ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 20. Memulai kehidupan Baru


__ADS_3

Sampai di kota Cirebon,Pelangi menginap disalah satu hotel. Besok ia akan menemui seorang ibu yang sangat baik kenalannya dikota ini.


Pelangi sudah harus memulai kehidupan barunya. Ia harus melupakan Langit dan juga kepahitan hidup yang dialaminya. Ia harus tetap semangat, karena ada nyawa dalam rahimnya.


Pelangi merubah penampilannya. Mulai hari ini ia kan menggunakan hijab. Agar tak ada yang mengenal dirinya lagi.


Pagi hari nya Pelangi cek out dari hotel tempat ia menginap menuju satu desa kecil di Cirebon, desa Blender.


Sampai di desa Blender... Pelangi menemui ibu itu di salah satu sekolah dasar dimana ibu itu menjabat sebagai kepala sekolahnya.


"Selamat Siang bu... bisa bertemu ibu Reni... "tanya Pelangi dengan salah seorang guru yang ditemuinya.


"Ibu Reni ada dikantornya... silakan saja ibu masuk.. "ibu itu mengajak Pelangi menemui bu Reni.


"Selamat siang bu Reni... "


"Selamat Siang... ada yang bisa saya bantu"tanya bu Reni. Ia tak mengenal Pelangi karena memakai hijab.


"Bu... saya Pelangi..."


"Oh nak Pelangi... silakan duduk. Ibu sampai tak mengenalmu, kamu tambah cantik dengan hijabmu itu"


"Terima kasih bu.. "


"Apa kabarmu nak... kemarin kamu menghubungi ibu meminta bekerja disini, ibu sangat kaget. Kamu anak yang cerdas, pasti banyak sekolah yang lain akan menerimamu. Mengapa memilih di desa terpencil ini"

__ADS_1


"Aku sehat bu... aku memang memilih tempat ini untuk menghindari bapak dari bayi yang kukandung bu.. "


"Mengapa begitu... kamu berpisah dengan bapaknya... "


Pelangi hanya menganggukkan kepala dan mulai meneteskan air matanya. Ia jadi ingat bunda ketika melihat ibu Reni.


"Sudah.. kamu tak perlu cerita.. kebetulan di samping sekolah ini ada rumah kontrakan yang bisa kamu tempati... Mari ibu antar kamu"


Ibu Reni menemui pemilik rumah kontrakan dan Pelangi langsung membayarnya setahun. Ia akan mencoba berjualan makanan kecil ketika ia pulang dari mengajar.


Setelah mengantar Pelangi ibu Reni menemani Pelangi membeli peralatan rumah tangga buatnya.


"Ya Tuhan... aku beruntung mengenal bu Reni yang sangat baik ini. Aku akan memulai kehidupan baru ku disini"


#########


Beruntung Pelangi dikelilingi orang orang baik. Mulai dari bu Reni sampai tetangganya.


Walau diakui ada juga yang memandangnya sinis. Karena Pelangi memliki wajah yang sangat cantik, mungkin mereka iri atau takut suami mereka tertarik dengannya. Karena dari bu Reni mereka hanya tahu Pelangi seorang janda.


Pelangi juga mengajar les dirumah buat anak anak SD dan SMP. Banyak anak murid yang ingin les dengannya setelah merasa sangat cocok dengan Pelangi yang sangat lembut dalam bicara dan juga mengajar.


##########


Empat Bulan Berlalu

__ADS_1


Perut Pelangi sudah tampak mulai membesar. Beruntung ia tak pernah mengalami ngidam.


"Sayang bunda... kamu pasti anak yang sangat baik... dari dalam kandungan saja kamu tak pernah menyusahkan bunda . Bagaimana mungkin bunda menggugurkan kamu, karena bunda juga dulu telah dibuang orang tuanya bunda... bunda tak ingin melakukan hal yang sama. Bunda berjanji akan menyayangimu sepenuh hati, sehingga kamu akan lupa jika kamu tak memiliki seorang ayah dan keluarga yang lainnya. Maafkan bunda yang harus membawamu pergi jauh dari mereka... "


Dari uang hasil mengajar dan jualan dirumahnya, Pelangi tetap mengirimi bunda nya uang. Walau terkadang ia hanya bisa mengirimi bunda di panti hanya uang sebanyak lima ratus ribu,tapi ia kan tetap mengirim ke rekening bundanya.


Ia terkadang mengirimi bundanya surat yang mengabari ia sehat sehat saja. Dan hanya bisa membantu bundanya sedikit. Pelangi memang tak menghubungi bundanya melalui ponsel, agar bunda tak pernah menghubunginya kembali.


Bundanya sering menangis bila mengingat Pelangi. Ia sering kali masuk ke kamar Pelangi dan menangis disana. Bunda dan adik adiknya yang lain di panti asuhan sengaja tetap mengosongkan kamar yang pernah Pelangi tempati, karena mereka berharap suatu saat nanti Pelangi akan kembali.


"Pelangi.... dimanapun kamu berada saat ini, bunda mendoakan kamu tetap sehat dan bahagia. Semenjak kecil kamu sudah dibuang orang tuamu, tapi dari mulut Pelangi kecil tak pernah sekalipun kudengar ia memaki atau menyumpahi orang tua yang telah membuangnya. Ia selalu mendoakan jika satu saat nanti bisa bertemu dengan ibu kandungnya. Setelah dewasa ia selalu berkata... pasti orang tuanya terpaksa membuangnya... pasti ada alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya di depan pabti asuhan ini. Ia yakin orang tuanya juga pasti sedih karena harus berpisah dengannya. Bunda tak tahu terbuat dari apa hatimu nak...


Tapi mengapa bu Merry tak menyukaimu... seharusnya ia bersyukur jika Pelangi menjadi pendamping anaknya... "


Langit selalu menanyakan kabar Pelangi jika ia menelpon maminya. Pernah ia meminta nomor ponsel Pelangi, tapi ibu nya selalu mengatakan Pelangi tak mau memberinya. Ia tak mau lagi berhubungan dengan Langit.


Langit mempercayai kata ibunya. Ia mendengar sendiri Pelangi mengatakan jika ia membenci Langit sebelum ia berangkat.


Sebagai rasa sakit hatinya terhadap Pelangi yang mengacuhkannya Langit membalasnya dengan menyakiti hati wanita lain. Ia selalu mempermainkan wanita. Disana ia hidup bebas dengan sering ke klub dan minum minuman keras. Walau ia tak pernah meniduri wanita manapun... tapi ia pasti akan ditemani wanita setiap minum di klub.


"Pelangi... sebenci apakah kamu denganku... segingga kamu tak pernah ingin tahu kabarku dari mami. Dan juga tak pernah mau memberiku nomor ponselmu. Apa mendengar suaraku saja kamu sudah tak sudi. Apa kamu memang sudah tak ingin berhubungan denganku lagi. Pelangi... semakin aku berusaha membencimu... semakin rasa cintaku padamu bertambah besar... aku ingin sekali melihat dan mendengar suaramu lagi. "


*****************************


Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini.

__ADS_1


Mampir juga ya di novel aku yang lain.


__ADS_2