ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 33. Pergi bersama


__ADS_3

Hari ini semua karyawan dikumpulakan di aula. Kevin ingin memberitahukan seluruh karyawan jika pimpinan perusahaan mulai lusa dipegang oleh Langit.


Semua karyawan sudah berkumpul. Dan Kevin mulai dengan mengenakan. Langit.


"Selamat Pagi semuanya.. saya mengumpulkan kalian semua untuk memberitahukan jika mulai lusa saya tidak jadi pimpinan perusahaan ini lagi.. Dan akan diganti sama pak Langit.. beliau adalah pemilik perusahaan ini. Untuk itu saya minta maaf jika selama saya memimpin ada terdapat banyak kekurangan... dan saya berharap nanti kalian semua bisa bekerjasama dengan pak Langit.. terimakasih"


Setelah Kevin memberi ucapan perpisahan diteruskan dengan pengenalan diri Langit.


"Selamat pagi semuanya. Kenakalan nama saya Langit.. saya akan memimpin perusahaan ini mulai lusa. Mohon kerjasamanya. Terima kasih"


Langit hanya berbicara seadanya. Ia memang terkenal irit bicara, tapi jika sudah dengan Pelangi, baru Langit banyak omongnya.


Setelah pengenalan secara singkat itu, Kevin mengajak aku dan Bumi untuk ke mall menghabiskan waktu sebelum besok ia ke Jakarta. Hari ini sabtu, sebenarnya seluruh karyawan libur, kecuali jika ada proyek besar yang mengharuskan mereka lembur.


"Mau kemana kamu Kevin... "tanya Langit begitu melihat Kevin yang menggendong Bumi.


"Mau main ke mal om.. "Bumi yang menjawab


"Om... boleh ikut"tanya Langit


"Boleh om Langit ikut.. om"tanya Bumi sama Kevin


"Kamu nggak ada pekerjaan yang harus diselesaikan Lang... "


"Nggak ada... gue juga nggak tahu mau kemana habisin waktu, jadi gue boleh ikutkan"


"Asal kamu nanti nggak bosan saja... karena aku hanya ingin bawa Bumi ketempat permainan anak anak yang ada di mal"


"Boleh juga... sekalian aku ingin lebih akrab dengan Bumi"


"Kamu mau akrab dengan Bumi"tanya Kevin heran


"Ya.. biar nanti gue bisa jagain Bumi menggantikan kamu"


"Baiklah... memang aku mau titip Pelangi dan Bumi juga denganmu. Selama aku di Jakarta, aku ingin kamu menjaganya buat aku"


"Maaf Kevin... aku ingin menjaga Pelangi dan Bumi bukan buatmu... tapi untuk diri ku sendiri, aku harus merebut kembali yang menjadi hak aku"


Pelangi muncul setelah membereskan sesuatu di meja kerjanya tadi.


"Ayo mas.. kita berangkat sekarang"tanya Pelangi mengabaikan kehadiran Langit.


"Mari... Langit juga akan ikut kita, aku menitipkan kamu dan Bumi dengan Langit. Jika kamu ada masalah nanti kamu bisa minta tolong Langit. "


"Ya.. mas"


"Lang... kamu dengan mobil sendiri atau gabung dengan kami dimobilku"


"Gabung saja... kamu nggak keberatan "


"Nggak lah... itu akan lebih baik"


Mereka pergi dengan menggunakan mobil Kevin. Langit duduk di jok depan disamping Kevin, Pelangi dan Bumi ada di kursi belakang. Langit sesekali mencuri pandang ke Pelangi melalui kaca spion.


"Om Kevin... kata bunda om mau pindah kerumahnya Oma ya"tanya Bumi memecahkan keheningan


"Ya sayang... "


"Nanti siapa yang jemput Bumi dan Bunda kalau pergi kerja"


"Bumi... bunda bisa pergi pakai angkot... kamu nggak usah ikut lagi ya kalau bunda kerja, kamu tinggal sama bu de lastri saja"


"Tapi bunda.. aku mau ikut bunda kerja"


"Nggak boleh.. nanti kamu mengganggu kerja bunda"


"Pelangi... aku rasa Langit nggak keberatan jika kamu membawa Bumi ikut kerja seperti biasanya.. betulkan Lang"


"Ya.. kamu bisa melakukan semuanya seperti biasa"jawab Langit datar

__ADS_1


Sampai di sebuah mal, Bumi langsung mengajak Kevin ke tempat arena permainan anak.


