
Sudah hampir dua minggu Langit memimpin perusahaan tempat dimana Pelangi juga bekerja. Bumi sudah semakin akrab dengan Langit. Karena waktunya memang dihabiskan bersama Langit.
Pulang kerja terkadang Langit juga membawa Bumi ke apartemen nya, setelah mau tidur baru Bumi diantar ke apartemen Pelangi.
Siang ini Pelangi harus menemui klien. Langit tidak bisa ikut karena ia juga harus bertemu klien dikantor. Pelangi pergi bersama Indra asistennya.
"Lang... aku bisa titip Bumi... aku harus pergi sekarang"
"Kamu jangan kuatir, Bumi pasti aman bersamaku"
"Terima kasih Lang.. "
"Kamu tidak perlu berterima kasih, karena aku ini bapaknya... "
"Lang.. jangan ngomong begitu dikantor, nanti ada yang dengar"
"Biar saja... Memangnya kenapa kalau ada yang tahu kalau Bumi anakku"
"Lang... aku mohon jangan buat aku jadi serba salah"
"Sudahlah.. Indra tuh sudah menunggumu"
Tampak Indra yang berdiri dibelakang Pelangi. Indra memang sudah tahu hubungan antara Pelangi dan Langit,karena Langit selalu terbuka masalah pribadi dan kantornya bersama Indra
Setelah Pelangi pergi... Langit pun masuk ruang rapat dan menemui klien. Bumi sementara dititipkan dengan Ani. Setelah rapat selesai, Langit menemui Bumi yang lagi bermain dekat meja kerja Ani.
"Bumi... sudah mainnya. Ayo masuk lagi"
"Oh pak Langit.. maaf pak tadi ada tamu, ia menunggu di ruang kerja bapak"
"Siapa... "
"Tunangan bapak... begitu yang ia katakan pak"
"Kalau begitu baiklah... terima kasih telah menjaga Bumi. Ayo Bumi ikut daddy"
"Ya daddy.. terima kasih tante Ani"
"Sama sama ganteng.. "
"Daddy... apa aku tak salah dengar. Tadi bapak Langit menyebut dirinya daddy.. begitu juga Bumi memanggilnya.. "
Langit membuka pintu.. tampak Shinta yang telah menunggunya.
"Bumi... kamu bisa main atau tidur dikamar. Daddy ada tamu"bisik Langit
"Daddy... aku ngantuk. Aku tidur saja"
"Oke.. daddy antar ya ke kamar "
"Langit... aku kangen banget"ucap Shinta langsung memeluk Langit, membuat Bumi memandangnya dengan heran.
__ADS_1
"Shinta.. lepaskan. Ada anak kecil disini. Jaga sikapmu.. tunggu sebentar disini.. jangan ikuti aku"ujar Langit dan menggendong Bumi masuk ke kamar
"Daddy... itu siapa. Mengapa ia peluk daddy"
"Itu teman daddy... Bumi tidur disini ya. jangan kemana mana.. sudah ngantuk banget ya.." ucapnya melihat Bumi yang menguap.
"Ya daddy.. "tak lama setelah ucapannya.. Bumi tertidur
Langit keluar dari kamar itu dan menemui Shinta yang lagi duduk di sofa.
"Buat apa kamu datang.. "ucap Langit dan duduk disamping Shinta
"Karena aku kangen banget denganmu. Kamu kok nggak ngomong pindah kasini.. Aku juga mau pindah kesini"
"Jangan macam macam... aku tak mau kamu mengganggu kerjaku. "
"Aku tak akan mengganggu... aku hanya datang saat kamu akan pulang kerja, setelah itu kita sama sama pulang ke apartemenmu... kamu tinggal sendiriankan... aku bisa tinggal bersamamu"
"Butikmu bagaimana... "
"Aku bisa minta orang mengurusnya... "
"Aku tak mau.. jika aku setiap hari bertemu kamu... aku akan cepat bosan... "
"Lang... masa kamu ngomongnya begitu... nanti jika kita menikah akan setiap hari juga kita bertemu"
"Ya... dan aku tak menjamin pernikahan kita kekal... karena aku orangnya suka bosan"
"Lang... ini alasan kamu saja agar aku mundur dari rencana pernikahan kita kan"
"Berarti kamu nggak suka terikat dengan pernikahan.. "
"Ya.. itulah sebabnya aku meminta waktu untuk pernikahan kita.. aku ingin benar benar siap baru aku akan menikah.. karena saat ini aku belum mau terikat dengan satu wanita"
"Apa itu berarti kamu punya hubungan dengan wanita lain disini"
"Hhmmm... "
"Apa anak tadi.. anak wanita yang sedang menjalin hubungan denganmu.. "ucap Shinta cemburu
"Dia anak sekretaris ku.. bunda nya sedang menemui klien.. jadi anaknya ditinggalkan.. mengapa"
"Maafkan daddy Bumi, bukan daddy tak mau mengakui kamu... tapi ini atas permintaan bunda kamu yang tak mau orang lain tahu hubungan kita terutama keluarga daddy"
"Kamu tampak sangat akrab dan menyayanginya... "
"Karena hampir setiap hari aku bertemu dengannya... "
"Aku kurang begitu jelas melihat wajahnya.. tapi sekilas anak itu mirip kamu.. "
"Udahlah.. mengapa kamu jadi membicarakan anak itu... apa kamu kasini... hanya untuk berbicara tentang anak itu"
__ADS_1
"Ya bukanlah.. aku datang kasini karena aku sangat merindukanmu... aku mau menghabiskan waktuku bersamamu... "Shinta merapatkan tubuhnya dan memeluk Langit dengan melingkarkan tangannya dileher Langit. Ia mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir Langit.
