ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab Delapan puluh Empat


__ADS_3

Pelangi dan Shinta serta mama asyik berbincang di ruang keluarga ketika teedengar suara mobil dari luar rumah.


"Itu mungkin Langit datang menjemput ya, nak"


"Sepertinya memang suara mesin mobil Langit"


"Jadi kak Pelangi bisa bedain suara mesin mobil suaminya atau bukan ya. Tapi bukankah jika dari produk yang sama pasti bunyi mesinnya samakan "


"Walau dari produk yang sama, pasti ada bedanya bagi kita suara mesin mobil suami dengan mobil orang lain, Shinta. Nanti jika kamu sudah bersuami pasti juga bisa bedain, iyakan Ma"


"Iya nak. Kita pasti mengenal suara mesin mobil suami kita"


"Selamat sore ,Nenek"ucap Bumi sambil berlari memeluk mama Yeni.


"Sayang nenek..."


Mama Yeni menciumi seluruh bagian di wajah Bumi.


"Selamat sore ,Ma..."


"Selamat sore,duduklah Lang"


"Ma,kenalkan ini teman aku....Dion."


"Dion..."ucap Dion menyalami dan mencium tangan mama Yeni.


"Silakan duduk nak, Dion"


"Shinta...kamu masih ingat sama Dion kan"ucap Langit


"Tentu...tapi kamu jauh banget bedanya sekarang"


"Beda apanya...tambah ganteng ya"ucap Dion


"Narsis banget sih..."


"Kenapa malu mengakui jika aku tambah ganteng"


"Bukan gantengnya yang beda. Tapi kamu sedikit sopan sekarang"ucap Shinta


"Berarti aku dulu ganteng juga."


"Iya ,iya kamu ganteng dari dulunya"


"Kenapa kamu nggak pernah mau memandang aku dulu.Kamu dulu sombong ,jutek dan pemarah sama semua cowok kecuali Langit"


"Dion...mulut lu jaga.Ada istri gue. Sekarang Shinta adik ipar gue. Jangan ngomongin yang dulu lagi..."ujar Langit. Ia tak mau nanti Pelangi dan Shinta jdi canggung jika membicarakan tentang Shinta yang dulu sangat mencintainya


"Mana istri lu...kok nggak dikenalin .Tadi lu bilang gue pasti kenal sama istri lu"


"Tuh yang duduk di samping Shinta"


"Hei,salam kenal. Apa kita saling kenal,Langit bilang aku mengenalmu. Tapi aku rasanya tak pernah kenal cewek pakai hijab yang naksir Langit "

__ADS_1


"Maaf semuanya ,mama pamit dulu ya. Mama mau bantu bibi masak,makan malam di sini ya semuanya. Bumi mau ikut nenek"


"Iya nek,Bumi mau main di dapur aja"


"Ma,biar aku bantu ya"ucap Pelangi


"Nggak usah nak,biar mama sama bibi aja yang masak. Kamu temani Langit aja"


"Tapi ma..."


"Nggak ada tapi tapian.Kamu di sini aja."


Mama Yeni melangkah menuju dapur dan masak membantu bibi.


"Gue masih penasaran sama istri lu ini. Siapa namanya Lang"


"Pelangi..."ucap Pelangi


"Pelangi...pelangi...gue baru ingat. Apa lu guru les Langit dulu. Yang sering kita kerjain"


"Iya..."jawab Pelangi pelan.


"Jadi benar ya Bumi anak kandung lu...atau maaf ya,anak Pelangi dari suami lain"


"Anak kandung gue lah...lu nggak lihat wajah Bumi seperti kembaran gue"


"Iya sih.Tapi jika Bumi anak kandung lu berarti lu nikah dengan Pelangi setelah lulus SMU. Tapi setau gue ,Lu kan kuliah ke luar negeri. Setelah itu komunikasi kita terputus. Karena mami lu nggak mau memberi nomor yang bisa dihubungi ketika lu di luar negeri. Nanti takut kami menggangu kuliah Lu"


"Dan kenapa Shinta ini jadi adik ipar lu. Berarti Pelangi dan Shinta saudara. Tapi kalau gue nggak salah ,Pelangi tinggal di panti asuhan. Pusing gue, Lang. Ribet banget kisah hidup lu"


"Otak lu yang ribet...."jawab Langit


"Sejak lulus baru kali ini ya kamu ketemu Langit, Yon"tanya Shinta


"Iya...habis gue sibuk buat menata masa depan gue. ..."


