ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab Tujuh puluh Dua


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Kevin menjadi pimpinan perusahaan milik orang tua Pelangi.


Hubungannya dengan Shinta sudah semakin dekat.


Shinta masuk keruangan Kevin dan duduk dihadapannya yang lagi bekerja dengan laptopnya.


Merasa Shinta terus memandanginya,Kevin menutup laptopnya.


"Ada yang bisa saya bantu bu Shinta"


"Harus berapa kali sih aku bilang,aku nggak suka kamu panggil aku dengan sebutan ibu karena aku belum jadi ibu ibu"


"Kamu atasan dan pemilik perusahaan tempat aku bekerja, sudah seharusnya aku menghormati kamu dengan memanggil ibu"


"Aku bukan pemilik perusahaan, kamu jangan pura pura nggak tahu. Aku ini hanya anak angkat mereka. Perusahaan ini nantinya milik Pelangi"


"Tapi bagaimanapun kamu tetap anak pemilik perusahaan berarti sama saja kau pemiliknya juga bukan.. "


"Aku memanggil kamu dengan sebutan mas.. kamu harus panggil aku dengan nama saja.Ini perintah... "


"Baiklah Bu Shinta... eh Shinta "


"Gitu lebih baik.. mas Kevin, kalau diperhatikan kamu itu ganteng juga, tapi sayang.... "


"Tapi apa....."tanya Kevin


"Pengin tahu atau pengin tahu banget"


"Nggak perlu.. aku tak ingin tahu kok"


"Betul nih tak ingin tahu"ucap Shinta memajukan wajahnya dan hanya tinggal sejengkal jaraknya dari wajah Kevin.


Kevin lalu memundurkan wajahnya.


"Mengapa wajahnya memerah gitu mas..tambah ganteng aja kalau malu gitu"


"Apa kamu nggak ada yang perlu ditanyakan atau tak ada yang harus dikerjakan.. "


"Kalau nggak ada kamu mau apa dan jika ada kamu mau apa.. "


"Shinta.. aku masih banyak kerjaan, aku nggak mau diganggu "


"Kamu mengusir aku mas.. "


"Bukan.. mana mungkin aku berani mengusirmu... "


"Aku mau mas temani aku makan malam nanti dirumah Langit"

__ADS_1


"Rumah Langit.. mau ngapain"


"Ya mau makan malamlah. ..."


"Ada acara apa... "


"Ulang tahun Bumi yang ke tujuh tahun.. "


"Astaga... tanggal berapa sekarang. Mengapa aku bisa lupa ya... "ucap Kevin, ia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Bumi.


"*Selamat sore ganteng... "


"Selamat sore.. om pasti lupa ya ini tanggal berapa "


"Mana mungkin om lupa sayang.. "


"Mengapa om baru menelepon Bumi, pasti om sudah lupa. Om sudah nggak sayang Bumi, mengapa om nggak temui Bumi"


"Sayang.. jangan menangis. Sebentar lagi Bumi mau punya adik, masa masih cengeng. Bumi mau om belikan apa.. nanti malam om kesana ya... "


"Bumi nggak mau apa apa... "


"Bumi masih marah nih dengan om.. berarti Bumi yang tak sayang dengan om.. biasanya Bumi tak pernah marah"


"Bumi sayang om... "


"Kalau begitu, Bumi mau om belikan apa... "


"Sayang.. om pasti datang.. sekarang Bumi jangan menangis lagi. Om nanti akan belilan Bumi peralatan menulis yang lengkap saja ya.. karena Bumi sekarang sudah sekolah kan"


"Terserah om saja.. yang penting om bisa hadir "


"Pasti sayang... om pasti hadir...sekarang mana senyumnya*... "


"*Begitu dong... kan tambah ganteng.. sekarang om mau kerja dulu. Sampai bertemu nanti ya.. "


"Iya om... bumi sayang om Kevin.. "


"Om juga sayang Bumi.. Happy Birthday sayang.. om setiap saat selalu mendoakan Bumi bahagia dan diberikan semua yabg terbaik. Semoga apa yang menjadi cita citamu dapat terwujud.. dan kamu selalu diberi kesehatan.. I love You... sayang"


"I love you too, om*"


Kevin menutup sambungan ponselnya dan duduk bersandar sambil memandangi langit ruangannya.


