ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 25. Perkenalan dengan ibunya Kevin


__ADS_3

Setahun telah berlalu sejak meninggalnya bunda. Sejak hari itu Kevin semakin sering mengantar jemput Pelangi. Walau Pelangi sudah sering menolaknya tapi Kevin tetap menjemput atau mengantar Pelangi pulang kerja.


Rumor yang beredar tentang hubungan Pelangi dan Kevin semakin kuat berhembus di kantor. Pelangi terkadang malu jika berhadapan dengan karyawan lain.


Pelangi bukan nya tak tahu jika Kevin mempunyai perasaan suka terhadap dirinya. Tapi Pelangi tak pernah mau menanggapi. Ia tak ingin menikah. Cukup Bumi yang menjadi teman hidupnya.


Sekarang Bumi sudah tidak ingin ditinggalkan. Ia setiap hari akan ikut Pelangi pergi kerja.


Hari ini ibunya Kevin datang dari Jakarta. Kevin mengajak Pelangi untuk makan siang bersama ibunya. Ia ingin mengenalkan Pelangi dengan ibunya.


"Mas... mengapa aku harus ikut makan siang dengan ibunya mas. Aku kan jadi malu. Aku ini bukan siapa siapa mas.. "


"Aku sering video call bersama Bumi dengan mama. Jadi mama ingin bertemu langsung dengan Bumi. Ia juga ingin kenalan dengan bundanya Bumi"


"Bumi nggak bicara macam macam dengan ibu mas kan"


"Banyak yang diomongin Bumi dengan mama.."


"Ibu mas sekarang ada dimana.. kita mau kemana sekarang"


"Mama sudah menunggu di restoran sea food dengan adik perempuan ku"


"Oh Mas ada adik perempuan.. "


"Ada... Dia secantik kamu juga.. "


"Mas... bisa saja. Pasti lebih cantik adik mas, karena mas nya juga ganteng"


"Kamu merayu atau memuji aku"


"Aku bicara apa adanya mas... bukan memuji apa lagi merayu"


"Om Kevin.. kita mau kemana... "


"Kita mau ketemu Oma.. "


"Hore.. oma janji mau beliin Bumi mainan.. apa oma ada bawa om.. "


"Bumi... sudah sering bunda bilang, nggak boleh meminta sesuatu pada orang lain"


"Tapi Bumi nggak minta bunda.. oma saja yang mau beliin"


"Apa yang dikatakan Bumi benar Pelangi.. ia tak pernah meminta tapi mama saja yang menjanjikan"


Sampai ditempat tujuan Kevin memarkir mobilnya dan menggendong Bumi masuk ke dalam restoran itu.


"Bumi biar jalan saja mas... sudah besar. Sudah empat tahun lebih lho umurnya"


"Nggak apa apa Pelangi.. "


Pelangi mengikuti langkah Kevin dari belakang. Sampai disebuah meja yang ada seorang wanita paruh baya dan seorang gadis, Kevin berhenti.


"Selamat siang ma.. "


"Selamat siang nak... pasti ini Bumi kan"


"Ya.. Oma..."


"Pelangi... kenalkan ini mama aku.. dan yang centil ini adik aku Vanya"


"Selamat siang tante.. Vanya"Pelangi menjabat tangan mama Kevin dan adiknya.

__ADS_1


"Kak Pelangi cantik banget.. pantas Kak Kevin suka"


Pelangi tersenyum sambil memandangi Kevin,membuat Kevin jadi salah tingkah.


"Kamu juga Bumi.. ganteng banget "


"Terima kasih tante.. tante juga cantik"


"Jangan panggil tante dong... tapi panggil aunty saja "


"Silakan duduk nak Pelangi. Oh ya ini buat siganteng oma.. "Mama nya Kevin memberi sebuah mainan mobil yang cukup besar.


"Terima kasih Oma.. "


Setelah memesan makanan, mereka mengobrol sambil menunggu makanan dihidangkan.


"Om mana tante.. kok nggak ikut"


"Papa nya Kevin sudah lama meninggal semenjak Vanya usia dua tahun dan saat itu Kevin berusia sembilan tahun"


"Maaf tante... aku nggak tahu.."


"Nggak apa apa Pelangi. Makanya ketika Kevin menceritakan tentang kamu yang membesarkan Bumi seorang diri, tante bisa merasakan bagaimana perasaan kamu"


"Mama... jangan buka kartu dong. Aku kan malu, jadi ketahuan sering ceritain Pelangi"


"Apa salahnya Pelangi tahu.. Pelangi tante jadi penasaran bagaimana sih wanita yang bisa menaklukkan hati Kevin"


"Kak Pelangi... jangan lama lama. Kalau sudah saling suka.. langsung nikah saja"


Pelangi memandangi Kevin minta penjelasan apa yang dimaksud dengan mama dan adik nya.


