
Pelangi masuk ke kamar Bumi sambil menangis. Ia langsung memeluk Bumi.
Langit mengikuti Pelangi masuk ke apartemennya. Dan duduk disofa.
"Aku juga terluka Pelangi.. mengapa kamu tak menghiraukan, hanya lukanya Kevin yang kamu lihat"
Langit memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya kesofa.
Setelah puas menangis Pelangi keluar, hendak minum, ia melihat Langit yang tertidur sambil duduk di sofa.
Ia memperhatikan luka diwajah Langit. Ia mengambil kotak obat dan duduk di sebelah Langit.
Ia membersihkan wajah Langit sebelum mengobatinya. Langit membuka matanya. Menatap Pelangi.
"Tidurlah.. aku nggak apa apa.. lihat wajahmu sangat berantakan.. matamu bengkak"
"Aku obati lukamu dulu sebelum tidur lagi"
"Aku kira kamu hanya dapat melihat luka Kevin saja... "
"Lang.. aku lagi nggak mau berdebat"ucap Pelangi sambil mengobati luka Langit.
"Kamu mencintai Kevin...."
"Lang.. aku lagi malas bicara.. "
"Kamu sedih melihat Kevin terluka"
Pelangi hanya diam dan berdiri karena telah selesai mengobati luka Langit. Baru akan melangkahkan kakinya, Langit menarik tangannya sehingga Pelangi terduduk kembali.
"Lang.. aku mau tidur lagi... kamu bisa kembali ke apartemen mu"
"Pelangi pandang mataku... "ucap Langit menangkup kedua wajah Pelangi menghadap kewajahnya.
"Pelangi.. apa kamu mencintaiku"
Pelangi menunduk tak mau memandang wajah Langit.
"Pelangi jawab aku... jangan menunduk"
"Lang... sudah aku katakan aku tak mau bicara saat ini.. aku capek.. aku mau tidur.. "
"Atau kamu mencintai Kevin... "tanya Langit lagi tak menghiraukan perkataan Pelangi
__ADS_1
"Pelangi jawab aku... "bentak Langit melihat Pelangi hanya diam.
Pelangi kaget mendapat bentakan dari Langit, ia tak bisa lagi membendung air matanya.
"Pelangi... apa selain menangis tak ada yang bisa kamu lakukan"ucap Langit frustrasi sambil menarik rambutnya
Tangisan Pelangi makin terdengar, membuat Langit jadi bertambah bingung apa yang harus dilakukannya.
"Pelangi... jika kamu memang mencintai Kevin.. aku akan melepaskan kamu untuknya. Aku tahu Kevin lelaki yang baik.. tapi jika kamu mencintaiku, jauhi Kevin.. aku tak mau berbagi dengan lelaki manapun. Aku orangnya pencemburu... jadi aku tak mau melihat kamu dekat dengan Kevin.. meskipun ia saudaraku.. aku bisa berbuat nekat.. "
"Aku tak tahu Lang....."
"Mengapa susah banget menjawabnya Pelangi... kamu tak mungkin mencintai kami berdua.. kamu harus memilih. Tapi jika kamu lebih memilih Kevin, aku minta hak asuh Bumi untukku.. kamu masih bisa tetap menemuinya, aku tak akan melarangmu. Karena aku hanya tak mau anakku dibesarkan lelaki lain... "
"Lang.. aku mau tidur"ucap Pelangi kembali ingin berdiri tapi Langit langsung memeluknya
"Pelangi... aku sangat mencintaimu.. apa yang harus aku lakukan agar kamu juga mencintaiku.. apakah memang tidak pernah ada sedikitpun rasa cinta dihatimu untukku.."
Didalam pelukan Langit tangis Pelangi makin pecah. Bahunya berguncang menahan suara tangisnya.
Langit melepaskan pelukannya dan kembali menangkup wajah Pelangi, lalu perlahan mengecup bibir Pelangi. Melihat Pelangi hanya diam saja, Langit memaksa melum*t bibir Pelangi dan memasukan lidahnya ke dalam mulut Pelangi.
Pelangi yang mulai tersadar, mendorong dada Langit dan berlari masuk ke kamar Bumi.
"Maaf Lang...aku memang mencintaimu tapi aku tak mungkin menyakiti hati Kevin jika aku memilih kamu. Dan bukan Kevin saja yang terluka tapi ada Shinta tunanganmu. Mungkin lebih baik aku memilih untuk tetap sendiri, karena selama ini juga aku sudah terbiasa hanya hidup berdua dengan anakku saja"
#########################
Ditempat lain....dalam sebuah hotel tampak Kevin yang menghisap rokoknya sambil berdiri dipembatas balkon kamar .
"Tuhan aku tak akan pernah meminta sesuatu kembali jika itu memang telah hilang, aku tak akan meminta kembali apa yang telah pergi dariku.Dan aku tak akan meminta sesuatu jika itu memang bukan milikku. Tapi Tuhan biarkan aku menjaga apa yang ada untukku,biarkan aku mempertahankan apa yang ada bersamaku selama ini. Jika memang ia bukan untukku buat lah hatiku ikhlas melepaskan semuanya... buatlah aku melupakan dia segera.. jangan buat hatiku makin terluka... mengharapkan sesuatu yang bukan milikku.. "
Tanpa Kevin sadari air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Rasa ini terlalu sakit Tuhan.. apa aku terlalu berharap akan cintanya selama ini.. mungkin ini memang salahku.. yang terlalu tinggi mengharapkannya... sehingga ketika aku sadar semua itu hanya lah impianku, hatiku begitu hancur.. sakit... "
Kevin terduduk dilantai dan menangis sambil memeluk kedua lututnya. Sampai akhirnya ia lelah dan tertidur di balkon.
################
Pagi harinya ketika Pelangi bangun, ia melihat Langit yang tertidur di sofa.
"Lang...bangun... mengapa kamu tidur disini"ujar Pelangi sambil mengguncang tubuh Langit
__ADS_1
"Pelangi.. sudah pagi ya.. "ucapnya melihat sinar matahari yang masuk melalui celah jendela.
"Mengapa kamu tidur disini Lang.. "tanya Pelangi kembali
"Aku takut kamu melarikan diri"ucapnya datar.
"Lang....aku boleh titip Bumi. Aku juga minta izin tak masuk kerja hari ini"
"Mau kemana kamu... "
"Lang...aku mau mencari Kevin... "
"Buat apa.. ia tak mau bicara denganmu lagi"
"Aku hanya ingin minta maaf Lang "
"Kamu sudah banyak minta maaf padanya.. "
"Lang... cobalah mengerti bagaimana perasaan Kevin. Aku telah membohonginya..."
"Selama ini kamu juga membohongiku.. bertahun tahun kamu membohongiku, menyimpan fakta tentang putraku. Apa kamu tak pernah merasa bersalah juga atas apa yang kamu lakukan padaku.. "
"Lang...aku minta maaf"
"Apa kamu pikir dengan kata maaf dapat mengembalikan waktu ku yang terbuang untuk melihat dan bersama anakku selama ini. Pelangi.. dari pertama aku melakukan kesalahan padamu.. aku sudah ingin bertanggung jawab, tapi kamu yang menolaknya.. apa itu salahku sehingga kamu tega memisahkan aku dengan anakku selama ini."
"Lang.. aku benar benar minta maaf.. aku tak punya pilihan lain, selain bersembunyi darimu saat itu.. "
"Mengapa kamu bersembunyi... kamu mau bersembunyi dari siapa. Apa benar yang aku pikirkan selama ini, jika mama aku ikut terlibat dalam pelarianmu"
"Lang.. aku mohon.. jangan paksa aku untuk menceritakan apa yang pernah aku alami dulu, aku sudah melupakan semuanya.. "
"Kalau memang kamu ingin mencari Kevin.. aku akan mengantarmu,aku tak akan mengganggu pembicaraan antara kamu dan Kevin..."
"Lang.. aku tak mau semuanya bertambah sulit dan runyam jika kamu ikut denganku.. "
"Aku hanya ingin mengantarmu...Aku tak akan membiarkan kamu pergi sendirian. Akan lebih cepat mencarinya menggunakan mobilku dari pada kamu harus naik turun taksi"
"Baiklah Lang... tapi kamu harus janji membiarkan aku bicara berdua jika aku bertemu Kevin nantinya"
"Oke.. sekarang kamu bersiaplah, aku juga harus bersiap siap. Pakai sedikit riasan dimatamu untuk menutupi mata sembabmu itu"
Langit melangkah keluar dari apartemen Pelangi setelah mengucapkan itu.
__ADS_1
********************
Terima kasih.. untuk semua pembaca setia novel ini. Mampir ya ke novel terbaru aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU