ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab Delapan puluh Dua


__ADS_3

Mama Yeni mengunjungi Pelangi. Sudah satu minggu ia tak melihat cucunya. Ia sangat kangen dengan kedua cucunya.


Pagi pagi ia telah sampai, karena mama Yeni ingin bertemu Bumi sebelum ia ke sekolah.


"Selamat pagi nak Langit, Pelangi dan cucu Oma paling ganteng"ucap Oma Yeni


Langit dan Pelangi sedang sarapan ketika mama Yeni sampai.


"Selamat pagi ma, ayo sarapan sekalian ma....."


"Kebetulan mama memang belum sarapan. "


"Sendirian aja ma, Shinta mana. Sudah lama Shinta nggak ke sini"tanya Pelangi


"Ada di rumah"


"Memang Shinta nggak kerja ma"


"Shinta lagi kurang enak badan.... "


Langit yang telah selesai sarapan bersiap siap akan ke kantor. Ia menunggu Bumi.


"Ma, aku pamit mau kerja"ucap Langit menyalami dan mencium tangan mama


"Iya nak. Bumi sayang, gantengnya Oma... rajin rajin belajar biar tambah pintar. Ini ada kue, bisa buat bekal kamu. Oma sengaja buat untuk bekal Bumi. Dan ini bisa Bumi buat guru ya"


"Terima kasih Oma. Pasti enak nih... "


"Kamu pintar banget memuji, di makan ya nanti"


"Pasti Oma. Oma,Bumi pamit dulu"ucap Bumi dan menyalami tangan Oma nya. Lalu bundanya.


Pelangi juga menyalami dan mencium tangan Langit.


"Hati hati, Dad. ..."ucap Pelangi

__ADS_1


Setelah kepergian Langit dan Bumi ,Pelangi membawa mamanya menuju kamar.


"Ma, ada apa. Mama kelihatan lagi banyak pikiran "


"Nggak ada apa apa, nak"


"Ma, aku tahu saat ini mama sedang tak baik baik saja. Pasti ada yang mengganggu pikiranmu"


"Adikmu Shinta.... "


"Kenapa dengan Shinta, ma"


"Ia ingin melanjutkan kuliahnya ke luar negeri"


"Mengapa kesannya mendadak begini ma. Sebelumnya aku nggak pernah dengar mama ataupun Shinta bicara tentang ini"


"Memang Shinta baru mengutarakan niatnya seminggu yang lalu"


"Apa alasan di balik keinginan Shinta itu ,ma"


"Ma, apa mama tidak percaya denganku. Mama ,tak ingin berbagi denganku. Jika mama memang tak mau cerita saat ini, nggak apa. Aku akan menunggu sampai mama bisa berbagi"ucap Pelangi sambil menggenggam tangan mamanya.


"Mama nggak tahu harus memulai dari mana. Mama tak ingin kamu dan Shinta, anak anaknya mama menjadi salah paham. Pelangi, mama juga sangat mencintai kamu. Walau mama baru bertemu kembali denganmu setelah dewasa, tapi percayalah nak, cinta mama juga tak kalah besar untukmu nak"


"Ma, aku percaya itu. Aku bisa merasakan bagaimana cinta mama padaku "


"Pelangi, mama kasihan melihat Shinta. Sebenarnya ia ingin kuliah ke luar negeri itu untuk mengobati hatinya yang terluka karena cintanya pada Kevin tidak terbalas"


"Jadi, Shinta ingin keluar negeri setelah tahu jika ternyata mas Kevin tidak mencintainya"


"Ya, seminggu yang lalu Kevin cerita jika ia ingin menjalin hubungan serius dengan adik angkatmu Melati. Shinta merasa sangat kecewa mendengar semua itu, karena ia mengira jika selama ini Kevin mencintainya. Sikap Kevin yang begitu baik dengannya dikira Shinta karena Kevin juga mencintai dirinya. Ternyata itu hanya bentuk rasa hormat Kevin karena Shinta atasannya"


