
Semua tamu undangan sudah pulang. Malam juga sudah mulai menjelang. Pelangi masuk ke kamar diikuti Langit.
Melati dan Mawar masih berada di rumah ini, mereka menemani Bumi di kamarnya.
"Lang... keluar dulu. Aku mau mandi"
"Memangnya kenapa.. mandikan.. atau mau aku mandiin... "
"Lang... aku malu.. kamu bisa keluar nggak"
"Aku ini sudah jadi suami kamu,Angi.Mengapa harus malu"
"He... eh.. aku lupa Lang.. "
"Baru saja menikah sudah lupa dengan suaminya"
"Bukan lupa sih Lang.. tapi aku belum terbiasa"
Pelangi membuka hijabnya memperlihatkan rambut sepunggungnya yang hitam lurus. Lalu ia mencoba membuka resleting belakang gaunnya.
Pelangi tampak kesulitan. Langit lalu berdiri dan membantu membukanya. Langit meletakan rambut Pelangi kebahunya memperlihatkan punggung mulusnya.
Langit lalu mengecup punggung Pelangi, menghirup wangi tubuhnya.
"Lang.. kamu ngapain... geli"
Langit membalikan badan Pelangi dan membuka menurunkan gaunnya sampai pinggang membuat tubuh atas Pelangi terlihat. Hanya tertutupi dengan bra.
Langit mengecup leher Pelangi dan turun sampai ke dadanya. Pelangi merasakan rasa geli dan gelenjer aneh .
"Lang... "ucap Pelangi sedikit mendesah.
Langit langsung menggendong Pelangi dan menjatuhkannya ke tempat tidur. Langit lalu mengunci pintu kamarnya.
"Mandinya sebentar lagi... temani aku dulu"ucap Langit.
Ia lalu membuka pakaiannya dan hanya menyisakan boxernya. Pelangi lalu menutup matanya.
"Mengapa ditutup matanya. Mulai saat ini kamu akan sering melihat pemandangan seperti ini bahkan lebih erotis lagi"ucap Langit dekat wajah Pelangi sambil membuka tangannya yang menutupi wajah
"Wajahmu memerah.. hanya melihat tubuhku saja"goda Langit
"Lang.. Kamu kok nggak malu dan canggung"
"Mengapa harus malu... kamu kan istri aku"
Langit meloloskan gaun Pelangi dan hanya menyisakan pakaian dalamnya.
"Lang...mandi dulu"
"Nanti saja mandinya.. karena nanti akan berkeringat juga.. "
__ADS_1
"Lang...ini masih jam delapan.. nanti kalau Bumi datang bagaimana "
"Aku sudah kirim pesan pada Melati untuk tidak mengganggu kita dan menjaga Bumi"
"Lang... kamu buat malu saja. Memang kamu nggak lapar Lang... belum makan malamkan"
"Aku makan kamu dulu.. "ucap Langit mulai mengecup leher Pelangi.
"Lang... "kembali Pelangi sedikit mendesah tanpa disadarinya ketika Langit menghisap dan menggigit dadanya.
"Kamu juga sangat menginginkan aku... Angi"bisik Langit
"Lang... "ucap Pelangi sambil mendesah ketika Langit mengecup dan menghisap serta menggigit perut datarnya
"Angi... aku setiap hari selalu membayangkan dan memimpikan saat seperti ini.. "ucap Langit sambil tangannya bekerja membuka pengait bra Pelangi. Tanpa disadari Pelangi tubuhnya sudah dibuat polos oleh Langit.
Langit naik ke atas tubuh Pelangi dengan tumpuan tangannya takut menghimpit tubuh Pelangi. Ia mengecup dari dahi, mata, hidung, pipi dan bibir.
Mereka saling melum*t ,dan bertukar saliva. Pelangi juga sudah membalas dan mengimbangi permainan Langit.
"Sayang... aku mulai penyatuan lagi ya.. "ucap Langit dengan mata yang sudah berkabut
"Iya Lang... tapi pelan ya"
"Tenang sayang... aku tak akan memaksa seperti malam itu.. aku akan membuat kamu nyaman dan tidak merasa sakit lagi tapi nikmat "
Langit mulai menyatukan tubuh mereka. Tapi itu sedikit sulit. Kerena milik Pelangi masih sempit.
"Ya... Lang "
Langit kembali mencobanya dan terdengar Pelangi sedikit merintih. Langit lalu melum*t bibir Pelangi mengalihkan rasa sakit karena penyatuan mereka.
