
Sudah hampir satu bulan Pelangi tinggal di Bogor. Langit tak pernah mencoba menghubunginya. Ia takut Pelangi tak menerimanya.
Setiap malam Langit selalu pergi ke klub buat mabuk mabukan. Maminya sampai kewalahan jika ia sudah mabuk, karena Langit akan selalu marah marah dan memecahkan barang barang yang ada dirumah. Terkadang ia tak pulang kerumahnya, tapi tidur di kantor.
Langit kembali memimpin perusahaan yang di Jakarta. Ia belum pernah ke apartemen sejak Pelangi pergi dari villa. Entah mengapa hari ini ia ingin ke apartemen itu.
Ia menginjak kembali apartemen dan mrlihat ada surat.
"ini pasti dari Pelangi... "gumam Langit dan membuka surat itu.
"Lang... maaf aku dan Bumi harus pergi meninggalkan apartemen ini. Aku tak mungkin berada didekat kamu lagi.. bukan aku bermaksud menjauhkan Bumi darimu.. tapi ini mungkin ini yang terbaik buat kita saat ini. Tapi percayalah aku tak akan melupakan jika kamu daddy yang terbaik untuk Bumi, aku akan membuat Bumi selalu mengingatmu. Suatu saat aku yakin kamu dan Bumi pasti bertemu lagi. Jika kamu merindukan Bumi... hubungi lah Bumi.. aku tak akan melarang kamu untuk berbicara.. tapi untuk bertemu... mungkin saat ini aku belum bisa mengizinkan.. aku harus memegang janjiku pada ibumu. Aku tahu Lang... kamu juga korban.. semoga kamu selalu di beri kebahagiaan... "
Langit duduk di sofa sambil meremas surat dari Pelangi.
"Bagaimana bisa aku menghubungi Bumi... jika aku melihat wajahnya.. pasti aku ingin memeluk dan bertemu dengannya... lebih baik aku tidak melihat wajahnya dari pada aku tak bisa menahan keinginan aku buat bertemu"
################
Langit tak pernah menghubungi Bumi. Jika rindu ia hanya memandangi foto anaknya.
"Lang... nanti malam kamu jangan kemana.. mana. Cepat pulang.. mama mohon sekali ini saja. Karena om dodi dan tante Yeni mau kerumah"
"Mengapa mereka ke rumah.. bukankah Shinta tak ada disini. Shinta lagi di Singapura bukan"
"Mami nggak tahu, ada yang perlu diomongin mereka dengan mu"
"Mengapa denganku.. kalau itu mengenai pertunangan aku dan Shinta.. cukup mami saja yang menemui mereka. Bukankah aku sudah katakan jika aku tak mau menikah dengan Shinta atau wanita manapun"
"Jangan keras kepala Lang.. kamu ingin melihat mami mu ini mati.. "
"Mengapa mami selalu mengancam ku.. apa aku ini anak kecil yang bisa mami ancam. Jika selama ini aku tak mencari atau menemui Pelangi itu bukan karena ancaman mami. Karena aku sadar aku tak pantas buat Pelangi, karena sejak aku mengenalnya.. aku tak pernah memberikan kebahagiaan buat dirinya.. Pelangi pantas mendapatkan lelaki yang lebih baik dari diriku.. jadi mami jangan coba coba mengancamku lagi... "
"Mami tidak mengancam kamu.. jika kamu memang ingin mami mati cobalah temui Pelangi... kamu akan lihat seberapa nekatnya mami kamu ini"
"Seperti anak anak saja.. "lirih Langit dan berjalan meninggalkan maminya.
"Ingat Lang.. kamu harus ada di rumah sebelum jam delapan malam.. "
Langit sampai di kantor, ia bekerja dengan sedikit malas. Untung ada Indra asistennya yang bisa diandalkan.
"Kamu sudah tahu dimana Pelangi tinggal"
"Sudah pak.. bu Pelangi tinggal di kota Bogor. Di rumah tempat tinggalnya pak Kevin dulu"
__ADS_1
"Apa Kevin juga tinggal di kota Bogor"
"Tidak pak.. tapi hampir setiap hari pak Kevin ke sana...."
