
Papa dan Mama Pelangi pamit,ia ingin memberi waktu buat Langit.
"Pelangi... mama mau keluar dulu ya.. duduk bersama para tamu. Nanti atau besok mama ingin bicara denganmu lagi. Bolehkan.. "
"Tentu ma... mengapa tak boleh"
"Papa juga pamit.. "
"Ya.. Pa.. "
Langit langsung menangkup wajah Pelangi begitu kedua orang tuanya pergi.
"Cantik banget sih.. aku sudah nggak sabar pengin menyentuh bibir ini dari tadi ketika melihat kamu.. "ucap Langit ingin mencium bibir Pelangi.
"Jangan dulu Lang... masih banyak tamu. Aku juga belum menemui para tamu... "ucap Pelangi mendorong wajah Langit
"Tapi nanti awas ya kalau masih menolak... Tadi aku lihat Kevin datang bersama tante Mitha"
"Apaa Lang.. jadi tante datang ya.. aku belum menemuinya. Aku tak mau dikira sombong"ucap Pelangi dan langsung berdiri.
Karena ingin cepat ia menginjak pakaiannya dan membuat Pelangi jatuh menimpa Langit.
Langit langsung memeluk tubuh Pelangi sambil berbisik
"Kamu terjatuh diatas tubuhku dengan pakaian lengkap saja sudah membangunkan junior ku.. apalagi tanpa pakaian nanti "
"Langit... pikirannya mesum aja"
"Tentu saja.. aku sudah lama menantikan ini"ucapnya sedikit meremas bokong Pelangi
"Langit... jangan macam macam ah"ucap Pelangi dan bangun dari tubuh Langit
"Wajahmu memerah hanya dengan aku sentuh begitu.. "goda Langit
"Langit... "teriak Pelangi tanpa sadar
"Jangan teriak sayang... nanti orang mengira kita lagi ngapain"
"Kamu ngeselin juga.. "lirih Pelangi sambil keluar kamar. Langit tersenyum melihat Pelangi yang kesal. Ia menyusul Pelangi dan menggandeng tangannya.
"Jangan jalan sendiri, nanti orang akan bergosip. Masa baru nikah sudah jalan sendiri sendiri"
Pelangi dan Langit menghampiri tante Mitha mama nya Kevin dan juga Kevin yang sedang menyantap makanan bersama papi Andi dan mami Merry.
"Selamat siang tante... "ucap Pelangi dan langsung memeluk tante Mitha
Tante Mitha menangis sambil memeluk Pelangi.
"Pelangi... selamat ya sayang atas pernikahan kamu. Tante harap kamu selalu bahagia. Walau tante dulu sangat berharap kamu menjadi menantu tante, tapi tante turut bahagia juga atas pernikahan kamu ini. Langit.. tante harap kamu dapat membahagiakan Pelangi.. karena tante tahu bagaimana perjuangan nya membesarkan Bumi dari cerita Kevin dan Pelangi"
"Ya.. tanya aku janji akan membahagiakan Pelangi dan terima kasih atas doa tante"
"Mas Andi..dan mbak Merry.. kamu beruntung mendapatkan menantu sebaik Pelangi.. jangan pernah menyakiti atau menyinggung perasaan nya... "ucap tante Mitha karena ia juga sudah tahu tentang Merry yang tak menyukai Pelangi
__ADS_1
"Jangan takut Mitha.. mas pasti akan membuat menantu mas bahagia.. dan menganggapnya seperti anak sendiri. Lagi pula ia selama ini telah membesarkan cucu mas dengan baik... "
"Mana Bumi nya.. pi"
"Bersama mama dan papa Pelangi.. "
"Jadi orang tua kandung Pelangi pak Dodi.. pengusaha real estate yang terkenal itu ya"tanya Tante Mitha
"Ya.. Mitha"
"Oh... apakah karena itu mbak setuju pernikahan ini.. karena pada akhirnya besan Mbak juga pak Dodi"
"Mama... "ucap Kevin tak enak hati
"Tante.. apa sudah makan.. mau saya temani makan"ucap Pelangi menengahi, ia tak mau nanti pembicaraan ini memanas
"Boleh sayang... Langit.. tante boleh pinjam Pelangi kan... "
"Boleh tante"
"Kevin... ayo kita makan di meja sana saja bersama Pelangi dan Bumi. Langit kamu mau ikutan kami makan disana"
"Apa tante nggak keberatan aku ikutan gabung"
"Mana mungkin tante keberatan.. ini acara kamu, tuan rumahnya kamu.. "
Mereka semua mengambil hidangan sesuai selera dan duduk di meja depan.
"Pelangi... walau kamu nggak jadi menantu tante, tapi kamu sekarang ponakan tante juga karena kamu istrinya Langit.. jadi tante harap siraturahmi antara kita jangan terputus. Tante harap kamu masih mau mengunjungi tante dirumah"
"Vanya Ada keperluan tadi... "jawab Kevin
"Mas Kevin mengajak Vanya juga kan... "
"Tentu saja Pelangi"
"Vanya nggak mau tadi tante ajak"
"Mama... "ucap Kevin
"Kenapa nggak mau Tante"tanya Langit
"Ia tak akan sanggup melihat kamu duduk bersanding dengan Langit karena ia sangat mengharapkan kamu menjadi kakak iparnya. Ia takut nanti akan menangis dan marah.. "
"Tante maaf.. tolong sampaikan maafku pada Vanya"
"Nggak apa Pelangi.. ini bukan salah kamu"
Langit hanya terdiam mendengar perkataan tante Mitha. Ia tak mengira semua keluarga Kevin begitu mengharapkan Pelangi menjadi bagian dari keluarganya.
Bumi yang melihat Kevin dan daddy nya langsung berlari kearah mereka. Langit sudah senyum dari jauh melihat Bumi berlari, tapi begitu dekat Bumi bukan menghampirinya tapi Kevin..
"Om Kevin.. Bumi mau makan juga"rengeknya
__ADS_1
Senyum di wajah Langit langsung memudar melihat itu semua. Pelangi yang menyadari perubahan itu langsung menggenggam tangan Langit di bawah meja dan mengelusnya.
Langit akhirnya kembali tersenyum ke arah Pelangi.
"Langit... kamu nggak boleh cemburu. karena bagaimanapun Bumi lebih lama mengenal Kevin dari pada kamu. Kamu jauh lebih beruntung, karena Bumi adalah putra kandung kamu.. kamu masih banyak waktu buat merebut hatinya. Lagi pula Pelangi dan Bumi adalah milikmu seutuhnya.. jadi kamu nggak boleh cemburu lagi... "
"Sayang... jangan ganggu om Kevin makan.. sini makan dengan bunda "ujar Pelangi
"Nggak apa Pelangi.. Bumi tak mengganggu kok. Lagi pula Aku senang menyuapi Bumi"
"Bumi.. sayang ya dengan om Kevin.. "ujar Tante Mitha
"Ya Oma... "
"Kalau sama Oma sayang juga nggak "
"Tentu saja sayang Oma.. sekarang Bumi banyak Oma nya.. ada Oma merry dan juga Oma Yeni"
"Wah.. berarti banyak dong saingan Oma.. "
"Tapi Bumi tetap sayang dengan Oma"
"Oh ya.. kapan main ke rumah Oma lagi.. aunty Vanya sudah kangen"
"Daddy... Bumi boleh main kerumah Oma "
"Boleh sayang.. nanti dengan daddy dan bunda ya.. "
"Hore.. mau ketemu aunty Vanya.. "ucap Bumi girang
Setelah sore.. Tante Mitha dan Kevin pamit ingin pulang.
"Selamat ya Lang...Pelangi. Langit semoga kamu dapat membuat Pelangi selalu tersenyum dan bahagia.. jika aku mendengar kamu membuat air mata Pelangi jatuh.. jangan salahkan jika aku yang akan menhapusnya dan membawa ia pergi jauh"
"Kamu jangan takut.. aku akan membuat ia selalu tersenyum dan tak akan pernah mengenal yang namanya kesedihan dan air mata."
"Semoga tidak ada yang menjadi pengganggu lagi dalam hubungan kalian dan semoga bahagia sampai menua"ujar Kevin lagi
"Mas.. terima kasih atas semua yang pernah mas lakukan buat aku dan Bumi.. "
"Sama sama Pelangi.. jangan pernah menangis lagi.. "
"Ya mas.. salam buat Vanya"
"Tante.. terima kasih.. "ucap pelangi menghampiri tante Mitha.
"Sama sama. Sekali lagi selamat ya atas pernikahan kamu.. Tante pamit dulu. Langit tante pamit dulu.. "
"Hati hati tante "ucap Langit dan Pelangi serempak.
Mereka melepaskan kepergian Kevin dan tante Mitha sampai mobilnya menghilang dari pandangan.
***************************
__ADS_1
Terima kasih banyak untuk semua pembaca setia novel ini. Beri dukungannya berupa like, koment dan vote