ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 48. Kembali bertemu ibu Yeni


__ADS_3

Hari ini kembali Pelangi janjian bertemu dengan ibu Yeni.


"Lang.. aku izin keluar makan siang ya. Titip Bumi.. "


"Masih saja ngomong titip, aku ini daddy nya Bumi... bukan orang lain. Memang mau kemana"


"Aku janjian ketemu dengan ibu ibu yang pernah aku ceritakan itu Lang"


"Kamu yakin teman ibu itu mencari anaknya yang seusia kamu, yang telah ia buang di panti bunda.. "


"Aku tak melihat ada kebohongan di matanya"


"Kamu tuh gampang dibohongin, mana tahu kamu mana yang bicara jujur atau tidak"


"Kamu yang sering bohongin aku.. "


"Angi... aku kuatir nanti kamu berharap jika itu memang orangtuamu yang mencari.. aku takut jika bohong, kamu jadi kecewa.. "


"Kamu akhir akhir ini panggil nama aku siapa Lang.. "


"Angi... aku lebih senang manggil kamu singkat begitu. Ingat Angi... kamu jangan terlalu percaya dengan orang yang baru kamu kenal"


"Tapi jika itu bohong.. apa maksud ibu itu bertemu denganku. Ia rela datang dari Jakarta. Tak ada yang dapat ia incar dari aku Lang... aku orang tak punya"


"Mungkin saja ia mendekati kamu karena ingin menjodohkan kamu dengan anaknya"


"Pikiran kamu ngawur"


"Tapi ingat ya.. kamu jangan terlalu berharap jika teman ibu itu memang orang tuamu.. aku takut kamu kecewa dan terluka mendapati kenyataan nanti"


"Lang... sejak orang tuaku meninggal kan aku, aku tahu jika mereka tak pernah menginginkan kehadiran aku, jadi aku tak juga pernah berharap banyak dapat bertemu. Aku hanya ingin tahu siapa orang tuaku, dan tidak mengharapkan lebih dari itu.. Aku ingin bertemu sekali saja seumur hidupku, aku ingin bertanya mengapa mereka tega membuangku seperti sampah"


"Angi... ibumu pasti menyesal membuang kamu jika ia tahu kamu tumbuh menjadi wanita baik dan secantik sekarang"ucap langit dan membawa Pelangi kedalam pelukannya.


"Daddy.. mengapa peluk bunda... "ucap Bumi yang baru keluar dari kamar diruang kerja Langit


"Karena Daddy sayang bunda... seperti Bumi, daddy selalu ingin mencium dan memeluk Bumi karena daddy menyayangi Bumi"


"Bumi... bunda ada keperluan. Kamu sama daddy saja ya.."

__ADS_1


"Oke bunda... hati hati.. "


Pelangi meninggalkan kantor menuju suatu tempat yang telah mereka sepakati buat bertemu. Sebuah restoran yang terletak tak jauh dari rumah sakit. Pelangi tak mengerti mengapa harus bertemu disini.


Pelangi memasuki restoran dengan perlahan sambil memandangi para tamu dengan seksama, mencari keberadaan ibu Yeni.


Dari sudut restoran tampak ibu Yeni melambaikan tangannya..


"Astaga mama... anak itu mirip banget ketika mama muda.. walau ada sedikit perbedaan, ia tampak lebih anggun dengan busana muslimnya"


"Ya.. Pa. Makanya aku yakin ia anak kita"


"Selamat siang ibu Yeni, maaf lama menunggu"


"Selamat Siang Pelangi. Ibu juga baru sampai kok. Kenalkan ini suami ibu"


"Selamat Siang pak.. "ucap pelangi dengan membungkukan badannya.


"Silakan duduk nak Pelangi"


Papa Dodi memandangi Pelangi dengan intens tanpa kedip, Pelangi yang menyadari itu langsung menundukkan kepalanya.


"Maaf... kamu sangat mirip dengan ibumu.. maksud aku.. ibu yang mencari anaknya itu"ucap papa dodi


"Mana Bumi anakmu Pelangi.. mengapa tak kamu bawa"


"Ia aku tinggal bersama daddy nya bu.. "


"Pelangi... aku ingin meminta tolong sesuatu denganmu... aku harap kamu mau melakukannya "


"Apa yang bisa aku lakukan bu.. "


"Mau nggak kamu melakukan tes DNA.. kami memerlukan sample darah kamu"


"Ibu... jika memang teman ibu itu berharap dapat bertemu anaknya... mengapa bukan ia saja yang langsung menemui aku"


"Ibu rasa ia belum siap bertemu dan mengaku langsung padamu....karena rasa bersalahnya padamu"


