
Langit dan Pelangi masuk ke kamar. Langit membuka pakaian nya dan hanya menyisakan boxer.
Ia duduk di tepi ranjang dan meminta Pelangi duduk dipangkuannya.
"Lang.. Mandi dulu.. bau loh"ucap Pelangi menutup hidungnya
"Siapa bilang bau... coba nih cium"ucap langit membawa kepala Pelangi ke dekat keteknya.
"Langit... jorok ah.. "ucap Pelangi menjauhi kepalanya
"Nggak bau kan.. "ucap Langit merebahkan tubuhnya, Pelangi yang berada dipangkuannya otomatis berada diatas tubuh Langit
Langit menarik tengkuk Pelangi agar mendekat ke wajahnya dan langsung ******* bibir istrinya itu dengan nafsu. Ia terus memainkan lidahnya, menghisap dan membelit lidah Pelangi
Pelangi yang merasa pasokan udaranya mulai berkurang memukul dada langit agar melepaskan pagutan bibirnya. Langit pun akhirnya melepaskannya.
"Kamu ih... bukannya mandi, malahan mesum aja "
"Aku tak bisa tahan jika melihat bibir kamu, salah kamu sendiri.. mengapa punya bibir manis banget"
"Lang... lepaskan ah.. aku mau siapin makan malam dulu"ucap Pelangi karena Langit makin mempererat pelukannya dan mulai memasukan tangannya ke dalam baju Pelangi mengusap punggungnya
"Aku mau makan kamu aja"
"Jangan macam macam ah Lang"
"Aku nggak macam macam sayang.. cukup satu macam saja yaitu aku mau kamu saat ini juga"
"Nanti Bumi masuk Lang..."
Langit menggapai remote yang ada di atas nakas dan memencet tombol untuk menutup pintunya.
"Sudah terkunci.. Bumi tak bisa masuk lagi. Coba pegang nih.. junior aku sudah bangun dengan sempurnanya..ia harus ditidurkan dulu, baru mandi setelah itu makan"
"Lang... kok bisa langsung bangun gitu "
"Aku nggak tahu, kalau sudah menyentuh tubuhmu langsung bangun junior nya aku.. mungkin ia tahu sarangnya"
"Lang bicaranya kok vulgar gitu sih"
Langit langsung membalikan badannya dan sekarang pisisinya ia berada diatas tubuh Pelangi.
Langit tak bisa menahan lagi, ia melakukan penyatuan tubuhnya dengan Pelangi, setelah itu barulah mereka mandi. Kembali Langit menyatukan tubuhnya dan Pelangi dikamar mandi.
Pelangi tampak capek, tapi Langit masih saja dengan semangatnya. Ia lalu menggendong tubuh Pelangi ke luar dari kamar mandi.
Langit melihat wajah cemberut Pelangi jadi tersenyum. Dan mengecup bibirnya Pelangi dengan lembut .
"Jangan cemberut.. dosa loh "
"Kamu mesum banget Lang... kok nggak capek capeknya.. Bumi pasti sudah lapar... "
"Aku tadi sudah mengirim pesan dengan bibi untuk memberi Bumi makan terlebih dahulu"
"Kamu Lang... "
"Mengapa aku.. "
__ADS_1
"Kamu tuh semaunya aja.. nanti malam nggak ada jatah lagi"ucap Pelangi masih cemberut
"Kalau kamu tidur, nanti aku kerjain sendiri. Ini kan usaha agar kamu cepat memberi Bumi adik. Dulu saja cuma dua kali penyatuan tubuh kita, langsung jadi Bumi, apalagi ini sudah banyak kali kita melakukan penyatuan.. seharusnya kamu langsung hamil bulan depan "
"Kalau aku hamil, bagaimana bisa kerja Lang"
"Kamu nggak harus kerja.. cuma duduk menemani aku saja di kantor"
"Mana bisa gitu Lang.. aku malu dong.. kalau hanya menemani kamu"
"Mengapa Malu.. kan kamu menemani suami kamu"
"Kita lihat besok aja lah.. sekarang perutku sudah lapar. "
"Tunggu ya sayang.. aku pakai baju dulu. Kamu nggak mau berpakaian dulu,memangnya mau pakai handuk aja makannya atau kamu mau aku makan lagi"ucap Langit genit dengan menaik turunkan alisnya
"Nggak mau.. aku lapar"ucap Pelangi cepat berlari menuju lemari pakaiannya. Ia hanya memakai piyama dan jilbab instan.
