
Pelangi sedang didapur membuat sarapan, ketika terdengar ketokan di pintu.
"Bumi... boleh tolong bunda.. coba kamu lihat siapa tamu yang datang"
"Baik bunda.. "
Bumi membuka pintu rumahnya dan melihat siapa yang datang pagi pagi ini.
"Selamat pagi.. Bumi. Sudah siap berangkat kerja bareng om.. "ucap Langit
"Bunda masih buat sarapan om... apa om mau masuk"
"Boleh om masuk... "
"Tentu saja boleh... om Kevin nya mana.. "
"Bukankah om Kevin sudah bilang, mulai hari ini...om yang akan menggantikan om Kevin untuk menjemput Bumi dan bunda"ucap Langit sambil duduk di kursi ruang tamu
"Siapa tadi yang bertamu Bumi.. "ujar Pelangi tanpa menyadari jika Langit sudah duduk diruang tamu rumahnya .
Pelangi yang hanya memakai baju kaos rumahan dan celana jeans selutut dengan rambut yang masih terurai, tampak seperti gadis remaja.
Ketika menyadari Langit yang melihatnya.. Pelangi langsung masuk ke kamar. Dari balik pintu kamar Pelangi berkata..
"Bumi.. sarapannya sudah selesai.. kamu sarapan dulu nak.. ajak sekalian om Langit, bunda mau ganti pakaian dulu"
"Ya bunda... om Langit mau ikutan sarapan"tanya Bumi
"Hhhmmmm..... boleh juga. Ayo kita sarapan"
Pelangi membuatkan bihun goreng buat sarapan. Bumi dan Langit tampak sangat menikmati sarapannya.
"Enak nggak om masakan bunda"
"Enak banget... Bumi kamu jangan panggil om dong... kamu bisa memanggil om buat om Kevin...dengan om kamu bisa memanggil Daddy.. "
"Daddy itu artinya apa om"tanya Bumi
"Itu panggilan buat orang yang lebih tua dari Bumi"
"Baiklah... daddy.. "
"Anak pintar... "
Pelangi yang telah selesai berpakaian langsung menuju dapur, menyiapkan bekal buat Bumi dan dirinya makan siang.
"Buat aku nggak di siapin juga nih bekalnya"
"Kamu mau masakan rumahan begini"
"Apa aku pernah nggak memakan masakan kamu setiap kamu masak buat aku dulu"
"Tunggu ya.. aku siapin dulu"
Setelah memasukan bekal buat Langit, mereka pun berangkat ke kantor bersama.
"Daddy.. apa daddy suka masakan bunda"tanya Bumi didalam perjalanan. Pelangi kaget mendengar Bumi memanggil Langit daddy.
"Kamu panggil apa sayang dengan om Langit"tanya Pelangi yang duduk dikursi belakang. Bumi duduk di depan samping Langit.
"Daddy... bunda"
Sampai dikantor..Pelangi berjalan agak pelan dibelakang Langit,ia tak ingin menjadi bahan omongan lagi. Tapi Langit yang menggendong Bumi, tetap juga menjadi pusat perhatian seluruh karyawan. Mereka semua memandangi kedatangan Langit dan Pelangi.
"Mengapa kamu jalan pelan dibelakang ku, kamu malu"tanya Langit didalam lift
"Bukan aku yang malu Lang...tapi aku nggak mau menjadi bahan omongan lagi. Seharusnya yang malu itu kamu... masa seorang CEO berjalan dengan sekretarisnya"
"Nggak ada larangan seorang CEO berjalan dengan sekretaris nya... itu sudah biasa. "
__ADS_1
"Yang tak biasa itu karena mereka tahunya aku ini janda... dan kamu datang dengan menggendong anakku"
"Bumi juga anakku.. "
"Apa daddy... Bumi anaknya daddy"
"Ya... kamu anaknya daddy.. "
"Sama seperti om Kevin ya bunda.. om Kevin bilang ia sayang Bumi seperti anaknya"
"Iya.. sayang"
"Langit... sebaiknya Bumi jangan panggil kamu daddy.. biar saja panggil om, karena itu akan menjadi rumor nantinya"
"Aku akan memecat siapa saja yang membicarakan kamu.. "
"Lang... kamu nggak bisa begitu.. "
"Ini perusahaan milikku.. siapa saja yang tak aku suka... aku bisa memecatnya."
Pelangi hanya diam tak membalas ucapan Langit karena lift yang membawa mereka telah sampai di lantai yang mereka tuju.
Pelangi mencari meja kerjanya... kemana pergi meja kerjanya. Ia pun bertanya dengan Ani.
"Ani... meja kerjaku mana.. "
"Tadi OB memindahkan ke dalam ruang kerja pak Langit, katanya sih atas perintah pak Langit."jawab Ani
Pelangi langsung masuk keruang kerja Langit dan melihat ia sedang bermain laptop dengan Bumi.
"Lang... mengapa meja kerjaku dipindahkan kesini"
"Biar aku nggak sulit nanti jika aku memerlukan kamu"jawab Langit dengan mata yang masih memandang laptop
"Tapi Lang... aku nggak enak dengan yang lain.. masa aku seruangan denganmu"
"Lang... aku serius"tanpa sadar Pelangi berteriak
"Bunda... mengapa marah marah"
"Bunda.. memang sering marahin daddy"ucap Langit
"Apa daddy nakal ..kok bunda marahin"
"Daddy mu memang sangat nakal"gumam Pelangi.
