ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 30. Bertemu Bumi


__ADS_3

Pagi hari tampak Pelangi sudah duduk disofa menunggu Langit bangun. Terdengar suara pintu yang dibuka. Pelangi berdiri, takut seseorang yang tak dikenalnya masuk.


Langkah kaki itu tambah mendekat ke arah Pelangi duduk, ia mundur.


"Sudah bangun... "ucap Langit


"Kamu Lang... aku kira siapa"


"Ini sarapan... kita sarapan dulu baru kembali ke Jakarta "


"Aku nggak lapar Lang.. "


"Jangan buat aku memaksa kamu dulu, baru kamu mau makan"


"Iya... aku makan. Sini sarapannya... kamu juga sarapan.. "


"Ya.. itu ada dua.. "


Pelangi menyalin sarapan itu kepiring dan memberikan satu buat Langit. Ia menyantap perlahan sarapannya, Pelangi tidak bisa menghabiskan karena ia masih teringat Bumi.


"Lang... kita pulang lagi. Bumi pasti kuatir banget karena aku nggak pulang."


"Mandilah dulu... ini pakaian buatmu"


"Dari mana kamu dapat pakaian ini... kamu bohong ya kalau nggak ada kapal yang menyeberang, ini kamu bisa beli baju... "


"Sudahlah... cepat mandi. Katanya mau cepat pulang"


"Lang... kamu yang ambil ponselku"tanya Pelangi karena ia tak dapat menemui ponselnya didalam tas.


"Hhmmm... "


"Sini Lang.. kamu lancang, tak boleh memegang dan menggunakan ponsel orang lain Lang"


"Kamu mau pulang sekarang atau mau menginap lagi,nanti kapalnya keburu berangkat"


Pelangi melangkah ke kamar dan mandi dengan cepat, ia mengganti pakaiannya dengan baju yang diberikan Langit. Setelah selesai berpakaian ia pun keluar.


"Ayo Lang.. kita pulang"


"Cantik. ....."gumam Langit


"Lang... Ayolah..kita berangkat lagi"


Langit melangkah keluar cottage diikuti dengan Pelangi. Mereka kembali ke Jakarta dan sampai di kediaman Kevin sudah hampir jam 11 siang.


Pelangi langsung turun... tapi baru beberapa langkah Pelangi kembali. Ia mengetuk kaca mobil..


"Ada apa... masih kangen"tanya Langit


"Mana ponselku... "


"Oh.. ini. Jangan pernah mengganti nomor ponsel lagi... karena kamu tak akan pernah bisa sembunyi lagi dariku. Sampai ketemu di Cirebon"ucap Langit

__ADS_1


Pelangi mengambil ponselnya dan pergi tanpa menjawab perkataan Langit.


Sampai dirumah Kevin, Pelangi langsung mencari Bumi. Kebetulan dirumah hanya ada Kevin dan Bumi. Karena mama dan Vanya sudah pergi kebutiknya.


"Bumi... "Pelangi langsung memeluk anaknya yang lagi bermain dengan Kevin


"Bunda.. bunda kemana saja... mengapa Bumi ditinggal "


"Maafin bunda sayang... bunda juga sebenarnya tak ingin meninggalkan Bumi, tapi bunda terpaksa"Pelangi memeluk sambil mengecup pipi anaknya.


"Mas... maafin aku. Pasti mama dan Vanya berpikiran buruk tentang, yang meninggalkan anakku denganmu"


"Itu tidak masalah Pelangi. Mama dan Vanya mengerti setelah aku bilang kalau kamu tak bisa pulang karena kapal yang membawa kamu dan temanmu rusak. Tapi aku sangat kuatir terjadi sesuatu denganmu.. "


"Mas... aku benar benar minta maaf. Aku merepotkan mas dan lainnya. Mas.. kita kembali ke Cirebon sekarang ya. Besok kan sudah harus kerja lagi... "


"Kamu nggak capek... "


"Nggak mas... aku mau beres beres rumahku juga karena sudah tiga hari ditinggalkan.. "


"Baiklah.. kamu bereskanlah barang barangmu,... "


"Mas... sebelum ke Cirebon kita pamit dengan mama dulu ya"


"Ya.. nanti kita mampir ke butiknya mama"


Setelah pamit dengan mama dan Vanya mereka langsung menuju Cirebon.



Seminggu sudah sejak mereka kembali dari Jakarta. Dan Pelangi sangat senang karena selama ia kembali ke Cirebon lagi Langit tak pernah menghubunginya.


Pagi ini kembali Kevin datang menjemput Pelangi. Pagi pagi ia sudah sampai dirumah Pelangi.


"Mas... mau sarapan dulu... aku tadi buat mie goreng seafood "


"Nggak usah Pelangi... aku sudah sarapan "


"Bunda... mie gorengnya di bawa saja. Bumi masih mau"


"Bumi belum kenyang sayang... bunda sudah bawa bekal buat makan siangnya"


"Tapi Bumi mau mie goreng bunda... "


"Baiklah, biar bunda bawa sekalian ya"


Setelah membekali mie goreng buat Bumi, mereka berangkat menuju ke kantor.