Setelah itu mereka baru merasakan kenyamanan atas penyatuan tubuh mereka. Sampai akhirnya mereka merasa klimaksnya.
Langit mengecup dahi Pelangi dan pindah ke samping tanpa melepaskan penyatuan tubuh mereka.
"Terima kasih sayang.. kamu nikmat banget."
"Lang.. lepasin... aku merasa geli nih"
"Biar kan sebentar ia masih ingin disarangnya "bisik Langit dan memeluk tubuh Pelangi
Pelangi yang kepalanya berada didada Langit, menengadahkan kepalanya memperhatikan wajah Langit yang sedang terpejam matanya.
"Lang... Dari pertama kita jumpa... aku tak pernah bermimpi untuk dapat memiliki kamu, begitu juga setelah kamu melakukan itu padaku. Karena aku tahu semua itu tak mungkin. Kamu yang memiliki segalanya pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih sempurna dari ku. Walau aku sangat mencintai kamu tapi memimpikan untuk dapat memilikimu saja aku tak berani"
Pelangi akhirnya tertidur didalam dekapan Langit dengan tubuh yang masih sama sama polos. Langit yang terbangun ketika jam menunjukan pukul sepeuluh malam melihat Pelangi yang memeluk tubuhnya lalu tersenyum.
"Sayang... akhirnya kamu menjadi milikku seutuhnya. Kamu yang dari pertama kita bertemu sudah langsung mencuri perhatian aku. Walaupun banyak wanita yang lebih cantik dari kamu mendekati aku... tapi tak bisa menggantikan posisi kamu yang sudah terlanjur bersemayam didalam dasar hati ku yang terdalam"
Langit kembali menaiki tubuh Pelangi. Mengecapnya dari dahi hingga ke dada, kembali meninggalkan banyak tanda kepemilikan.
__ADS_1
Pelangi membuka matanya dan tersenyum melihat Langit yang asyik bermain didadanya.
"Kamu jauh lebih cantik dan seksi jika begini.. sayang.. aku takut nanti kamu membuat aku malas bekerja"
"Mengapa aku jadi membuat kamu malas"ucap Pelangi dan mengalungkan tangannya keleher Langit.
"Karena aku tak mau jauh dari tubuh mulus dan seksi kamu ini.. aku pasti nggak akan konsentrasi kerjanya karena memikirkan kamu"
"Mana bisa gitu Lang.. nggak mungkin juga kita begini terus sepanjang hari.. "
"Tentu saja sayang... selama bulan madu besok, aku tak akan membiarkan kamu keluar dari kamar sedetikpun dan memakai sehelai benangpun"
"Lang.. bisa masuk angin dong.. "
"Bukan masuk angin sayang... tapi junior aku yang terus masuk kandangnya sampai ia puas dan terbiasa dengan sarangnya "ucap Langit dan mengecup bibir Pelangi
"Lang.. pikirannya kok kesitu melulu.. "
"Tentu saja.. aku sudah menunggu lama saat ini"
"Lang....aku mencintaimu "lirih Pelangi
"Aapa... aku tak dengar "
"Nggak... kamu pasti dengar. Kamu bohongkan"ucap Pelangi dengan wajah merah karena malu
"Sayang... benar aku tak mendengarnya... kamu bisa mengulang ucapanmu"
"Nggak ah.. salah sendiri tak dengar "
"Kalau nggak mau ulang,kamu aku hukum ya.. aku mau sekali lagi penyatuan kita"
"Lang... aku mau mandi.. badanku sudah penuh dengan peluh.. gerah"
"Sekali lagi... aku masih mau. Kamu pegang deh, junior ku udah bangun lagi"
"Ih.. kamu mesum banget Lang"
Langit langsung menyatukan kembali tubuhnya dengan Pelangi. Dan mencapai puncaknya kembali.
"Sayang... aku rasa junior sangat menyukai sarangnya.. sehingga ia mudah sekali bangunnya"
"Sudah ah.. aku mau mandi dulu.Kalau masih tiduran nggak akan selesai selesai kamunya"
Pelangi bangun dari tidurnya ketika ia berdiri,Pelangi merasakan perih diselangkangannya. Memang tak sesakit dulu ketika pertama Langit melakukannya.
Langit yang melihat Pelangi sedikit meringis,bangun dan langsung menggendong Pelangi menuju kamar mandi dan menurunkan didalam bathtub.
Ia juga masuk kedalamnya. Langit memandikan Pelangi, walau Pelangi sudah menolaknya.. ia tetap melakukan itu.
*************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini