
Pelangi mengetuk pintu kamar Kevin dengan tergesa dan sangat keras..
"Mas... mas Kevin... "teriak Pelangi
"Ada apa Pelangi.. mengapa kamu kelihatan tergesa begini"
"Mas... Langit menelepon aku tadi.. ia bilang Bumi di bawa bu Merry di Villa keluarganya. Langit bilang mas tahu alamatnya"
"Astaga ...mengapa aku nggak kepikiran kesana dari kemarin. Tunggu ya Pelangi.. aku siap siap "
Kevin.. mengambil dompet dan jas yang digantungnya di kursi. Setelah itu ia bergegas keluar kamar.
"Kamu belum sarapan.. apa kita sarapan dulu"
"Mas... aku nggak ada selera makan.. kalau mas mau makan biar aku tunggu"
"Nggak usah deh... kita jalan saja langsung..."
Pelangi dan Kevin bergegas menuju mobil yang diparkir di basement hotel. Mereka langsung berangkat menuju villa keluarga Langit.
Ketika sedang dalam perjalanan ban mobil Kevin pecah. Ia terpaksa mencari bengkel terdekat.
"Aduh.. mengapa ban nya bisa pecah ya.. "gerutu Kevin
"Mas... nggak apa.. tak akan lama juga menggantikan. Mas mau ganti sendiri.. "
"Nggak Pelangi.. aku bawa bengkel saja.. itu di depan ada bengkel.
Pelangi dan Kevin sedang menunggu orang bengkel menggantikan ban mobil Kevin. Sementara Langit sudah sampai di Bandara Sorkarno hatta.. Ia meminta orangnya membawakan motor buatnya ke villa agar cepat sampai.
Setelah ban mobilnya diganti, Kevin mengendarai mobilnya dengan sedikit kencang.
Sampai di Villa ia langsung menuju ketempat biasanya Tante Merry menginap.
Kevin masuk ke villa tanpa mengetuk terlebih dahulu. Tampak bi Jum yang kaget melihat kedatangan Kevin.
"Mana tante Merry bi.. "
"Lagi di atas bermain dengan Bumi.. cucunya"
Mendengar jawaban bi Jum Pelangi dan Kevin langsung berlari ke lantai atas.
Pelangi melihat Bumi lagi bermain dengan bu Merry.
"Bumi... "panggil Pelangi
"Bunda... bunda sudah datang.. bunda mau jemput Bumi ya.. Bumi kangen"ucapnya langsung menangis
__ADS_1
"Bunda juga kangen sayang... "ucap Pelangi memeluk erat Bumi.
Pelangi memandangi wajah bu Merry yang terus mengawasinya.
"Mas Kevin bisa bawa Bumi.. aku mau bicara berdua dengan bu Merry"
"Ya Pelangi.. "
"Mau di bawa kemana Bumi... ia harus tetap disini"ucap Bu Merry ingin meraih tangan Bumi tapi ditepis Pelangi
"Mas.. tolong bawa Bumi... "ucap Pelangi sambil memegang tangan bu Merry
Ketika sedang menuruni tangga Kevin berpapasan dengan Langit yang juga baru sampai.
"Langit... kamu sudah sampai "ucap Kevin tapi tak didengar Langit. Ia langsung memeluk Bumi.
"Bumi.. kamu nggak apa apa nak.. "tanya Langit
"Nggak apa apa daddy... "
"Mana bunda.. "
"Di atas dengan oma... seperti nya bunda marah sama oma"ucap Bumi.
Mendengar itu Langit naik ke atas, tapi ia tak langsung menemui Pelangi dan maminya.. ia bersembunyi ingin mendengar apa yang dipertengkarkan Pelangi dan maminya.
"Mau kamu bawa kemana Bumi... "tanya Bu Merry
"Mengapa aku harus minta izin.. itu cucuku"
"Cucu... apa ibu tak malu mengakui ia cucu.. "
"Aku malu jika orang tahu siapa ibunya.. jadi aku minta kamu berikan hak asuh Bumi pada Langit, biar ia dan calon istrinya nanti yang merawatnya. Kamu bisa minta uang berapapun kamu mau dan segera pergi menghilang seperti dulu dari kehidupan Langit dan Bumi"
"Ibu pikir aku mau menggantikan Bumi dengan lembaran uang.. seluruh harta ibu pun tak akan bisa menggantikan Bumi. Mengapa sekarang ibu menginginkannya.. "
"Kamu jangan sombong... aku bisa mengusahakan hak asuhnya jatuh pada Langit dan kamu tidak akan mendapatkan apa apa "
"Ibu pikir akan semudah itu memisahkan aku dengan Bumi.. aku akan mempertaruhkan nyawa ku buat Bumi.. jika aku dulu bisa ibu atur dan kuasai.. tidak dengan anakku.. aku tak akan dengan mudahnya menyerahkan Bumi"
"Mengapa... kamu berharap Langit menikahi kamu. Makanya kamu membiarkan Langit dekat dengan Bumi, agar nanti setelah ia sayang.. kamu gunakan Bumi sebagai senjata buat menikahimu. Jangan mimpi Pelangi.. aku memang menginginkan Bumi.. tapi bukan dirimu"
"Ibu Merry yang terhormat... aku juga tak berharap Langit menikahi aku jika ibu tak merestui dan mengizinkan. Jika aku baik dan membiarkan Langit dekat dengan Bumi.. karena aku tahu Langit juga korban sama denganku. Ia tak tahu aku sedang mengandung anaknya ketika ia melanjutkan kuliah. Jadi aku ingin menebus rasa bersalahku dengan membiarkan ia dekat dengan Bumi. Sedangkan ibu... apa hak ibu ingin dekat dengan Bumi... "
"Kamu lupa jika darah Langit mengalir di tubuh Bumi, itu berarti ia cucuku"
"Ibu Merry.. ibu seharusnya malu dengan ucapan ibu.. sekarang ibu bisa mengakui Bumi sebagai cucu ibu.. mana ibu Merry yang dulu meminta aku menggugurkan kandungan... jadi aku rasa ibu tak berhak sedikitpun atas Bumi. Dari ia masih dalam kandungan.. ibu tak pernah menginginkan kehadirannya.. mengapa sekarang telah lahir dan besar ibu ingin memilikinya. Mengapa... bukankah dulu ibu yang ngotot agar aku membuang janinku...apa ibu tahu bagaimana kesulitan aku membesarkannya seorang diri"
__ADS_1
"Aku memang dulu meminta kamu menggugurkan kandunganmu.. karena aku tak mau cucu ku memiliki seorang ibu yang tak tahu asal usul keluarganya. Maka dari itu sekarang setelah ia lahir dan besar aku ingin mengambilnya agar ia memiliki keluarga yang jelas.. bukan seperti ibunya"
"Aku tak akan pernah menyerahkan anakku pada ibu.. bagaimana pun cara ibu merebutnya.. sebelum aku mati.. ibu tak akan pernah dapat memilikinya "teriak Pelangi
Langit yang mendengar semua itu, menjadi hilang tenaga. Ia memegang pembatas tangga untuk menguatkan dirinya.
