ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 61


__ADS_3

"Kevin hari ini aku akan membawa Pelangi dan Bumi pindah dari rumahmu kerumah yang baru aku beli. Aku harap kamu nggak keberatan "ucap Langit memulai percakapan


"Tentu saja aku nggak keberatan Lang... "


"Mas... aku ucapkan terima kasih atas semua bantuan yang pernah mas berikan. Aku tak akan pernah melupakannya..Aku tak tahu harus bagaimana membalas semua kebaikan mas"


"Nggak Pelangi... semua yang pernah aku lakukan,semuanya ikhlas dari hatiku... aku tak pernah mengharapkan imbalan apapun"


"Aku juga mengucapkan banyak terima kasih karena selama ini kamu telah banyak membantu Pelangi dan Bumi... aku juga tak akan bisa membalas apa yang telah kamu lakukan selama ini untuk Bumi.. "


"Aku menyayangi Bumi seperti anak aku sendiri Lang. Hanya aku pinta... masih bolehkan aku bertemu atau sesekali mengajak Bumi bermain"


"Tentu saja.. bukankah Bumi juga ponakan kamu"


"Kapan kalian jadinya menikah.. "


"Minggu depan. Aku harap kamu bisa menghadiri pernikahan aku.. pesta nya memang belum dapat aku tentukan harinya."


"Semoga semua berjalan lancar Lang.. "


Sampai cukup lama mereka berbincang. Dari kafe Langit langsung membawa Pelangi dan Bumi ke rumah yang sudah ia persiapan. Bumi sangat senang pindah kerumah itu.. karena di belakang rumahnya Langit membuat taman bermain buat Bumi dan juga terdapat kolam renang.


Pelangi langsung memasak buat makan malam. Langit bermain dengan Bumi ditaman rumah itu.


"Bumi senang pindah ke sini.. "


"Senang banget dad.. "


"Mulai minggu depan daddy juga akan tinggal disini"


"Mengapa nggak sekarang saja daddy tinggal di sini dengan Bumi dan bunda.. "


"Masih ada yang harus daddy selesaikan.. "


"Berarti Bumi sama nanti dengan anak yang lain.. ada daddy"


"Tentu sayang... Sekarang Bumi mandi lagi ya... sudah keringatan badannya tuh"


"Bumi boleh dimandikan daddy... "

__ADS_1


"Tentu saja.. mari kita masuk. Mandi lagi.. sudah hampir magrib. "


Langit memandikan Bumi dan setelah itu barulah mereka ke dapur melihat bunda yang sedang memasak. Pelangi ingin memasak sendiri walau ada bibi dirumah ini.


"Wangi benar.. bunda masak apa nih"ucap Langit sambil memeluk pinggang Pelangi


"Lang.. nggak boleh.. kamu belum suaminya aku.. "ucap Pelangi melepaskan pelukan Langit


"Angi... aku nggak sabar ingin cepat menikah biar bisa bebas setiap saat memeluk kamu, mencium kamu, dan terutama mau ngerjain kamu"


"Mesum aja sih Lang..pikirannya.. "


"Aku ini sudah dewasa Angi.. lelaki yang seusia aku mungkin sudah sering jajan di luar buat memenuhi nafsunya. Aku masih bertahan karena aku mau hanya kamu lah nantinya tempat aku menyalurkan semuanya.. "


"Terima kasih Lang.. karena kamu mau menahan untuk tidak melakukan hal dosa lagi.. cukup sekali denganku saja ,kita melakukan dosa itu"


"Angi.. aku bertahan karena aku masih mengingat malam itu. Walau aku mabuk, tapi aku tidak melupakan semua yang aku lakukan padamu. Aku tahu itu menyakitkan buatmu.. tapi aku juga merasa senang... karena kamu lah perempuan pertama yang pernah aku sentuh sampai sejauh itu.. kita sama sama pertama melakukannya pada malam itu"


"Lang....jangan mengingat itu lagi"ucap Pelangi dengan wajah memerah. Jika ia mengingat malam itu... hati nya kembali sakit dan juga malu.. karena Langit yang saat itu belum menjadi suaminya dapat melihat tubuh polosnya


"Mengapa wajah mu memerah Angi... kamu ingat ya malam yang menyakitkan bagimu, tapi juga malam terindah dalam hidup kamu dan aku itu. "goda Langit


Setelah makan malam Langit menonton,sampai Bumi tertidur barulah Langit pulang.


