
Empat tahun kemudian...
Saat ini usia Bumi sudah menginjak tiga tahun empat bulan. Wajahnya semakin tampak mirip dengan Langit. Setiap Bumi tidur, Pelangi akan menangis melihat wajah anaknya,karena ia pasti akan teringat akan Langit.
Langit saat ini telah menamatkan kuliahnya. Setelah selesai wisuda ia menggantikan papinya untuk memimpin perusahaan.
Sejak setahun yang lalu, Pelangi selalu bertukar kabar dengan Melati. Ia memberi nomor ponselnya kepada Melati, dan meminta Melati menyimpannya tanpa satu orangpun tahu termasuk bunda.
Pelangi tak ingin dirinya akan tergoda kembali ke panti jika mendengar suara bunda. Walau dalam hati kecilnya ia sangat merindukan mendengar suara bunda.
Ibu Reni sudah tak menjadi kepala sekolah lagi. Pelangi juga tak mengajar lagi. Pagi hari sampai sore ia bekerja sebagai sekretaris disalah satu perusahaan di kota cirebon.
Bumi dititipkan dengan tetangga jika Pelangi bekerja. Kebutuhan hidup yang semakin besar membuat Pelangi harus bekerja di kantor kembali. Karena gaji dari honor guru tak mencukupi. Pelangi tetap menjadi guru les di malam hari. Beruntung Bumi anaknya pintar dan tak rewel. Terkadang Pelangi membawa Bumi ke kantor . Pimpinan perusahaan dimana Pelangi bekerja seorang lelaki muda yang sangat tampan. Ia sangat baik terhadap Pelangi.
Pagi hari ini seperti biasa Pelangi pergi bekerja, kali ini ia membawa serta Bumi.
"Selamat Pagi pak Kevin.. "ucap Pelangi memasuki ruang pimpinannya. Pelangi meletakan kopi buat pak Kevin.
"Selamat pagi Pelangi... Eh ada si ganteng.. selamat pagi Bumi"
"Selamat pagi om kevin"ucap Bumi penuh semangat.
"Sudah beberapa hari ini om nggak ngelihat Bumi, jadi kangen oom nih"Kevin berjongkok dihadapan Bumi.
"Bumi juga kangen dengan om... "
"Kalau kangen om mengapa nggak ikut bunda ke kantor"
"Bunda tak boleh om... kata bunda nanti Bumi mengganggu kerja bunda. Padahal Bumi bisa bermain sendirikan om"
"Iya... Bumi kan anak yang pintar... besok biar pm yang jemput Bumi jika bunda tak mau membawa Bumi"
"Janji ya om... "
"Iya om janji... tapi Bumi telepon om ya, biar om bisa langsung jemput"
"Oke om... oom memang baik. Bumi sayang banget sama om. "
"Pak Kevin jangan menjanjikan sesuatu dengan Bumi... nanti ia pasti menuntutnya"ucap Pelangi sambil bekerja.
"Saya pasti akan menjemputnya jika memang Bumi minta... kamu jangan takut"
"Tapi pak Kevin.. Bumi itu bisa mengganggu kerjaan bapak jika terus di bawa. Saya akan membawanya jika kerjaan sedikit seperti hari ini.. Bapak Kevin jangan terlalu manjain Bumi.. nanti ia jadi banyak menuntut, saya yang kesulitan memenuhinya "
"Kamu bisa minta saya untuk memenuhi permintaannya... bukankah saya yang telah berjanji"
"Bapak... bisa saja. Nggak mungkinlah saya meminta sama bapak.. Bumi kamu duduk disana. Jangan ganggu om Kevin dan bunda ya. Kamu sudah janji tadi kan. Kalau kamu mengganggu, bunda tak pernah membawamu lagi"
"Ya... bunda.. Bumi janji"ucap Bumi dan duduk disofa.
__ADS_1
Terdengar suara ponsel Pelangi dari dalam tasnya.. Pelangi melihat nama Melati yang menghubunginya.
"Assalamualaikum Melati ada apa dek... "
"Waalaikumsalam kak... kak Pelangi bunda... "
"Mengapa bunda dek... "
"Bunda kak... "
"Iya bunda kenapa... "
"Bunda telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya kak... "
"Innalilahi wainailaihi rojiun... kapan bunda pergi dek.. hiks.. hiks"Pelangi langsung menangis
"Tadi pagi kak"
"Kapan rencana dikuburkan dek... "
"Sore ini kak..."