"Mama... Vanya.. aku kan sudah bilang, antara aku dan Pelangi saat ini tak ada hubungan apa apa.. "


"Tante.. aku tahu kalau Kevin lelaki yang baik. Tapi sampai saat ini aku belum bisa menjalani hubungan serius dengan siapapun"


"Apa tante boleh tahu.. ayah nya Bumi masih ada atau sudah tiada"


"Masih ada tante.. "


"Oh.. apa kamu trauma menjalin hubungan karena ayahnya Bumi pernah menyakitimu"


"Mama... jangan bertanya itu.. Pelangi bisa nggak nyaman nantinya"


"Maaf Pelangi.. kamu nggak perlu jawab. Tapi tante harap kamu janganlah selalu menutupi hatimu.. kamu masih muda. Tak mudah membesarkan anak seorang diri. Tante saja.. untung dibantu om nya Kevin yang kebetulan cukup berada"


"Ya tante.. tapi sampai saat ini aku belum berpikir akan mencari pengganti ayahnya Bumi"


"Kak Pelangi... kakak nggak akan salah jika menjatuhkan hati pada Kak Kevin.. teman temanku saja banyak yang naksir... tapi Kak Kevin nya yang tak mau. Kak Kevin orangnya perhatian dan penyayang... cocok buat ayah nya Bumi... "


"Mas Kevin memang lelaki baik... maka nya aku merasa nggak pantas buat nya"


"Siapa bilang Kak Pelangi nggak pantas.. kakak sangat cantik dan Kak Kevin ganteng.. cocok deh.. "


"Kamu jangan berkata begitu nanti Kak Pelangi jadi menjauhi kakak"


"Bumi... Bumi mau nggak kalau om Kevin jadi ayahnya Bumi"


"Mau aunty.. om Kevin baik banget"


"Tuh Kak Pelangi.. Bumi saja setuju"

__ADS_1


"Vanya... sudah. Nanti Pelangi jadi canggung"ujar mama Kevin


Makanan yang mereka pesan datang. Mereka menyantap nya dan menghentikan obrolan mereka dulu.


Setelah selesai makan siang baru mereka bercerita kembali.


"Oh ya Kevin mama selain ada keperluan, mama sengaja ingin bertemu kamu, ingin memberi tahu kalau sepupu kamu mungkin bulan depan bertunangan"


"Oh jadi juga ia bertunangan. Bukankah ia kemarin menolaknya... "


"Om dan tante kamu memaksanya terus.. jadi dari pada berdebat terus ia akhirnya menerima. "


"Syukurlah... cepat juga jodohnya"


"Kamu nanti datang ya... bawa Pelangi. Nanti biar Pelangi sekalian mengenal keluarga besar kita. Pelangi nginap dirumah kita saja."


"Mama... aku kalau memperhatikan Bumi ini jadi teringat seseorang... rasa rasanya wajah Bumi ini sangat familiar"bisik Vanya dengan mamanya


"Hai... jika ada orang... jangan berbisik"


"Maaf... tapi aku bukan ngomongin Kak Kevin atau Kak Pelangi ya"


"Nggak apa apa Vanya.. "


"Bumi... nanti kalau Bumi ketempat aunty, akan aunty bawa ke mal. Bumi bisa memilih mainan yang Bumi inginkan"


"Bunda... apa boleh Bumi beli mainan dengan aunty "


"Mengapa minta izin bunda.. yang mau beliin aunty bukan bunda "


"Tapi bunda bilang... walau pun Bumi tak punya apa apa... jangan pernah meminta"


"Itu bukan Bumi yang meminta tapi aunty yang mau belikan "


"Terima kasih Vanya... tapi Bumi tak perlu mainan. Di rumah sudah ada mainannya"


"Kak Pelangi nggak apa apa.. aku yang janjikan.. bukan Bumi yang minta. Awas kalau nanti kak Pelangi melarang Bumi menerima pemberianku"


"Vanya.. kamu bisa saja. Terima kasih atas perhatian kamu buat Bumi. "


"Oh ya... Kevin.. Pelangi.. bunda pamit dulu. Takut kemalaman dijalan. Yang menyetir Vanya.. mama nggak bawa supir"


"Terima kasih tante. Senang berkenalan dengan tante.. hati hati dijalan"Pelangi menyalami mama Kevin.


"Ya... sama sama. Bumi... Oma pamit dulu ya.. lain kali kita jumpa lagi"ucap mama dengan riang.


Sebelum masuk mobil mama memanggil Kevin, dan bicara berdua..


"Kevin... kamu sebaiknya cepat taklukkan hati Pelangi. Mama menyukainya.. jangan sampai Pelangi jatuh cinta dengan lelaki lain baru kamu menyesal. Sepupu kamu Langit saja bulan depan sudah bertunangan. Padahal ia jauh lebih muda darimu. Ingat bawa Pelangi dipesta pertunangan Langit. Biar mama kenalkan Pelangi dengan keluarga kita..terutama dengan tante merry, biar mereka tahu kamu juga sudah ada calon istri "


"Akan Kevin usahakan ma.. nanti jika Pelangi bersedia... "


"Nanti ketika hari pertunangannya sudah pasti, mama akan hubungi Pelangi, minta dia temani kamu. "


Setelah bicara empat mata dengan mamanya,Kevin kembali keempat Pelangi berdiri.


Pelangi dan Kevin mengantar mama serta Vanya sampai masuk mobil dan setelah tampak menghilang, barulah Kevin dan Pelangi meninggalkan restoran.


*********************


Terima kasih banyak buat semua pembaca setia novel ini.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2