
Hari ini Langit dan Pelangi janjian bertemu dengan Shinta. Ia yang awalnya tak mau, akhirnya di bujuk mama dan papa.
Sebenarnya Shinta masih marah dan kecewa dengan kedua orang tuanya yang menyembunyikan tentang kebenaran Pelangi anak kandung mereka yang menikah dengan Langit.
"Tentu saja mereka lebih memilih Pelangi menikah dengan Langit karena ia anak kandung mereka. Lagi pula Pelangi telah memiliki seorang anak jika tidak dengan Langit belum tentu ia bisa menikahi lelaki setampan dan semapan Langit. Aku hanyalah anak angkat mereka. Tapi bagaimana pun akulah yang memberi kebahagiaan buat mereka selama ini. Mengapa mereka mengadopsi aku jika pada akhirnya mereka lebih membela dan menyayangi Pelangi anak kandung mereka yang baru saja ketemu"
Shinta berjalan dengan lesu memasuki sebuah restoran. Dari kejauhan ia sudah melihat pemandangan yang membuat dirinya sakit hati. Langit dengan riangnya tertawa bersama anaknya dan Pelangi.
"Apa benar Bumi anaknya Langit.. aku kira itu hanyalah alasan mereka untuk dapat restu dari kedua orang tua Langit.. "
"Selamat siang.... "ucap Shinta datar
"Selamat siang Shinta... silakan duduk.. "ucap Pelangi dengan senyumnya.
"Terima kasih ya kamu mau datang menemui kami"
"Ini semua aku lakukan atas permintaan papa dan mama. Langsung saja.. kalian mau ngomong apa.. memanggil aku datang kesini"
"Shinta aku mohon maaf karena aku kamu dan Langit tidak jadi menikah"ujar Pelangi
"Kamu memanggil aku hanya untuk membicarakan itu"
"Shinta.. Pelangi tidak salah disini. Pelangi tidak pernah meminta aku memutuskan pertunangan kita, tapi aku yang ingin melakukan sendiri, karena aku memang tak pernah mencintai kamu. Tidak ada gunanya pertunangan ini kita lanjutkan."
"Sudahlah Lang.. kalau memang hanya ini yang ingin kalian bicarakan aku permisi.. pulang saja"
"Shinta tunggu dulu... Aku dan Langit telah memiliki seorang anak. Itulah sebabnya kami mempercepat pernikahan ini sebelum Bumi makin dewasa. Aku tak tahu jika kamu adalah adik ku, jika aku tahu pasti aku akn membicarakan pernikahan kami ini terebih dahulu denganmu dan meminta persetujuan kamu "
"Apakah jika aku tak setuju.. kamu membatalkan pernikahan ini"
"Shinta... aku dan Langit saling mencintai, aku memang tak mungkin membatalkan pernikahan ini, tapi paling tidak aku akan menunggu hatimu membaik dan tak terluka lagi baru aku akan menikah... "
__ADS_1
"Pelangi.. saat ini aku sangat benci padamu. Kau telah mengambil semua yang dulu pernah aku miliki. Kedua orang tuaku dan juga tunanganku.. "
"Shinta... harus berapa kali aku katakan, aku memutuskan pertunangan kita bukan atas permintaan Pelangi. Setelah pertunangan kita putus baru aku melamar dan meminta Pelangi menikah dengan ku.. "
"Shinta... aku tahu saat ini perasaan kamu, pastilah kamu sangat membenciku. Tapi sungguh dari dalam hatiku, aku tak pernah berniat merebut kedua orang tua ku darimu. Kamu masih tetap anak mereka.. "
"Tapi pasti tidak akan sama seperti dulu, saat kamu belum ada dalam kehidupan kedua orang tuaku"
"Shinta.. aku hanya ingin meminta sedikit kasih sayang mereka, dari kecil aku harus hidup di panti asuhan tanpa kasih sayang kedua orang tuaku. Aku harus berjuang hidup saat aku remaja karena panti tempat aku tinggal sudah kekurangan dana. Tiap malam aku selalu memimpikan ada tangan yang memelukku saat aku sakit atau kedinginan. Dan saat aku ada masalah aku ingin ada ibu tempat aku berbagi cerita.. tapi itu semua hanya angan dan impian saja. Walau di panti ada bunda, tapi aku tak bisa berbagi cerita dengan bunda secara bebas karena bunda juga banyak yang dipikirkannya dan juga banyak anak yang lain yang juga membutuhkan bunda"
Pelangi menarik nafasnya sebelum melanjutkan cerita.
