
Ibu Yeni dan Pelangi menyantap hidangan sambil bercerita.
"Pelangi... apa boleh ibu bertemu kamu lagi"
"Tentu saja boleh bu.. "
"Ibu boleh menganggap kamu seperti anak ibu sendiri"
"Tentu saja boleh bu... saya malahan senang, karena saya jadi punya ibu lagi"
"Terima kasih nak.. kamu anak yang baik"ucap Ibu Yeni manahan air matanya.
Dari luar restoran tampak Langit berjalan memasuki restoran ini.
"Bunda... itu ada daddy.. "ucap Bumi yang melihat Langit.
"Apa itu ayahnya Bumi.. "tanya ibu Yeni
"Iya bu.. "
Tampak Langit tersenyum dari kejauhan. Ia menuju meja tempat mereka makan. Tiba tiba ibu Yeni bangun dan permisi mau ke toilet.
"Maaf Pelangi... ibu mau kebelakang dulu, kebelet"
"Silakan bu.. "
Ibu Yeni berjalan tergesa meninggalkan meja tempat mereka makan sambil menindik, ia tak mau Langit mengenalnya.
"Selamat siang gantengnya Daddy.. enak makannya. Kok daddy nggak diajak.. "ujar Langit
"Kamu mengapa menyusul kasini Lang... "
"Memangnya tak boleh ya.. ada larangan buat aku kesini"
"Bukan begitu Lang... kamu nggak mengikuti kami kan"
"Kamu geer banget.. aku kebetulan mau pesan makanan disini dan melihat Bumi, makanya aku samperin"ucap Langit sambil mengacak kepala Pelangi
"Ih.. Langit.. ntar kusut nih jilbab aku"
"Mana ibu ibu tadi... tadi aku lihat dari jauh ada ibu ibu.. "
"Lagi ke toilet.. katanya mau pesan makanan.. pesanlah disana"
"Kamu mengusir aku... Memangnya siapa wanita tadi, mengapa kamu takut aku ikut gabung"
"Bukan begitu Lang.. kamu belum makankan,jadi cepat pesan.. jangan telat makannya.. "
"Terima kasih.. perhatiannya"ucap Langit kembali mengacak pucuk kepala Pelangi
"Langit.. ntar jilbabku terlepas "ucap Pelangi sambil membetulkan jilbabnya.
"Daddy.. makan disini saja dengan Bumi"
"Boleh sayang... "ujar Langit dan mendekat duduk disamping Bumi
"Boleh dong... Bumi senang makan dengan daddy"
"Tapi bunda tak senang tuh.. "
"Sudahlah Lang...aku lagi malas berdebat. Kamu mau makan apa biar aku pesan"
Langit menyebutkan peranannya setelah pelayan datang.
Ponsel Pelangi yang ada didalam tasnya berbunyi dan Pelangi melihat, tertera nama Ibu Yeni, pelangi menyentuh tanda hijau.
"Selamat siang Pelangi... maaf ibu harus pergi.. ibu nggak bisa pamit sama kamu.. karena ada keperluan mendadak"
"Selamat siang bu.. nggak apa apa... ibu hati hati ya.. "
__ADS_1
"Maaf sekali lagi ya nak. Kapan kapan ibu masih bisa bertemu lagi kan. Salam buat Bumi.. makanan sudah ibu bayar semuanya termasuk pesanan ayahnya Bumi.. "
"Terima kasih bu.. tentu saja boleh bu... kapan ibu ingin bertemu.. ibu tinggal hubungi saya"
"Baiklah nak.. ibu pamit dulu ya.. sampai jumpa lagi. "
Sambungan ponsel pun dimatikan. Pelangi memasukan kembali ponselnya kedalam tas.
"Siapa... "tanya Langit sambil menyantap hidangannya dan sesekali menyuapi Bumi.
"Ibu tadi.. ia harus segera pergi.. nggak bisa pamit.. "
"Apa ia tak mau mengganggu kita ya.. "
"Tuh sekarang kamu yang kegeeran.. "
"Biar geer dari pada minder...Bumi masih mau sayang"tanya Langit kembali ingin menyuapi Bumi
"Sudah nggak mau daddy.. Bumi sudah kenyang"
"Bunda mau disuapin juga.. nih.. buka mulutnya"
"Ogah.. "jawab Pelangi
"Nggak usah malu... nggak apa kan Bumi kalau bunda minta disuapin daddy... "
"Nggak boleh daddy.. malu.. bunda kan sudah gede"
"Ngga apa apa... sesekali boleh bunda disuapin... itu tandanya daddy sayang bunda"
Pelangi memandangi Langit dengan mata yang melotot.
Sementara di sudut lain.. ternyata ibu Yeni sedang mengamati Pelangi dan Langit.