"Ma, bukan aku membela mas Kevin. Tapi selama aku mengenal mas Kevin, ia memang sangat baik dan hormat pada setiap wanita. Banyak wanita yang menyalah artikan sikap mas Kevin ini. "


"Mama tahu itu, Pelangi. Makanya mama sempat berharap Kevin mau menerima Shinta buat pendamping hidupnya. Karena mama ingin Shinta mendapatkan pria yang baik seperti Langit"

__ADS_1


"Ma, apa ini yang membuat Shinta tak mau berkunjung ke sini lagi"


"Maksud kamu apa, nak"


"Aku tahu mama mengerti dengan maksudku. Pasti Shinta marah denganku.... "


"Pelangi, mama nggak tahu harus ngomong apa... "


"Ma, jujurlah. Aku tak akan sakit hati. Aku akan mencoba mengerti posisi Shinta...


"Terus terang Shinta memang mengatakan jika ia sedikit iri dengan mu. Mengapa kamu selalu saja mendapat cinta dari pria pria. Kamu dicintai Langit dan Kevin. Saat ia melepaskan Langit untukmu hati nya tidak sesedih saat Kevin mengatakan jika ia tak mencintai Shinta. Karena dari awal pertunangan Shinta tahu, jika Langit tak pernah mencintainya. Tapi dengan Kevin ia terlalu berharap, karena ia mengira Kevin juga mencintainya. Tapi ternyata sama saja, Langit dan Kevin tidak mencintainya. Dan yang lebih membuat ia tambah kecewa ketika tahu wanita yang dicintai Kevin adalah adik angkatmu di panti. Ia sempat berpikir jika ini ada campur tanganmu "


"Ma, mama percayakan denganku. Aku nggak mungkin tega buat menyakiti hati Shinta walau kami bukan saudara kandung. Aku juga tak mungkin memaksa mas Kevin untuk lebih memilih Melati dari pada Shinta. Semua itu di luar kendali dan kuasaku, ma. Aku tak ingin ikut campur urusan pribadi seseorang. Jika memang mas Kevin mencintai Melati itu adalah takdir. Cinta tidak bisa dipaksakan. Kebetulan jika Mas Kevin mencintai adik angkatku. Tapi ma, aku tidak menyalahkan Shinta. Aku tahu bagaimana perasaannya saat ini. Aku jika berada di pisisi Shinta, mungkin akan berpikir sama. Pasti akan mengira aku ada ikut campur karena dulu aku begitu dekat dengan mas Kevin"


"Mama harap kamu nggak marah dengan Shinta karena menuduhmu"


"Ma aku tak marah. Aku boleh bicara dengan Shinta ma. "


"Kamu ingin menemuinya.... "


"Iya, ma. Jika mama mengizinkan.... "


"Tak ada alasan bagi mama untuk tidak mengizinkan kamu bertemu Shinta. Mama malah ikut senang jika kamu bisa mengatasi kesalah pahaman ini"


"Baiklah, ma. Aku bersiap siap dulu. Kita ke rumah mama sekarang, Shinta tak boleh melarikan diri ke luar negeri hanya karena sakit hati"


"Iya nak.... "


"Aku hubungi langit dulu ya ma. Aku mau beritahu Langit jika aku mau ke rumah mama. Biar nanti pulang kerja langit langsung bisa menjemputnya "


"Baiklah nak.... "


"Semoga Pelangi bisa memberi pengertian pada Shinta jika ia tak ada campur tangannya dengan pilihan Kevin. Semoga Shinta juga mengurung niatnya ke luar negeri setelah mendengar penjelasan Pelangi. Dan yang paling aku inginkan tidak ada lagi salah paham antara Pelangi dan Shinta. Aku menyayangi keduanya"


****************************

__ADS_1


Terima kasih....


__ADS_2