ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 18. Keputusan Pelangi


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Pelangi pamit pergi kerja. Ia tak ingin bunda tahu jika ia telah dipecat.


"Assalamualaikum bunda... Selamat Pagi"Pelangi memeluk bunda yang sedang duduk dekat meja makan dari belakang.


"Waalaikumsalam nak.. sarapan dulu nih sebelum berangkat kerja"


"Bunda buat sarapan apa... "Pelangi duduk disamping bunda.


"Nasi goreng saja nak... tanpa telur.. "


"Ini juga sudah enak,kalau bunda yang masak apapun pasti lezat"


"Kamu bisa saja kalau memuji bunda... "ucap bunda sambil mengusap kepala Pelangi yang sedang sarapan.


"Bunda... aku sayang bunda"ucap Pelangi dan tanpa bisa dibendung lagi air matanya keluar.


Bunda memeluk Pelangi.


"Maaf bunda... aku telah membohongi bunda... aku belum siap mengatakan tentang kehamilanku dan juga tentang aku yang telah dipecat... ini pertama kalinya aku harus berbohong"


"Kenapa kamu menangis nak... "


"Maafkan kami bunda... kami hanya bisa menyusahkan bunda.. kami belum bisa membahagiakan bunda"


"Bunda senang kalian semua menjadi anak bunda... karena kalian lah hidup bunda menjadi berwarna.. "


"Bunda... jika aku mengecewakan bunda... aku mohon maaf banget.. "


"Kamu putri kebanggaan bunda... kamu tak pernah mengecewakan bunda.. "


"Bunda... "ucap Pelangi kembali memeluk bunda.


"Sudah... jangan nangis terus. Mana Pelangi bunda yang kuat dan tegar... semangat. Sekarang kamu harus pergi kerja... nanti terlambat "


"Baik bunda.... Assalamualaikum bunda"ucap Pelangi sambil berjalan keluar.


"Waalaikumsalam nak.. "


Pelangi membeli koran, mencari lowongan kerja. Ia mencoba mendatangi perusahaan itu, tapi tak ada satupun posisi yang sesuai, begitulah alasan mereka. Pelangi sudah memohon, ia mau ditempatkan dimanapun sekalipun Office girl.. tapi tak satu perusahaan yang menerimanya.


Setelah sore, Pelangi pulang ke panti. Kakinya terasa sangat pegal. Mana ia harus menahan mual dan pusing yang dirasakannya.

__ADS_1


Sudah tiga hari Pelangi mencari pekerjaan. Tapi semua perusahaan seakan menolaknya.


Pelangi istirahat dibawah pohon membeli air mineral. Ia kembali merasakan kepalanya pusing.


Ponsel ditasnya berdering,Pelangi melihat siapa yang menghubunginya, ternyata ibu merry. Pelangi ragu antara mau menerima atau tidak.


"Jika tidak aku terima. Siapa tahu penting..tapi jika aku terima, takutnya ia hanya ingin memberitahukan kabar buruk. Tapi aku terima sajalah"


"Selamat siang bu... "


"Mengapa baru kamu terima. Kamu sudah berani ya bermain main denganku. Aku hanya ingin memberi tahukan kepadamu... besok kamu kosongkan panti... jika sampai siang aku masih melihat kamu dan lainnya disana.. jangan salahkan aku berbuat kasar.. "


"Bu... aku ingin bertemu"


"Buat apa... aku hanya ingin bertemu jika kamu mengabarkan tanggal aborsimu"


"Sebaiknya kita bertemu dulu"


"Dimana... "


"Terserah ibu saja asal jangan dirumah ibu"


"Aku sudah berjanji tak akan menginjakan kakiku kerumah itu lagi"


"Baik bu... "Pelangi menutup sambungan ponselnya dan langsung mencari taksi.


"Aku terpaksa melakukan ini.. aku tak mau bunda dan lainnya tidur dijalanan... "


Pelangi berjalan dengan tergesa memasuki cafe yang disebut ibu Merry. Ia tak mau bu Merry menunggu lama dan akan menjadi marah.


Setelah memandang kiri kanan mencari keberadaan Bu Merry akhirnya ia dapat melihat keberadaan bu Merry.


"Selamat siang bu... maaf lama menunggu "


"Duduklah... dan cepat bicara. Aku tak punya banyak waktu"


"Bu... aku mau tahu apa yang harus aku lakukan agar ibu tak mengusir bunda dan afik lainnya dari panti"


"Gugurkan kandungan mu... aku bukan hanya membiarkan kalian menempatinya tapi aku akan menambah dengan memberkan kompensasi"


"Tapi bu.. bagaimanapun saya tak akan mungkin menggugurkan anak dalam kandungan saya"

__ADS_1


"Kalau begitu kosongkan panti sekarang juga"


"Bu... jangan libatkan bunda dan adik adik yang lain.. mereka tak bersalah "


"Siapa bilang mereka tak bersalah... salahnya mereka adalah memiliki seseorang seperti kamu.. "


"Bu... aku mohon...aku akan melakukan apa saja asal jangan minta aku menggugurkan kandunganku"


"Mengapa kamu begitu mempertahannya.. kamu tahu... bagaimanapun dan sampai kapanpun.. kamu tak akan bisa menikah dengan Langit.. walaupun kamu lagi mengandung anaknya"


"Bu.. aku akan pergi dari kota ini.. aku berjanji tak akan kembali lagi... jika ibu masih melihatku di kota ini,ibu bisa langsung mengusir bunda dan adik adik lainnya. "


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu.. "


"Bu... aku bersumpah... aku tak akan ada dikota ini lagi dalam waktu dua hari. Besok biarkan aku habiskan waktuku bersama adik adik dan bunda... jika ibu melihatku... ibu bisa langsung membawaku ke rumah sakit untuk aku aborsi"


"Aku pegang janjimu.. ingat jika kamu tak menepati janjimu.. pembalasan yang kamu dapatkan lebih kejam dari saat ini"


"Ya.. bu... aku akan menepati janjiku"Pelangi menahan air matanya. Ia tak ingin ibu Merry melihatnya rapuh.


"Ingat jangan pernah muncul dihadapanku lagi... apa lagi Langit"


"Baik....dan bagaimana aku bisa tahu, ibu memegang janji ibu.. "


"Aku akan buat surat perjanjian yang menyatakan kalau tiga tahun kedepan bunda dan adik adikmu yang lain bisa menempati panti tanpa bayaran... tapi kamu juga harus buat surat perjanjian jika kamu akan pergi meninggalkan kota ini, dan jika kamu tak menepatinya kamu akan dituntut"


"Baiklah... jika itu mau ibu. Besok saya bawa surat perjanjiannya... Kita bertemu disini kembali... siang besok"


"Oke... aku tunggu kamu jam satu siang besok"


Bu Merry pergi meninggalkan Pelangi. Setelah kepergian bu Merry, Pelangi menangis tersedu ia tak dapat lagi menahan tangisnya.


"Maafkan bunda... aku harus pergi... aku tak mau bunda dan yang lainnya hidup dijalanan. Dan aku juga tak mau bunda malu jika orang tahu aku hamil diluar nikah... aku tak mungkin terus berada di panti... karena perutku pasti semakin lama akan makin membesar... "


*****************************


Terima kasih telah membaca novel ini.


Mampir juga di novelku..


-ANTARA AKU ,KEKASIHKU DAN SAHABATNYA

__ADS_1


-AKU BUKAN SIMPANAN


-CINTA TAK PERNAH SALAH


__ADS_2