"Bumi mandi bolanya dengan om Langit saja ya.. "ucap Langit


"Boleh Bumi main sama om Langit bunda.. "


"Mengapa tanya bunda... Memangnya bunda marah ya kalau main dengan om"


"Lang... Pelangi mengajarkan pada Bumi untuk tidak boleh terlalu akrab dengan orang yang tak dikenal untuk melindungi Bumi dari orang jahat. Pertama kenal denganku, Bumi juga bertanya begitu dengan bundanya"Kevin yang menjawab karena ia melihat wajah Pelangi yang sulit menjawab


"Om Langit juga om nya Bumi,... jadi bunda pasti boleh... bukan begitu bunda"tanya Langit dengan Pelangi


"Ya... Bumi boleh bermain dengan om Langit"jawab Pelangi gugup


"Pelangi.. aku tak akan mau lama lama anakku memanggilku dengan om, minggu depan aku pastikan ia memanggilku dengan papa "


Bumi tampak akrab dengan Langit, ia berlari dan saling melempar bola.


"Pelangi.. mengapa kamu kelihatan sangat canggung dengan Langit.. "


"Aku rasa biasa saja mas.. "


"Langit... cepat juga akrab dengan Bumi, mereka seperti ayah dan anak saja"


Mendengar perkataan Kevin.. Pelangi jadi terbatuk.


"Pelangi.. kamu kenapa.. "


"Nggak apa apa mas.. "


"Tunggu sebentar.. aku beliin minum dulu"ujar Kevin Dan pergi mencari air mineral.


Langit yang sedang bermain dengan Bumi, matanya tetap memperhatikan Pelangi dan Kevin.


Setelah puas bermain, Langit menggendong Bumi keluar dari arena mandi bola itu.


"Bumi.. senang bermain dengan om Langit"tanya Kevin


"Mulai besok.. om akan tinggal di Jakarta sama Oma, jadi kalau Bumi ingin bermain bisa dengan Om Langit...Om Langit dan om Kevin bersaudara..jadi om Langit pasti menyayangi Bumi juga.. bukan begitu om Langit"


"Tentu saja.. om tadi sudah bilangkan sama Bumi, jika om bisa Bumi anggap seperti papa Bumi"


"Baik om.. apa om Langit mau juga jadi papa Bumi... seperti om Kevin "


"Hhhmmmm"hanya deheman sebagai jawaban dari Langit. Pelangi kaget mendengar pertanyaan Bumi, begitu juga Kevin. Ia memandangi Langit.


"Sekarang kita mau kemana bunda"


"Kita pulang saja ya... sayang"ujar Pelangi


"Bagaimana kalau kita makan dulu.. "ucap Kevin


"Nggak perlu mas.. aku masih kenyang.. "


"Makan dirumah Bumi saja om.. biar bunda masak. Om Langit mau coba masakan bunda.. enak banget"


"Boleh... om akan senang jika diundang makan sama bunda"


"Apa pak Langit tidak ada keperluan lain.. nanti takutnya mengganggu jadwal bapak"ucap Pelangi canggung.


"Jangan memanggilku bapak... aku jauh lebih kecil dari Kevin.. cukup nama saja"ucap Langit ketus


"Betul yang dikatakan Langit,...kamu bisa memanggil dengan nama saja.. jika didepan karyawan lain baru kamu panggil bapak... seperti kamu denganku "ujar Kevin


"Baiklah... kalau begitu sebelum pulang kita ke super market dulu buat beli bahan makanannya"


"Boleh... ayo kita langsung ke super market. Bumi mau gendong dengan om Kevin apa dengan om Langit"


"Dengan om Kevin saja.. "

__ADS_1


Langit terdiam mendengar jawaban Bumi, ia sangat cemburu melihat kedekatan Bumi dan Kevin, padahal ia tadi sudah sangat berusaha mendekatkan dirinya dengan Bumi


"Om Kevin... Bumi mau pipis"ucap Bumi begitu sampai di super market


"Biar bunda yang mengantar ya sayang"


"Nggak usah Pelangi.. kamu cari saja bahan buat makanan bersama Langit, biar aku yang antar Bumi ke toilet"


Kevin keluar dari supermarket menuju toilet yang berada dilantai atas dari supermarket. Begitu Kevin pergi.. Langit langsung memegang pergelangan tangan Pelangi.


"Kamu melarang Bumi main denganku.. "


"Lang.. aku tak pernah melarangnya"


"Mengapa Bumi harus minta izin tadi ketika ingin bermain denganku"


"Lang... Kamu sudah dengarkan alasannya dari Kevin.. aku memang melarang ia dekat dengan orang yang tak dikenalnya, karena aku tak mau ada orang yang ingin menyakitinya.. kamu tahu Lang.. Bumi adalah harta aku paling berharga, dia adalah nyawaku, aku bisa mati jika terjadi sesuatu dengannya"


"Baiklah... tapi kamu tak boleh meninggalkannya dengan orang lain jika kamu kerja... kamu harus membawa nya ke kantor seperti biasanya.. kamu sudah janjikan.. tidak akan melarangku buat dekat dengannya"


"Tapi aku tak mau jadi bahan omongan dikantor nantinya"


"Mengapa... selama ini kamu juga membawanya ,kamu tidak takut akan omongan orang"


"Aku masih jadi bahan omongan mereka sampai sekarang, rumor tentang hubungan aku dan Kevin masih sering aku dengar, nanti rumor apa lagi yang akan mereka sebarkan jika melihat Bumi masih ku bawa dan kamu mendekatinya. Kamu bisa bermain dengan Bumi jika libur kerja"


"Kamu pilih bawa Bumi kerja atau kamu dan Bumi tinggal bersamaku... biar aku dan Bumi bisa dekat"


"Baiklah... saat ini aku akan membawa Bumi, tapi sebentar lagi Bumi harus sekolah, jadi aku tidak mungkin membawanya kerja. "


"Aku yang akan memilih sekolah Bumi nantinya.. "


"Lang.. "


"Aku bapaknya Bumi... apa kamu lupa itu... aku juga harus bertanggung jawab atas kehidupannya... "


Pelangi tak jadi menjawab perkataan Langit ketika ia melihat Kevin dan Bumi yang mendekat.


"Loh... mana bahan makanannya.. kok belum ada"


"Aku bingung mau masak apa mas... jadi aku sengaja menunggu,....mas mau aku masakan apa"


"Apa saja... masakan kamu pasti enak"


"Om.. Bumi mau udang goreng tepung"


"Boleh.. kita beli udangnya ya.. Lang.kamu tahu nggak bukan wajahnya Bumi saja yang miripkamu tapi selera makanan Bumi hampir sama denganmu, suka seafood"ucap Kevin


Langit dan Pelangi langsung saling pandang, tapi begitu mata mereka bertemu, Pelangi memalingkan kembali pandangannya.


Setelah merasa cukup dengan bahan makanan yang akan dimasak, Pelangi menuju kasir ingin membayar. Kevin dan Langit serempak mengeluarkan kartu kreditnya.


"Biar aku saja yang bayar"ucap Pelangi melihat itu.


"Biar kali ini aku yang bayar.. pasti Kevin tak keberatan.. iya kan Kev"


"Oke Lang ....anggap saja ini pesta buat perpisahan aku"ucap Kevin.


Setelah melakukan pembayaran mereka segera pulang menuju kediaman Pelangi.


*********************


Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini. Menurut kalian Pelangi cocoknya dengan Kevin apa Langit..


Bonus Visual Pelangi, Langit, Kevin dan Bumi



__ADS_1




__ADS_2