ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 50. Bu Merry mengetahui identitas Bumi


__ADS_3

Sore hari disalah satu kafe kota Jakarta tampak bu Merry lagi minum berdua dengan seorang lelaki.


Ia tampak serius mendengar penjelasan dari lelaki yang ternyata orang suruhan yang paling dipercayainya.


"Jadi anak kecil itu Bumi namanya.. ia anak Langit putraku dengan Pelangi"


"Ya bu.. "jawab lelaki itu yang bernama Jhony


"Dimana selama ini mereka tinggal"


"Dulu mereka ngontrak, tapi semenjak pak Langit mengetahui kalau itu putranya, ia membelikan sebuah apartemen buat Bumi"


"Sudah berapa lama Pelangi kerja diperusahaan aku"


"Sudah lebih dari tiga tahun, semenjak pak Kevin baru memimpin. Pelangi dulu sangat dekat dengan pak Kevin..tapi semenjak Langit pindah dan memimpin perusahaan cabang Cirebon itu, Pelangi makin dekat dengan pak Langit"


"Apa Bumi sudah bersekolah.. "


"Baru sekitar dua minggu ini ia bersekolah"


"Berikan alamat sekolahnya... aku ingin memberi kejutan buat Pelangi... beraninya ia memberitahukan Langit keberadaan putranya.. sampai kapanpun aku tak pernah merestui Langit dan Pelangi"


"Apa lagi bu.. yang bisa saya lakukan"


"Tetap awasi Langit dan Pelangi... aku takut mereka menikah dibelakangku"


"Ya bu.. baiklah. Kalau begitu saya pamit "


"Jangan sampai kehadiranmu dicurigai Langit"


"Baik bu.. saya akan berhati hati. Permisi "ucap lelaki itu sebelum beranjak pergi meninggalkan bu Merry sendirian di kafe.


"Berani beraninya kamu melahirkan darah daging dariku.. aku akan mengambilnya darimu... aku tak mau keturunanku dibesarkan olehmu. Bagaimana pun caranya aku akan memisahkan kamu dan Langit... Shinta jauh lebih pantas bersanding dengan Langit... ia dari keluarga terpandang dan berpendidikan... aku tak mau malu... jika kamu menikah dengan Langit, apa yang akan dikatakan oleh teman temanku.. "


Bu Merry meninggalkan kafe dengan memikirkan bagaimana cara memisahkan Langit dan Pelangi lagi.


Sementara itu malam harinya disebuah apartemen tampak Bumi yang lagi asyik dengan mainannya.


Langit dan Pelangi duduk di sofa sambil menonton televisi.


"Angi... aku akan ke Singapura mengurus bisnisku selama tiga hari. Kamu nggak apa apa aku tinggalkan"


"Kapan kamu berangkat Lang..."


"Lusa... atau kamu dan Bumi ikut aku saja ya.. aku takut meninggalkan kamu dan Bumi di sini"

__ADS_1


"Nggak perlu Lang... Bumi baru saja mulai sekolah, masa sudah minta izin. Lagi pula Bumi lagi senang senangnya sekolah.. "


"Tapi perasaan aku tak enak meninggalkan kamu dan Bumi"


"Lang.. sebelum kamu atau pun Kevin masuk ke dalam kehidupan aku, aku dan Bumi cuma hidup berduaan saja. Jadi kamu nggak perlu cemas... aku sudah terbiasa "


"Kalau ada apa apa kamu cepat hubungi aku ya"


"Iya Lang"


"Angi.. aku setelah dari Singapura mungkin mampir ke rumah mama dulu baru ke sini. Aku ingin membicarakan tentang pembatalan pertunangan aku dengan Shinta"


"Lang... aku takut Shinta jadi marah dan benci padaku"


"Bukankah lebih baik kami berpisah sekarang daripada nanti setelah menikah. Itu akan lebih menyakitkan lagi.. "


"Bagaimana dengan ibu mu Lang..."


