
Setelah serangkaian acara berlangsung, Pelangi mendengar pembaca acara mengatakan jika acara akad nikahnya segera di mulai.
Pelangi tidak sabar ingin melihat siapa yang menjadi wali nikahnya. Ia berdiri di depan pintu kamarnya agar lebih jelas mendengar ijab kabulnya.
Langit menjabat tangan om Dodi dan akan memulai Ijab kabul.
"Desta Langit Wiratama...."
"Saya pak.. "
"Saya nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandungku yang bernama PELANGI KHOIRUNISA binti ****Dodi**** Pratama dengan mas kawin satu set perhiasan emas di bayar tunai.. "ucap pak Andi dan disambung langsung dengan Langit.
"Saya terima nikah dan kawinnya Pelangi Khoirunisa binti Dodi Pratama dengan mas kawin tersebut diatas di bayar tunaii... "
"Bagaimana saksi... "tanya penghulu
"SAAHHH..... "jawab saksi
"Alhamdulillah.... "ucap Langit
Pelangi yang tidak sabar maju kehadapan Langit dan pak Dodi dengan deraian air matanya.
"Bisa bapak Dodi jelaskan pada saya... apa maksud semua ini"ucap Pelangi membuat semua tamu yang hadir termasuk penghulu kaget
"Sayang.. duduk dulu... "bisik Langit.
"Ini istrinya... "tanya penghulu
"Ya pak... "
"Silakan duduk disamping suaminya. Pelangi... sekarang kamu dan Langit sudah sah menjadi suami istri. Pelangi bisa cium tangan suaminya"
Pelangi yang masih menatap pak Dodi tak mendengarnya.
"Pelangi... bisa mencium tangan suaminya.. "ulang pak penghulu
"Apa pak... "
"Sekarang kamu sudah sah menjadi istri dari Langit.. silakan cium tangan suamimu.. dan Langit silakan cium kening istrinya.. "
Pelangi lalu mencium tangan Langit, dan Langit mencium dahi Pelangi, lalu mengecup bibirnya. Pelangi jadi malu. Tamu yang hadirpun bersorak.
"Kalau mau cium yang lain nanti di kamar Langit.. disini ada anak kecil"canda pak penghulu melihat Langit mengecup bibir Pelangi.
__ADS_1
Bumi yang duduk dipangkuan Kevin berlari kearah Langit dan Pelangi.
"Daddy... bunda.. "ucap nya dan memeluk keduanya secara bergantian.
"Sayangnya daddy... "ucap Langit mencium pipi Bumi
"Sekarang tanda tangan surat nikah nya.. "
Setelah semua selesai, pak penghulu langsung minta izin pulang tanpa menyantap hidangan karena masih ada yang harus dikerjakan.
Sampailah sesi sungkeman kepada kedua orang tua. Papi dan Mami serta om Dodi dan tante Yeni duduk di kursi. Langit menggandeng Pelangi untuk sungkeman.
Kevin yang hadir didampingi mamanya hanya melihat dari tempat duduk mereka. Mama Kevin baru tahu tiga hari yang lalu, kalau Langit adalah ayah kandung Bumi. Dan Pelangi akan menikah dengan Langit.
Mama Kevin sempat syok pertama mendengarnya.. ia sangat berharap Pelangi menjadi menantunya. Mama menggenggam tangan Kevin untuk saling menguatkan.
"Pelangi aku dulu sangat memimpikan akan berada disampingmu, bersanding denganmu. Tapi semua tak pernah menjadi nyata. Harusnya aku yang berada disana.. bukan Langit jika saja Langit tak bertemu kamu lagi. Terkadang aku menyesali saat aku mengajak kamu ke pertunangan Langit.. seandainya aku tak mengajakmu mungkin Langit tak pernah bertemu kamu lagi dan kamu juga tak akan pernah mengharapkan Langit lagi. Mungkin aku yang saat ini bersanding denganmu.. tapi semuanya aku sadari adalah takdir.. memang aku bukan jodohmu...semoga kamu berbahagia.. doa tulus dariku... "
Pelangi menyalami dan mencium satu persatu dimulai dari pak Dodi.. ibu Yeni, papi dan Mami.
"Pak.. maafkan aku jika kehadiran aku tak pernah kalian harapkan"ucap Pelangi pelan
"Pelangi... kami tak pernah membuangmu nak.. dan kami sangat mengharapkan kehadiranmu.. cuma kami tidak tahu jika selama ini kamu masih hidup... "ucap pak Dodi.
Setelah acara sungkeman selesai. Pelangi langsung berlari ke kamar. Ia sudah tak bisa bersandiwara lagi, hatinya sangat terluka mendapati kenyataan ternyata ayah dan ibu kandungnya Pak Dodi dan bu Yeni.
Langit ingin mengejar Pelangi tapi ditahan papi karena ia melihat pak Dodi dan bu Yeni ikut menyusul Pelangi.
"Biarkan dulu kedua orang tua Pelangi menyelesaikan masalah nya dengan Pelangi.. kamu temani saja tamu undangan.. "
Mami Langit hanya diam tanpa ada suara. Ia tak tahu bagaimana perasaan nya saat ini.
"Pelangi... maafkan kami"ucap Bu Yeni mendekati Pelangi yang menangis diatas kasurnya.
"Pelangi jika mama tak langsung berterus terang saat itu karena kami takut kamu langsung menolak kehadiran kami sebelum dapat memastikan kamu putri kandung kami... "
"Papa juga minta maaf nak. Tapi kamu salah jika berpikir.. kami selama ini sengaja membuang kamu dan tak menginginkan kehadiran kamu. Seperti yang pernah kami jelaskan, jika kami selama ini mengira kamu telah meninggal. Orang tua mama kamu yang telah membuang kamu. Karena ia berpikir kami belum siap menerima kehadiran kamu saat usia kami yang masih muda."
Pelangi bangun dan duduk ditepi ranjang menghadap kedua orang tuanya.
"Apa aku harus mempercayakan semua cerita ini... "
"Pelangi percayalah nak.. kami benar tak tahu kalau kamu masih hidup selama ini, sampai setahun yang lalu saat nenek kamu akan meninggal baru ia berterus terang.. "
__ADS_1
"Mengapa kalian langsung percaya akan ucapan nenek.. "
"Karena saat habis melahirkan kamu mama dalam keadaan koma selama seminggu. Nenek kamu mengatakan kamu meninggal dan melihat kan kuburan palsu kamu. Mama jadinya percaya nak.. "
"Di mana papa saat itu.. mengapa juga percaya akan ucapan nenek "
"Papa saat itu lagi kuliah di Singapura nak.. terus terang memang kamu hadir di rahim mama kamu karena satu kesilafan yang kami lakukan. Padahal kami saat itu baru menyelesaikan sekolah menengah atas. Kami melakukan hubungan terlarang saat kami mengadakan perpisahan sekolah. Setelah kami mengetahui kamu hadir dirahim mama kamu, kami menikah tanpa pesta karena kedua orang tua kami tak ingin orang tahu tentang kehamilan mama kamu. Sebulan setelah pernikahan papa harus pergi melanjutkan pendidikan karena papa memang telah terdaftar sebagai mahasiswa di Singapura. Dan mama kamu harus tetap disini tidak jadi melanjutkan pendidikannya."
"Berarti memang kehadiranku tak pernah kalian harapkan. Aku penghalang buat kalian melanjutkan pendidikan"
"Tapi Pelangi.. kami sangat bahagia ketika tahu kamu hadir dirahim mama nak.. Walau saat itu usia mama masih muda... "
"Pelangi... kami benar benar minta maaf nak.."
"Mengapa kalian tidak jujur setelah tahu hasil DNA nya.. "
"Kami mencari kamu di Cirebon tapi tidak ada. Kamu sudah pindah. Lalu kami mencari Langit menanyakan kehadiran kamu. "
"Mengapa tidak ada yang berterus terang jika kalian orang tua kandung ku. Dan papa yang akan menjadi wali.. mengapa.. dan apakah Langit juga ikut andil menyembunyikan ini"
"Sayang.. aku takut nanti jika kamu tahu tentang kedua orang tuamu... pernikahan kita akan gagal"ucap Langit yang ternyata dari tadi berdiri di pintu
"mengapa kamu bisa berpikir begitu.. "
"Sayang....selain itu aku juga ingin memberi kejutan ini sebagai hadiah pernikahan kamu"ucap langit mendekat dan memeluk Pelangi
"Tapi kamu jahat Lang... aku jadi tak siap menerimanya. Kamu tahu.. aku susah payah bersandiwara jika aku tidak apa apa mengetahui kebenaran ini.. kerena aku tak mau kamu malu di depan para tamu"
"Maafkan aku ya sayang... "ucap langit membawa kepala Pelangi kedadanya.
"Aku tak mau ada lagi kebohongan... "
"Ya.. sayang... "ucap Langit sambil mengecup pipi Pelangi
"Malu ah.. ada papa dan mama... "
"Nggak apa apa.. papa dan mama juga pasti mengerti. Mereka juga pernah muda.. "
"Pelangi... maafkan aku... masih ada lagi satu kebohongan yang aku tutup..tentang Shinta yang adik angkat kamu... "
*****************************
Terima kasih buat semua pembaca novel ini
__ADS_1