Mendengar perkataan Pelangi.. Langit senang karena ia diakui sebagai daddynya Bumi.
"Apa.. yang kamu bilang tadi.. boleh diulangi"
"Aku nggak ada ngomong apa apa.. "ucap Pelangi malu
Setelah makan siang bersama dengan bekal yang Pelangi bawa, Langit mengajak Pelangi keluar dari kantor. Ia menyerahkan semua urusan kantor dengan asistennya yang baru datang dari Jakarta. Langit memang meminta asisten nya tetap ikut dengannya untuk mempermudah semua pekerjaan nya dan Pelangi.
"Mau kemana kita Lang.. "tanya Pelangi diperjalanan
"Aku ingin memberi hadiah buat Bumi.. "
"Mengapa harus hari ini... masih banyak waktu lagi Lang "
"Aku ingin memberi hadiah itu secepatnya, aku tadi sudah janji dengan Bumi, benarkan Bumi"ucap Langit dengan Bumi
"Iya bunda... tadi daddy sudah suruh Bumi memilihnya"
"Hadiah apa sih Lang..."
"Itu jadi rahasia antara aku dan Bumi... "
"Itu rahasia bunda.. daddy bilang, bunda tak boleh tahu"
__ADS_1
"Sekarang anak bunda sudah main rahasia rahasiaan ya.. "
"Itu bunda... daddy mau beliin...... "
"Bumi... jangan bilang.. itu biar jadi kejutan "potong Langit.
Sampai di satu gedung bertingkat yang menjulang.. mereka turun.
"Buat apa kita kesini Lang..."
"Ikuti aja aku... nanti kamu juga tahu. "
Langit langsung ditemui pemilik gedung dan mengantarnya sampai kelantai atas..
Mereka memasuki sebuah ruangan.. ternyata sebuah apartemen yang sudah dilengkapi dengan perabotnya.
"Apakah ini sudah sesuai dengan permintaan pak Langit perabot perabotnya"tanya petugas pemasaran itu.
"Ya.. terima kasih. Kamu bisa tinggalin kami sekarang.. pembayaran nanti bisa anda bicarakan sama Indra.. asisten saya"ucap Langit
"Baik pak... semoga bapak puas. Terima kasih"ucap lelaki itu dan keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana.... Bumi suka"
"Suka... daddy.. rumahnya bagus.. "ucap Bumi dengan polos
"Bagaimana Pelangi kamu suka... "
"Maksud kamu apa Lang... "
"Ini.. hadiah dariku buat Bumi. Apartemen ini nanti kepemilikannya atas nama Bumi.. semua nanti diurus Indra. "
"Lang.. kamu nggak perlu memberi Bumi hadiah ini... "
"Ini aku berikan buat Bumi anakku. .. kamu sudah janji tidak akan melarang aku melakukan sesuatu untuk Bumi"
"Tapi Lang...."
"Nggak ada tapi.. tapian.. "potong Langit
"Bumi kita lihat ya... kamar yang buat Bumi"ucap Langit membawa Bumi masuk kesebuah kamar yang didominasi warna biru putih.
"Bagus banget daddy... Bumi suka"ucapnya senang
"Besok apapun yang ingin Bumi beli, tinggal minta sama daddy saja.. pasti daddy beliin"
"Bunda bilang.. Bumi tak boleh meminta sesuatu pada orang lain.. "
"Tapi daddy bukan orang lain... Bumi boleh minta apapun itu ..bunda tak akan marah, bukan begitu bunda"
"Pelangi.. kita sudah bicarakan ini... kamu janji tak melarangnya.. "ujar Langit dengan Pelangi
"Lang.. aku hanya ingin mengajarkan pada Bumi agar ia nantinya tidak terbiasa meminta dan harus dipenuhi semua maunya.. nanti ia jadi anak yang manja"
"Nanti itu kita pikirkan lagi.. mulai besok kamu sudah harus pindah kasini.. Nanti malam kamu bisa menyusun barang barang yang ingin kamu bawa... besok orang orang ku yang akan membawanya kesini"
"Lang...aku betah dikontrakan sekarang... aku masih mau disana"
"Kalau kamu nggak mau pindah ke apartemen ini terserah... berarti Bumi yang ikut tinggal denganku di apartemen sebelah.. aku tinggal disebelah ini"
"Tapi... Lang"
"Pelangi.. menurutlah kali ini.. semua ini untuk Bumi dan agar aku bisa lebih dekat dengan Bumi. Aku juga ingin merasa menjadi seorang bapak"
Pelangi hanya terdiam sambil menarik nafas panjang. Ia ingin menolak semuanya, tapi ia juga tahu jika apa yang dilakukan Langit hanya untuk Bumi. Ia selama ini sudah membuat Bumi jauh dari Langit, mungkin sebagai penebus rasa bersalah nya.. ia akan menuruti kata langit kali ini.
*****************
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini
__ADS_1