"Hampir saja aku melupakan hari ulang tahun Bumi, mengapa aku sampai lupa ya. Bumi pasti kecewa karena aku tak mengucapkan pagi pagi ketika ia baru membuka mata. Maafkan om.. bukannya om sengaja melupakannya, bukan karena om sudah tak sayang lagi.. mungkin ini karena om berusaha melupakan kenangan bersama bundamu yang membuat om jadi melupakan semua nya tentang kamu dan bunda.. om tak ingin larut dalam kenangan. "


Kevin mengusap wajahnya dengan kasar. Ia menarik nafas kuat kuat. Shinta memandangi semua yang dilakukan Kevin dengan intens.

__ADS_1


"Pasti Kevin sedih karena hampir melupakan dan melewatkan hari istimewa Bumi, padahal ia sangat menyayangi Bumi karena dari kecil ia selalu bersama Bumi "


Kevin lupa jika ada Shinta diruangan itu. Ia tanpa sadar menangis. Membuat Shinta makin memperhatikannya.


"Maafkan om sayang.. om tidak bermaksud melupakan hari istimewamu.. om benar benar lupa dan tidak sengaja.. om masih sangat menyayangimu.."gumam Kevin


"Mas Kevin... kamu nggak perlu sesedih ini, bukankah Bumi juga sudah memaafkan dan ia juga sudah tersenyum, melupakan semuanya"ucap Shinta, yang membuat Kevin menyadari jika ada orang diruangannya. Kevin lalu menghapus air matanya.


"Terima kasih ya karena sudah mengingatkan aku tentang hari kelahiran Bumi. Aku nggak tahu apa yang dipikirkan Bumi seandainya aku melupakan hari ini"


"Aku tak ada mengingatkan, aku cuma ingin kamu menemani aku ke acara ulang tahun Bumi. Tapi ternyata kamu begitu dekatnya dengan Bumi, aku tak pernah mengira"


"Aku dari Bumi kecil selalu mengucapkan ulang tahun pagi pagi ketika ia baru bangun tidur. Tapi hari ini entah mengapa aku hampir melupakannya. Aku takut Pelangi mengira aku sengaja melupakan semua ini karena aku masih belum ikhlas melepaskannya. Aku memang berusaha melupakan semua kenangan bersama Pelangi tapi bukan melupakan kehadiran Bumi, karena aku benar benar menyayangi anak itu seperti anak aku sendiri. Lagi pula apa pun yang terjadi, Bumi tetap ponakan aku karena ia anaknya Langit"


"Begitu dekatkah kamu... sejak kapan kamu mulai mencintai Pelangi"


"Sejak pertama aku mengenalnya dan makin bertambah suka sejak aku tahu perjuangan hidupnya. Ia wanita yang lemah lembut tapi kuat dalam menghadapi cobaan hidup"


"Kamu sangat mengagumi Pelangi... "


"Hhmmm..."


"Berarti aku harus menjadi wanita yang lemah lembut tapi tegar dalam menghadapi semua cobaan hidup ini seprti Pelangi,baru aku bisa menaklukkan hatimu"gumam Shinta


"Maksud kamu apa... "tanya Kevin


"Lupakan saja ucapan aku tadi. Sekarang kamu sudah selesai kerjanya. Jika sudah kita cari kado buat Bumi, setelah itu kamu temani aku ke salon ya.. "


"Ke salon....buat apa"


"Ya buat dandan lah... mas"


"Mengapa harus ke salon ,Pelangi nggak pernah ke salon dulu jika mau menghadiri makan malam "


"Aku bukan Pelangi... "ucap Shinta ketus


"Maaf.. aku tidak bermaksud membandingkan kamu.. aku hanya tidak tahu. Karena aku tak pernah dekat dengan wanita selain Pelangi. Makanya aku hanya tahu kebiasaan wanita dari yang aku lihat pada diri Pelangi"


"Nggak apa. Kali ini aku maafkan.. tapi lain kali jangan pernah bandingkan aku dengan Pelangi.. aku tak suka"ucap Shinta


"Baiklah...apa kita berangkatnya sekarang atau besok"canda Kevin


"Ternyata kamu bisa juga bercanda ya..Mari berangkat langsung, takut kemalaman. Kita harus mencari kado pula lagi"


"Mari.. "ucap Kevin dan berjalan di depan Shinta menuju pintu keluar dari ruangannya.


"Sepertinya aku mulai menyukaimu. Melihat kelembutan kamu dengan Bumi. Apa aku bisa memenangkan hatimu ya.. "

__ADS_1


****************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.


__ADS_2