
Sejak Dion mendatangi rumah kediaman orang tua Pelangi dan Shinta ia tampak mulai gencar mendekati Shinta . Apa lagi setelah ia tahu Shinta tak memiliki tambatan hati.
Saat ini pun Dion kembali mendatangi rumah Shinta. Mama dan papa sudah mulai tampak akrab dengan Dion yang memang aslinya ramah banget.
"Selamat malam om dan tante..."
"Selamat malam Dion..silakan duduk"
"Apa kabar Om dan tante..."
"Kabar kami baik..."ucap Om Dodi
"Shinta, ada om..."
"Ada, tunggu tante panggilkan ya..."jawab tante Yeni
"Om , Tante...aku mau izin bawa Shinta jalan ,boleh ya..."
"Tentu saja boleh..."jawab om Dodi
"Kalau bawa kawin lari boleh juga om"
"Kalau itu kamu minta om golok"
"Kalau nggak boleh kawin lari, kawin tidur atau duduk aja deh"
"Mana ada kawin tidur atau duduk..."
"Siapa bilang nggak ada om...yang nggak ada itu kawin lari. Apa bisa kita kawin sambil lari lari"
"Dion, ngomong sama papa aku tuh yang baik dan sopan"ucap Shinta yang baru muncul dari kamar.
"Baik om. Maaf yang tadi om. Jangan hapus aku dari daftar calon mantu ya om. Om nggak akan rugi punya menantu kayak aku ,om. Kalau mengenai aku ganteng...pasti om juga mengakuinyakan, baik hati ,rajin menabung ,tidak sombong dan yang terpenting aku cinta sama anak om.. "
__ADS_1
"Kamu yang cinta ... kalau akunya nggak cinta mau apa"ujar Shinta
"Akan aku buat kamu jatuh cinta denganku sampai kamu jadi bucin nya aku"
"Pede amat"
"Om...apa aku ini termasuk menantu idaman om"
"Bisalah dimasukan kategori. Tapi ...kalau bagi om yang terpenting Shintanya, jika ia menyukai seseorang,siapapun itu om mendukung aja"
"Papa mertua yang baik...kalau tante bagaimana,apa aku ini termasuk calon menantu idaman tante"
"Tante sama dengan om, jika memang Shinta menyukai pria itu ,siapapun itu pasti tante ngikut aja"
"Tante...aku boleh tanya..."
"Ya ..silahkan"
"Siapa bilang. Tante ini termasuk siswi yang pintar loh"
"Tapi, barusan aja tante menyontek jawaban om. Masa sama jawabannya dengan om"
"Kamu bisa aja , Dion...."
"Udah ah...kamu mau becanda terus sama papa dan mama atau mau jalan. Tadi katanya mau ngajak jalan..."
"Tunggu sayangku...abang nggak akan kemana kok. Hati abang sudah terkunci buatmu seorang"
"Idih...geli dengarnya..."
Papa dan mama tertawa melihat tingkah laku Dion.
"Om...tante...aku pinjam anak gadisnya sebentar. Aku jamin nanti pulangnya nggak kurang satu apapun juga. Dan aku pastikan anak gadis om nggak akan lecet..."
__ADS_1
"Baiklah...om percaya denganmu..."
"Selamat malam om , tante..aku pamit dulu"
"Ma, papa aku pamit ya..."
"Iya hati hati..."ujar mama
Begitu Dion dan Shinta meninggalkan rumah. Papa dan mama langsung bicara tenyang Dion.
"Menurut mama bagaimana Dion itu..."
"Anaknya ramah dan baik kelihatannya pa..."
"Papa juga suka dengannya. Ia tidak hanya ingin mendekatkan diri dengan Shinta aja. Selama ini ia selalu menanyakan kabar kita dan mengajak kita mengobrol dulu baru menanyakan kabar Shinta."
"Iya,pa. Aku harap kali ini Dion memang benar serius dengan Shinta"
"Tapi papa lihat sejauh ini Shinta hanya menganggap ia teman biasa aja. Belum pernah Shinta membicarakan Dion secara serius"
"Tentu saja pa. Perlu waktu bagi Shinta buat dekat dengan pria lagi. Karena ia sudh beberpa kali gagal. Mungkin ia takut berharap lagi pada pria, masih trauma dengan kegagalannya selama ini."
"Papa harap jika Dion memang serius dengan Shinta,ia bisa membuka hatinya buat Dion..."
"Mama juga berharap begitu pa. Semoga saja kali ini Dion memang jodohnya Shinta. Mama ingin juga melihat kebahagiaan Shinta. Jika Shinta telah ada pendamping hidupnya,mama akn sedikit lebih tenang. Karena kedua anak mama sudah ada yang melindungi dan menjaganya. Dan jika mama dan papa harus pergi meninggalkan dunia ini, kita tidak akan terlalu kuatir lagi"
"Papa juga selalu mendoakan Shinta segera mendapat jodohnya..."
"Semoga kali ini Dion memang serius denagn Shinta,walaupun Shinta bukan anak kandungku tapi aku menyayanginya seperti anak kandungku. Aku selalu berdoa untuk kebahagiaan dan kebaikan buat anak ankku, Pelangi dan Shinta...."
************************
Terima kasih...
__ADS_1