
Kevin melajukan kendaraannya menuju kediaman Langit. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
Diperjalanan tadi ada kecelakaan yang membuat jalanan sangat macet.
"Kita pasti sudah telat banget nih"ujar Kevin
"Bukan salah kita juga mas, keadaan yang tak terduga bukan. Kita nggak tahu jika ada kemacetan dijalan"
"Aku tadi sudah telat mengucapkan ulang tahun dan sekarang telat pula datangnya. Pasti Bumi sangat kecewa "
"Kehadiran kamu saja sudah membuat Bumi senang mas walaupun telat"
Shinta dan Kevin sampai dirumah Langit tepat jam sembilan malam ketika acara sudah di mulai. Mereka langsung bergabung dengan keluarga yang lainnya.
"Selamat malam semuanya. Selamat malam Bumi yang ganteng"
"Om Kevin.. "ucap Bumi dan langsung berlari kepelukan Kevin.
Kevin lalu berjongkok dan memegang kedua tangan Bumi.
"Selamat ulang tahun gantengnya om. Semoga Bumi selalu sehat dan tambah pintar. Sekarang usianya sudah tujuh tahun, sudah sekolah, nggak boleh cengeng lagi dan harus bisa jaga bunda"
"Baik om. Terima kasih. Om mengapa baru datang. Dan om juga pasti lupa ulang tahun Bumi"
"Siapa bilang om lupa, buktinya om sekarang datang"
"Kalau om tak lupa.. mengapa pagi pagi om tak mengucapkan ulang tahun. Mengapa sudah sore baru om ucapkan"
"Om sengaja,biar Bumi mengira kalau om lupa dengan ulang tahunnya Bumi"
"Oh begitu ya. Jadi itu disengaja.. "ucap Bumi dan merangkul bahu Kevin
"Maafkan om sayang, om harus berbohong agar kamu tidak bersedih. Karena om tak ingin melihat kamu menangis lagi. Sekarang kamu harus bisa tertawa terus dan bahagia. Kamu sudah berkumpul dengan ayah dan bundaku, tak boleh ada lagi kesedihan"
"Mas Kevin ,Shinta silakan makan. Maaf kami sudah makan duluan tadi. "ucap Pelangi
"Nggak apa Pelangi. Aku yang harus minta maaf karena datangnya telat. Tadi macet banget, ada kecelakaan ketika dalam perjalanan ke sini"
"Bumi, ini tante ada bawa kado buat Bumi. Semoga Bumi suka ya dengan kado tante"
"Terima kasih tante"
"Ini kado dari om.. semoga kamu menyukainya"
"Terima kasih om.. "
"Shinta bawa Kevin makan... "ujar mama Yeni
__ADS_1
"Ya ma. Mas.. ayo kita makan. Semuanya aku dan mas Kevin permisi dulu ya. Mau makan, kebetulan perut memang sudah lapar banget"
Shinta dan Kevin berjalan ke dapur dan mengambil makanan yang telah disediakan. Bumi menyusul ke dapur dan duduk disamping Kevin.
"Kamu mau makan sayang.. "
"Bumi sudah makan om.. "
"Nggak mau nih om suapi. Apa anak om sekarang sudah gede sehingga nggak mau disuapin lagi"
"Bumi masih mau kok disuapi om."
"Sini makan dikit aja.. om kangen makan berdua Bumi "
Kevin lalu menyuapi Bumi dengan telaten. Shinta tak berkedip memandangi Kevin yang tampak seperti seorang ayah yang lagi suapi anaknya.
"Mas dan Bumi seperti ayah dan anak. Sangat dekat banget"
"Aku dulu setiap pagi dan siang selalu makan berdua begini dikantor"
"Oh ya.. kamu bawa bekal dari rumah atau pesan makanan"
"Aku selalu dibekali makanan sama Pelangi sekalian buat dirinya dan Bumi"
"Sudah seperti satu keluarga aja ya"
"Pelangi wanita yang baik dan perhatian, bukan hanya padaku tapi kepada semua orang. Terkadang ia membawa bekal yang banyak buat di bagi buat karyawan lain. Ia terbiasa berbagi semenjak tinggal di panti Asuhan. Bunda panti banyak mengajarkan hal baik dalam hidupnya. Pelangi selalu berkata walaupun ia dibuang keluarganya tapi ia tak pernah merasa sedih karena ia mendapatkan banyak limpahan kasih sayang dari bunda dan ia jadi banyak belajar tentang kehidupan dari kesusahan dan kesulitan yang selama ini ia hadapi. Jika saja ia tak pernah tinggal di panti mungkin ia tidak memiliki kepribadian yang kuat seperti saat ini. Pasti ia akan menjadi anak yang manja.. "
"Aku tidak lagi menyindir siapapun.. aku hanya mengatakan apa yang pernah Pelangi ucapkan. Tapi aku akui, dia wanita tersabar dan terbaik yang pernah aku kenal"
"Kamu belum bisa melupakan Pelangi"
"Aku tak akan pernah bisa melupakannya. Kami bukan hanya sekadar dekat selama ini. Tapi itu bukan berarti aku tak mengikhlaskannya. Aku ikhlas melepaskan Pelangi, karena melihatnya tersenyum terus adalah kebahagiaan bagiku. Karena aku tahu cinta tak harus memiliki, jika orang berprinsip cinta harus egois. Kita harus berjuang mendapatkan cinta orang itu ,tapi bagiku cinta itu tidak boleh egois. Kita harus rela melepaskan orang yang kita cintai jika memang kebahagiaan dirinya bukan bersama kita. Karena jika kita mencintainya, kita harus rela melakukan apa saja untuk kebahagiannya.Termasuk rela melepaskan dia untuk orang lain"
"Om Kevin, Bumi sudah kenyang banget.. "
"Oh sudah ya. Minum dulu... "ucap Kevin dan setelah itu membersihkan sisa makanan di mulut Bumi dengan tisu.
Kevin dan Shinta bergabung dengan semua keluarga.
"Mas.. mengapa nggak mengajak tante dan Vanya sekalian. Aku dan Bumi sudah kangen"
"Kalau kangen, mengapa kamu nggak main kerumah.Langit ..bawa Bumi dan Pelangi sesekali main kerumah"
"Saat ini Pelangi sudah hampir melahirkan, aku takut bawa jalan jalan. Nanti Pelangi kecapean, setelah melahirkan nanti aku pasti bawa Pelangi. "
"Sudah tahu dong jenis kelamin nya"ucap Shinta
__ADS_1
"Sudah.. "
"Apa jenis kelaminnya Lang.. "
"Bumi mau punya adik perempuan om"
"Oh ya.. pasti adik Bumi nanti cantik,karena kakaknya ganteng"
"Tentu dong om.. "
"Kevin.. menurut kamu,Shinta orangnya gimana"tanya mama Yeni
"Maaf bu.. saya nggak mengerti maksud pertanyaan ibu"
"Menurut kamu Shinta itu sifatnya bagaimana.. apa ada yang membuat kamu tak nyaman dari sikap Shinta"
"Menurut saya, Shinta cukup baik sifatnya "
"Hanya cukup baik, berarti aku masih banyak kekurangannya ya"
"Bukan begitu maksud aku. Kamu wanita yang baik, tapi sedikit manja dan keras kepala dan egois"
"Berarti banyak jeleknya daripada baiknya"
"Dengar Shinta, kamu harus mulai merubah sifat jeleknya itu"ucap papa Dodi
"Mengapa aku harus merubahnya. Aku akan tetap menjadi diriku sendiri. Aku tak akan mau berubah hanya karena keinginan seseorang. Aku akan berubah jika itu memang buat kebaikan diriku sendiri. Karena menjadi diri sendiri itu lebih baik daripada harus berpura pura hanya untuk mendapati simpati orang"
"Tapi nggak ada salahnya kita berusaha menjadi pribadi yang lebih baik"
"Kevin.. apa kamu tidak ada niat berumah tangga dalam waktu dekat ini"tanya papa dodi
"Siapa yang tak ingin berumah tangga pak. Tapi jodohnya belum ada, bagaimana mau menikah"
"Apa kamu tidak ada rasa ketertarikan dengan Shinta"
"Papa.. mengapa aku. Mas Kevin mana mau dengan wanita seperti aku. Ia suka wanita yang lemah lembut seperti Pelangi"
"Makanya kamu ubah sifat menjamu itu"
"Bapak bisa aja.. hubungan saya dengan Shinta hanya sebatas atasan dan bawahan. Saya belum berpikir lebih"
Shinta terdiam sambil memandangi wajah Kevin dengan intens.
"Apa kamu memang tak pernah memandang aku sebagai wanita bukan atasan kamu. Apa menurut kamu aku tak pantas buatmu. Apa kamu hanya menyukai wanita yang memiliki sifat lemah lembut saja."
"Maaf Shinta, untuk saat ini aku belum bisa mencintai wanita lain, aku takut nanti jika wanita itu hanya aku jadikan pelarian atas luka hatiku. Aku tak mau menyakiti hati wanita."
__ADS_1
***************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini