
Pelangi pulang diantar sama Indra asistennya Langit. Sampai diapartemen Pelangi langsung memasak, dan membersihkan rumah.
"Daddy kemana bunda... mengapa nggak pulang dengan kita"tanya Bumi
"Daddy ada keperluan... jadi nggak bisa pulang bareng.. Bumi belum mengantuk.. sudah jam sembilan loh"
"Aku mau tunggu daddy.. biasanya daddy mengajak aku ke apartemen nya. Aku lihat daddy dulu ya bunda... apa sudah pulang"Bumi berlari keluar dari apartemennya.
Sampai diapartemen Langit ia memencet bel... sudah lama tapi tak ada sahutan.
"Sayang... daddy pasti belum pulang. Kamu tidur saja ya.. besok daddy pasti menemui kamu"
"Bunda... aku rindu om Kevin. ...kalau om Kevin selalu mengantar aku pulang.. "
"Sayang....om Kevin pasti juga merindukanmu... sekarang tidur lagi ya"
Bumi kembali masuk ke apartemen dan langsung menuju kamarnya.
Pelangi mengusap punggung Bumi sampai ia tertidur. Pelangi hampir saja memejamkan mata ketika ia mendengar bel apartemen nya berbunyi.
"Siapa malam malam begini bertemu... aku rasa aku tak pernah memberi alamatku pada siapapun. Apa mungkin Langit.. "
Pelangi melihat dari kamera siapa yang bertamu. Ia keget melihat Langit yang sedang memeluk Shinta dalam keadaan mabuk.
"Shinta.. ini bukan apartemenku... disebelahnya baru apartemenku.... "ucap Langit memapah Shinta yang tampak sangat mabuk berat
"Oh.. aku kira kita sudah sampai.. Lang"
Pelangi tidak jadi membuka pintu apartemennya... ia kembali masuk ke kamar Bumi dan memeluk tubuh putranya.
"Sayang... untung kamu nggak melihat daddy mu yang membawa wanita menginap di apartemen nya... dalam keadaan mabuk lagi. Langit... aku kira kamu sudah meninggalkan kebiasaan kamu minum alkohol.. bagaimana kamu bisa menjadi ayah yang baik jika sikapmu belum berubah"
Sementara itu diapartemennya Langit membawa Shinta ke kamar tamu.
"Ini pakai piyamaku buat tidurmu... mandilah dulu sebelum tidur, aku juga mau tidur"ucap Langit dan melangkah keluar dari kamar tamu itu.
"Lang...aku mau kamu menemani aku tidur disini"
"Kita bukan suami istri.. "
"Hanya tidur saja Lang..."ucap Shinta dan mendekat kearah Langit yang sudah berdiri dipintu.
"Perlu kamu tahu Shinta... walau pun aku lelaki brengs*k...tapi aku tak akan meniduri wanita dalam keadaan aku sadar.. cukup sekali aku pernah melakukan itu dan itu sudah menjadi penyesalan bagiku sampai saat ini. Kamu wanita... seharusnya kamu tidak boleh mengajak pria buat tidur bersamamu... karena yang akan rugi nanti dirimu sendiri... Tidurlah. Jangan pernah mabuk lagi.. "
"Lang...aku mencintaimu... aku rela menyerahkan semuanya buatmu...aku tak akan menyesal nantinya.. "
"Sudahlah Shinta... kamu mabuk."
Langit melangkah meninggalkan Shinta dan masuk ke kamarnya lalu menguncinya. Ia tak mau Shinta mengganggu dirinya lagi.
"Apa tadi Pelangi melihatku dengan Shinta.. moga saja ia tadi sudah tidur dan tak melihatku. Bumi sudah tidur belum ya... belum satu hari nggak bertemu.. aku sudah kangen dengan anakku.. seandainya Pelangi mau menjadi istriku pasti akan sangat menyenangkan setiap bangun tidur yang pertama aku lihat wajahnya dan wajah Bumi"
Keesokan harinya... sehabis sholat subuh Pelangi membangunkan Bumi.
__ADS_1
"Sayang.. kita pergi ke Jakarta ya pagi ini"
"Mau bertemu om Kevin ya bunda.. "ucap Bumi riang.
"Bukan.. kita akan ke panti asuhan tempat bunda dibesarkan"
"Om Kevin ada di Jakarta juga kan bunda.. "
"Ya... tapi kita bukan mau menemui om Kevin.. kita hanya ingin bertemu adik adik bunda"
"Baiklah bunda... aku mandi dulu"
Setelah Bumi mandi, Pelangi segera meninggalkan apartemennya.. ia ingin menginap dipanti,entah mengapa ia pengin sekali menginap di panti.
Pelangi juga tak ingin Bumi nantinya datang keapartemen Langit dan melihat ada wanita yang menginap disana.
"Bunda... apa kita tak pamit dulu sama daddy"
"Nggak perlu sayang.. daddy pasti masih tidur... masih capek"
Mereka pergi dengan menggunakan bus ke Jakarta. Siang harinya mereka telah sampai di panti.
"Assalamualaikum... "ucap Pelangi dengan senang hati.
"Waalaikumsalam.. Kak Pelangi"ucap Mawar begitu melihat Pelangi
"Kak Pelangi... silakan masuk Kak.. ini siapa.. yang ganteng ini.. "
"Aku Kaindra Bumi Arkana biasa di panggil Bumi.. aku anak bunda.. "ucap Bumi
Pelangi langsung cerita banyak hal... dengan mawar dan melati. Di sini hanya tinggal enam orang anak panti. Dan yang lain sudah pada memiliki keluarga baru.
