
Pelangi sudah dipindahkan ke ruang perawatan begitu juga dengan bayinya. Langit sudah langsung mempekerjakan seorang perawat yang akan membantu menjaga putrinya dan Pelangi.
Pelangi membuka matanya perlahan, dan melihat Langit yang duduk di samping tempat tidurnya.
"Lang.. "
"Sayang.. kamu sudah bangun. Apa yang sakit,aku panggil dokter dulu ya.. "
"Lang, jangan. Aku nggak apa apa. Tadi aku kecapean, makanya langsung tertidur. Itu karena aku nggak tidur dari semalam sejak aku merasakan kontraksi"
"Mengapa nggak bangunkan aku sayang "
"Aku kasihan lihat kamu,kamu tampak kelelahan"
"Lain kali aku tak akan memaafkan kamu, jika merasakan sakit dan tak membangunkan aku jika tidur. Kamu tahukan jika itu sangat berbahaya bagi kamu dan juga bagi "
"Lang.. Bumi mana.. "
"Bumi dibawa mami dan papi pergi makan siang"
"Kamu pasti belum makan, mengapa nggak sekalian pergi sama mami papi"
"Nanti kamu sama siapa, aku tinggalin gitu. Mana mungkin sayang"
"Kan ada perawat yang temani, sekarang kamu pergilah makan siang. Aku nggak apa apa. Ini bukan pertama kali aku lahiran... "
"Sayang, maafkan aku "ucap Langit sambil mengecup tangan Pelangi
"Maaf untuk apa.. kamu nggak ada salah"
"Aku tak ada mendampingi kamu saat kelahiran Bumi, pasti kamu sangat sedih karena harus melahirkan seorang diri."
"Lang, aku nggak apa apa. Itu juga bukan kesalahan kamu. Kamu saja nggak tahu jika aku hamil. Jadi aku minta kamu jangan selalu mengingat itu lagi. Lupakan saja semua masa lalu yang menyakitkan. Kita hanya perlu ingat saat pertama kita bertemu"
"Sayang... terima kasih karena mau melahirkan putra putri buatku"
"Siapa nama putri kita, Lang. Kamu bilang, nama putri kita dari kamu. "
"Aku ingin memberi nama putri kita MENTARI CANTIKA PUTRI... bagaimana menurut kamu sayang"
"Nama yang bagus.. aku suka Lang"
"Aku berharap putri kecil kita menjadi Mentari buat kita semua. Yang sinarnya selalu memberi manfaat bagi semua"
"Lang... kamu makan lah dulu, aku nggak mau kamu sakit nantinya "
"Sayang... yang harus makan itu kamu, bukan aku. Kamu sudah banyak mengeluarkan tenaga. Jadi sekarang kamu makan dulu ya. Setelah itu baru aku. Nanti aku minta belikan mami.. "
"Baiklah.. tapi janji kamu harus makan "
__ADS_1
"Sebenarnya aku nggak lapar, aku kenyang melihat putri kecil yang lahir sehat dan selamat. Aku merasa saat ini hidupku makin sempurna dengan kehadiran putra dan putri yang sehat dan ganteng cantik. Ditambah bunda yang juga sangat cantik. "
Langit membantu Pelangi duduk dan menyuapinya dengan makanan yang diberikan perawat rumah sakit tadi.
Baru saja Pelangi selesai makan, papi dan mami datang bersama Bumi dan Melati.
"Pelangi, bagaimana keadaan kamu sekarang. Sudah enakan"
"Sudah mi. Tadi aku hanya kelelahan... "
"Bunda... ini adik aku ya"ucap Bumi melihat ke dalam bok bayi.
