
Pelangi bersama mamanya pergi ke rumah orang tuanya itu dengan membawa Mentari.
Sesampai di rumah mamanya, Mentari sudah tertidur. Pelangi meletakkan Mentari di kamar tamu yang biasa ia tempati.
"Ma, Aku boleh minta tolong.... "
"Tolong apa nak.... "
"Jagain Mentari, aku mau ngomong dengan Shinta berdua.... "
"Ya, nak. Semoga kamu bisa meyakinkan Shinta untuk mengurung niatnya untuk kuliah keluar negeri"
"Aku pamit dulu ya, Ma. Terima kasih"
"Ya, nak"
Pelangi menaiki tangga menuju kamar Shinta. Ia mengetuk pelan pintu kamar Shinta.
"Ya, sebentar.... "jawab Shinta dari dalam kamar.
Shinta membuka pintu kamar dan kaget melihat Pelangi yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Pelangi.... "ucap Shinta kaget
"Aku boleh masuk.... "
"Silakan.... "
Pelangi masuk ke kamar Shinta dan duduk di sofa yang ada di kamar Shinta.
"Apa kabar ,Shin"
"Sehat.... kamu kesini dengan siapa"
"Dengan mama dan Mentari.... "
"Maaf, apa kamu ada perlu denganku.... "
"Ya, ada yang ingin aku omongkan berdua denganmu "
"Masalah apa.... "
__ADS_1
"Aku dengar dari mama kamu akan ke luar negeri melanjutkan kuliahnmu. Mengapa harus jauh, Shin. Kasihan mama harus ditinggal.... "
"Mama ada papa yang menemani. Lagi pula kamu juga ada, bisa menemani mama jika diperlukan"
"Maaf Shinta, jika pertanyaan aku ini sedikit pribadi"
"Ya... apa"
"Apa ini ada hubungannya dengan keputusan Mas Kevin untuk menjalin hubungan dengan Melati"
"Aku nggak mengerti maksud kamu.... "
"Aku tahu mas Kevin sudah mengatakan padamu jika ia ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Melati, apa itu yang membuat kamu melanjutkan kuliah keluar negeri"
"Menurut kamu.... "
Pelangi berdiri dan duduk disamping Shinta sambil menggenggam tangannya.
"Shinta, jika alasan kamu kuliah keluar negeri karena mas Kevin yang tak membalas cintamu, aku mohon batalkan niatmu itu. Karena melarikan diri tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Dan apa kamu nggak kasihan melihat papa dan mama. Mereka sangat kuatir ketika kamu sampai harus meninggalkan negara ini hanya untuk mengobati sakit hatimu. Papa dan mama pasti akan kepikiran kamu terus. Karena kamu pergi dengan membawa luka hatimu. Papa dan mama pasti setiap malam akan kuatir akan dirimu yang jauh di sana, untuk mengobati hatimu.... "
"Kamu tak akan mengerti apa yang aku rasakan Pelangi. Karena kamu selalu mendapat cinta dari pria yang kamu cintai"
"Kamu tak akan pernah bisa mengerti jika kamu tak berada diposisiku. Kamu bayangkan dalam waktu dekat aku harus dikecewakan oleh dua orang sekaligus. Baru aku bisa melupakan sakit hatiku karena ditinggal Langit dan memulai jatuh cinta lagi, aku harus kecewa kembali karena ternyata orang yang aku cintai tidak pernah memandang padaku... "
"Aku tahu Shinta, aku dapat merasakan semuanya. Aku juga pernah pisah dengan Langit cukup lama. Walau cerita kita berbeda."
"Nggak akan sama Pelangi. Kamu dicintai Langit, cuma kalian hanya terpisah beberapa tahun tapi masih saling mencintai"
"Mungkin memang berbeda rasa sakit hatinya. Tapi semua tidak bisa selesai dengan melarikan diri. Jika disini kamu masih ada papa dan mama yang bisa menghiburmu. Tapi jika diluar negeri kamu akan sendiri saja mengobati luka hatimu itu"
Pelangi lalu menarik nafasnya dan mengusap tangan Shinta.
