ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab. 46


__ADS_3

Langit membawa Pelangi dan Bumi menginap di salah satu hotel berbintang dijantung kota Bandung.


Ia memilih kamar president suite.. agar lebih nyaman. Ia akan tidur di sofa ruang tamu kamar itu dan Pelangi sama Bumi di dalam kamar.


"Daddy.. rumahnya bagus banget.. "ucap Bumi yang mengira kamar itu sebuah rumah.


"Kita cuma menyewa satu kamar Lang.. "


"Ya.. mengapa.. "


"Mengapa nggak sewa kamar standar saja.. tapi dua kamar sewanya.. "


"Aku mau tidur malam ini bersama kamu dan Bumi"


"Jangan macam macam Lang... "


"Pikiran kamu yang macam macam. Aku tidur di sofa ruang tamu... kamu dan Bumi dikamar.. cuma aku mau sebelum tidur kita bertiga menghabiskan waktu menonton bertiga di kamar... "


"Kamu apa aku yang mandi duluan.."tanya Langit lagi


"Kamu saja Lang.. "


"Bumi mau mandi berdua daddy.. .. "


"Mau daddy... bunda bolehkan... "


"Boleh saja.. kalau daddy nggak keberatan.. "


Langit dan Bumi asyik mandi berdua sambil bermain air. Pelangi merasakan perutnya yang tiba tiba nyeri, ia merintis menahan sakit yang makin terasa. Pelangi baru ingat sekarang tanggal berapa.. ini jadwal datang bulannya.


Pelangi terduduk dilantai sambil memegang perut nya. Ia menangis menahan sakit.


Langit dan Bumi telah selesai mandi dan berpakaian. Mereka menuju ruang tamu hotel. Langit ingin memesan makanan buat makan malam.


Langit terkejut melihat Pelangi yang menangis sambil memegang perutnya..


"Pelangi... kamu kenapa.. "tanya Langit cemas


"Bunda sakit lagi ya... "tanya Bumi


Pelangi hanya dapat menganggukkan kepalanya.


"Memang bunda sering sakit begini.. "tanya Langit


"Sering daddy... "ucap Bumi


"Pelangi... kita ke rumah sakit ya.. "


"Nggak usah Lang.. nanti hilang sendiri rasa sakitnya.. aku rasa aku ada bawa obatnya di dalam tas"ucap Pelangi dan kembali merintih


"Pelangi... aku nggak bisa lihat kamu begini"ujar Langit dan langsung menggendong Pelangi.


"Lang... turunkan aku... mau kamu bawa kemana"


"Kamu tidur saja di kamar.. aku minta tolong panggilkan dokter dulu.. "ucap Langit dan menidurkan Pelangi di kasur


Pelangi bangun dan turun lagi ke lantai, ia tak mau sprei tempat tidur itu kena haid nya.


"Mengapa kamu turun lagi... "


"Lang... aku cuma haid... besok juga rasa sakitnya akan berkurang.. ini karena baru datang saja"ucap Pelangi sambil meringis.

__ADS_1


"Apa yang dapat mengurangi rasa sakitnya.. "


"Nanti setelah minum obat.. aku tidur saja.. pasti sakitnya agak berkurang. Lang...aku bisa minta tolong.. "


"Bisa... apa yang kamu inginkan.. "


"Tolong belikan aku pembalut"lirih Pelangi


"Hhhaaa.... pembalut"ucap Langit kaget


"Iya... aku nggak ada bawa dalam tas.. "ucap Pelangi malu


"Baiklah.. aku pergi dengan Bumi.. kamu tunggu disini.. tidurlah dulu ..."


Langit mengajak Bumi pergi ke salah satu supermarket terdekat.


Tanpa Langit ketahui di sana ada mami nya dengan temannya..


"Merry... itu kalau nggak salah Langit anak kamu kan.. dengan siapa itu Langit. Wajah anak itu mirip banget dengan nya.. "ucap salah satu teman mami Langit


"Iya mirip banget.. seperti ayah dan anak.. dan kamu lihat itu.. Langit membeli pembalut wanita.. Langit belum pernah menikahkan.."ucap yang lainnya.


"Maaf ya... aku mau memastikan sama siapa Langit.. kalian tunggu dulu ya.. "ucap Merry Dan mendekat ke arah Langit. Ia bersembunyi sambil mengawasi Langit.


"Daddy.. Bumi mau itu.. "tunjuk Bumi ke salah satu coklat.


"Mau apa lagi... biar sekalian daddy beliin"


"Bunda nanti marah kalau Bumi minta banyak banyak.. "


"Kalau daddy yang belikan bunda tak akan marah"


Langit membeli berbagai macam pembalut wanita dan berbagai ukuran.. ia tak tahu Pelangi biasa memakai yang mana. Ia telah mencoba menghubungi Pelangi tapi tak diangkat.


Setelah membeli banyak pembalut dan camilan buat Bumi, Langit meninggalkan supermarket itu.


