ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 47.


__ADS_3

Setelah selesai makan malam Pelangi duduk diruang tamu sambil menonton televisi. Kadang kadang masih tampak Pelangi meringis menahan sakit perutnya.


Pelangi ingin beranjak ke kamar ketika Langit muncul sehabis mandi.


"Temani aku duduk sambil menonton sebentar,apa kamu keberatan "ucap Langit sambil mendudukan dirinya disofa


"Aku temani sebentar saja ya.. Lang"ujar Pelangi dan duduk kembali. Ia melegakan bantal kursi diperutnya untuk menahan sakit.


"Masih terasa sakitnya.. "


"Sedikit... "


"Apa setiap bulan ketika haid kamu sakit begini"


"Terkadang lebih parah lagi Lang.. ini masih mendingan"


Langit mendekatkan duduknya, lebih merapat ke Pelangi. Ia mengambil bantal yang menutupi perut Pelangi dan mengusapnya.


"Pasti akan terasa sedikit agak enakan kalau diusap begini....iya kan. "


Pelangi menganggukkan kepalanya. Langit lalu membawa kepala Pelangi bersandar dibahunya.


"Angi.... cobalah kamu pikirkan lagi.. aku ingin hidup bersama dengan mu dan Bumi selamanya"


"Tapi Lang... kamu masih berstatus tunangan dengan Shinta.. aku nggak mau nanti di katakan perebut tunangan orang.. "


"Aku akan selesaikan dulu pertunangan aku dengan Shinta, barulah kita menikah.. "


"Bagaimana dengan mas Kevin... Lang"


"Dengan menikah atau pun tidak... Kevin tetap keluarga kamu.. karena ia sepupu aku"


"Kevin terlalu baik, ia yang selalu ada saat aku membutuhkan.. "


"Kita akan bicarakan semuanya secara baik baik.. Agar tak ada hati yang terluka.. "


"Lang... aku mau menikah denganmu setelah kamu memutuskan pertunangan kamu dan juga setelah kamu dapat meyakinkan kedua orang tuamu untuk menerima aku"


"Jika semua dapat aku lakukan.. kamu mau menikah denganku.. "


Pelangi menganggukkan kepalanya. Langit tersenyum melihatnya dan memeluk bahu Pelangi sambil tangan kirinya tetap mengusap perut Pelangi. Karena merasakan kenyamanan saat perutnya diusap Langit Pelangi akhirnya tertidur dengan kepala yang bersandar dibahu Langit.


Langit memandangi wajah Pelangi yang tertidur. Ia memiringkan duduknya agar leluasa memandangi wajah Pelangi.


Langit sudah tak bisa menahan lagi, ia akhirnya mengecup bibir merah Pelangi. Karena Pelangi tak ada reaksi masih tetap terlelap, Langit menggigit bibir Pelangi membuat ia terkejut dan sedikit membuka mulutnya.


Langit langsung melum*t bibir Pelangi dengan rakusnya. Ia memasukan lidahnya ke dalam rongga mulut Pelangi.


Pelangi yang hanya diam saja tak membalas lum*tannya,membuat Langit gemas, ia menggigit kecil lidah Pelangi.


"Bernafas Angi... jangan ditahan. Balas lum*tanku.."ucap Langit dan kembali memulai kegiatannya.


Kali ini Pelangi mulai sedikit membalasnya, walau masih malu malu, Langit lalu memegang tengkuk Pelangi,agar ciuman nya bisa makin dalam.


Setelah merasakan Pelangi yang mulai sesak, Langit melepaskan pagutan mereka. Pelangi langsung menyembunyikan wajahnya didada Langit.

__ADS_1


"Mengapa... malu ya.. "ucap Langit menggoda


Pelangi tanpa sadar makin menenggelamkan kepalanya didada Langit. Hal ini membuat Langit makin senang... ia lalu membawa Pelangi kedalam pelukannya.


"Angi... aku sangat mencintaimu... aku ingin menjadi lelaki pertama dan terakhir dalam hidupmu"ucap Langit sambil mengecup kepala Pelangi.


Langit tahu dari cara Pelangi membalas ciumannya,Pelangi tak pernah melakukan itu, ia sangat amatir. Tapi itu membuat ia merasa sangat senang, berarti Pelangi hanya melakukan dengannya saja.


"Mau diulang lagi.. "ucap Langit melihat Pelangi yang masih malu


"Nggak ah.. aku mau tidur"ucap Pelangi dan melepaskan dirinya dari pelukan Langit lalu berjalan dengan cepat menuju kamar.


Langit melihatnya dengan tersenyum...


"Pelangi... walau usia mu diatas diriku, tapi kamu masih tampak seperti remaja.. kamu belum berpengalaman dalam bercinta... aku tahu kamu hanya pernah melakukannya denganku... aku sangat mencintai dan menyayangi kamu... "


Pelangi mencoba memejamkan matanya,ia masih terbayang kejadian tadi.


"Gila.. Gila... benar benar gila... mengapa aku tadi membalasnya.. apa yang aku lakukan. Aku sangat malu.. "


Langit tidur di sofa. Ia tertidur sudah menjelang subuh, ia masih membayangkan kejadian tadi.