"Shinta, maaf ya jika aku bersalah karena aku kamu harus membatalkan pertunanganmu dengan Langit. Tapi Shinta, aku tidak ada kaitannya kali ini dengan keputusan mas Kevin yang lebih memilih Melati buat menjalin hubungan. Aku juga nggak tahu kenapa mas Kevin lebih memilih Melati dari kamu. Aku mohon maaf jika keputusan mas Kevin ini membuat kamu makin terluka. Aku juga tak bisa berbuat apa apa. Karena cinta tak bisa dipaksakan. Dan itu keputusan pribadi dari mas Kevin. Aku tak mungkin ikut campur. Dan perlu kamu tahu Shinta, aku tak mungkin meminta mas Kevin lebih memilih Melati dari kamu. Karena bagiku kamu dan Melati adalah adikku. Aku aja tak bisa memilih jika diminta memilih antara kamu dan Melati. Kamu mau percaya atau tidak, aku telah menganggap kau seperti adik kandungku. Karena kita memiliki papa dan mama yang sama. Jadi aku mohon Shinta, pikirkan lagi keputusan kamu ini. Karena aku tidak ingin pisah lagi dengan keluargaku. Kamu adikku.. sampai kapanpun kamu tetap adikku"
"Pelangi, maaf. Aku memang sempat berburuk sangka denganmu ketika Mas Kevin lebih memilih Melati adikmu"
"Kamu juga adikku. Lebih dekat kita, karena kita satu orang tua.... aku ingin kamu mulai hari ini memanggil kakak denganku ,Shinta. Aku mohon maaf, jika aku ada membuat kamu salah paham dan sakit hati. Tapi aku katakan sekali lagi. Aku tak ada kaitannya dengan pilihan mas Kevin... "
"Pelangi.. eh Kak Pelangi. Aku juga minta maaf karena aku sempat berburuk sangka dengan kakak. Apa benar kak Pelangi benar benar menganggap aku seperti adik kandung kakak"
"Tentu saja, bukankah orang tua kita sama"
__ADS_1
"Kak... aku senang kakak mau menganggap aku adik"ucap Shinta dan memeluk Pelangi.
"Kakak harap kamu pikirkan lagi keputusan kamu buat kuliah di luar negeri ya.... "
"Iya, kak"
Pelangi dan Shinta turun ke lantai bawah menemui mama yang lagi menjaga Mentari.
"Mama, sudah bangun ya ponakan kecilku"ucap Shinta mendekat ke tempat tidur
"Sudah sayang... sini lihat, lucukan Mentari ...."
"Iya, ma. Ma... aku ingin pikirkan lagi keputusan aku buat kuliah ke luar negeri ma"
"Apa, nak. Kamu serius.... "
"Ma, jika aku jauh... apa mama jadi sedih "
"Tentu saja nak,sejak kamu kecil mama tidak pernah pisah denganmu... "
"Kalau gitu, aku akan pikirkan ulang keputusan aku itu ma. Maaf jika mama jadi kepikiran tentang masalah aku"
"Kamu anak mama, tentu saja mama memikirkan apa pun itu masalah kamu, nak... "
"Apa bagi mama, aku dan kak Pelangi sama. Mama mencintai aku sama seperti kak Pelangi, walau aku hanya anak angkat mama "
"Tentu saja, bagi mama kalian berdua anak kesayangan mama, tidak ada bedanya.... "
"Ma, terima kasih karena telah membesarkan aku dengan penuh kasih sayang. Aku tidak akan membuat mama kepikiran lagi masalah antara aku dan kak Pelangi. Aku tak boleh Leo iri dan buruk sangka lagi dengan kak Pelangi"
"Shinta, yang perlu kamu ingat. Tidak ada seorang kakak yang ingin membuat adiknya bersedih. Kakak ingin kamu bisa secepatnya melupakan kesedihan kamu. Jika kamu perlu bantuan kakak, jangan sungkan minta tolong. "
"Iya kak.... "
Mama memeluk kedua anaknya.
"Mama sayang kalian berdua... mama harap kalian berdua selalu akur"
************************
Terima kasih...
__ADS_1