"Mengapa kamu selalu bertanya mengenai mami... apakah mami pernah melakukan sesuatu denganmu... "


"Bukan begitu Lang... kamu kan tahu dulu ketika ibu mu curiga mengenai hubungan kita.. bukankah ia sudah mengingatkan kamu dan aku kalau ia tak akan pernah merestui hubungan kita.. "


"Kita bisa membawa Bumi... mami pasti merestui kita jika ia tahu kamu dan aku telah memiliki seorang buah hati"


"Kamu yakin Lang... "


"Mengapa kamu menanyakan itu"


"Kevin bilang, jika aku harus cari tahu apa yang pernah mami aku lakukan padamu... Jadi aku selalu berpikir... apakah kamu pergi lari dan menjauh dari aku selama ini karena permintaan mami.. "


"Lang.. aku akan menceritakan semuanya jika waktunya tiba... "


"Berarti benar mami pernah melakukan sesuatu padamu"


"Sudahlah Lang... jangan itu terus yang kamu tanyakan. Aku akan menunggu kamu memberi kabar padaku jika kedua orang tuamu telah merestui hubungan kita.. "


"Ya.. ngi... aku sudah tak sabar menunggu saat dimana setiap pagi ketika aku bangun tidur... hal pertama yang aku lihat adalah wajah lelahmu karena malam harinya harus melayani aku"


"Lang..pikiran nya kok mesum begitu sih.. "


"Aku ini lelaki dewasa normal Angi.. pasti aku menginginkan kebutuhan biologis ku terpenuhi.. kamu tahu Ngi,aku harus menahan setiap hasrat untuk tidak pernah menyentuh lebih jauh pada tubuh wanita kecuali kamu nantinya. Aku juga tidak munafik, jika sekadar ciuman atau remasan didada sering aku lakukan pada wanita yang mendekati aku"


"Semoga ibumu merestui hubungan kita"lirih Pelangi.


Langit duduk makin mendekat dan ingin lebih merapatkan tubuhnya ke Pelangi, ia merangkul bahu Pelangi agar mendekat.

__ADS_1


Pelangi menepisnya tangan Langit yang ada dipundaknya.. dan duduk menjauh.


"Jangan macam macam Lang. Jangan membuat aku khilaf lagi"ucapnya merengut.


"Kan cuma ciuman Angi... "


"Itu juga tak boleh Lang... sebelum kita halal"


"Jadi jika sudah halal... kamu harus memberi kapanpun dan apapun yang aku mau ya.. "


"Jika kita sudah halal... Apapun yang akan kamu lakukan padaku dan tubuhku.. itu sudah menjadi hak kamu sepenuhnya"


"Aku jadi nggak sabar ingin menghalalkan kamu.. bagaimana kalau hari ini kita menikah saja.. "


"Lang... kamu kira menikah itu permainan.. "


"Jika kita sudah menikah.. kamu berarti bisa kan berpakaian terbuka.. "


"Bisa hanya didepan kamu.. didepan lelaki lain tak boleh"


"Aku juga tak akan mengizinkan kamu berpakaian terbuka di depan lelaki lain"


Pelangi dan Langit larut dalam pembicaraan sampai malam menjelang.


################


Hari ini Pelangi mengantar Bumi kesekolah ditemani supir kantor. Karena Langit sore subuh tadi sudah harus ke Jakarta. Siang ini ia akan ke Singapura.


Sesampainya disekolah Pelangi mengantar Bumi ke kelasnya.


"Sayang.. bunda pamit dulu mau ke kantor. Bumi jangan nakal, harus belajar baik baik.. supaya jadi anak pintar"


"Iya bunda.. bunda.. daddy lama ya perginya. Seperti om Kevin.. "


"Nggak sayang... daddy cuma pergi selama tiga atau empat hari . Setelah itu daddy akan pulang.. "


"Bumi nggak mau daddy pergi lama lama seperti om Kevin"


"Nggak akan sayang... sekarang Bumi masuk ke kelas.. bunda mau ke kantor. Nanti bunda jemput sore hari ya.. jangan kemana mana. Bunda sayang kamu... "Pelangi menciumi semua yang bagian di wajah Bumi


"Bumi juga sayang bunda.. hati hati bunda"


"Ya sayang.. "ucap Pelangi dan masuk ke dalam mobil yang kaya. membawanya ke kantor.


Setelah Pelangi cukup jauh, muncul sebuah mobil yang berhenti tepat di depan sekolah Bumi. Dari dalam mobil keluar seorang wanita paruh baya. Ia berjalan menuju ke kantor kepala sekolah Bumi.

__ADS_1


******************************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Boleh minta vote, like dan koment nya... 😍😍


__ADS_2