"Ibu.. tolong katakan pada teman ibu.. aku tidak akan menuntut apa apa.. karena dari pertama aku dibuang oleh orang tuaku, tak pernah aku berpikir mereka akan menjemputku kembali. Karena jika ia memang menyayangi aku tak mungkin mereka membuang aku seperti sampah.. "

__ADS_1


"Mereka pasti punya alasan mengapa sampai membuangmu nak.. tak ada ibu yang tak menyayangi anaknya"


"Ibu... aku hanya berharap bertemu orang tua ku sekali saja. Aku tak berharap kembali menjadi anak mereka.. aku hanya ingin bertanya kepada kedua orang tuaku, mengapa mereka tega membuang aku, jika memang mereka tak pernah mengharapkan kehadiran aku didunia ini.. mengapa mereka sampai melahirkan aku, mengapa tak membuang aku sebelum aku tumbuh besar dan hidup dirahim ibuku.. biar aku tak pernah merasakan sakit... karena tahu jika aku ini adalah anak yang pernah diharapkan "


"Pelangi... yakinlah nak, kedua orang tuamu tak ingin membuangmu. Semua terjadi diluar maunya mereka.. mereka tidak tahu jika kamu masih hidup, nenek dari ibumu yang membuang mu dan mengatakan jika kamu telah tiada"


"Dan orang tuaku percaya... tanpa mencari tahu kebenaran nya... dan mengapa mereka mencari diriku sekarang... mengapa tidak menganggap memang diriku telah tiada"


Ibu Yeni memegang tangan suaminya, berharap satu kekuatan ia tak mau menangis dan membuat Pelangi curiga.


"Pelangi... kamu mau kan nak.. diambil darahnya "


"Baiklah bu... tapi aku tak yakin itu akan membantu"


"Sekarang kita makan dulu.. bagaimana ma.. "ujar papa Dodi


Mereka makan bertiga dengan suasana canggung, diam tanpa ada yang bersuara.


Setelah makan, Ibu Yeni membawa Pelangi ke rumah sakit terdekat dari restoran tempat mereka bertemu dan mengambil sampel darah Pelangi. Setelah itu Pelangi pamit.


"Bu.. Bapak.. saya pamit dulu. Tolong bilang dengan teman ibu... jika ia tak perlu takut bertemu saya... karena saya tidak akan menuntut atau memaki dirinya.. saya bersyukur ia membuang saya... dengan begitu saya bisa bertemu bunda yang menjadi ibu saya.. wanita terhebat dalam hidup saya... saya tak pernah berharap bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga saya lagi... karena saya pernah berharap itu terjadi ketika saya kecil dan semua itu ternyata tak pernah terwujud, sekarang saya sudah nyaman dengan hidup saya.. jadi saya tidak pernah berharap bertemu mereka lagi. Jika ternyata saya memang anak kandung mereka.. cukup lihat saya dari jauh... karena jika saya bertemu langsung, saya pasti akan bertanya mengapa ia membuang saya.. dan saya takut mendengar jawaban mereka jika memang mereka tak pernah menginginkan kehadiran saya di dunia ini. Terima kasih bu."


"Pelangi... maafkan ibu"


"Mengapa ibu yang harus minta maaf... "


"Pelangi.. hati hati. Senang bertemu kamu nak"ucap papa Dodi


Pelangi tersenyum dan pergi berlalu dari kedua orang itu. Ketika Pelangi sudah menjauh, ibu Yeni tak bisa lagi menahan air matanya .


"Pa.. bisa dengarkan, ia sangat terluka dan kecewa pada kita.. aku takut ia tak bisa menerima kita pa... "ucap ibu Yeni terisak


"Tapi sepertinya ia tumbuh menjadi wanita yang baik dan tangguh"


"Pa... dari cerita yang aku dengar dari orang suruhan papa, ia telah banyak mengalami kesulitan hidup. Di mana ia hamil di luar nikah dan membesarkan anaknya seorang diri. Dan bagaimana mungkin kita bisa menikahkan Shinta dan memisahkan kembali Langit dan Pelangi, mereka telah memiliki seorang anak. Pa... aku tak tahu harus bersikap bagaimana terhadap Pelangi dan Shinta"


"Papa juga memikirkan itu, papa sudah yakin ia anak kandung kita walau belum ada hasil dari test DNA. Papa juga tidak tahu jalan keluar dari persoalan Langit itu ma.. kita tak bisa mengorbankan salah satu dari mereka.. "


Papa Dodi dan mama Yeni terdiam, larut dengan pikiran mereka masing masing.

__ADS_1


***********************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2