ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 14. Kepergian Langit


__ADS_3

Sudah dua minggu sejak terakhir Pelangi bertemu Langit. Ia memang menepati janjinya tidak akan mengganggu Pelangi lagi. Sejak saat itu tidak ada pesan ataupun telepon dari Langit.


Pagi ini Pelangi bangun agak kesiangan. Kepalanya terasa pusing.. Dan ia merasakan sedikit mual.


Pelangi masuk kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Bunda yang kebetulan mendengar suara muntahan Pelangi berhenti didepan kamarnya. Bunda masuk begitu saja karena kuatir Pelangi masih saja muntah.


"Pelangi... kamu kenapa nak... "


Setelah merasa perutnya sedikit lega,Pelangi mencuci wajah dan mulutnya, baru ia keluar kamar.


"Bundaa... "


"Kamu kenapa nak... "bunda mengulang pertanyaannya


"Mungkin masuk angin atau maag ku kambuh, kemaren aku dengan teman kantor makan bakso mercon. Jadi aku rasa maag kambuh karena makan pedes"


"Kalau kamu merasa kurang enak badan,kamu izin saja kerjanya. Dari pada nanti sakit di kantor"


"Baiklah bunda... aku mau menghubungi atasan dulu. Maaf bunda.. aku tak bisa bantu buat sarapan"


"Nggak apa apa... kamu istirahat saja.. nanti kalau sarapan sudah selesai, bunda panggil"


"Baik bun....terima kasih "


Pelangi ingin merebahkan dirinya dan mengambil ponselnya menghubungi atasannya.


Baru saja Pelangi meletakan ponselnya....kembali berdering. Ada pesan masuk. Pelangi mengambil ponselnya dan membaca pesan itu...


"Pelangi... maaf jika pesan aku ini mengganggu kamu.. aku hanya ingin mengabarkan kalau hari ini aku akan berangkat ke Amerika jam 10 pagi ini, untuk meneruskan kuliahku. Seperti katamu, mungkin memang lebih baik aku mengambil kuliah yang jauh dari negara ini agar aku cepat melupakanmu. Walau aku yakin tak mudah bagiku melupakanmu.... kau cinta pertamaku. Aku berharap dengan kepergianku dan menjauh darimu, kau akan merasa lebih tenang dan kembali ceria seperti Pelangi yang ku kenal. Aku selalu mendoakan dirimu bahagia. Jika kau telah bahagia kau bisa lupakan aku, tapi ingatlah aku jika kau tak bahagia... aku akan membahagiakanmu seperti janjiku...


Aku akan selalu menanti kabar darimu...


I Love You... "


Pelangi membaca pesan Langit dengan air mata yang tak bisa dibendungnya... dan ia membalas pesan Langit

__ADS_1


"Selamat jalan Langit, semoga cita citamu dapat terwujud... "


Hanya itu isi balasan dari Pelangi. Langit yang menerima pesan dari Pelangi sedikit kecewa. Ia sangat berharap Pelangi mau mengantar kepergiannya.


"Pelangi... sebesar apakah rasa bencimu padaku... apa tidak ada sedikitpun rasa cinta atau rasa sukamu padaku.. apakah kebersamaan kita tak ada artinya bagimu. Apakah perhatian kamu selama ini memang hanya sebatas guru dan murid.. Baiklah Pelangi jika memang ini maumu... aku akan melupakan semua tentang mu... aku akan mengubur dalam rasa cintaku padamu... selamat tinggal Indonesia... selamat tinggal cinta... aku tak akan pernah percaya dengan yang namanya cinta.... "Langit pun menghapus pesan Pelangi dan memblokir nomor nya.


Langit menemui ibunya yang sedang sarapan.


"Mami... aku harap mami akan menepati janji mami. Aku sudah mengikuti kemauan mami untuk kuliah diluar negeri. Jangan pernah mami meminta sewa panti asuhan sampai kapanpun. Itu telah menjadi milikku. Dan aku mau mengatakan sesuatu pada mami"


"Kamu mau mengatakan apa... "


"Aku telah menodai Pelangi. Aku memperkosanya sebulan yang lalu. Jika suatu saat Pelangi mencariku dan ingin aku bertanggung jawab, aku harap mami mau menghubungiku... jangan pernah mengusik Pelangi, jika aku tahu mami melakukan sesutu pada Pelangi... aku tak akan memaafkan mami"


Mami Langit tidak terkejut mendengarnya, karena ia sudah mengetahui semuanya dari orang orang suruhan yang dimintanya menyelidiki hubungan Langit dan Pelangi. Itulah sebabnya ia meminta Langit kuliah di luar negeri.


"Dasar perempuan jal*ng...aku tak percaya Langit telah memperkosanya... pastilah ia yang telah menyerahkan dirinya sendiri untuk ditiduri Langit.. untung aku bertindak cepat, mengirim Langit keluar negeri"


"Langit... apa yang kamu katakan... mengapa kamu sampai melakukan itu pada Pelangi. Mama tak pernah mengajari anak mama berbuat begitu"ujar mami Merry berpura pura


"Langit... mami janji akan mengabarimu jika Pelangi mencarimu. Jangan takut... mami tak akan melakukan sesuatu pada Pelangi"


"Oke... mami harus pegang janji mami.. Sekarang aku mau berangkat... apa mami akan mengantarku"


"Tentu saja sayang... mami ingin melihat kamu berangkat... ayo ambil kopermu. Biar mami yang mengantar"


Mami Merry mengantar Langit,ia sendiri yang mengendarai mobilnya.


Di bandara... ternyata Pelangi sudah menunggu. Melihat Langit yang datang dengan maminya... Pelangi bersembunyi. Ia tak mau bu Merry melihatnya. Ia melihat kepergian Langit sampai ia masuk ke bandara.


Pelangi meninggalkan bandara setelah melihat Langit menghilang diantara kerumunan orang orang.


Tanpa Pelangi ketahui Langit melihatnya dan mengejarnya setelah melihat maminya pergi. Langit mencari cari keberadaan Pelangi. Ketika ia hampir putus asa... ia melihat Pelangi yang duduk sambil menangis.


Langit memeluk Pelangi dari belakang... dan itu membuat Pelangi kaget.

__ADS_1


"Lepaskan... siapa kamu"ucap Pelangi memberontak dan membalikan badannya.


"Langit... "ucap Pelangi. Langit kembali memeluk Pelangi.


"Pelangi...katakan kalau kau tak mengizinkan aku pergi... katakan kalau kau ingin aku tetap disampingmu... katakan itu biar aku bisa membatalkan keberangkatan aku ini"


"Lang... aku tak boleh egois. Ini semua demi kebaikanmu. Kamu harus tetap pergi... demi tercapainya cita citamu... "


"Pelangi... aku ingin tahu... apakah kamu tak pernah punya perasaan apa apa padaku... apakah tak ada rasa cinta atau suka sedikitpun padaku.. "


"Lang... tak ada gunanya... kamu tahu perasaan aku. Jika aku cinta ataupun tidak itu tak bisa merubah keadaan. Kamu dan aku tak akan pernah bisa bersatu.. pergilah Lang. Kejarlah cita citamu. Semoga semua tercapai"


"Aku akan memperjuangkan cinta kita jika kamu memang mencintaiku... "


"Lang... pergilah. Aku datang hanya ingin mengucapkan selamat jalan.. "Pelangi melepaskan pelukan Langit.


"Aku pamit... kamu masuklah... sebentar lagi pesawat kamu akan berangkat... hati hati. Belajar lah dengan baik... "


Setelah itu Pelangi berjalan meninggalkan Langit. Baru beberapa langkah ia merasakan pelukan kembali. Langit membalikan badan Pelangi, dengan tangan kanan memeluk pinggang Pelangi dan tangan kiri memegang tengkuk Pelangi, Langit melum*t bibir Pelangi dengan rakusnya. Ketika dirasakan Pelangi tak membalasnya Langit menggigit bibir Pelangi, sehingga ia membuka mulutnya dan Langit memainkan lidahnya didalam rongga mulut Pelangi.


Pelangi meronta... memukul dada Langit, tapi tak dipedulikan Langit ,ia tetap bermain lidah di rongga mulut Pelangi, sampai ia dapat merasakan Pelangi yang kesulitan bernafas baru ia melapaskan Lum*tan bibirnya.


Pelangi langsung menampar Langit..


"Kamu keterlaluan Lang.. kamu masih saja memaksa kan melakukan sesuatu yang tak aku suka.. Aku benci kamu Lang... aku bencii.. "ucap Pelangi berlari meninggalkan Langit.


Langit hanya bisa terpaku melihat kepergian Pelangi


"Astaga... apa yang sudah kulakukan. Lagi lagi aku memaksanya... maafkan aku Pelangi.. aku benar benar tak bisa menahannya... aku sangat mencintaimu"


Langit melangkahkan kakinya kembali ke pintu masuk buat keberangkatan ke luar negeri di bandara.


*****************************


Terima kasih bagi semua yang telah membaca novel ini.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2