
Langit dan Pelangi memasuki pekarangan rumah yang sangat luas itu. Mereka langsung masuk ke dalam rumah setelah bibi membukakan pintu.
"Mana mami dan Bumi bi.. "tanya Pelangi
"Ada di ruang bermain non.. "
Langit memeluk pinggang Pelangi, menaiki tangga menuju ruang yang dibuat khusus oleh mami dan papi untuk tempat bermain Bumi.
"Selamat siang mami.. selamat siang sayang bunda.. "
"Bunda.. daddy... "ucap Bumi berlari memeluk Pelangi dan Langit bergantian.
"Kalian sudah makan.. "tanya mami
"Sudah mi.. sebelum kesini kami tadi makan dulu"ujar Langit
"Dari mana tadi... "
"Periksa kandungan Pelangi mi.. "
Mami berdiri dan mendekat ke tempat Pelangi duduk.
"Sudah berapa bulan kandungan kamu Pelangi... "ucap mami sambil mengusap perut Pelangi
"Sudah masuk enam bulan mi"
"Enam bulan.. "ucap mami kaget
"Mengapa mami kaget.. "tanya Langit
"Kok belum kelihatan besar perutnya. Apa bayinya sehat. Kamu masih ngidam Pelangi. Masih sulit makan.. "
"Mami tanya tuh satu satu, susah tuh Pelangi mau jawab apa"ujar Langit sambil tersenyum
"Alhamdulillah sehat bayinya,mi.Aku nggak pernah ngidam kok, dan makan nggak sulit. Malahan sedikit lebih banyak... "
"Pelangi itu tubuhnya memang langsing mi.. jadi tak tampak besar perutnya"
'Syukurlah kalau bayinya kalian sehat. Apa jenis kelamin anak kalian "
"Cewek mi.. aku sudah nggak sabar ingin melihat Pelangi melahirkan bayi cantik. "
"Kamu serius Lang.. cucu mami cewek... "
"Iya mi.. "
"Akhirnya mami dapat cucu cewek. Kakak kamu kedua anaknya cowok.. mami ya yang beli semua perlengkapan bayinya.. "ucap mami antusias
"Pelangi juga pasti pengin menyiapkan semuanya buat calon baby kami mi"
"Bunda.. apa Bumi akan punya adik"
"Ya sayang.. nanti jika Bumi sudah punya adik, Bumi tak boleh manja lagi.. sekarang kita pamit dengan Oma. Kita akan kerumah nenek.. "
"Mami.. kami mau ke rumah mama, kami mau pamit langsung.. "
"Kalian nggak makan dulu.. mami tadi masak cumi tepung dan balado udang.. kesukaan Langit dan Bumi kan"
__ADS_1
"Lain kali mi.. pasti kami makan di sini. Pelangi sudah lama nggak ke rumah mama nya"
"Janji ya.. kalian akan makan bersama lain kali "
"Ya mi.. Pelangi janji. Tapi maaf kali ini kami nggak bisa.. karena sudah janji terlebih dahulu dengan mama"
"Baiklah.. hati hati. Senin pulang sekolah Bumi langsung mami bawa pulang ke sini ya.."
"Bagaimana kalau minggu ini Bumi bersama kami dulu mi.. "
"Pelangi.. mami kesepian sendiri dirumah.. papi sibuk dengan kerjaan saja.. Bumi yang bisa menemani mami. Papi nggak membolehkan mami mengelola butik lagi. Jadi mami bosan dirumah sendirian.. "
"Bagaimana kalau jumat sampai minggu aja mi.. sabtu kami datang sekalian menginap"ujar Langit
"Betul kalian akan menginap sabtu depan.. "
"Iya mi.. Angi kamu setujukan"
"Iya.. Lang"
"Baiklah kalau begitu... "
"Kami berangkat ya mi.. "
Langit mengendarai mobilnya menuju rumah mama Pelangi.
Ketika sampai di rumah mamanya, Pelangi kaget melihat ada Kevin di dalam rumah sedang duduk diruang keluarga.
"Selamat Siang.. mas Kevin... sedang apa disini"
"Om Kevin.. Bumi kangen.. "ucap Bumi langsung berlari kepelukan Kevin.
Langit sudah pernah dengar jika papa Dodi ingin mengajak Kevin bergabung keperusahaannya. Ia ingin mengangkat Kevin menjadi pimpinan cabang perusahaan yang ada di Bandung.
"Apa kabar Kevin.. "ujar Langit dan duduk diseberang Kevin.
"Lang.. mas Kevin aku tinggal dulu ya.. aku mau manemui mama dulu"ujar Pelangi dan menuju dapur
"Assalamualaikum mama.. papa"ucap Pelangi dan mencium pipi kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam ..kamu sudah datang nak. Mana Langit dan Bumi.. "tanya papa
"Di luar dengan mas Kevin. Papa jadi mau mengangkat mas Kevin menjadi pimpinan cabang perusahaan yang di Bandung"
"Ya.. nak. Itu perusahaan biasanya dipimpin oleh Shinta. Seorang papa mau minta bantu Kevin untuk mengajarkan bagaimana menjadi pemimpin.. "
"Siapa tahu Kevin bisa berjodoh dengan Kevin.. "ujar Mama
"Mas Kevin lelaki yang baik, jika memang berjodoh dengan Shinta itu pasti lebih baik.. "
"Pelangi.. kamu nggak marahkan jika perusahaan papa dipimpin oleh Shinta dan Kevin"
"Mengapa aku harus marah pa.. "
"Karena semua itu milikmu nak.. kamu darah daging kami yang akan mewarisi semua harta kami"
"Papa.. mama.. bukankah Shinta juga anak mama dan papa. Jadi ia juga berhak atas harta warisan "
__ADS_1
"Kamu mau berbagi dengan Shinta nak.. "tanya mama
"Tentu saja ma.. Shinta lah anak mama salam ini, sebelum bertemu dengan aku. Tentu saja aku nggak akan keberatan berbagi dengannya"
"Kamu memang anak yang baik... "ujar mama
"Kami sangat beruntung memiliki anak seperti kamu.. bunda pasti mengajarkan kamu dengan banyak hal baik sehingga kamu bisa seperti saat ini"
"Papa.. mama... bunda memang wanita terbaik yang pernah aku temui, selain mama tentunya. Karena mama juga wanita hebat"ucap Pelangi memeluk mamanya.
"Kita kelamaan ngobrolnya.Kasihan nak Kevin dan Langit pasti sudah kehausan"ucap mama mengalihkan pembicaraan. Karena ia sangat terharu dengan kata kata Pelangi.
Papa duduk di samping Kevin. Pelangi duduk disamping Langit. Sedang mama duduk sambil memeluk Bumi.
"Bagaimana Kevin.. kamu setuju dengan yang tadi kita bicarakan"ucap papa. Ternyata dari tadi papa dan Kevin sudah cukup lama berbincang.
"Akan saya pikirkan pak. Beri saya waktu satu atau dua hari untuk memikirkannya. "
"Baiklah bapak beri kamu waktu. Tapi jangan lama lama berpikirnya.. "
Tangan Langit yang tak berhenti mengelus perut Pelangi yang duduk disampingnya ,mendapat perhatian Kevin.
"Kamu sedang hamil.. Pelangi"
"Ya.. dan calon anakku cewek.. pasti secantik Pelangi nantinya"ucap Langit dan mengecup pipi Pelangi.
"Langit.. malu ah"gumam Pelangi sambil mendorong pelan wajah Langit agar menjauh dari wajahnya.
"Malu sama siapa... kan kita sudah suami istri"
"Mas Kevin.. . apa kabar tante. Salam buat tante ya.."
"Mama sehat.. nanti aku sampaikan. Kapan Lang main ke rumah, bawa Pelangi dan Bumi"
"Jika ada waktu senggang nanti aku bawa ya.. "
"Oom.. nanti kalau Bumi sudah punya adik, berarti Bumi sudah gede.. kan.. nggak boleh cengeng lagi.."
"Iya sayang.. Bumi kan memang anak yang baik, nggak pernah cengeng"
"Om...mengapa nggak pernah main ke rumah, om nggak kangen dengan Bumi"
"Tentu saja om kangen.. tapi om lagi sibuk "
"Mengapa orang dewasa selalu beralasan sibuk ya.. "gumam Bumi. Semua yang ada judi tertawa mendengarnya.
"Bagaimana jika kita makan lagi.. mama sudah masak banyak."
"Kita nggak tunggu Shinta dulu ma.. "tanya Pelangi
"Nggak perlu lah.. Shinta tadi bilang duluan aja kalau mau makan, karena ia tak bisa pastikan pulang jam berapa. Ini sudah jam dua siang.. sudah lewat jam makan siang..Pasti sudah pada lapar "
Langit berjalan sambil memeluk pinggang Pelangi menuju ruang makan. Semua tak luput dari pandangan Kevin.
"Aku berharap kamu selalu bahagia Pelangi. Karena jika kamu bahagia aku turut gembira. Aku tak akan menyesal melepaskan kamu dengan Langit. Karena sudah cukup penderitaan kamu selama ini... "
*******************
__ADS_1
Terima kasih buat pembaca yang tetap setia menunggu novel ini.
SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU. SEMOGA TAHUN BARU INI LEBIH BAIK DARI TAHUN KEMARIN.