"Aku pamit dulu.. kamu hati hati ya.. boleh minta cium nggak.. "goda Langit


"Nggak... sana pulang. Nanti kamu macam macam lagi.. "


"Awas kamu ya.. ntar kalau sudah jadi istri aku... aku kerjain kamu sampai minta ampun"ucap Langit sebelum masuk mobilnya.


#####################


Seminggu telah berlalu. Hari ini adalah hari pernikahan Pelangi. Tampak kesibukan dirumah yang ditempati Pelangi saat ini. Karena acara pernikahan akan diadakan dirumah ini.


Mawar dan Melati si kembar adik Pelangi di panti juga ada disini. Mereka sudah dua hari menginap membantu Pelangi mempersiapkan acara pernikahan.


Walau semua sudah Langit persiapan dengan menyewa EO tapi Pelangi masih juga perlu bantuan Mawar dan Melati.


Pelangi lagi di dandan dengan memakai gaun putih. Ia tampak anggun dengan busana itu.

__ADS_1



Semua tampak sangat sibuk.. dengan tugas masing masing.


"Bunda... cantik banget"ucap Bumi melihat bunda nya yang telah selesai berpakaian.


Langit sudah dalam perjalanan begitu juga dengan tante Yeni dan om Dodi.


"Kak Pelangi.. Kak Langit sudah datang dengan rombongannya"


"Syukurlah Mel...kakak gugup nih dari tadi. Apa pak penghulu nya sudah datang juga"


"Sudah Kak.. "


"Apa mama Kak Langit hadir Mel... "


"Ada Kak.. "


"Kakak takut bu Merry masih belum merestui pernikahan kami, jika memang ia hadir.. kakak sangat bersyukur.. "


"Kak Kevin juga ada... Aku sangat kasihan lihat wajah kakak Kevin. Ia pasti saat ini sedih karena akan menyaksikan Kak Pelangi menikah dengan lelaki lain.. apa lagi itu sepupu nya sendiri"


"Kakak juga sebenarnya nggak tega Mel..tapi kamu tahukan.. kakak hanya menganggap ia sebagai kakak sendiri, lagi pula Langit adalah ayah kandung Bumi. Lebih baik kan Kak Pelangi menikah dengan ayah kandung dari anak kakak"


"Kak.. tadi aku dengar ketika menyiapkan minum buat penghulu jika yang menjadi wali nikah kak Pelangi adalah ayah kandung kakak.. apakah kak Pelangi sudah bertemu ya dengan orang tua kakak. Kok kakak nggak pernah cerita"


"Ayah kandung Kak Pelangi... apa kamu nggak salah dengar Mel... "


"Nggak kak... aku malahan sempat melihat dan mendengar ayah kandung Kak Pelangi latihan dengan kak Langit untuk ijab kabulnya"


"Ayah kandungku... apa selama ini mereka tahu keberadaan aku.. tapi malu mengakuinya. Apa Langit sudah tahu ayah kandungku siapa... siapa yang memberitahukan mereka dan bagaimana mereka yakin jika aku ini anak kandung mereka. Apa bu Yeni dan pak Dodi yang memberitahu mereka tentang keberadaan aku. Dan apakah hasil DNA aku positif anak kandung mereka. Bukan kah aku sudah melakukan tes ditemani ibu Yeni dan pak Dodi. Berarti mereka sejak tahu hasil tes itu selalu mengawasi aku.. tapi tak berani menemui aku... apakah karena malu... atau karena takut.... aku ingin tahu siapa ayah kandung aku... mengapa mereka membuang aku.. "


Pelangi larut dengan pikirannya. Ia tak menghiraukan keramaian di luar tempat berlangsungnya ijab kabul.


********************************


Terima kasih untuk semua pembaca novel ini.


Minta dukungannya berupa like, koment dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2