"Jika benar Langit adalah ayah nya Bumi, berarti ibu merry tidak tahu jika Langit sudah menikah. Apakah Langit dan Pelangi menikah diam diam. Apa yang akan aku lakukan jika ternyata benar Pelangi anak kandungku. Shinta begitu mencintai Langit. Dan aku juga tak mungkin memisahkan Pelangi dan Langit. Apalagi kelihatannya Langit sangat menyayangi Pelangi. Sedangkan aku tahu Langit tak pernah mencintai Shinta. Aku nggak tega mengorbanin salah satu dari mereka. Walau Shinta bukan anak kandungmu, tapi aku sangat menyayangi dirinya. Ia lah sebagai pengganti anakku yang hilang.. Tapi aku harus menyelidik dulu semuanya... apa sebenarnya hubungan Pelangi dan Langit... "
Kembali ponsel Pelangi berdering...
Pelangi kembali mengambil ponselnya dari dalam tas dan tertera nama Kevin sebagai penelpon.
"Selamat siang mas... "
"Selamat siang... kamu lagi ngapain Pelangi"
"Aku lagi makan siang dengan Bumi mas.. "
"Dimana.. "
"Di resto dekat kantor mas... mas sudah makan"
"Belum... "
"Ini sudah jam dua.. mengapa mas belum makan"
"Aku lagi diperjalanan...tanggung berhenti.. sudah mau sampai"
"Memangnya mas mau kemana.. walaupun diperjalanan mas nggak boleh telat makan.. mampir di restoran yang mas temui dijalan"
"Aku ingin makan bersamamu rencananya... tapi karena macet.. telat jadinya "
"Mas.. mas sebenarnya lagi dimana"
"Lagi dihatimu... "
"Mas aku serius.. "
"Aku lagi diperjalanan mau ketempat kamu... kamu jangan kembali ke kantor lagi.. minta izin saja dengan Langit "
"Jadi mas dalam perjalanan kesini.... mengapa nggak ngomong... kalau tahu aku tadi menunggu mas untuk makan bersama"
__ADS_1
"Nggak apa... nanti malam masih bisa makan bersama kamu kan.. "
"Ya.. kalau gitu aku tutup dulu.. mas lagi nyetirkan... hati hati.. aku tunggu disini ya mas"
"Ya.."
Pelangi mematikan ponselnya, dan ia melihat Langit memandangnya dengan intens.
"Mengapa memandangi ku seperti itu"
"Dari Kevin.. "
"Iya... "
"Pantasan mesra banget cara jawabnya"
"Aku rasa biasa saja.. "
"Kamu tuh kalau dengan Kevin bicaranya lembut banget"
"Nggak mungkin Lang.. aku bicara keras sedangkan Kevin bicara dengan lembut"
"Jadi kamu selalu bicara keras denganku karena aku sering ngomongnya keras juga denganmu"
"Bukan begitu maksudku Lang... kamu tuh yang suka mulai perdebatan.. bagaimana aku nggak ikutan berdebat jadinya"
"Mau apa Kevin..."
"Ia mau bertemu dengan aku dan Bumi, aku minta izin ya Lang..aku nggak bisa kembali ke kantor"
"Mengapa harus jam kantor bertemu"
"Lang... aku kan sudah menyelesaikan pekerjaanku tadi"
"Nggak bisa bertemunya sepulang kerja"
"Nggak mungkin mas Kevin menunggu aku selama itu Lang... ia telah hampir sampai disini "
"Om Kevin datang ya bunda... "
"Iya sayang.. Bumi sudah rindu ya dengan om Kevin"
"Rindu banget bunda.. "
"Kalau begitu.. aku juga akan menunggu Kevin disini"
"Lang.. kamu ada rapat jam tiga.. bukankah kamu harus bertemu klien ditemani Indra"
"Aku lupa... "
"Itu klien penting Lang...kamu nggak boleh menundanya"
"Kamu takut aku mengganggu kencanmu"
"Lang....aku bukan berkencan.. ada Bumi bersama kami"
"Nanti setelah rapat selesai aku menyusul"
"Lang...nggak perlu. Ada yang akan aku bicarakan dengan Kevin.... "
"Baiklah.. tapi jangan lama pulangnya. Aku nggak mau Bumi kecapean.. "
"Baiklah Lang.. "
"Bumi... daddy harus pamit dulu. Jaga bunda.. nggak boleh ada yang memegang bunda.. "
"Lang.. kamu ngomong apa sih"
"Sampai jumpa nanti malam diapartemen... aku menunggumu... jangan pulang sampai larut malam"ujar Langit dan berlalu pergi dari restoran itu menuju mobilnya.
__ADS_1
*****************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.