ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 12. Pelangi yang menghilang


__ADS_3

Di tempat lain Alex dan Tony lagi membicarakan sesuatu, mereka berdua diantar Dion ke apartemen Alex.


"Lex...apa kita nggak keterlaluan mengerjai Langit.. "


"Biarin saja... sesekali anak itu perlu dikerjain dan diberi pelajaran.. gue terkadang sakit hati melihat sikap angkuhnya"


"Seandainya Langit tahu kita memasukan obat perangsang diminumannya bagaimana"


"Ia tak akan tahu.. "


"Tapi jika ia telah sadar dari pengaruh obat itu, pasti ia merasakan sesuatu yang lain pada tubuhnya"


"Lu hanya perlu tutup mulut... sekalipun itu Dion.. jangan pernah lu beri tahu"


"Tapi seandainya Langit melakukan sesuatu dengan Pelangi bagaimana.. "


"Bukankah mereka telah dewasa.. biarin saja. Langit juga tampaknya menyukai Pelangi.. "


"Moga moga saja taj terjadi sesuatu"gumam Tony.


Di apartemen Langit


Pelangi menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Ia menangisi nasib dirinya. Ia telah ternoda. Ia tak tahu harus berkata apa dengan bunda.


Langit yang kesadarannya sudah berangsur kembali... mendekati Pelangi..


"Pelangi maafkan aku... "ucap Langit mendekat kearah Pelangi


"Jauh Lang... jangan mendekat... "teriak Pelangi


"Pelangi... aku tak tahu mengapa aku sampai melakukan itu... dari dalam tubuhnya terasa suatu gairah ..."


"Aku sudah sering katakan... minuman keras itu tidak baik... ia akan membawa kita ke maksiat... "


"Kamu jangan takut.. aku akan bertanggung jawab"


"Sudahlah Lang... kau telah menodaiku..mulai hari ini jangan pernah menemuiku lagi... aku tak akan pernah sanggup melihatmu lagi"Pelangi mencoba berjalan walau pangkal pahanya terasa perih. Ia memakai roknya dan mengambil satu baju kaos Langit karena bajunya telah robek.

__ADS_1


"Kamu mau kemana.. kamu masih merasakan sakit... "


"Bukan tubuhku yang sakit Lang..tapi hatiku.. aku mungkin tak akan pernah memaafkanmu.. hiks ..hiks"tangis Pelangi kembali pecah.


"Aku akan mengantarmu pulang... "


"Tidak perlu... karena aku tak mau melihat wajahmu lagi... aku benci kamu Lang"Pelangi melangkah meninggalkan apartemen Langit dengan perasaan hancur.


Langit mengikuti Pelangi sampai ia memastikan Pelangi naik taksi.


"Maafkan aku Pelangi... aku tak tahu mengapa aku begitu menginginkan tubuhmu.. gairah dari dalam tubuhku begitu menggebu ingin mencumbuimu... mungkin karena aku terlalu banyak minum"


Pelangi masuk kedalam panti dengan langkah pelan, ia tak ingin bunda terbangun dan menanyakan tentang pakaiannya. Dan keadaan dirinya yang tampak kacau.


Sampai dikamar Pelangi langsung masuk kamar mandi, ia memebersihkan tubuhnya dengan sabun yang sangat banyak.


Ia sangat jijik dengan dirinya sendiri.. yang tak bisa menjaga kehormatannya.


Pelangi menangis dibawah guyuran shower.. sampai ia merasakan tubuhnya hmpir beku karena kedinginan..


Pelangi memakai baju tidurnya dan ia mencoba memejamkan matannya tapi tak bisa, ia masih terbayang kejadian yang tadi menimpanya..


Ponselnya berdering menandakan pesan masuk... Pelangi melihat itu pesan dari Langit


"Pelangi maafkan aku... aku tahu kamu pasti sangatlah membenciku.. tapi percayalah Pelangi aku tak pernah bermaksud menodaimu... aku benar benar khilaf... Pelangi aku mohon maafkan aku... jangan pernah membenciku... sekali lagi maafkan aku.. "pesan dari Langit.


Pelangi hanya mengerjakan sholat sepanjang malam tanpa bisa memejamkan matanya. Ketika habis subuh.. Pelangi diam diam pergi dari panti asuhan. Ia brlum siap bertemu bunda dengan mata yang bengkak. Bunda pasti bertanya. Pelangi meninggalkan pesan kalau ia ada keperluan sehingga tak bisa pamit.


Pelangi pergi keluar kota... ia ingin menenangkan diri sehari ini.


"Maaf bunda... bunda pasti akan sangat kecewa ketika mengetahui kalau aku sudah tak suci lagi.. apa yang harus aku katakan pada bunda.... mengapa kau tega melakukan ini padaku Lang... "


Pagi harinya bunda dikagetkan dengan kedatangan Langit


"Selamat Pagi bunda... bisa ketemu Pelangi"


"Oh.. tunggu ya.. bunda dari tadi juga tak melihatnya. Tak biasanya Pelangi ketiduran. Bunda ke kamarnya dulu ya"

__ADS_1


"Baik bunda... "


Bunda mengetuk pintu kamar Pelangi... tak ada sahutan.. Bunda mulai kuatir.


"Apa Pelangi sakit..... tak pernah anak itu tidur sampai kesiangan"


Bunda mencoba membuka pintu, ternyata tak dikunci. Ia melangkah masuk, mencari keberadaan Pelangi tapi ia tak menemuinya.


Bunda melihat ada secarik kertas yang bertuliskan


"Bunda maaf.. aku tak sempat pamit... aku ada dinas keluar kota beberapa hari ini.. "


Bunda heran tak biasanya Pelangi begini. Ia pasti akan menyempatkan pamit jika memang keluar kota.


Bunda keluar menemui Langit, bunda memang sudah mengenal Langit, ia beberapa kali pernah mengantar Pelangi.


"Maaf nak Langit... Pelangi nya nggak ada. Ia hanya meninggalkan secarik kertas yang mengatakan ia dinas keluar kota. Apa Pelangi ada cerita dengan nak Langit tentang sesuatu "


"Cerita sesuatu apa bunda... maksudnya bunda"


"Bunda cuma heran, nggak biasanya Pelangi pergi tanpa pamit apalagi ini keluar kota,bunda takut telah terjadi sesuatu padanya. Apa ada masalah yang sedang ia pikirkan... "


Mendengar perkataan bunda.. Langit juga ikutan cemas. Kemanakah perginya Pelangi.


"Bunda... Pelangi tak pernah cerita apapun denganku... maaf bunda aku pamit dulu, jika ada kabar mengenai Pelangi... nanti aku beritahu"


"Ya nak Langit. Terima kasih"


Pelangi berada disalah penginapan. Ia hanya ingin sendiri.. Ia menelpon atasannya meminta izin tak masuk kerja.


Langit mencari Pelangi ke tempat kerjanya.. dan rekan kerkanya mengatakan Pelangi izin tak masuk kerja karena sakit.


"Pelangi... kemana kamu. Jangan membuatku tambah merasa bersalah begini.. aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku... "


************************


Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini. Mampir juga ya ke novel terbaruku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA

__ADS_1


__ADS_2