
Mama dan papa Pelangi datang mengunjungi ketika ia sedang mempersipakan makan siang.
"Selamat siang Pelangi... "
"Selamat siang papa... mama"ucap pelangi dan berlari memeluk mamanya
"Sayang.. maafkan mama"Ucap Tante Yeni sambil menangis
"Mama... sudahlah,jangan meminta maaf lagi. Pelangi nggak apa apa... "
"Pelangi... boleh papa memeluk kamu nak"
"Tentu saja boleh Pa... mengapa harus bertanya"ucap Pelangi dan mendekat ke arah papanya lalu memeluknya
"Papa.. mama.. kapan datang"ucap Langit yang keluar dari kamar Bumi
"Baru saja... apa kabar kamu Lang.. "
"Baik Pa.. "
"Papa.. mama.. kita ngobrol sambil makan saja bagaimana "
"Boleh juga... mama pengin mencicipi masakan kamu"
Mereka makan sambil berbicara yang ringan dari cerita kecil Bumi,dan kebiasaan Bumi.
"Pelangi.. papa Dan mama ingin mengundang kamu makan malam di rumah, kami ingin mengenalkan seseorang padamu"
"Siapa pa yang mau dikenalkan denganku ... "
"Adik kamu.. anak angkat mama dan papa"ujar mama
Setelah makan papa dan mama pamit pulang. Mama mau masak buat makan malam katanya.
#################
Malam harinya Langit, Pelangi dan Bumi mendatangi rumah papanya Pelangi.
"Kamu hafal benar jalan ke rumah papa.. apakah kamu pernah datang ke sini,Lang"
"Hhhmmmm.... "
"Aku kok jadi deg degan ya Lang ...."
"Kita mau kemana bunda.. "
__ADS_1
"Kerumah kakek dan nenek nya Bumi"
Sampai di depan rumah orang tuanya, Pelangi melihat dengan seksama rumah yang tampak sangat mewah tak kalah dengan rumah Langit.
"Apakah orang tuaku cukup berada... apakah karena itu selama ini ia tak berusaha mencari aku, karena malu akan keberadaan aku. Pelangi... kamu tak boleh berburuk sangka dengan kedua orang tuamu. Bukankah ia telah menjelaskan alasannya... "
Langit dan Pelangi dipersilakan masuk. Pelangi takjub dengan isi rumah orang tuanya. Langit dapat melihat semua itu.
"Pelangi... aku akan memberikan semua kemewahan yang tak pernah kamu dapatkan... jangan sedih jika selama ini kamu tak dapat menikmati kemewahan dari kedua orang tuamu"
"Selamat malam Sayang... "ucap Mama dan memeluk Pelangi.
"Selamat malam ma... "
"Silakan duduk dan cicipi makanannya.. jangan canggung nak.. ini rumah kamu juga"ucap papa
"Pa.. ma... mana adik aku yang ingin mama kenalkan itu.. "
"Sebentar lagi pasti ia keluar... "
Tak begitu lama.. tampak seorang wanita yang sangat anggun berjalan kearah mereka.
"Langit... mau apa lagi kamu kesini"ucap Shinta.
Pelangi langsung memperhatikan wajah Shinta, dan begitu juga Shinta ia memandangi wajah Pelangi, dan Bumi bergantian.
