bunda... aku tak mau bunda jatuh sakit karena memikirkanku"
Sampai hari menjelang magrib baru bunda kembali dengan sangat letihnya. Ia langsung masuk ke kamarnya. Pelangi mengikuti bunda masuk kekamarnya.
__ADS_1
"Bunda... bunda dari mana... kelihatannya capek banget"
"Bunda tadi mencari pinjaman. Sudah hampir semua teman bunda dan teman suami bunda datangi, tapi tak ada satupun yang dapat memberi pinjaman"
"Pinjaman buat apa bunda... "Pelangi pura pura nggak tahu.
"Kamu pasti sudah mendengarnya ,kamu pasti tahu buat apa bunda mencari pinjaman"
"Bunda... aku akan berusaha mencarikan pinjaman. Bunda jangan kuatir.. jangan pergi lagi. Nanti bunda sakit. Jika bunda sakit, semuanya akan sedih.. Aku pastikan bunda dan adik adik mempunyai tempat berlindung, tak akan pernah aku biarkan bunda dan adik adik yang lain terlantar dan hidup dijalanan"
"Pelangi... bunda dan adik adik yang lain sudah sering menyusahkan kamu... kamu tidak tega membuatmu susah payah lagi mencari uang dan pinjaman. Pinjaman yang lama saja masih belum lunaskan"
"Bunda jangan pikirkan itu... semuanya itu tanggung jawab Pelangi sebagai anak tertua disini"ucap Pelangi sambil menggenggam tangan bunda
"Pelangi....kamu anak yang baik... bunda beruntung memiliki anak seperti kamu"
"Sekarang bunda mandi, sholat dan istirahat Nanti biar Pelangi bawa makanan buat bunda ke kamar.. "
"Terima kasih nak... "
"Bunda... tidak boleh mengucapkan terima kasih... karena apa yang aku lakukan tidak sebanding dengan apa yang telah bunda lakukan buat aku dan adik adik yang lainnya"
Pelangi mengecup dahi bunda sebelum meninggalkan bunda dikamarnya.
"Pelangi... bunda tak tahu apa yang akan bunda lakukan tanpa kamu disini nak... "
Pelangi masuk ke kamarnya. Ia menangis memikirkan semuanya...
"Ya Tuhan... apa yang harus aku lakukan.. semua ini salahku... coba saja aku tak menolong Langit malam itu, pasti semua tidak akan terjadi.. kemana aku harus mencari pinjaman.. sedangkan pekerjaan saja aku tak punya... siapa yang akan membiayai semua ini... "
*******************************
Terima kasih telah membaca novel ini.
Mampir juga dinovelku yang berjudul ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA
__ADS_1