"Oh ya Kak Pelangi.. ada ibu ibu yang sudah beberapa kali datang menanyakan tentang bunda dan anak panti yang lahir kira kira 27 tahun lalu.. aku bilang cuma ada satu orang yang lahir ditahun itu.. dan ia ngotot ingin bertemu dan meminta nomor Kak Pelangi, tapi aku nggak berani memberi nomor kakak tanpa izin"
"Jika ibu itu datang lagi berikan saja nomor kakak, siapa tahu ia kenalan bunda.. "
"Baiklah Kak... "
Setelah makan siang.. Pelangi dan adik adik panti yang lain pergi kepusat perbelanjaan dan hiburan.
Mereka menghabiskan waktu sampai malam menjelang. Pulang ke panti langsung tidur karena kecapean.
Shinta sudah pulang sejak sore hari.. dengan ancaman Langit, akhirnya ia mau kembali ke Jakarta.
Setelah Shinta pulang Langit langsung menuju apartemen Pelangi.. setelah membunyikan bel beberapa lama tak terdengar sahutan dari dalam, Langit akhirnya masuk. Ia memang mengetahui kode masuk nya.. tapi ia menghormati Pelangi dengan membunyikan bel terlebih dahulu sebelum masuk.
"Kemana Pelangi dan Bumi pergi.. mengapa Pelangi mematikan ponselnya.. Awas saja kalau kau berani membawa kabur Bumi lagi dariku"
Setelah malam menjelang, Pelangi tak kunjung pulang.. Langit menjadi sangat cemas. Ia menghubungi Indra buat mencari tahu kemana perginya Pelangi.
Pagi harinya Pelangi langsung kembali ke Cirebon, ia tak mau nanti kemalaman dijalan.
Langit sudah mengetahui dari Indra jika Pelangi pergi ke Jakarta. Ia sengaja menunggu Pelangi di dalam apartemennya.
__ADS_1
Pelangi yang menggendong Bumi tampak kesulitan memasuki apartemen , karena ia juga harus menjinjing tas pakaiannya.
"Dari mana saja kamu... "ucap Langit begitu Pelangi menginjak kakinya di dalam apartemen.
"Langit... buat aku kaget saja.. "ucap Pelangi, kaget melihat Langit yang sedang duduk di sofa
"Mangapa pergi tanpa pamit.. "
"Mengapa aku harus pamit denganmu Lang.."ucap Pelangi dan masuk kamar Bumi menidurkannya dikasur.
Langit yang mendengar jawaban Pelangi tersulut emosinya,ia mengikuti Bumi dan setelah Bumi ditidurkan dikasurnya.. Langit langsung menarik pergelangan tangan Pelangi, membawanya keluar kamar.
"Lepas Lang... sakit"ucap Pelangi meringis
"Kamu selalu membuat aku emosi.. Apa sulitnya mengatakan padaku kemana kamu pergi "
"Lang... aku sudah terbiasa hidup berdua dengan Bumi.. tidak ada orang yang harus aku beritahu tentang kepergianku"
"Mulai saat ini aku mau kemana pun kamu pergi dan dengan siapa kamu pergi, kamu harus minta izin aku dan pamit padaku "
"Lang... kita ini bukan siapa siapa... mengapa aku harus minta izin padamu kemana aku pergi.. apakah kamu juga mengatakan padaku kemana kamu pergi.. Lang... kita hanya terikat karena Bumi... jadi aku minta selain keperluan Bumi, kamu tidak berhak tahu apapun yang aku lakukan.. "
"Kamu marah karena aku pergi dengan Shinta kemarin"
"Aku tak ada hak buat marah.. ia tunanganmu... calon istrimu, kemanapun kamu pergi ya terserah kamu"
"Dengar baik baik Pelangi... aku kemarin hanya pergi makan dan minum.. Shinta mabuk, nggak mungkin aku membiarkan ia menginap di hotel.Jika nanti terjadi sesuatu dengannya aku juga ikut bertanggung jawab"
"Aku tak memerlukan penjelasan darimu..karena aku juga bukan siapa siapa "ucap Pelangi sedikit ketus
Langit tahu pasti saat ini Pelangi sedang marah dan cemburu.
Langit tiba tiba mendorong tubuh Pelangi ke sofa dan mengurung dengan tubuhnya.
"Kamu mau apa... jangan macam macam"ucap Pelangi takut dan mencoba mendorong tubuh Langit yang berada diatas tubuhnya. Tapi ternyata tenaganya tak bisa melawan tenaga Langit.
"Mengapa kamu selalu menguji kesabaranku... Pelangi"ucap Langit semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Pelangi. Pelangi langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Daddy... bunda.. mau apa.. "ucap Bumi yang ternyata terbangun mendengar pertengkaran mereka.
Langit langsung bangun dari tubuh Pelangi yang dikurungnya.
*********************
Terima kasih buat pembaca setia novel ini.
Mampir ya di novel terbaru aku yang berjudul
SAHABATKU MADUKU
Yang mengisahkan tentang pengkhianatan seorang suami dengan sahabatnya sendiri.
Melati tak pernah mengira sahabatnya Lani yang telah dianggap seperti saudara sendiri tega mengkhianati nya dengan menikah secara diam diam sama suaminya.
__ADS_1
Ikuti kisah sedih yang dialami Melati