"Jadi benar Pelangi menghilang karena mami.. dan mami dengan teganya meminta Pelangi menggugurkan kandungannya.. apakah mami tidak sadar itu darah dagingku.. Pelangi maafkan aku... "
" Kamu juga tak akan bisa memiliki Langit.. jika kamu tak menyerahkan Bumi padaku... jangan harap kamu dapat bertemu Langit lagi.. aku akan mengirimnya untuk mengurus perusahaan aku yang di luar. "
"Lakukanlah Apapun yang ingin ibu lakukan pada Langit.. karena ia anak ibu. Sedangkan Bumi adalah anakku.. jadi aku juga akan melakukan apa yang terbaik juga buat Bumi.. Aku sudah terbiasa ibu pisahkan dengan Langit.. dan jika ibu saat ini ingin mengirimnya ke luar negeri lagi aku juga tak apa... karena mungkin kami tidak pernah ditakdirkan bersama. Aku lebih rela kehilangan Langit dari pada harus kehilangan anakku."
"Kamu tahu Pelangi...jika kamu meninggalkan villa ini dengan Bumi, aku tak akan pernah membiarkan kamu dekat dengan Langit.. dan aku tak akan membiarkan Langit memberikan hartanya buat Bumi.. "
"Ibu Merry jangan takut.. aku tak pernah mengharapkan harta darimu.. aku dan Bumi sudah terbiasa hidup sederhana. Dan mengenai Langit.. ibu jangan takut.. aku tak akan pernah mendekatinya lagi.. aku akan pergi jauh dari kehidupannya mulai hari ini.. biar aku dan Langit bisa hidup tenang kembali seperti dulu.."
Langit yang mendengar ucapan Pelangi terduduk di tangga sambil menangis. Ia merasa sangat kecewa atas sikap maminya dan ia juga malu terhadap Pelangi yang selama ini telah mendapat perlakuan tidak baik dari maminya.
"Pergilah... jika kamu memang ingin membawa Bumi pergi.. dan aku pastikan Bumi tak akan pernah boleh menggunakan nama keluargaku dan mendapatkan warisan"
"Jangan takut bu.. aku tak akan memakai nama keluargamu.. anggap saja kamu tak pernah memiliki cucu bernama Bumi. Dan juga harus kamu ingat... aku bisa melakukan hal yang lebih gila lagi jika kamu berani menyentuh anakku lagi.. jika aku bisa kamu atur dan kuasai.. .. tidak dengan kehidupan anakku.. Selamat siang... "ucap Pelangi
"Keluar kamu segera... jangan pernah menampakan wajahmu dihadapan aku.. "teriak Bu Merry
Pelangi yang menuruni tangga melihat Langit yang terduduk sambil menangis.
"Lang... kamu ada disini... sejak kapan kamu di sini.. "ucap Palangi
"Sejak pertama kamu bertengkar dengan mami"
"Lang... kamu mendengar semuanya... "
"Ya... mengapa kamu tak pernah jujur denganku Angi "
"Aku tak mau kamu membenci ibumu Lang.. bagiamanapun ia orang tuamu, yang telah melahirkan kamu"
"Angi.. maafkan aku"
"Kamu nggak salah Lang.. aku yang harus minta maaf.. karena mungkin mulai hari ini kamu tidak bisa melihat Bumi lagi.. aku sudah berjanji akan jauh dari kehidupan kamu. Langit.. terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan buat aku dan Bumi.. "ucap Pelangi dan langsung berjalan meninggalkan Langit.
"Angi... "teriak Langit dan menahan tangannya.
"Angi... aku mohon jangan pergi... aku mau kamu dan Bumi bersamaku.. "
"Kamu tahu Lang.. aku tak mungkin bersamamu... karena jika aku bersamamu, itu berarti kamu harus pisah dengan ibumu.. itu yang tak pernah aku inginkan. Aku tak mau memisahkan kamu dengan ibumu.. seperti aku juga tak ingin pisah dengan anakku.. Mungkin kita memang tak pernah ditakdirkan bersama. "ucap Pelangi melepaskan tangan Langit.
Pelangi masuk ke dalam mobil Kevin yang telah menunggu nya bersama Bumi di dalamnya. Pelangi meminta Kevin segera meninggalkan villa itu.
__ADS_1
****************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.