"Apa ini penyebab Langit keberatan ketika dijodohkan dengan Shinta waktu itu.. karena ia sudah memiliki seorang anak dari wanita lain.Aku harus meminta seseorang mengawasi dan menyelidiki Langit"


Langit sampai di kamar dan melihat Pelangi yang tertidur dilantai dengan kepala diujung tempat tidur.


"Bumi.. biasanya jika bunda sakit begini. apa yang bunda lakukan"


"Bunda cuma tidur saja.. "


"Om Kevin... biasanya membantu apa buat bunda"


"Cuma bawa Bumi main.. supaya tak ganggu bunda... Terkadang Om Kevin tak membantu.. karena om Kevin tak tahu bunda lagi sakit"


"Pelangi... bangun lah.. tidur diatas saja ya.. "Langit membangunkan Pelangi


"Lang.. kamu sudah pulang.. mana pembalutnya..aku mandi dulu baru tidur "


"Ini... aku tak tahu kamu biasa pakai pembalut yang mana dan ukuran apa. Tadi aku lihat ada ukurannya.. jadi aku beli saja beberapa merk dan ukuran"ucap Langit menyodorkan sekantong besar pembalut


"Lang...aku bukan mau jualan... mengapa belinya sebanyak ini.. "


"Habis aku tak tahu kamu biasa pakai yang mana.. Bagaimana perutmu... masih terasa sangat sakit"


"Masih Lang. Aku mau mandi.. kamu bisa tinggalkan aku.. "


"Jangan lama mandinya..nanti masuk angin.. tambah sakit perutnya"

__ADS_1


"Kamu kira aku seperti kamu dan Bumi... yang mandi sampai berjam jam"


Pelangi masuk ke kamar mandi dan kakinya menginjak kain... Pelangi mengangkatnya dan melihat.. ternyata celana dalam Langit.. membuat Pelangi menjerit dan melempar nya kesudut ruangan.


"Hhhhhhaaaaaa..... "teriak Pelangi keras


"Pelangi kamu kenapa... "tanya Langit berlari ke kamar mandi mendengar teriakan Pelangi


"Nggak ada Lang....aku cuma melihat kecoak"ucap Pelangi


"Aku kira ada apa tadi.. "ucap Langit dan kembali ke meja makan dimana sudah tersedia menu pesanannya


Setelah selesai mandi.. Pelangi langsung tidur, ia tak ingin makan. Jika sudah datang haid, ia memang malas makan.


"Mengapa bunda lama betul... kamu sudah lapar banget ya. Kamu coba lihat Bunda sana"


Bumi masuk ke kamar dan melihat bunda nya tertidur. Ia kembali menuju daddy nya berada.


"Daddy.. bunda sudah tidur.. "


"Gimana sih bunda kamu.. kita menunggu dari tadi.. eh dia nya tidur. Kita makan berdua saja.. biarkan bunda tidur dulu"


"Iya daddy.. Bumi sudah lapar"


Bumi dan Langit menyantap makan malamnya dengan lahap. Langit masuk ke kamar ingin membangunkan Pelangi, jam sudah menunjukkan pukul sembilan.. Pelangi belum makan malam.


Langit memandangi wajah Pelangi yang tertidur dengan pulas.. dengan wajah polos tanpa make up... Pelangi tampak sangat manis. Langit mengusap pipi Pelangi.. membangunkannya


"Pelangi... bangun... "ucapnya sambil mengusap pipinya


"Pelangi.. bangun.. kamu belum makan"


Pelangi membuka matanya dan mendapati Langit yang berjongkok disamping tempat tidur, wajah mereka begitu dekatnya. Mendapati Langit yang sedang menatap dirinya membuat wajah Pelangi sangat memerah.


"Cantik banget sih... kapan kamu jeleknya.. "ucap Langit. Karena jarak mereka yang dekat, Pelangi dapat merasakan hembusan nafas Langit.


Pelangi membalikan badannya karena malu dan ingin menetralkan detak jantungnya yang berdetak cepat.


"Hai.. napa berbalik... masa aku dipunggungi...kamu makan dulu ya.. baru lanjutkan tidur.. Bumi sudah tidur . "


Pelangi dapat melihat Bumi yang sudah memejamkan matanya.


"Lang... aku malas makan.. "


"Kamu harus makan.. nanti maag kamu bisa kambuh.. ini saja sudah telat.. kamu lupa ketika maag kamu kambuh.. kamu juga merintih kesakitan seperti ini"


"Tapi Lang.. aku benar benar lagi nggak ingin makan.. "


"Mau aku suapin... "


"Nggak perlu Lang... "


"Kalau begitu ayo makan... biar aku temani.. "


"Lang.. kamu duluan saja keluar nya.. aku nyusul"


"Cepatan... jangan pakai lama"


"Ya Lang.. "


Pelangi membetulkan hijabnya sebelum keluar dari kamar.

__ADS_1


******************************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.Aku sudah double up ya... Beri dukungan nya berupa vote, like dan koment ...


__ADS_2