Ketika pagi menjelang, Bumi dan Pelangi telah selesai mandi ,tapi Langit masih tertidur dengan lelapnya.


"Daddy... daddy bangun"ucap Bumi sambil mengguncang tubuh Langit.


"Bumi.. Memangnya sudah pagi ya sayang"ucap Langit dengan mata yang masih tampak mengantuk


"Sudah daddy... aku mau sarapan daddy.. aku lapar..."


"Bunda nggak pesan makanan ya buat kamu"


Langit bangun dari tidurnya dan menuju ke meja telepon hotel. Ia memesan sarapan nasi goreng seafood kesukaan Bumi.


Sementara pesanan datang, Langit pergi mandi.


###################


Setelah puas berjalan dikota Bandung, sore harinya barulah mereka pulang. Sepanjang perjalanan tampak wajah Langit yang ceria. Ia selalu tampak tersenyum.


"Lang... nyetir tuh harus konsentrasi.. jangan pandangan kamu ke aku terus"ujar Pelangi


"Habis sayang jika ada pemandangan indah didekat kita didiamin aja"


"Gombal.... "


"Tapi kamu suka kan aku gombalin"


Pelangi memajukan bibirnya, menjawab perkataan Langit.


"Napa bibirnya dimajuin gitu. Pengin lagi.. ntar ya.. aku lagi nyetir sekarang "


"Lang.. jangan bercanda saja... pandangan ke depan tuh.. "


Langit mengusap pucuk kepala Pelangi

__ADS_1


"Ya... sayang.. kamu takut ya mati.. karena belum menikah denganku "


"Kamu tuh pikiran nya nikah melulu... "


"Siapa bilang pikiran aku nikah melulu... yang benar pikiran aku tuh pengin kawin denganmu.. .. "


"Langit... mesum banget sih"


Langit tertawa dengan kerasnya. Pelangi lalu mencubit pinggang Langit..


"Tertawa nya gede banget.. nanti Bumi terbangun "


"Kamu sudah mulai genit ya... "


Pelangi jadi malu dan memandang kesamping, memandangi jalanan. Sepanjang jalan mereka hanya diam.


Sampai di apartemen mereka hari sudah menjelang malam. Langit menggendong Bumi dan meletakkan di kasur.


"Aku mandi dulu, nanti biar aku yang pesan makan malam nya... Mandi sana.. biar tambah wangi"ucap Langit sambil kembali mengusap kepala Pelangi.


Langit kembali ke apartemen Pelangi setelah ia selesai mandi. Ia memesan makanan.


Sementara menunggu makanan datang, Pelangi membersihkan rumahnya yang sudah dua hari di tinggalnya.


Pelangi duduk di samping Langit sambil bermain ponsel. Ia mengirim pesan buat Kevin..


"Selamat malam mas... Apa kabar mas.. apa mas masih marah denganku. Maafkan aku ya mas. Aku harap mas tidak memutuskan komunikasi denganku.. Karena bagiku mas tetap om terbaik buat Bumi.. "


Pelangi mengirimkan pesan, dan terlihat pesan telah di baca. Pelangi menunggu jawaban dari Kevin sambil membolak balikan ponselnya.


"Kirim pesan dengan siapa sih... gelisah amat menunggu balasannya.. "tanya Langit penasaran.


"Dengan mas Kevin... Lang"


"Pantasan menunggunya nggak sabaran"ucapnya sedikit cemburu


Terdengar bunyi tanda pesan masuk, Pelangi langsung membacanya


"Pelangi... apa yang kamu harapkan jawaban dariku.. aku tak mungkin berkata kalau keadaan aku saat ini baik baik saja.. karena itu semua bohong.. Dan aku juga tidak mungkin mengatakan jika saat ini hatiku hancur.. karena kamu juga tak bisa membantu memulihkan sakit nya. Aku selalu berharap semua yang terjadi kemarin adalah mimpi belaka... aku masih belum percaya atas semua yang terjadi. Mungkin untuk saat ini berjauhan darimu jalan terbaik, sampai aku bisa mengobati luka hatiku"


Pelangi ingin membalas pesan itu, tapi ponselnya dirampas Langit.


"Pelangi.. ini makanannya telah sampai.. makan dulu baru main ponsel. Nanti keburu dingin. Kamu bangunkan Bumi ya.. . "


"Lang... sini ponselnya.. aku balas satu kali ini saja"


"Nanti saja... sekarang makan dulu"


Pelangi akhirnya mengalah dan masuk ke kamar Bumi, ingin membangunkan anaknya.


Setelah makan Pelangi kembali membalas pesan Kevin..


"Mas aku mengerti rasa kecewa kamu padaku. Aku akan memberi waktu untuk kamu mengobati sakit hatimu. Tapi aku harap itu tak akan lama. Aku selalu mendoakan semua yang terbaik untukmu.. kamu berhak mendapatkan yang terbaik. Salam dari Bumi untuk om terbaik dan tersayang..."


Setelah mengirim pesan buat Kevin, Pelangi kembali duduk menonton televisi bersama Langit dan Bumi

__ADS_1


******************


Terima kasih banyak buat semua pembaca setia novel ini.


__ADS_2