"Shinta... bicara yang sopan sedikit.. "ucap Papa
"Pa.. mengapa aku harus bicara sopan dengan jal*ng seperti dia.. setelah merampas Langit, kamu datang kesini untuk memamerkan padaku kalau kamu telah berhasil merebutnya"
"Shinta... jaga mulutmu... Pelangi tidak tahu apa apa.. dan ia tak pernah merebut aku.. aku lah yang menang telah mencintainya dati dulu. Aku pernah mengatakan padamu jika aku tak akan bisa mencintaimu.. karena aku sejak dulu sudah memiliki seseorang yang aku cinta.. itulah Pelangi.. aku mencintainya dari aku masih sekolah "
"Tapi mengapa kamu tak menikahinya dari dulu.. "
"Sekarang kami sudah menikah.. dan untuk itu aku minta kamu menjaga ucapanmu.. karena Pelangi adalah istriku.. "
"Oh.. jadi kamu datang untuk mengatakan jika kamu sudah menikahi janda ini"
"Shinta.. cukup. Dengarkan papa bicara dulu. Pelangi.. kenalkan ini Shinta.. adik angkat kamu yang ingin papa kenalan.. dan kamu Shinta.. kenal kan ini Pelangi.. anak kandung papa dan mama yang pernah kami ceritakan"
"Papa.. mama... Langit... apa maksud semua ini.. apakah kalian semua telah membohongi aku"ucap Pelangi terbata
"Pelangi.. maafkan aku.. aku tidak ada maksud apa apa menutupi semua ini... aku.. "
"Cukup Lang.. jangan diteruskan lagi ucapanmu.. aku tak mau kamu menambah kebohongan lagi... apa kalian semua menganggap aku ini wanita bodoh yang bisa kalian permainkan dan bohongi. Papa... mama.. dan terutama kamu Lang.. aku sangat kecewa dengan kalian semua. Mengapa tidak jujur saja... "ucap Pelangi
__ADS_1
"Pelangi.. papa dan mama tidak pernah bermaksud membohongi kamu.. cuma kami butuh waktu yang tepat untuk mengenalkan kamu dengan Shinta... "
"Papa.. Mama.. aku tak mengerti dengan semua ini.. apa maksudnya ini"ucap Shinta terduduk dengan lemah
"Ya nak... Pelangi istrinya Langit.. adalah anak kandung papa dan mama... "
"Maaf semuanya.. aku harus pergi. Aku rasa aku belum bisa menerima semua kebohongan ini. Bumi.. ayo ikut bunda"
"Pelangi... maafkan mama nak.. kamu jangan pergi"ucap mama menahan tangan Pelangi
"Ma.. tolong biarkan aku pergi, aku ingin sendiri saat ini... "Pelangi melepaskan tangan mamanya
"Angi.. kalau kamu ingin pulang.. ayo kita pulang"
"Nggak Lang.. aku mau sendiri saat ini. Jangan ikuti aku...biarkan saat ini aku berpikir.. "
Pelangi berlari kejalan dengan membawa Bumi.
"Bunda.. kita mau kemana.. "
"Ikuti saja bunda nak... "
Pelangi menghentikan taksi yang kebetulan lewat. Langit menahan tangan Pelangi.
"Angi.. aku akan jelaskan semuanya.. tapi kamu jangan pergi begini. Kita pulang sama sama ya.. "
"Bumi masuklah..."ucap Pelangi
"Lang... aku sudah katakan padamu... aku tak mau kamu bohongi lagi. Biarkan aku pergi saat ini, aku ingin sendiri menenangkan diri"
"Tapi jangan lama.. aku menunggu kamu dirumah. Aku akan menjelaskan semuanya.. "
Langit membiarkan Pelangi pergi. Karena ia juga berpikir, mungkin Pelangi hanya ingin sendiri untuk sesaat.
Langit tanpa pamit langsung mengambil mobilnya dan mengendarai pulang.
Ia menunggu di ruang tamu kedatangan Pelangi. Tapi sampai jam menunjukan pukul dua belas malam,Pelangi belum juga kembali, Langit mulai cemas.
"Kemana kamu pergi Angi. Aku tak mau kamu pergi jauh lagi dari kehidupan aku. Aku akan melakukan apa saja agar kamu mau memaafkan diriku... aku tahu aku salah karena telah membohongi dirimu.. tapi aku tak pernah bermaksud untuk menyakiti hatimu dengan sikapku ini. "
Langit mondar mandir di ruang tamu itu. Ia memikirkan kemana Pelangi pergi.
"Apakah Pelangi pergi menemui Kevin. Jika itu terjadi, Kevin pasti akan menyembunyikan Pelangi dariku karena Kevin mengatakan jika aku membuat Pelangi menangis lagi.. ia pastikan tak akan membiarkan aku dapat bertemu dengan Pelangi lagi.. Apa yang harus aku lakukan.. jika aku menghubungi Kevin dan ternyata Pelangi tidak lagi bersamanya, ia akan tahu jika aku ada masalah dengan Pelangi.... Apa ya yang harus aku lakukan.. Angi... jangan pergi jauh dariku lagi. Maafkan aku.... Angi"
*****************************
__ADS_1
Terima kasih buat semua pembaca novel ini. Mampir juga ke novel aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU (air mata Melati)