"Maksudnya...lu udah nikah"


"Belum,gue jomblo ...apa lu juga jomblo"


"Apaan sih tanya tanya..."


"Kalau kita sama sama jomblo ,mungkin kita berjodoh..."


"Apaa...lu jangan asal bicara Dion"ucap Shinta malu


"Kok asal bicara.Mungkin aja kan jika kita berjodoh. Gue udah menata masa depan gue. Gue udah buka perusahaan sendiri ,walau belum semaju perusahaan Langit tapi gue yakin lu nggak akan mati kelaparan deh. Gue pasti masih sanggup memberi lu makan..."


"Dion ...kamu bisa aja."ucap Pelangi


"Pelangi...tapi gue emang nggak ngenalin lu deh,lu tambah cantik dengan hijab itu. Nggak salah deh Langit tergila gila sma lu. Kalau nggak gara gara Lu jadi guru lesnya langit dan mengajari langit sampai pintar, mungkin sampai saat ini Langit belum juga lulus SMU..."


"Enak aja lu...gue nggak bodoh ya. Gue nggak lulus karena nggak pernah hadir kesekolah aja ya. Bukan karena gue goblok"

__ADS_1


"Kamu juga dekat dengan kak Pelangi dulu ya ,Dion"tanya Shinta


"Beberapa kali pernah ketemu di apartemen Langit. Dan Pelangi sering masak buat kami."


"Aku masih ingat ,kalian dulu akrab berempatkan. Alex dan Tony juga. Mana sekarang mereka."


"Alex di Surabaya dan Tony di Bali. Aku sama mereka masih ada komunikasi,cuma Langit aja yang hilang kontak. Sejak ia kuliah. Sekarang gue baru mengerti kenapa ia hilang kontak sama kami. Ternyata karena udah menikah. Ia pasti sibuk sama keluarganya aja"


"Lu besok kalau udah berkeluarga pasti baru mengerti. Karena kita pasti mengutamakan istri dan anak anak dari pada mengumpul sama teman.Itu karena waktu kita juga nggak banyak buat keluarga.Waktu kita lebih lama di tempat kerja. Jadi jika ada kesempatan luang pasti kita manfaatkan buat mengumpul dengan anak dan istri"


"Gue juga sudah pengin punya istri...lu mau jadi istri gue nggak Shin"


"Jangan becanda deh Dion..."


"Gue nggak bercanda.Apa lu nggak ingat ya,gue dari dulu kan udah cinta sama lu. Tapi lu selalu memasang tampang sangar sama semua cowok kecuali Langit.Jika sama Langit aja,lu mau senyum senyum"


"Aku malas berurusan dengan geng kalian. Kalian terkenal suka buat onar di sekolah. Jadi ya mana mau aku senyum sama cowok pembuat onar"


"Tapi sama Langit lu tetap tersenyum walau dulunya Langit suka marahin bahkan menghina lu"


"Dion,gue bilang jangan ngomongin tentang itu."ujar Langit


"Iya,iya...maaf Pelangi ,itu cuma masa lalu. Langit nggak pernah kok pacaran sama Shinta"


"Nggak apa,aku juga sudah pernah mendengar sedikit dari Langit nya"


"Sayang,Mentari mana. Tidur ya..."


"Iya,Dad..."


Mama dan Bumi muncul dari ruang dapur setelah selesai masak.


"Sekarang kita makan ya...mama sudah siapkan semua"


"Ma,aku sholat magrib dulu"


"Iya, sebaiknya memang kita sholat dulu biar makannya enak ,nggak tergesa"


Langit memeluk bahu Pelangi masuk ke kamar tamu dimana Mentari masih tidur. Bumi juga ikutan masuk.


***********************


Bonus Visual ...






Terima kasih buat pembaca yang tetap setia menunggu novel ini.

__ADS_1


__ADS_2