"Kamu melihat Bumi anakku.. dimana ia sekolah"
"Bumi tidak bersekolah.. ia hanya mengikuti program home school "
"Terima kasih Indra.. tetap minta orang awasi Pelangi dan Langit,jangan sampai mami menyakiti mereka"
"Baik pak... "
Ponsel Langit berdering.. ia melihat nama tante Yeni tertera di sana.. dengan malas Langit menerimanya
"Halo tante.. ada apa ya.. "
"Lang.. kamu nggak sibukan nanti malam karena ada yang ingin tante tanyakan dan bicarakan denganmu... "
"Maaf tante.... apa nggak bisa bicara dengan mami aku saja"
"Lang... tante rasa mami kamu tak tahu mengenai apa yang akan tante tanyakan.. apa kamu bisa menemui tante dirumahmu nanti malam. Tante mohon Lang..ini nggak ada kaitannya dengan Shinta jika kamu takut kami membicarakan tantang pernikahanmu dengan Shinta"
"Baiklah tante... nanti malam aku tunggu dirumah"
"Apa sih yang ingin tante Yeni tanya.. "gumam Langit
#################
Jam delapan malam om Dodi dan tante Yeni sudah datang, dan sedang berbincang dengan papi dan mami Langit.
"Bagaimana jika pernikahan Shinta dan Langit kita adakan dalam waktu dekat ini.. "ucap mami
"Kita dengar pendapat Langit saja dulu bu"ucap tante Yeni
Langit yang baru sampai langsung bergabung duduk diantara mereka.
"Kebetulan ini ada Langit... bagaimana Lang.. jika pernikahan kamu dan Shinta diadakan dalam waktu dekat ini"ucap mami
"Aku belum mau menikah dalam waktu dekat mi"
"Lang.. kamu sudah lama bertunangan.. buat apa lama lama menundanya.. jangan buat papi dan mami malu"ujar papi
"Pi.. aku sudah sering bilang.. aku belum mau menikah secepatnya.. akan lebih malu jika aku baru menikah langsung bercerai "
__ADS_1
"Nggak apa Lang... om dan tante kesini juga bukan buat membicarakan pernikahan kamu. Om ingin bertanya tentang hubungan kamu dengan Pelangi"
"Maksud pak Dodi apa.. Pelangi siapa"tanya papi
"Mereka tidak ada hubungan.. dari mana bapak tahu tentang Pelangi"tanya mami
"Lang...apa benar Bumi adalah anak kamu dan Pelangi"tanya tante Yeni
"Apa apa ini.. anak apa.. kamu memiliki anak dari wanita mana Lang.. "
"Papi tanyakan saja dengan mami"
"Apa maksudnya ini mi.. "
"Bu Yeni jangan percaya dengan omongan orang.. itu cuma rumor"
"Tapi saya melihat sendiri.. ketika Bumi memanggil daddy pada Langit"
"Langit katakan yang sebenarnya... "ujar om Dodi
"Ya.. Bumi anakku dengan Pelangi.. "
"Apa apaan ini.. anak kamu.. kapan kamu menikah.. mengapa papi nggak tahu. Apa sebenarnya yang terjadi"ucap papi dengan emosi
"Pi.. nanti mami bisa jelaskan.. "
"Papi mau kamu jelaskan sekarang... papi juga nggak akan membiarkan kamu menikah dengan Shinta jika kamu memang telah memiliki istri"
"Pak Dodi.. bu Yeni dan papi dengar ya.. semua itu cuma kecelakaan di masa lalu.. wanita itu menggoda Langit sehingga Langit berhubungan dengannya.. dan lahir anak itu. Langit juga tidak tahu jika wanita itu pernah mengandung anaknya.. dan aku juga tak yakin apa itu anak Langit. Itu terjadi enam tahun lalu"ujar mami
"Mami.. Bumi memang anakku.. Pelangi tak pernah menggodaku.. aku yang telah memperkosanya dan menghancurkan masa depannya.. jika Pelangi tak pernah mengatakan tentang kehamilannya pada aku.. itu karena permintaan mami... mami yang telah mengancamnya...Pelangi wanita baik.. aku sangat mencintainya... "
"Langit... apa apa ini.. kamu jangan bicara omong kosong"ucap papi
"Itu bukan omong kosong.. om dan tante sudah tahu semuanya.. jadi aku serahkan semuanya pada om.. apa masih ingin melanjutkan pernikahan aku dengan Shinta.. Pelangi itulah wanita yang aku cintai"
Om Dodi.. tante Yeni, Papi dan Mami terdiam melihat Langit yang berkata dengan keras dan emosi. Mami hanya bisa menunduk malu.
******************************
Terima kasih buat semua pembaca novel ini.
Mampir juga ke novel aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU...
__ADS_1
Di ambil dari kisah nyata seseorang yang mengisahkan tentang pengkhianatan suami nya dengan sahabat nya sendiri yang sudah seperti saudara.