ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab Delapan puluh Enam


__ADS_3

Dion mengajak Shinta ke salah satu restoran favoritnya. Dion memesan makanan sesuai apa yang Shinta inginkan.


Setelah makanan yang mereka pesan datang, Shinta langsung melahapnya.


"Kenapa cuma dilihat aja. Kamu nggak makan..nggak lapar"tanya Shinta


"Aku melihatmu aja udah kenyang"


"Gombalnya recehan banget sih"


"Tapi kamu sukakan"


"Nggak..membuat nafsuku jadi nambah mendengar gombalnya"


"Bagus dong, berarti kamu suka gombalan aku"


"Itu tak baik Dion, aku sedang diet, jika nafsuku bertambah nanti dietku gagal"


"Nggak udah diet. Kamu udah cantik . Malahan jika tambah sedikit badannya pasti tambah cantik"


Shinta berhenti menyuapi makanannya. Ia memandangi Dion intens.


"Kenapa memandangku seperti itu"


"Kamu selama ini belajar gombal dimana. Setahuku dulu kamu orangnya cuek. Tapi sekarang kok sedikit manis ucapannya"


"Karena aku lagi bicara dengan wanita yang manis,jadi ucapanya harus manis"

__ADS_1


"Tuh gombal lagi..."


"Aku bukan ngegombal,Shin. Kamu memang tambah manis, membuat aku makin cinta"


"Cinta..nggak salah nih. Kamu pasti don juan ya. Baru ketemu aja udah ngomong cinta"


"Tapi aku memang mencintai kamu ,Shin. Ketika aku mendengar kamu belum menikah dari Langit, rasanya aku ingin berteriak. Kau sangat bahagia. Karena aku bisa kembali memperjuangkan cintaku yang dulu layu sebelum berkembang..."


"Cinta yang layu sebelum berkembang ... maksudnya "


"Shinta...aku tuh dari dulu sudah menyukai kamu. Tapi aku tak berani mengatakannya karena aku tahu kamu sangat mencintai Langit. Aku tak mungkin menang melawan Langit. Aku akhirnya menyimpan rasa cintaku padamu. Sampai hari ini, akhirnya aku beranikan mengatakan sekarang. Aku tak ingin lagi menyimpan rasa ini.Aku ingin kamu tahu isi hatiku" ucap Dion dengan serius


"Kamu ngomong apa sih. Aku nggak suka becandaan kamu"


"Aku nggak bercanda Shinta...aku serius. Aku mencintaimu, aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius denganmu jika kamu mengizinkan..."


"Emangnya kenapa..."


"Kamu tahu siapa aku..."


"Maksudmu apa....."


"Aku ini hanyalah anak angkat dari orang tua Pelangi. Anak kandung mereka ternyata Pelangi. Aku nggak tahu asal usul keluargaku. Aku tak tahu aku berasal dari mana."


"Aku sudah mengetahui cerita semua itu dari Langit"


"Apa nanti kamu tak akan menyesal mencintai aku. Apa kamu yakin nanti orang tuamu akan mau menerima aku yang tak tahu anak siapa, keluargaku siapa..."

__ADS_1


"Orang tuaku pasti mengerti. Ia bukan orang tua yang otoriter. Ia memberikan kebebasan buat anak anaknya buat memilih calon pendampingnya..."


"Perlu kamu tahu Dion, saat ini aku sudah tak yakin ada cinta buatku. Karena pria yang aku cintai selalu saja meninggalkan aku. Aku takut memulai buat jatuh cinta lagi. Aku sudah pasrahkan semua takdir dan jodohku pada Tuhan"


"Mungkin semua itu belum jodohmu..."


"Mungkin bagimu mengucapkan itu enak, tapi bagiku yang mengalaminya sendiri, terasa sakit dan sesak dadaku menahan pedihnya"


"Shinta ....percayalah padaku. Usia kita saat ini bukanlah lagi usia buat main main. Aku ingin jika kamu mau menerima aku ,kita langsung ke jenjang yang lebih serius."


"Maaf , Dion. Aku belum bisa lagi menjalin hubungan. Aku takut gagal. Aku tak siap buat terluka lagi. Sudah terlalu dalam luka yang aku rasakan..."


"Shinta...salah satu obat patah hati adalah dengan mencintai orang lain"


"Tapi jika aku membuka hatiku buat jatuh cinta, berarti aku juga harus bisa menyiapkan diriku buat patah hati kembali"


"Shinta ...aku tak meminta kamu menjawab sekarang. Dan aku juga tak meminta kamu buat jatuh cinta padaku. Aku saat ini hanya ingin meyampaikan semua perasaanku. Aku hanya ingin kamu tahu isi hatiku. ..."


"Baiklah jika kamu hanya ingin mengatakan perasaanmu. Terima kasih karena telah mengatakan jika kamu mencintaiku. Ini membuatku bahagia ,karena ternyata masih ada juga pria yang mencintaiku."


"Aku berharap kamu memikirkan semua ucapanku. Aku akan menunggu sampai kamu kembali percaya jika masih ada cinta yang tulus buatmu"


"Dion...aku senang mendengar kamu mengatakan jika kamu mencintaiku. Tapi aku belum berani membuka hatiku lagi , aku takut terluka lagi. Aku belum siap buat patah hati kembali. Aku takut cintamu hanya sesaat. Aku takut kamu kembali menorehkan luka dihatiku. Aku takut lukaku kembali berdarah, jika itu terjadi ,aku tak yakin bisa menyembuhkannya...pasti akan aku bawa lukaku ini sampai mati"


****************************


Terima kasih buat semua pembaca yang tetap setia menunggu novel ini

__ADS_1


__ADS_2