
Langit hanya memandangi Pelangi makan dengan menopang dagu nya. Pelangi yang menyadari Langit hanya memperhatikan dirinya dan tidak menyantap makanan, lalu menghentikan suapannya.
"Kamu nggak makan Lang...."
"Sudah kenyang... "
"Kamu memang nya sudah makan.. "
"Melihat kamu saja sudah kenyang aku"
"Gombal.. "gumam Pelangi pelan
"Kamu ngomong apa... "tanya Pelangi.
"Nggak ada... aku sudah makannya.. masa aku saja makan.. kamunya nggak"
"Aku ingin makan masakan kamu... masa Kevin saja yang sering kamu masakin.Bolehkan aku kerumahmu"
"Aku ini hanya tinggal berdua dengan Bumi Lang... apa kata tetangga kalau lihat ada lelaki dirumahku.. "
"Aku tinggal bilang, kalau aku suamimu.. ayahnya Bumi.. semua orang pasti nggak ada yang bisa membantahnya, karena wajah kami yang sangat mirip"
"Biar kapan kapan aku masakin aja.. aku bawa ke kantor"
"Mengapa Kevin boleh kerumahmu... "
"Tetangga aku sudah banyak yang mengenal Kevin, jika tiba tiba ada lelaki lain lagi kerumahnya, aku pasti nanti bahan omongan"
"Kalau kamu nggak mau jadi bahan omongan, kita nikah saja"
"Lang..aku lagi nggak bercanda "
"Siapa bilang aku bercanda... aku serius ingin menikah denganmu"
"Lang... ini sudah kita bahas. Aku tak akan pernah menikah tanpa restu dari orang tua"
"Kalau mami merestui... berarti kamu mau menikah denganku"
"Itu tak mungkin Lang"
"Mengapa tak mungkin... "
"Sudahlah Lang... kamu sudah ada tunangan.. menikahlah dengan tunangan kamu, pilihan orangtuamu"
"Aku mau sama kamu... lagi pula ada Bumi diantara kita"
"Lang... walau Bumi darah dagingmu.. kita tak harus menikah.. Bumi dan aku sudah terbiasa hidup berdua.. kami tak memerlukan ada orang lagi diantara kami. aku dan Bumi sudah sangat bahagia seperti saat ini"
"Aku.. ayahnya Pelangi... Bumi harus tahu itu"
__ADS_1
"Aku akan memberitahukan Bumi... tapi bukan saat ini Lang....karena itu akan menjadi banyak pertanyaan baginya.. mengapa kamu baru hadir sekarang, kemana kamu selama ini dan mengapa kamu tak tinggal bersama kami.. itu akan menjadi pertanyaan baginya.. Bumi anak yang pintar dan kritis.. aku akan kesulitan nanti menjawabnya"
"Selama ini apa Bumi tak pernah bertanya kemana ayahnya"
"Tentu saja pernah Lang... "
"Apa jawaban kamu selama ini jika Bumi bertanya.. "
"Aku hanya bilang kamu harus meninggalkan kami karena satu alasan dan bunda belum bisa menjelaskan alasannya saat ini.. tapi suatu saat kamu pasti bisa menemuinya..hanya itu jawaban yang aku berikan"
"Aku bukan meninggalkan kamu... tapi kamu yang lari dariku... aku harus memberitahukan Bumi siapa aku"
"Lang... beri aku waktu... aku pasti akan mengatakan semuanya"
"Kapan... setelah ia menganggap Kevin adalah ayahnya"
"Lang... aku dan Kevin tak ada hubungan apa apa"
"Jika kamu memang tak ada hubungan apa apa, mengapa Bumi begitu dekatnya dengan Kevin"
"Karena Kevin lah lelaki dewasa pertama yang ia kenal dan menyayanginya. Ia mungkin merindukan sosok ayahnya dan ia menemukannya didiri Kevin"
"Itu salahmu Pelangi... jika dari pertama kamu hamil, kamu menghindarinya, aku akan menikahimu dan tak akan ada yang bisa menghalanginya... kamu terlalu egois. Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri... kamu pikir dengan keputusan kamu ini hanya kamu yang terluka... aku lebih terluka lagi Pelangi . Aku harus melihat anakku lebih menyayangi lelaki lain dari pada aku ayah kandungnya... apakah disini aku salah... aku rasa aku tak bersalah, kamu yang lari dan membawanya pergi tanpa aku ketahui.. "
"Maaf Lang... aku tahu aku salah"
"Pelangi... pandang aku... "Langit mengangkat dagu Pelangi agar memandang matanya.
Pelangi menundukkan kepalanya kembali tanpa menjawab pertanyaan Langit.
"Jika kamu tak mau menikah denganku... jangan pernah berharap kamu bisa menikah dengan lelaki manapun.. termasuk Kevin. Kamu itu milikku dan selamanya akan menjadi milikku.. "
"Lang... kamu tak boleh egois"
"Terkadang kita harus egois untuk cinta... karena cinta tak ada yang boleh terbagi.. cinta hanya milik kita sendiri "
"Lang... aku harus kembali ke kantor"
"Perusahaan itu milikku... kamu jangan takut dipecat aku bisa mengangkatmu jadi pimpinannya "
"Lang... aku harus kembali... nanti Bumi mencari"
"Oke... tapi kamu janji harus mengenalkan aku secara akrab dengan Bumi, kamu tak boleh melarangku mendekatinya"
"Baik Lang... "
Pelangi dan Langit kembali ke kantor. Langit langsung menuju ke ruang kerja Kevin. Ia tak menghiraukan pandangan karyawan yang heran melihatnya masuk tanpa meminta izin dulu.
"Mbak Pelangi... itu siapa ya.. apa papanya Bumi"tanya Ani ,karyawan yang ada didevisi yang sama dengan Pelangi
__ADS_1
Pelangi jadi terbatuk mendengar pertanyaan Ani.. "Mengapa kamu bertanya begitu"
"Wajah nya mirip banget dengan Bumi"ujar Ani lagi
"Itu mungkin kebetulan saja.. ia sepupu pak Kevin"
"Oh... aku kira papanya Bumi"ucap Ani dan kembali ke meja kerjanya.
Pelangi jadi teringat Bumi, dimana anaknya itu. Ia masuk keruang kerja Kevin setelah terlebih dahulu mengetuknya.
"Maaf pak... Bumi dimana ya"
"Mengapa kamu memanggil bapak.. hanya ada Langit kok.. Bumi tidur di kamar itu"tunjuk Kevin ke kamar yang ada diruang kerjanya yang biasa ia gunakan untuk istirahat.
"Mengapa didalam kamar mas... seharusnya biarkan saja ia tertidur di sofa"
"Tadi aku sekalian istirahat dengannya di kamar"
"Maaf mas.. selalu merepotkan kamu"ucap Pelangi. Ia berbicara sambil menunduk,ia tak berani memandang kedepan takut matanya bertemu dengan mata Langit.
"Pelangi... kamu ini seperti dengan orang lain saja... aku kan sudah sering bilang, Bumi itu sudah kuanggap seperti anakku sendiri.. jadi kamu nggak perlu sungkan"
Mendengar ucapan Kevin, Langit jadi terbatuk.
"Langit... kamu kenapa. Maaf Pelangi bisa ambilkan air putih buat Langit"
"Ya.. mas. Ini pak air putihnya. Apa mas juga mau aku buat kopi"ucap Pelangi setelah memberikan air putih buat Langit.
"Bolehlah... buat kan dua sekalian Pelangi.. satu buat Langit"
"Baik mas... tapi apa mas bisa bangunkan Bumi.. nanti ia kebiasaan lagi tidur di kamar"
"Aku nggak keberatan kalau ia jadi terbiasa tidur di kamar itu nantinya... karena mulai minggu depan aku yang memimpin perusahaan ini"ucap Langit
"Oh ya Pelangi.. aku tadi ingin mengatakan ini sambil mengantarmu pulang.. kalau aku akan pindah ke Jakarta mulai minggu depan"
"Apakah harus mas.. "
"Maksudmu... "tanya Langit
"Eh... maksudku.. apakah mas Kevin harus pindah ke Jakarta.. apa tak bisa tetap disini "
"Mana bisa.. perusahaan ini tak mungkin dipimpin oleh dua orang "ucap Langit ketus. Ia cemburu mendengar Pelangi yang menginginkan Kevin tetap berada diperusahaan ini.
"Maaf pak ..bukan maksud saya begitu. Saya permisi dulu.. "
Pelangi pergi meninggalkan ruang itu,dengan Langit yang terus memandanginya.
"Apa apaan kamu Pelangi... aku kamu panggil bapak sedangkan Kevin mas.. "
__ADS_1
*****************************
Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini.