
Sehabis makan malam Langit dan papi kembali ke rumahnya. Setelah Bumi tidur Kevin mengajak Pelangi untuk bicara.
"Ada apa mas... apa yang perlu mas bicarakan"
"Pelangi... kamu tahu.. aku sangat mencintaimu. Walau banyak orang berkata jika cinta terkadang egois, tapi aku tak mau melakukan itu. Aku tidak boleh egois jika aku benar benar mencintaimu. Pelangi.. kembalilah ke Langit, aku tahu kamu juga mencintainya.. tapi kamu ragu buat menjalani hubungan serius karena kamu memikirkan aku.. "
"Mas Kevin bicara apa.. "
"Langit dan Om Andi sudah membicarakan itu denganku tadi.. kamu bisa menikah dengan Langit kapanpun jangan kamu pikirkan aku.. aku akan bahagia jika melihat kamu bahagia "
"Mas.. aku minta maaf"
"Kamu nggak salah... terkadang cinta memang berlabuh ditempat yang salah..tapi aku tak pernah menyesal pernah mencintaimu... aku akan mengingatnya sebagai hal terindah yang pernah aku jalani. Kamu adalah cinta terindah yang pernah aku miliki, walaupun aku tahu kamu tak pernah membalas cintaku. Tapi selama aku bersamamu, aku merasa hari hari yang aku lalui sangat menyenangkan. Aku berharap kamu juga mengenang kebersamaan kita dulu sebagai hal terindah dalam hidupmu... "
"Mas... aku tak pernah akan melupakan semua kenangan dan hari hari yang pernah aku lewatkan bersamamu. Aku juga sangat menyayangi kamu, sebagai kakak ku. Aku menganggap kamu seperti kakakku sendiri. Kamu yang selalu ada saat aku dalam kesulitan.. kamu yang selalu ada saat aku sedih... mas sekali lagi maafkan aku.. "ucap Pelangi mulai terisak
"Pelangi... aku tahu kamu hanya menganggap aku sebagai kakakmu... tapi hatiku yang tak bisa ku bohongi jika aku mengharapkan kamu menganggap aku lebih dari saudara... tapi aku sudah tahu itu tak mungkin karena hatimu sepenuhnya telah diisi dengan kehadiran Langit. Tanpa kamu sadari, kamu menutup hatimu buat kehadiran lelaki lain dari dulu itu karena kamu memang masih mengharapkan Langit lah yang akan mengisinya. Makanya kamu selalu berkata.. kamu telah nyaman hidup berdua Bumi... padahal hatimu hanya mengharapkan kehadiran Langit... "
"Mas.. aku tak tahu harus berkata apa. Aku tahu kamu kecewa padaku, aku tahu kamu marah padaku. Mas... makilah aku, jangan berkata seperti ini.. jika mas tetap berkata baik seperti ini.. ini akan menambah rasa bersalahku..Mas boleh menghina atau memaki aku... karena aku berhak menerimanya.. aku selalu menyakiti kamu mas... tapi mengapa kamu masih baik seperti ini.."
"Pelangi.. mengapa aku harus marah atau menghina dan memakimu. Kamu tak salah. Aku yang salah mencintai seseorang yang hatinya memang bukan buatku. Mas harap kamu bahagia bersama Langit. Kamu berhak bahagia setelah sekian lama mengalami penderitaan. Raih dan gapai kebahagiaanmu. Jika suatu saat kamu terpuruk dan terluka.. .. kamu masih bisa mencari aku... aku akan tetap bersedia menjadi sandaran kamu buat dan mengobati lukamu.. "
"Mas kamu lelaki terbaik yang pernah aku kenal, aku mendoakan kamu mendapat kebahagiaan dan mendapati wanita yang jauh lebih baik dari aku... "
"Pelangi.. apa aku masih boleh bertemu Bumi"
"Tentu saja mas.. mas adalah om terbaik dan terbayang Bumi... jika mas tak mau bertemu Bumi itu malahan akan membuat aku sedih"
"Aku pamit dulu. Jangan lupa mengabari aku apapun itu.. "
__ADS_1
"Ya mas... hati hati.. "ucap Pelangi. Ingin rasanya Kevin memeluk Pelangi tapi ia takut Pelangi akan menolaknya... dan ia akan menyakitkan hatinya.