"Ya sayang... sekarang Bumi sudah menjadi kakak... "
"Selamat ya kak... semoga bayi mungil ini menjadi anak yang sholeha"ujar Melati
"Melati... kamu nggak apakan harus tinggal bersama kak Pelangi. Tidur dikamar bayi nanti bersama Mentari "
"Mentari... apa nama bayi mungil yang cantik ini Mentari kak "
"Iya dek.. kak Langit yang memberi nama putrinya"
"Nama yang bagus.. Mentari. Semoga ia memang menjadi mentari bagi seluruh keluarga"
"Aamiin... Mawar nggak kamu bawa sekalian dek"
"Adek Adek yang lain, ada berapa orang sekarang di panti dek"
"Hanya tinggal berlima dengan aku kak"
"Kak Pelangi ingin merenovasi panti, dan nanti akan disana akan di tambah lagi kamar buat anak anak terlantar yang nggak punya tempat tinggal"
"Itu bagus kak. Bunda pasti sangat bahagia jika tahu itu"
"Mami... panti asuhan itu benarkan buat Pelangi. Nggak apa apakan jika Pelangi jadikan rumah singgah bagi anak anak terlantar. Kamu juga sudah setujukan Lang"
"Iya Pelangi.... panti itu buat kamu. Jadi terserah kamu mau buat untuk apa, tak perlu izin mami lagi"
"Terima kasih mi... "
"Besok aku minta kontraktor yang biasa kerja diperusahaan buat merenovasi panti. Untuk itu aku harus mencari kontrakan terdekat buat adik adik yang masih tinggal disana"ujar Langit
"Terima kasih Lang... "
Mami, Papi, Langit dan semuanya sedang asyik mengobrol ketika terdengar suara ketukan di pintu.
Ketika mami membuka pintu tampak Kevin dan tante Mitha mamanya Kevin yang datang.
"Selamat sore semuanya... "
__ADS_1
"Mitha... masuklah.. "ujar papi
"Selamat ya Pelangi atas kelahiran putrinya"ucap Tante Mitha dan mengecup pipi Pelangi.
Melati yang duduk di samping tempat tidur sambil menggendong Mentari menjadi perhatian tante Mitha.
"Itu putrinya Pelangi ya... "
"Iya tante... "ucap Melati
"Ini siapa Pelangi.. "ujar Tante Mitha
"Adik Pelangi yang mengurus panti sejak bunda tiada tante.Kenalkan Melati, ini tante Mitha mamanya mas Kevin"
Melati mengulurkan tangan kepada tante Mitha dan mencium tangan tante Mitha.
"Cantik..seperti kamu Pelangi.. "
"Tante bisa aja.. cantik kak Pelangi dong.. "ucap Melati
"Tapi kamu juga cantik... "
"Terima kasih tante.... "
"Kamu sudah ada pacarnya "
"Tante.. tanya apa sih. Mana bisa aku punya pacar tante, waktu aku habis buat bekerja saja"
"Kalau gitu cocoklah.. Kevin juga belum ada pacarnya. Mengapa nggak saling kenal aja. Kamu lihat Langit sudah memiliki anak dua loh"
"Mama bicara apa sih.. belum ada jodoh aku ma.. "
"Kamu juga harus berusaha dong, jika hanya diam aja kapan dapat jodohnya. Walau jodoh itu ditangan Tuhan, tapi kita harus berusaha juga dong"
"Betul apa yang dibilang mama kamu itu, Kevin. Kita bukan saja harus berdoa tapi berusaha juga. Om setuju saja kalau memang Melati juga mau.. "ujar papi Langit
"Oom jangan membuat Melati jadi risih. Ia bisa malu nanti "
"Melati atau kamu yang malu"ucap Mami,membuat semua tertawa
Semua larut dalam perbincangan, terkadang mereka juga menggoda Melati dan Kevin yang membuat keduanya menjadi salah tingkah.
Diam diam Kevin sering mencuri pandang ketika Melati dengan telaten mengasuh Mentari dan juga menyuapi Bumi makan.
"Melati sepertinya sama dengan Pelangi, sangat menyayangi anak kecil dan sangat telaten menjaga anak walaupun ia belum berkeluarga, ia sepertinya sudah bisa menjadi calon ibu. "
**************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1