"Kak Pelangi ingin menghadiri penguburan bunda dek... tunggu kakak.. kakak akan segera berangkat "
"Ya kak... semoga kak Pelangi selamat sampai disini tanpa ada halangan. "
"Ada apa Pelangi... mengapa kamu menangis, siapa yang menelpon"tanya pak Kevin beruntun
"Itu bunda yang menjaga dan membesarkan saya dari kecil pak, pimpinan panti tempat saya dibesarkan meninggal dan akan dikuburkan sore ini. Saya minta izin pak, untuk dapat menghadiri penguburannya"
"Dikota mana itu panti tempat kamu tinggal dulu... mau pakai apa kamu kesana"
"Di Jakarta pak. Saya naik bus saja pak... atau pakai taksi saya belum tahu. Saya mau mengantar Bumi dulu pulang. Karena nggak mungkin saya membawa Bumi"
"Jika kamu harus kembali dulu dan menggunakan bus kamu nggak akan sempat menghadiri pemakamannya.. biar saya yang mengantar"
"Nggak usah pak... saya nggak enak "
"Nggak apa apa Pelangi... kerjaan juga hari ini nggak ada yang pentingkan.. kamu juga bisa membawa Bumi.. biar Bumi bisa saya yang jaga nanti nya di pemakaman"
"Tapi pak... "
"Nggak ada tapi tapian.. ayo kita berangkat sekarang.. biar nanti kerjaan ini diselesaikan sama Farrel.. asisten saya"
"Tapi itu akan merepotkan bapak.. "
"Sudahlah... jangan banyak berpikir, jam terus bergerak. Nanti kamu bisa telat menghadiri pemakamannya... "
Akhirnya Pelangi bersedia pergi dengan pak Kevin. Sebesarnya Pelangi tidak enak hati pergi dengan pak Kevin, karena di kantor ini gosip mengenai hubungannya dengan pak Kevin terus terdengar, karyawan yang lain menyebarkan rumor kalau pak Kevin dan pelangi memiliki hubungan khusus lebih dari sekadar atasan dan bawahan.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Pelangi terus menangis. Bumi yang duduk di jok belakang berdiri mendekati bundanya..
"Bunda... mengapa menangis. Bumi tak jahatkan"
"Tidak Bumi... Bumi anak yang baik"Kevin yang menjawab.
"Tapi mengapa bunda terus menangis om.. apakah bunda sakit"
"Bunda juga tidak sakit... bunda cuma lagi sedih"
"Bunda sedih karena apa... "
"Bundanya dari bunda... meninggal. Jadi itu sebabnya bunda Bumi menangis "
"Meninggal itu apa om.. "
"Bumi... jangan banyak tanya dengan om.. nanti om tak konsentrasi menyetirnya"ucap Bunda..
"Bunda meninggal itu apa"Bumi mengulang pertanyaannya
"Meninggal itu berarti pergi selamanya, kita tak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi"
"Berarti ayah Bumi meninggal ya bunda... Bumi kan tak bisa bertemu ayah"
Kevin mendengar pertanyaan Bumi dengan seksama. Ia juga sudah lama ingin tahu keberadaan suaminya Pelangi. Tapi ia tak berani bertanya langsung..
"Ayahnya Bumi bukan meninggal nak"
"Tapi mengapa Bumi tak bisa bertemu dengannya bunda.. "
"Ia hanya pergi jauh... tapi bukan buat selamanya, suatu saat Bumi pasti bisa bertemu"ucap Pelangi pelan
"Tapi Bumi nggak mau bertemu ayah... karena ia jahat..."
"Bumi tak boleh berkata begitu.. "
"Tentu saja ayah jahat... mengapa ia pergi, tapi tak membawa Bumi dan bunda.. "
"Ayahmu punya alasan mengapa ia meninggalkan kita nak..hiks hiks"ucap Pelangi makin terisak.
"Pelangi... kamu yang tabah ya. Kita pasti bisa menghadiri pemakaman bundamu.. "ucap Kevin dan menggenggam tangan Pelangi .
"Terima kasih pak .."ucap Pelangi dan menarik tangannya agar terlepas dari genggaman kevin.
Pelangi kembali larut dengan pikirannya. Ia belum siap menginjakan kakinya dikota ini lagi. Kota dimana ia telah meninggalkan semua orang yang dicintainya ,kota yang menggores luka dihatinya.
****************************
Terima kasih buat semua yang membaca novel ini. Mampir juga ya dinovel aku yang lainnya... ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA
__ADS_1