"Ayo Lang.. pasti lauknya sudah dingin nih"ucap Pelangi sambil memajukan bibirnya
"Kapan nih jeleknya istri aku ini... kok bisa cantik terus sih"ucap Langit mencubit pipi Pelangi
"Sakit Lang... "
"Nih obat nya biar nggak sakit lagi"ucap Langit dan mengecup pipi yang tadi dicubitnya
Ketika Langit dan Pelangi akan makan, Bumi keluar dari kamarnya.
"Daddy.. bunda dari mana.. kok baru makan, tadi Bumi makan cuma ditemani bibi"ucapnya cemberut
"Mau daddy.. "
"Mau adik perempuan apa laki laki.. "
"Dua duanya boleh daddy.. "
"Boleh.. banyak banyak juga boleh, jadi kalau Bumi mau cepat punya adik, Bumi mulai saat ini harus terbiasa makan sendiri jika daddy dan bunda lagi berdua.. "
"Memangnya kenapa Daddy.. "
"Karena daddy Dan bunda lagi buat adik di kamar "
"Lang..ngomong apa sih.. "
"Bumi boleh lihat daddy dan bunda buat adik"
"Nggak boleh.. karena kalau dilihat orang bunda malu.. nggak jadi buat adiknya"
"Langit... "ucap pelangi sedikit teriak
"Sayang... mengapa teriak teriak, telinga aku masih berfungsi loh"
"Habis kamu ngomongnya asal"
"Kok asal.. memang kamu malukan kalau dilihat"
__ADS_1
"Bumi.. kamu mau makan lagi nak"ucap Pelangi mengalihkan pembicaraan
"Ya... bunda.Bumi mau makan dikit lagi "
"Sini duduk dekat bunda sayang.. biar bunda yang suapin "
"Daddy mau disuapin juga bunda.. "ucap Langit dan duduk sebelah kiri Pelangi sedangkan Bumi disebelah kanan
Pelangi akhirnya menyuapi keduanya. Langit dan Bumi.
"Daddy nggak malu... sudah gede masih aja disuapin"
"Enak sayang... kalau makan disuapin bunda"
Setelah makan, mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menonton.
"Bumi... lusa Oma dan Opa mau jemput kamu, mau dibawa jalan jalan keluar negeri"
"Luar negeri itu kemana daddy"
"Jauh.. ketempat yang indah, kamu nanti akan pergi pakai pesawat "
"Betul daddy.. aku mau "
"Tapi Lang... aku belum pernah pisah dengan Bumi"
"Kamu harus membiasakan Bumi tidur terpisah dan mandiri, biar nanti kamu hamil dan melahirkan, Bumi sudah terbiasa tidur tanpa kamu"
"Tunggu dulu aja Lang..."
"Tapi papi dan Mami mau berangkat lusa sekalian mengurus bisnis papi yang disana"
"Lang...aku takut nggak bisa tidur, karena rindu dengan Bumi"
"Aku akan keloni kamu nanti, biar kamu dapat tidur nyenyak"
"Tapi berapa hari papi dan Mami perginya"
"Bisa seminggu atau dua minggu tergantung penyelesaian bisnis papi"
"Aku pasti sangat rindu.. "
"Nanti jika seminggu papi dan Mami nggak kembali, kita menyusul ya.. kerjaan aku ada sedikit yang harus aku selesaikan"
"Ya.. Lang. Janji ya kita menyusul jika papi lama "
"Iya sayang.. untukmu apa yang nggak aku lakukan"
"Sayang... nanti kalau pergi dengan Opa dan Oma jangan nakal. Dan jangan jauh jauh dari Opa atau Oma. Kamu harus pegang tangan Opa terus ya.. "
"Ya bunda... .Nanti Bumi akan video call dengan bunda jika kangen"
"Ya sayang.. kamu harus sering video call dengan bunda"
Pelangi membawa Bumi ke dalam pelukannya.
"Sayang... bunda belum pernah berpisah darimu... apa bunda sanggup nak. Tapi bunda juga tidak boleh egois, Opa dan Oma kamu ingin membawamu agar bisa lebih dekat denganmu. Bunda tidak boleh melarangnya.. semoga bunda kuat pisah denganmu"
__ADS_1
*********************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini