ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 57


__ADS_3

"Lang... sepertinya nggak usah meminta mas Kevin kesinilah... bagaimana jika kamu dan papi yang kerumah tempat aku tinggal sekarang"ucap Pelangi


"Papi setuju juga... sebaiknya kita yang datangi Bumi.. "


"Tapi Lang...aku mohon jangan bertengkar dengan mas Kevin"


"Jangan takut Pelangi... bukankah ada papi"


"Papi.. selama ini yang membantu Pelangi adalah mas Kevin, Pelangi sangat menghargai dan menyayangi mas Kevin seperti kakak sendiri"


"Papi mengenal Kevin.. ia memang anak yang baik, tapi kamu harus tegas Pelangi. Jika kamu memilih Langit kamu harus mengatakan yang sebenarnya dengan Kevin, jangan beri ia harapan"


"Pelangi tak pernah bermaksud memberi mas Kevin harapan, tapi Pelangi memang merasa nyaman dan terlindung bila berada dekat mas Kevin. Seperti berlindung dengan kakak lelaki sendiri "


"Baiklah.. papi mengerti. Sekarang kita berangkat lagi.. "


##################


Langit mengendarai mobilnya menuju tempat kediaman Pelangi.


"Lang.. kamu tahu dimana aku tinggal.. mengapa kamu tak bertanya alamatnya tapi sudah tahu jalannya"


"Pelangi... pastilah Langit mencari tahu dimana orang yang dicintai tinggal, dan perlu merasa keamanan mereka terjamin.. "papi yang menjawab. Langit hanya tersenyum.


Setelah hampir lima belas menit perjalanan,sampai mereka di sebuah rumah mungil dengan halaman yang banyak ditanami bunga. Tampak sangat asri.


"Masuklah pi... "ucap Pelangi membuka pagar rumah


"Kamu tinggal dengan Kevin juga"


"Nggak lah pi... mana boleh lelaki dan wanita tinggal seatap tanpa ikatan pernikahan "


"Assalamualaikum mas... "ucap Pelangi sambil mengetuk pintu


"Waalaikumsalam salam bunda... "Bumi yang menjawab sambil membuka pintu.


"Daddy... "ucap Bumi langsung berlari ke arah Langit. Langit menggendong Bumi.


"Daddy kemana.. mengapa nggak mau datang menemui Bumi. Atau video call dengan Bumi"


"Maaf sayang... daddy sibuk kerja"


"Om Kevin kalau sibuk kerja masih bisa video call"


"Memangnya Bumi kangen banget ya dengan daddy"


"Tentu saja daddy... "

__ADS_1


"Oh iya.. kenalkan ini opa nya Bumi"


"Selamat sore opa... "


"Selamat sore ganteng.. "


"Papi... Lang.. masuklah"


"Kevinnya mana Pelangi"tanya Papi


"Mungkin di dapur.. masak pi"


"Biar papi yang temui.. "


Papi berjalan ke dapur, dan melihat Kevin yang sedang memasak.


"Sepertinya Kevin juga sangat mencintai Pelangi.. dari cara ia memperlakukan Pelangi, tampak ia sangat mencintainya. Aku nggak tega jika harus mengatakan jika aku ingin Langit dan Pelangi menjalin hubungan yang lebih serius.. "


"Harum banget baunya... apa om boleh nyicipi... "


Kevin membalikan badannya dan melihat om Andi, ia sangat kaget.


"Om Andi... mengapa om ada disini "


"Memangnya om tak boleh mengunjungi kamu dan juga cucu om"


"Ya.. kamu nggak keberatan kami datang"


"Bagaimana mungkin aku keberatan om kan opa nya Bumi dan Langit ayah kandungnya"lirih Kevin


Setelah selesai dengan masakannya.. Kevin membawa Om Andi ke ruang tamu.. ia melihat Bumi yang tampak asyik bermain dengan Langit.


"Papi.. mas Kevin dan Langit aku tinggal dulu ya... mau bersihin dapur. Sudah masaknya mas.. "ucap pelangi


"Sudah..maaf ya dapur jadi berantakan "


"Nggak apa mas... Bumi juga sangat senang masakan mas.. "


Pelangi meninggalkan mereka bertiga dan menuju dapur membersihkan ruangan itu.