Sekitar pukul sepuluh Kevin di kagetkan dengan kedatangan Langit yang tiba tiba sudah ada di dalam ruang kerjanya.


Pelangi yang mengantar Bumi ke toilet tidak mengetahui kehadiran Langit.


"Selamat pagi menjelang siang Kevin.."

__ADS_1


"Selamat pagi... kamu Lang..aku kira siapa tamu nya.. "


"Mana Pelangi.. bukankah ia sekretaris kamu, tapi tadi aku tak melihatnya ada di kantor"


"Tadi ia pamit ke toilet mengantar Bumi. Ada perlu apa kamu datang Lang... mengapa nggak memberi kabar"


"Apakah aku harus memberi kabar jika datang ke perusahaan ini"


"Maaf Lang.. bukan maksud aku begitu, aku tahu ini perusahaan kamu, aku hanya kaget dengan kedatangan kamu yang tiba tiba. Apakah kamu mendapatkan ada masalah di dalam perusahaan sehingga kamu harus datang langsung melihatnya "


"Nggak ada masalah, aku tahu kamu dapat memimpin dan menjalankan perusahaan ini dengan baik. Tapi aku mau memberi tahu kamu jika mulai minggu ini perusahaan ini aku yang pimpin, kamu bisa menyerahkan laporan tentang perusahaan padaku.. "


"Kamu memecatku Lang..."


"Aku tidak punya hak memecatmu dan aku tak akan sekejam itu, kamu adalah sepupuku. Aku hanya ingin memimpin perusahaan yang ini.. kamu bisa memimpin perusahaan yang di Jakarta kembali. Aku sudah membicarakan ini dengan papa... dan ia setuju,..."


"Tapi mengapa Lang..tiba tiba kamu ingin memimpin perusahaan ini"


"Aku rasa lebih baik aku di sini dan kamu di Jakarta, karena aku takut perusahaan papa yang sudah sangat berkembang di Jakarta tidak berjalan baik dibawah kepemimpinan ku"


"Tapi selama ini berjalan lancar saja kan Lang"


"Ya... apakah kamu keberatan pindah dari perusahaan ini"


"Bagaimana mungkin aku keberatan, aku sebagai bawahanmu harus siap ditempatkan dimanapun yang kamu inginkan"


"Kalau begitu serah terima jabatan pimpinan perusahaan dari kamu sama aku bisa berlangsung seminggu lagi. Selama seminggu ini kamu masih bisa disini untuk dapat mengajariku tentang perusahaan ini. Aku mohon maaf jika keputusan aku ini kurang kamu suka. Tapi aku rasa siapapun itu pasti lebih senang memimpin perusahaan yang lebih besar, bukan begitu Kevin "


"Ya... Lang.."ucap Kevin lesu. Ini berarti ia harus meninggalkan Pelangi dan Bumi yang sudah sangat ia sayangi. Sudah hampir dua tahun ia mengenal Pelangi dan disaat hubungannya makin dekat, ia harus meninggalkan Pelangi.


Mereka berdua terdiam,larut dengan pikiran masing masing, ketika tiba tiba terdengar suara pintu yang dibuka..


"Om Kevin.. om mau makan mie goreng Bumi"tanya Bumi menghampiri Kevin.


Kevin langsung menggendong Bumi dan mendudukan kepahanya . Kevin membuka bekal mie goreng Bumi dan menyuapinya kemulut Bumi dan dirinya.


"Enakan om masakan bunda.. "


"Enak banget... "


"Ini anak Pelangi... "tanya Langit kaget melihat wajah anak itu yang sangat mirip dengan wajahnya.


"Ya.. kamu pasti kaget karena melihat wajahnya... ia sangat mirip dengan kamu waktu kecilkan. Aku pertama lihat wajahnya ,langsung berpikir.. wajah Bumi ini mirip siapa ya. Tapi kemarin ketika aku ke Jakarta aku melihat foto foto kita kecil, aku dan mama kaget melihat kemiripan wajahnya Bumi dan kamu. Aku dan mama berpikir, apakah ini hanya kebetulan atau memang ini pertanda jika aku ,Pelangi dan Bumi ditakdirkan hidup bersama.. "


"Om.. ini siapa"


"Ini om Langit... sepupu om Kevin"


"Selamat siang om Langit... kenalkan nama aku Kaindra Bumi Arkana.. tapi bunda biasa memanggilnya Bumi.. aku sebentar lagi mau sekolah"


Langit hanya terpaku memandangi wajah Bumi yang seakan kembar dengan dirinya.


"Ada apa ini... mengapa wajah anak Pelangi begitu miripnya dengan wajahku... apakah ia anakku... tapi jika ia anakku mengapa Pelangi menyembunyikan kenyataan ini.. aku harus cari tahu kebenaran nya... "

__ADS_1


***********************


Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini. Mampir juga ya kenovelku yang berjudul ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2