
Langit mengejar langkah Pelangi dan melihat kepergiaan Pelangi dengan mobil Kevin. Ia tak bisa membendung lagi air matanya. Tanpa rasa malu Langit terisak melihat mobil Pelangi yang makin menjauh meninggalkan dirinya.
"Pelangi.. tak dapat aku menahan air mata ini untuk setiap langkah ketika mengantarmu pergi. Setiap langkahmu yang semakin menjauh.. kembali air mata ku mengalir lagi. Kamu akan pergi ketempat dimana aku tak dapat mencapainya meski dengan seluruh tanganku. Tapi aku tak mampu menghentikanmu dan aku hanya bisa berdiri menangis di sini. Karena aku tahu aku tak pantas buatmu. Aku melepaskan dirimu bukan karena aku tak mencintaimu. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mempertahankan dirimu. Sudah terlalu banyak luka yang kau rasakan karena diriku. Tapi perlu kau ingat Pelangi... hanya dirimu yang selalu di hati"
Ketika mobil Kevin telah menghilang dari penglihatannya Langit masuk ke dalam Villa. Ia memecahkan semua barang yang ada didekatnya. Dari keramik sampai televisi tak luput dari amukannya.
Maminya hanya bisa melihat dari lantai atas. Ia belum berani turun menemui Langit.
"Pelangi.. kau akan menerima balasannya. Kau telah membuat Langit marah seperti itu."
Langit berlutut dengan tangan berada dilantai. Ia tak menghiraukan tangannya yang terkena pecahan kaca hingga menancap ditelapak tangannya. Darah segar mengalir dari telapak tangannya. Ia terus menangis sambil menunduk.
Bi Jum yang melihat darah mengalir dari telapak tangan Langit, mendekati tuannya itu.
"Tuan.. tangan Tuan berdarah.. biar bibi obati ya"ucap bi Jum gugup karena takut.
"Pergilah bi.. aku mau sendiri.. "teriak Langit
"Tapi Tuan lihat.. darah makin banyak mengalir dari tangan Tuan"
"Pergi... aku tak peduli.. walau aku akan mati sekalipun"teriak Langit
Mami yang melihat darah makin banyak mengalir dari tangan Langit akhirnya turun.
"Apa apa ini Lang... kamu menyiksa dirimu gara gara wanita seperti itu"
"Apa peduli mami... "
"Tentu saja mami peduli.. karena kamu anak mami"
"Anak... jika aku anak mami... mami tak akan melakukan ini. Tak ada seorang mami yang ingin merebut kebahagiaan anaknya "
"Justru mami memikirkan kebahagiaan kamulah makanya mami mencari orang yang tepat untuk mendampingi hidupmu"
"Siapa yang mami pikir tepat.. aku mencintai Pelangi. Dan mami dengan teganya meminta Pelangi untuk membuang darah dagingku. Apa mami lupa.. itu juga cucu mami. Kebahagiaan aku berada disamping Pelangi dan Bumi anakku"
"Kalau begitu kamu tak akan pernah mendapatkannya.. kamu harus memilih antara mami dan Pelangi. Jika kamu lebih memilih Pelangi.. maka siap siaplah kamu mendengar kematian mami kamu.. "
"Aku malu mi. Aku tak tahu mami bisa melakukan sesuatu yang kejam. Apa salah Pelangi.. apa salahnya aku mencintai Pelangi.. mengapa mami tak pernah menyukai Pelangi.. jika mami memang menyayangi aku seharusnya mami juga menerima orang yang aku cintai.. "
__ADS_1
"Kamu sadar Lang...kamu saja yang mencintai Pelangi. Apa ia juga mencintai kamu. Jika Pelangi memang mencintai kamu, ia tak akan meninggalkan kamu, ia akan berjuang mendapatkan kamu. Ia tak akan menyerah begitu saja. Kamu saja yang mencintai Pelangi.. kamu saja yang ingin berjuang.. tapi Pelangi.. ia selalu menyerah dan pergi meninggalkan kamu.. kamu harus sadar itu.. Pelangi tak pantas kamu pertahankan"
Mami Langit berjalan meninggalkan Langit dan menghubungi dokter keluarganya yang tinggal sekitar villa untuk mengobati luka Langit.