"Pelangi.. apa boleh aku memelukmu... "ucap Kevin pelan dengan ragu
"Memelukku.... "
"Nggak apa jika kamu tak boleh... aku ingin memelukmu sebagai seorang kakak saja"
"Boleh mas.. "lirih Pelangi. Ia tak sampai hati menolak permintaan Kevin karena selama ini Kevin lah yang selalu membantunya.
Kevin memeluk Pelangi dengan erat, tanpa ia sadari air matanya turun. Pelangi merasakan punggungnya basah. Ia tahu Kevin pasti menangis. Pelangi pun tak bisa menahan air matanya.
"Pelangi walaupun hanya sekali.. aku akhirnya dapat memeluk tubuhmu.. walau ini pertama dan yang terakhir.. tapi aku senang dapat memeluk tubuhmu.. wanita yang paling aku cintai ...aku dulu berharap dapat memelukmu setiap hari.. tapi semua nya tak akan pernah jadi kenyataan... aku rela melepaskan kamu. Karena sekuat Apapun aku menahan dan menggenggam kamu jika kamu bukan jodohku ...pasti kamu akan lepas dan pergi juga... dan sejauh manapun kamu lari... jika Langit memang jodohmu..kalian pasti akan dipertemukan jua... "
Kevin melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. Ia juga dapat melihat Pelangi yang menangis.
Kevin melangkah pergi dengan lesu menuju mobilnya. Ia mengendarai mobil perlahan agar ia masih dapat melihat Pelangi yang masih berdiri di halaman rumah.
####################
Di salah satu restoran tampak tante Yeni dan Om Dodi lagi duduk menunggu kedatangan Papi Andi dan Langit.
"Maaf kami telat.. seharusnya kami yang datang duluan.. kami yang berjanji kami yang telat"ucap papi begitu sampai dihadapan om Dodi
"Nggak apa apa pak.. kami yang kecepatan datangnya..."
"Begini pak.. kemarin saya sudah menemui Pelangi dan Bumi, ia mau menikah dengan Langit tapi ia masih ragu karena belum mendapat restu dari mami Langit.. tapi itu tak masalah.. maminya nanti pasti merestui juga,itu menjadi urusan aku"
"Lalu apa lagi yang harus kami lakukan... "
__ADS_1
"Sesuai dengan pembicaraan kita waktu itu... sebaiknya Shinta tahu Pelangi anak kandung bapak dan ibu setelah mereka menikah, biar Shinta tak bisa mengganggu Langit dan Pelangi lagi"
"Tapi kita harus mengatakan dulu tentang pembatalan pertunangannya dengan Shinta dulu"ujar om Dodi
"Ya om.. Besok aku sudah janji bertemu Shinta. Tapi aku mau tante Yeni dan om juga ikut. "
"Baiklah Lang... sebenarnya kami tak tega pada Shinta.. kami tahu ia sangat mencintai kamu.. kami tak tahu hal nekat apa nanti yang akan dilakukannya.. "
"Untuk itu tante dan om ikut.. biar nanti Shinta bisa om dan tante tenangkan.. "
"Baru setelah itu kita rencanakan pernikahan Langit, nikah saja dulu setelah semuanya berjalan lancar baru kita pikirkan pestanya. Di saat hari nikah itulah ibu dan bapak bisa datang. Bapak bisa langsung jadi wali nikah Pelangi.. bapak bisa mengatakan sebenarnya disana... "ucap papi
"Tapi pi.. bagaimana jika Pelangi syok dan pernikahan aku jadi batal"
"Papi yakin Pelangi wanita yang kuat dan tegar, pernikahan kamu pasti akan tetap berlangsung..percayalah dengan papi"
"Aku tak mau ya Pi... pernikahan aku jadi berantakan gara gara ide papi ini"
"Kamu juga nggak mau kan pernikahan memang tak pernah terwujud karena Pelangi mengalah pada Shinta setelah ia tahu Shinta adik angkatnya"
"Baiklah pi.. terserah papi saja"
"Kami juga terserah pak Andi saja.. mana yang terbaik menurut bapak"
Setelah berbincang cukup lama mereka akhirnya sepakat pernikahan Langit dan Pelangi akan diadakan seminggu lagi.
*******************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1