Bertepatan dengan Shinta yang akan mencium Langit, Pelangi masuk keruang itu..
"Maaf... aku tak tahu jika bapak ada tamu"ucap Pelangi dan langsung menutup pintu itu kembali
Langit langsung mendorong tubuh Shinta agar menjauh darinya.
"Siapa tadi itu Lang...nggak sopan banget, masuk ruang pimpinan tanpa mengetuk"ucap Shinta marah... karena ia belum sempat mencium bibir Langit.
"Dia sekretarisku... "
"Jadi itu ibunya anak tadi... aku nggak suka karyawan seperti itu.. sudah seenaknya menitipkan anaknya denganmu... masuk juga sembarangan... apa nanti ia juga ingin merayumu...jika ia sudah selancang itu denganmu.. sebelum ia tambah lancang... sebaiknya kamu pecat saja.. "
"Shinta... aku nggak mau kamu ikut campur urusan aku di kantor.. kamu bukan istriku.. dan juga ia tak seperti yang kamu kira. Ia wanita tersopan yang aku kenal.. "
"Kamu membentakku hanya karena pagawaimu..."
"Jangankan kamu... mami saja sudah aku bilang.. aku nggak suka urusan aku dicampuri.. jadi jika kamu tak mau aku marah.. kamu jangan ikut campur mengenai kehidupanku dan apa yang aku lakukan.. "
"Baiklah... tapi aku mau sekarang kita bersenang diluar saja... aku tak mau diganggu lagi"
"Tunggu sebentar.. aku mau hubungi Indra dulu"
Langit menghubungi Indra memintanya menggantikan posisisnya sementara... jika ada tamu, dan mengantar Pelangi pulang kerja nanti.
Langit berjalan keluar dari ruangannya dengan Shinta yang bergelayut dilengan Langit.
Ketika melewati Pelangi yang sedang duduk di dekat meja kerja Ani.. Langit menghampirinya.
"Bumi tidur di kamar... "ujar Langit dan berjalan cepat berlalu dari Pelangi.
"Baik pak... terima kasih"ucap Pelangi.
Langit berjalan meninggalkan Pelangi tanpa memandang kearahnya. Pelangi berdiri dari duduknya ingin masuk keriang kerjanya yang juga seruangan dengan Langit.
"Bu Pelangi.. itu tunangan pak Langit. "
"Kalau aku nggak salah iya... "
"Cantik juga.. tapi lebih cantik bu Pelangi... pak Langit lebih cocok dengan ibu... "
"Kamu bisa saja Ani... jangan pernah bicara begitu lagi.. nanti ada yang dengar..jadi bahan gosip aku lagi.. "
"Tapi benar loh bu... setiap ibu datang bertiga sama pak Langit dan Bumi, aku melihatnya seperti keluarga yang bahagia"
"Hus...jangan bergosip...aku dan pak Langit tak ada hubungan.. selain atasan dan bawahan... Aku masuk dulu... jangan menyebarkan gosip... pak Langit sudah ada tunangan.. kamu sudah tahu kan"
"Baik bu... "ucap Ani
"Padahal aku tahu bu Pelangi setiap hari datang bersama pak Langit semobil terus.. mana mungkin seorang sekretaris bisa seakrab itu dengan bos jika tak ada hubungan.. Bumi juga memanggil pak Langit dengan daddy... dulu aku kira bu Pelangi ada hubungan dengan pak Kevin.... "
__ADS_1
****************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.