ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab Delapan puluh Tujuh


__ADS_3

Sudah hampir enam bulan Shinta dan Dion menjalin hubungan tanpa status. Karena Shinta yang belum juga memberikan kejelasan tentang status hubungan mereka.


Shinta ingin melihat seberapa seriusnya Dion pada dirinya. Ia tak ingin terjebak lagi. Ia tak ingin jatuh cinta pada lelaki yang salah lagi.


Dion sering berkunjung kerumah Shinta , terkadang hanya sekedar mengobrol bersama papa dan mama. Ia tak peduli jika Shinta tak ada.


Malam ini seperti biasa setelah selesai makan malam, Shinta bersama ke dua orang tuanya menonton televisi di ruang keluarga.


"Sayang, kamu nggak ada niat untuk berhubungan serius dengan Dion, nak"ucap ibu pelan dan hati hati. Ia tak ingin Shinta menjadi risih dengan pertanyaan yang hampir sama beberapa bulan belakangan ini.


"Ma, siapa yang tak mau berhubungan serius. Aku bukan anak remaja lagi ,yang berhubungan hanya sekedar buat bersenang senang. Tapi aku harus yakin dulu dengan pilihanku baru bisa aja melanjutkan ke hal yang lebih serius"


"Apa lagi yang membuat kamu kurang yakin dengan Dion"tanya papa


"Nggak ada pa, aku sudah yakin dengan pilihanku kali ini. Aku hanya menunggu Dion melamarku. Sejak ia meminta aku menjadi kekasihnya dan aku menolaknya , ia tak pernah lagi mengungkapnya. Aku sebagai wanita nggak mungkin menyatakan perasaan aku pertama kali"


"Jadi kamu menunggu aku melamarmu..."ucap Dion mengagetkan Shinta dan kedua orang tua nya. Mereka tak menyadari kehadiran Dion.


"Sejak kapan kamu berdiri di situ"tanya Shinta dengan muka merah menahan malu.


"Sejak kamu dan calon mertuaku mulai membahas diriku yang ganteng, baik hati dan tidak sombong ini"

__ADS_1


"Narsis banget sih"


"Tapi kamu sukakan"ucap Dion dan duduk di samping Shinta.


Shinta memandangi Dion intens. Ia heran mengapa Dion bisa sesantai ini menghadapi kedua orang tuanya.


"Kenapa memandang aku seperti itu, terpana dengan ketampananku"


"Narsis banget sih jadi orang"


Papa dan Mama tersenyum melihat Dion dan Shinta yang terus berdebat.


"Ma, aku datang nggak membawa apa apa cuma bermodalkan cinta dan ketulusanku buat melamar putri papa dan mama buat aku jafikan istri, jika papa dan mama meresrui aku akan segera membawa kedua orang tuaku buat melamar resmi"


"Bagaimana Shinta, maukah kamu menjadi istriku"


Shinta hanya mengangguk dengan malu. Ia baru kali ini di lamar oleh seorang pria. Ketika dengan Langit, orang tuanya yang datang melamar Langit.


############


Seminggu setelah malam itu kedua orang tua Dion datang melamar secara resmi Shinta buat Dion.

__ADS_1


Bulan depan ditetapkan sebagai hari pernikahan Dion dan Shinta. Semua persiapan pernikahan diserahkan pada EO untuk mengurusnya.


Pelangi dan Langit juga tampak antusias mempersiapkan pernikahan Shinta dan Dion.


Pesta pernikahan dilangsungkan dengan sangat meriah. Walau Shinta bukan anak kandungnya tapi papa dan mama Pelangi menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri.


Sepanjang koridor menuju tempat pesta banyak terpajang foto prewedding Dion dan Shinta. Tampak raut bahagia di wajah mereka.





Dion dan Shinta tampak menyambut para tamu undangan dengan senyum yang terus mengembang dari bibir keduanya.


Papa dan mama juga tampak sangat bahagia. Akhirnya kedua putrinya bisa mendapatkan jodoh pria yang sangat baik dan mencintai putri putrinya. Ia merasa tak perlu cemas lagi jika suatu hari harus pergi meninggalkan kedua putrinya karena sudah ada yang menjaganya.


End


***********************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2