
Pelangi terbangun tengah malam, karena merasakan pinggangnya yang sakit. Perutnya juga terasa keram. Pelangi merasa mungkin ini saatnya ia akan melahirkan.
Ia tak mau membangunkan Langit karena takut suaminya itu kuatir. Pelangi mencoba menahan rasa sakit dengan memejamkan matanya. Tapi rasa sakit itu makin lama makin terasa.
"Oh sakitnya.. mungkin sudah saatnya aku melahirkan. Tapi aku akan mencoba bertahan dulu. Seperti saat aku melahirkan Bumi, aku terlalu ketakutan sehingga baru merasakan sakit aku sudah ke rumah sakit ternyata itu baru satu pembukaan. Aku lama menunggu sampai waktunya akan mengejan untuk melahirkan Bumi. "
Pelangi berdiri dari tidurnya, ia mengambil tas yang berisi perlengkapan bayi dan dirinya yang telah ia persiapkan.
Pelangi lalu menghubungi Melati,ia telah mengatakan pada Melati agar membantunya saat ia telah melahirkan. Kebetulan Melati baru saja berhenti dari pekerjaan sebelumnya.
"Assalamualaikum kak.. ada apa malam malam begini telepon"
"Waalaikumsalam dek. Dek sepertinya kak Pelangi sudah saatnya melahirkan. Kakak mau kamu mempersiapkan pakaian kamu selama kamu menginap di rumah kakak"
"Baiklah kak.. apakah kak Pelangi mau ke rumah sakit saat ini. Apa aku harus ke sana sekarang juga. "
"Jangan dek.. ini sudah tengah malam. Tak baik anak gadis pergi di jam begini. Besok pagi aja mbak minta tolong supir jemput kamu. Kamu bicarakan dulu dengan mawar jika mulai besok kamu akan tinggal bersama kak Pelangi. Mawar sudah tahukan jika kamu akan tinggal bersama kakak"
"Melati sudah pernah Kak membicarakan ini pada Mawar dan ia setuju. Karena saat ini anak panti juga hanya tinggal berlama, semua sudah besar besarkan kak"
"Baguslah dek jika Mawar tak keberatan. Kak tutup dulu ya.. pinggang kakak terasa makin sakit "
"Sebaiknya kakak segera ke rumah sakit, aku takut terjadi sesuatu pada janin kak Pelangi "
"Ya dek.. kakak mau bangunkan kak Langit dulu. Salam buat semuanya dek"
Pelangi lalu mematikan sambungan ponselnya. Ia kembali lagi ke tempat tidur dan membangunkan Langit.
"Lang. Lang... bangun "ucap Pelangi sambil mengguncangkan tubuh Langit.
Langit mencoba membuka matanya ketika merasakan ada tangan yang menyentuh lengannya. Ia melihat Pelangi yang duduk ditepi ranjang sampingnya.
"Ada apa sayang.. masih malamkan ini"
"Iya Lang.. jam dua malam"
Langit bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang.
"Ada apa tengah malam terbangun, kamu lapar"
"Nggak.. "
__ADS_1
"Lalu apa sayang.. "
"Perutku mulai terasa sakit... "
"Apaaa... perutmu sakit"ucap Langit langsung mengusap perut Pelangi
"Sepertinya aku mau melahirkan"
"Kamu serius sayang. Mengapa nggak dari tadi kamu bangunkan. Sejak kapan perutmu terasa sakit"
Langit lalu turun dari tempat tidur dan mengganti pakaiannya. Ia lalu berjongkok didepan Pelangi.
"Apa nya yang sakit lagi. Kita kerumah sakit sekarang ya. Kamu mau ganti pakaian dulu. Biar aku bantu ya.. "
Langit mengambil pakaian Pelangi di lemari dan menggantikan pakaian yang lagi dipakai Pelangi. Pelangi mencoba menahan sakit yang mulai terasa intens dengan meringis.
"Sayang... sakit banget ya. Aku sudah minta pak Ujang siapkan mobil. Mari kita ke rumah sakit sekarang. "ucap Langit dan langsung menggendong Pelangi.
"Lang.. aku bisa jalan sendiri"
"Nggak apa apa.. biar aku gendong saja, kasihan lihat wajah kamu yang menahan sakit. "
Setelah meletakan Pelangi di kursi belakang,Langit mengambil tas yang berisi perlengkapan bayi.
"Sayang.. tahan sebentar lagi kita sampai.Aku tadi sudah menghubungi mami agar menyusul ke rumah sakit "
"Nanti Bumi sama siapa Lang jika mami ke rumah sakit"
"Ada papi.. jangan kuatir "
Sampai di rumah sakit, perawat sudah menunggu kedatangan Langit,karena sebelumnya Langit telah menghubungi pihak rumah sakit. Perawat langsung membantu menggendong Pelangi dan meletakan di atas tempat tidur.