######################
Sementara itu Pelangi tak bisa membendung air matanya. Sepanjang perjalanan menuju apartemen di Cirebon ia terus menangis.
"Bunda.. mengapa bunda menangis. Bunda bertengkar dengan daddy"
"Nggak sayang.. "ucap Pelangi memeluk erat Bumi, seolah jika ia melepaskan pelukannya Bumi akan pergi meninggalkannya.
"Bunda.. mengapa daddy ditinggalin. Bunda nggak lihat daddy tadi menangis.. pasti daddy ingin ikut... "
Pelangi tak bisa menjawab.. ia makin terisak dengan tangisnya.
"Pelangi.. kamu mau kemana setelah dari apartemen "
"Aku nggak tahu mas... yang penting aku harus meninggalkan apartemen itu dulu.. aku takut bu Merry masih mengawasi aku.. aku tak mau ia kembali membawa Bumi"
Sampai di apartemen hari sudah menjelang malam. Pelangi menyiapkan makanan yang ia beli tadi.
"Mas.. kamu makanlah dulu dengan Bumi. Aku mau menyusun barang yang perlu aku bawa. "
"Ya mas.. aku akan bawa seperlunya saja"
Pelangi masuk kamarnya, dan menyusun pakaiannya ke dalam koper dan setelah itu pakaian Bumi.
"Mas.. aku sudah selesai. Kita pergi sekarang"
"Kamu belum makan Pelangi... kamu makanlah dulu.. kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga Bumi"
"Mas... terima kasih buat semuanya"
"Sudahlah.. aku ikhlas melakukan semuanya"
"Tapi lihatlah kamu pasti capek.. mengantar aku dari kemarin.. "
"Justru aku lihat kamu yang lebih capek.. "
__ADS_1
"Bumi... kita akan pindah dari apartemen ini. kamu nggak apakan sayang"
"Nanti Daddy bagaimana Bunda... kasihan daddy sendirian "
"Bumi... "ucap pelangi memeluk anaknya sambil terus menangis.
Setelah makan dan mencuci piringnya Pelangi minta izin ke apartemen Langit sebentar. Ia akan meninggalkan kartu apartemen nya.
Pelangi masuk ke kamar itu... dan meninggalkan kartu dan sepucuk surat diatas meja.
"Lang... maafkan aku.. aku tahu kamu juga pasti terluka seperti diriku.. tapi jika kita memaksakan semuanya aku takut nanti kita akan tambah terluka.. Mungkin kita memang tak ditakdirkan bersatu. Tapi bukti cintaku dan cintamu sudah ada.. Bumi lah bukti cinta kita. Aku janji akan menjaganya... "
Pelangi meninggalkan apartemen Langit dan menuju basement dimana Kevin sudah menunggunya.
"Mas.. kita jalan lagi... "
"Kamu mau tinggal ditempat yang aku katakan itu.. "
"Ya.. mas... "
"Aku akan meminta seseorang mengawasi kamu.. agar tante Merry tak bisa menyakiti kamu dan Bumi. Aku akan resign dari perusahaan Langit dan aku akan menjalankan bisnisku yang bersama teman aku. Aku akan fokus kesana dulu.. "
"Mas... maafkan aku.. gara gara aku kamu harus resign dan salah paham dengan bu Merry... "
"Itu bukan salah kamu.. aku dan mama memang sudah kurang akur dengan tante Merry dari dulu nya."
"Tapi mas aku malu jika mama mas tahu semuanya.. "
"Nggak usah takut Pelangi... mama pasti bisa memahaminya. Mama aku bukan tante Merry.. "
Kevin membawa Pelangi ke Bogor.. tempat ia dulu pernah tinggal. Ia memiliki rumah disana. Kevin membuka usaha di sana bersama temannya. Sebelum ia memimpin perusahaan milik papa Langit.
*******************************
Terima kasih untuk semua pembaca novel ini.
Mampir juga ya ke novel aku berjudul
SAHABATKU MADUKU.
__ADS_1
Cerita yang terinspirasi dari pengalaman pribadi seseorang.. yang banyak menguras air mata.
Berkisah tentang pengkhianatan seorang suami bersama sahabatnya sendiri.