"Kevin... om datang kesini ingin melihat Bumi dan om juga ingin mengucapkan terima kasih padamu karena selama ini telah membantu Pelangi dan Bumi. Om tak tahu apa yang terjadi selama ini dengan Pelangi jika saja om mengetahuinya dari dulu, om tak akan membiarkan Pelangi membesarkan Bumi seorang diri. Om pasti akan menikahkan mereka. "


"Om aku membantu Pelangi dan Bumi selama ikhlas dari hatiku karena aku juga menyayangi Bumi seperti anakku sendiri"


"Kevin.. apakah kamu juga mencintai Pelangi"


"Mengapa om tanyakan itu"

__ADS_1


"Kamu tahu kan Pelangi dan Langit saling mencintai dan diantara mereka juga sudah ada Bumi. Om ingin Langit dan Pelangi bersatu agar Bumi dapat tumbuh dan besar dengan kedua orang tua dan utuh. Jika kamu memang mencintai Pelangi, om minta maaf karena apa yang akan om lakukan ini pasti akan menyakiti hatimu. Om sangat menyayangi kamu seperti om menyayangi Langit. Tapi om tetap harus menikahkan Langit dan Bumi, untuk itu om sangat berharap pengertian dari kamu "


"Apakah om yakin Langit akan dapat membahagiakan Pelangi.. jika pernikahan mereka membuat Pelangi bahagia aku rela melepaskan Pelangi. Aku memang sangat mencintai Pelangi, karena itulah kebahagiaan Pelangi yang paling aku utamakan. Jika memang kebahagiaan Pelangi adalah Langit... aku akan merelakan Pelangi. Karena sejak aku mengetahui Bumi adalah anak kandungnya Langit, aku tak pernah lagi terlalu berharap agar Pelangi membalas cintaku. Om aku mencintai Pelangi tulus.. aku tak akan egois... jika Pelangi memang memilih Langit aku mendukungnya. Tapi om harus bisa menghindari Pelangi dan Bumi dari niat jahat tante... aku tak mau mendengar tante atau Langit menyakiti Pelangi. Jika itu terjadi aku pastikan kalian tak akan dapat melihat Pelangi dan Bumi selamanya... aku akan membawa Pelangi dan Bumi pergi jauh ke tempat yang tak mungkin dapat kalian temui"


"Kevin.. om bangga dengan sikap dewasa kamu. Om tak pernah mengira kamu memang betul tulus dan ikhlas. Om akan ingat semua yang pernah kamu lakukan buat Pelangi dan Bumi... "


"Om... walaupun aku dan Pelangi tak bisa bersatu, Bumi tetap ponakan ku... jadi aku juga wajib melindunginya"


"Lang....dengar baik baik.. aku akan melepaskan dan merelakan Pelangi untukmu, tapi ingat jika kamu menyakitinya dan membuat ia menangis jangan salahkan jika aku yang menghapus air matanya dan membawa ia pergi selamanya dari sisimu. Kamu tahu bukan hanya tante yang bisa menyakiti Pelangi, tapi juga ada Shinta tunangan kamu. Kamu seharusnya menyelesaikan pertunangan kamu dulu sebelum melangkah ke jenjang pernikahan "


"Aku sudah bicara dengan tante Yeni dan om Dodi jika aku membatalkan pertunangan kami, tinggal aku bicara dengan Shinta secara langsung saja. Kamu jangan takut aku berjanji akan melindungi Pelangi. Aku nggak boleh lagi lemah sekalipun menghadapi mami.. aku harus tegas dan berjuang untuk cintaku pada Pelangi dan Bumi. "


"Baiklah Lang...aku turut bahagia jika kamu dan Pelangi bersatu.. "


Pelangi yang sudah membersihkan dapur dan menyiapkan makanan meminta mereka segera makan. Pelangi sudah menambahkan beberapa menu tambahan lagi.


"Papi.. Mas Kevin, Langit makan lagi. Itu sudah aku hidangkan takut keburu dingin.. "


"Papi boleh ikut makan nih"


"Bolehlah pi... "


Sampai semeja makan Bumi duduk antara Pelangi dan Langit tampak sangat bahagia..


"Daddy janji ya... nggak akan pergi lama lama lagi"


"Ya.. sayang.. "


"Om Kevin juga.. nanti jika ada daddy om juga nggak boleh pergi lama lama.. nanti Bumi kangen"


"Om juga nggak bisa lama lama jauh dari kamu.. om sayang banget denganmu"


"Bumi juga sangat sayang om... "


"Sekarang Bumi harus banyak makan.. biar daddy dan om Kevin nggak pergi lama lama dan jauh lagi ya.. "ucap Langit dan mulai menyuapi Bumi


"Lang.. biar Bumi makan sendiri. Ia sudah bisa makan sendiri.... "


"Nggak apa apa Ngi ...aku senang bisa suapin Bumi"


Papi yang melihat Langit dengan sangat telaten menyuapai Bumi merasa sangat senang.


"Lihatlah mami... langit begitu bahagia berada diantara Pelangi dan Bumi... mengapa kamu tak menyadari ini. mengapa kamu masih ngotot ingin memisahkan mereka. Apakah kebahagiaan Langit tidak pernah kamu pikirkan. Aku papinya tak akan membiarkan siapapun menghalangi kebahagiaan anak dan cucuku"


******************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2