"Sudah sayang... kamu sudah minta maaf, jika Shinta tak memaafkan kamu ya sudah,mengapa dipikirkan lagi"
"Bukan begitu Lang... Shinta harus tahu.. aku tak akan pernah merebut Apapun yang menang menjadi hak nya. Jika memang kamu tak mengizinkan aku bertemu papa dan mama lagi, baiklah Shinta aku akan menerima semua itu, karena aku juga sudah terbiasa hidup sendiri tanpa kasih sayang orang tua. Kamu beruntung, walau kedua orang tuamu sudah meninggal tapi kamu tak kekurangan kasih sayang, kamu mendapatkan dari kedua orang tuaku. Aku tak ingin Bumi kekurangan kasih sayang, makanya aku menerima Langit menikahi ku.. cukup beberapa tahun ini Bumi tak ada kasih sayang bapaknya jangan sampai besar ia tak memperoleh kasih sayang itu"
"Maafkan aku.. aku takut kamu juga merebut kedua orang tuamu dariku. Kamu tahu kan dari aku berusia tiga tahun aku sudah diadopsi oleh mereka dan aku sangat mencintai dan menyayangi mereka, aku bisa saja kehilangan segalanya.. tapi jika aku kehilangan kasih sayang papa dan mama... aku tak tahu aku harus bagaimana "
"Baiklah Pelangi.. aku juga minta maaf karena aku memang egois, karena aku yang tak ingin kehilangan kasih sayang orang tuamu yang jelas jelas kamu lebih pantas mendapatnya. Kamu sudah memiliki anak dan suami tempat kamu berbagi kesedihan.. sedangkan aku hanya memiliki papa dan mama, jika kamu juga merebut mereka kemana aku lagi akan berbagi kesedihan.. kemana lagi aku akan mengadu"
"Shinta... selain papa dan mama, kamu sekarang memiliki aku sebagai kakakmu dan Langit sebagai iparmu. Kamu bisa berbagi dengan kami.. "
"Apa kamu nggak keberatan menganggap aku sebagai adikmu"
"Mengapa aku harus keberatan... kamu memang adikku... kamu lah tempat tumpahan kasih sayang orang tua kita. Lagi pula kamu jangan kuatir, aku tahu papa dan mama sangat mencintai dan menyayangi kamu, mereka tak akan pernah melupakan dan mencampakkan kamu... "
"Pelangi... maafkan aku karena telah berburuk sangka denganmu "
"Tak apa apa.. malahan sekarang kamu sudah memiliki seorang ponakan. Bumi adalah ponakan kamu juga.. kamu jika bosan bisa main kerumah bersama mama.. "
"Apa aku boleh Lang.. main kerumahmu"
__ADS_1
"Jika Pelangi tak keberatan "
"Langit.. kok jawabnya begitu. Tentu saja bolehlah.. pintu rumahku selalu terbuka untuk kamu, papa dan mama"
"Terima kasih Pelangi.. pantas Langit sangat mencintaimu, kamu wanita yang sangat baik"
"Kamu juga sebenarnya wanita baik walau sedikit manja.. dan keras kepala"ujar Langit
"Itu pujian atau hinaan..."
"Keduanya... "ujar Langit
"Sekarang kita makan dulu sebelum melanjutkan cerita"
"Ya bunda.. aku sudah lapar nih... "
"Maafkan aunty ya.. gara gara aunty kamu jadi lapar.. besok aunty belikan mainan sebagai permintaan maaf "
"Betul aunty"
"Betul lah... "
"Terima kasih aunty... "
"Sama sama ganteng... "
Shinta tersenyum,ia tak mengira Pelangi begitu baik dan bijaksana. Ia malu karena telah berburuk sangka selama ini.
***************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1