Pelangi langsung dibawa ke ruang persalinan. Dokter memeriksa keadaan Pelangi, ternyata sudah bukaan tujuh.
"Pak Langit, sebentar lagi bu Pelangi akan melahirkan . Bapak bisa mendampingi ibu disini.. "ucap dokter.
Langit menggenggam tangan Pelangi memberi kekuatan. Keringat sudah mengubur dari dahi Pelangi.
"Sayang... apa nya yang sakit "bisik Langit sambil mengusap kepala Pelangi
"Semuanya... semuanya sakit Lang"ucap Pelangi sudah mulai terisak
__ADS_1
"Dokter... apa sebaiknya yang harus dilakukan agar menghilangkan rasa sakit yang di rasakan istri saya"
"Pak Langit, semua wanita yang akan melahirkan pasti merasakan sakit seperti ibu Pelangi dan itu tidak ada obat buat menghilangkan rasa sakit itu.Tapi tadi sudah disuntik untuk mengurangi rasa sakit kontraksinya. "
"Lang.. sakit."lirih Pelangi.
"Bagaimana rasa sakitnya sayang.. jika boleh meminta biar sakitnya aku yang rasakan. "Gumam Langit sambil mengusap pinggang Pelangi
"Pak Langit sakit yang dirasakan ibu yang akan melahirkan seperti dua puluh tulang dipatahkan bersamaan. Kita lelaki belum tentu bisa menahan rasa sakitnya. Itulah keistimewaan seorang wanita, ia mampu menahan sakit demi melahirkan buah hati mereka. "
"Apa dokter. Seperti dua puluh tulang dipatahkan bersamaan. Berarti sakit banget. "Langit langsung memeluk Pelangi yang terus merintih menahan sakitnya.
"Sayang, jadi begini rasa sakit yang ditanggung ibu ketika mau melahirkan.Bagaimana dulu kamu bisa melewatkan ini seorang diri ketika melahirkan Bumi. Kamu pasti merasa sedih karena harus menghadapi semua seorang diri. Maafkan aku sayang.. "
"Bu Pelangi, bukaan anda sudah lengkap, saatnya ibu harus mengejan. Saya hitung ya, dihitungkan ketiga ibu mulai mengejan dengan tanpa putus. Sebaiknya tarik nafas dalam dalam dulu"
"Ya dok.. "lirih Pelangi pelan, ia sudah tak tahan ingin mengedan karena rasa sesak yang mendorong jalan rahimnya.
"Kita mulai, satu dua tiga.. "
Pelangi mulai mengejan, ia mencengkeram lengan Langit kuat. Dan menancapkan kukunya dilengan Langit. Langit menahn rasa sakit yang ditimbulkan dari cakaran kuku Pelangi, karena ia tahu Pelangi lebih merasakan sakit.
Tak begitu lama terdengar suara tangisan bayi. Bayi perempuan yang sangat cantik. Dokter memberikan bayi itu pada perawat buat dibersihkan. Dokter menangani Pelangi.
"Selamat pak Langit dan ibu Pelangi, bayi anda sangat cantik"
"Sayang kamu dengar, bayi kita sangat cantik. .. terima kasih sayang, karena telah mau bertarung nyawa buat melahirkan buah hati kita"ucap Langit mengecup dahi Pelangi yang bercucuran keringat. Pelangi hanya bisa tersenyum.
"Dokter, mengapa Pelangi hanya diam, dan mengapa ia menutup matanya. Apa ia pingsan"tanya Langit kuatir melihat Pelangi yang menutup matanya. Dokter lalu memeriksa keadaan Pelangi.
"Nggak usah kuatir pak Langit. Ibu Pelangi hanya tertidur karena kelelahan. Biarkan saja ia istirahat untuk memulihkan tenaganya. Setelah Bu Pelangi dibersihkan, kami akan memindahkan ke ruang perawatan."
"Baiklah dok.. terima kasih bantuannya. "
"Sama sama pak. Bapak bisa menunggu ibu Pelangi di ruang rawat yang bapak minta. Setelah selesai nanti perawat akan membawa Pelangi dan bayi bapak ke ruang rawat. Saya permisi dulu"
"Ya dok. "ucap Langit dan membantu perawat membersihkan Pelangi dan mendorongnya menuju kamar rawat.
"Terima kasih Tuhan.. karena telah menambah kebahagiaanku dengan kehadiran putri di dalam keluarga kecil kami. "
*******************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini