ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
Bab 38. Jalan ke Mal


__ADS_3

"Daddy... bunda... lagi ngapain"tanya Bumi yang terbangun mendengar suara pertengkaran.


Langit langsung berdiri dari tubuh Pelangi. Begitu juga Pelangi ia langsung berdiri dan tersenyum dengan Bumi.


"Daddy.. tadi lagi tanya dengan bunda.. kita malam ini mau kemana.. Bunda ternyata ingin kita jalan jalan ke mal. Bumi senang ... "ujar Langit


"Senang banget daddy... sekarang saja perginya daddy.... "


"Boleh juga.. apa Bumi nggak capek "


"Nggak daddy.... "


"Kalau begitu... Bumi mandi dulu.. daddy tunggu disini ya..Bunda juga mandi ya... atau bunda maunya daddy mandiin"goda Langit


"Lang... jaga ucapannya.jangan mesum depan Bumi. "ucap Pelangi


"Bunda.... ayo cepat mandi... Bumi mau mandi bola di mal"ujar Bumi


Pelangi memandikan Bumi dan setelah itu ia pun ikut mandi. Pelangi memakai blouse brokat hitam dipadu celana jeans tampak seperti anak remaja.


Langit memandangi Pelangi yang baru keluar dari kamarnya tanpa kedip. Ia yang biasanya hanya melihat Pelangi memakai rok atau gamis, sangat terkejut melihat Pelangi mengenakan celana jeans.


"Daddy.. ayo.. berangkat lagi.. "ucap Bumi mengagetkan Langit yang terpaku memandangi Pelangi.


"Oh... ya kita berangkat lagi... "ucap Langit berjalan sambil memegang tangan Bumi.


Jika orang yang tak mengenali mereka pasti mengira mereka satu keluarga yang bahagia.


"Mengapa kamu selalu duduk dibelakang "Tanya Langit diperjalanan.


"Bumi selalu ingin duduk didepan karena terbiasa dengan Kevin... . "jawab Pelangi menundukan kepalanya, karena ia tahu Langit mengamatinya dari kaca spion.


"Bunda Bumi cantik banget ya... "ucap Langit dengan Bumi


"Tentu saja... daddy lihat Bumi juga gantengkan... Om Kevin juga bilang bunda Bumi cantik banget"


"Kalau Bumi wajahnya mirip daddy.. daddy juga gantengkan..Memangnya om Kevin sering ngomong kalau bunda Bumi cantik"


"Sering... om Kevin setiap hari bilang kalau Bumi ganteng seperti bunda yang juga cantik. Mengapa Bumi dibilang mirip Daddy... Memangnya Bumi anak daddy"


"Ya.. Bumi anaknya daddy"jawab Langit


"Mengapa daddy nggak tidur sama Bunda.. karena teman teman Bumi.. papanya tinggal bersama dan tidur bersama"


"Bunda tidak mau dan tidak boleh. .. "


"Mengapa bunda tak boleh daddy tinggal bersama. Tapi bunda bilang ayahnya Bumi pergi jauh banget.. nggak tahu kapan pulangnya.. mengapa daddy bisa pulang"


"Daddy pergi jauh buat mencari uang yang banyak.. sekarang uang daddy sudah banyak, Bumi bisa minta apapun yang Bumi mau"


"Bumi nggak mau apa apa.... Bumi hanya ingin daddy selalu ada buat Bumi"


"Bumi sudah ngomongnya sayang... kita sudah sampai"ucap Pelangi.


Sesampainya di mal... Pelangi dan Langit berjalan dengan Bumi berada ditengah mereka. Langit yang hanya memakai baju kaos oblong tampak sangat ganteng, membuat banyak mata memandang kearah mereka.


Mereka bertiga bermain trampolin. Tampak Bumi dan Langit melompat dengan riangnya.


"Bunda... ayo ikut lompat kesini"ajak Bumi.

__ADS_1


"Bunda disini saja... "


Langit membujuk Bumi agar memaksa Pelangi ikutan main. Bumi pun mendekati Pelangi dan merengek memintanya ikutan. Pelangi akhirnya terpaksa ikutan.


Mereka bertiga melompat lompat dengan perasaan senang. Langit tampak sangat gembira melihat Pelangi dan Bumi yang selalu tersenyum.


Langit mendekat kearah Pelangi dan melompat dengan sekuat tenaganya, membuat Pelangi juga ikutan terlempar, karena kurang keseimbangan Pelangi terjatuh dan tertidur diikuti Langit.


"Kamu cantik banget hari ini... "bisik Langit ditelinga Pelangi yang tertidur disampingnya.


"Terima kasih pujiannya...dasar gombal"jawab Pelangi dan memajukan bibirnya.


"Mau digigit ya bibirnya... "


"Lang.. jangan mesum"ucap Pelangi dan segera bangun. Ia lebih memilih duduk dan hanya melihat Bumi yang masih semangat melompat.


"Kapan kamu jeleknya sih"gombal Langit lagi


"Gombalnya receh banget sih"ucap Pelangi sambil nyengir dan ingin berdiri, tapi Langit menarik tangannya membuat Pelangi terjatuh menimpa tubuh Langit.


Wajah mereka begitu dekatnya tanpa ada jarak lagi, Langit pun langsung mengecup pipi Pelangi.


Pelangi langsung bangun dengan wajah yang sangat memerah karena malu.


"Kamu nggak boleh melakukan itu lagi.. apalagi ditempat umum"lirih Pelangi


Langit pun bangun dan duduk disamping Pelangi"Habis kamu cantik banget"ujarnya


"Daddy.. Bumi sudah capek.. haus juga. Sudah mainnya. ..."


"Kalau begitu bagaimana kalau kita cari tempat makan"ujar Langit


"Boleh... Apapun yang kamu mau akan daddy turuti"


Setelah makan, Langit mengajak Bumi beli pakaian dan mainan. Pelangi sebenarnya keberatan, tapi Langit tak memperdulikan, ia tetap membelikan banyak pakaian dan mainan.


"Lang...besok besok jangan terlalu memanjakan Bumi seperti ini.. ini tak baik buat Bumi nantinya.. karena aku takut setelah besar ia jadi anak yang manja.. yang harus dituruti apa maunya"


"Pelangi... aku hanya ingin membelikan sesuatu buat anakku.. nggak salahkan"


"Iya Lang..tapi jangan sering"


"Oke.. besok aku mau beliin buat bunda saja bolehkan"


"Nggak.. aku bisa beli sendiri"


"Aku mau membelikan buat bundanya anakku.. tidak ada penolakan... titik"Langit langsung membuka pintu mobil.


Ketika mereka lagi perjalanan pulang, Pelangi menerima Video call dari Kevin yang ingin mengobrol dengan Bumi.


"Selamat malam ganteng... "


"Malam om Kevin... "jawab Bumi riang


"Dari mana hendak kemana nih.. kelihatannya lagi didalam mobil"


"Tadi daddy mengajak Bumi ke mal"


"Daddy.. daddy siapa yang Bumi maksud"

__ADS_1


"Daddy Langit.. om"


"Maksudnya om Langit... mengapa Bumi menyebut nya daddy"


"Kalau om kan sudah ada om Kevin... jadi daddy buat daddy Langit"


"Senang banget nih kelihatannya... "


"Senang banget om.. Daddy beliin Bumi baju dan mainan yang banyak... "


"Bumi.. sudah ngobrolnya... "gumam Pelangi


"Oh ya... berarti Bumi senang ya dengan daddy... sudah lupa nih dengan om"


"Senang... tapi Bumi juga senang dengan om Kevin... "


"Minggu depan om kesana ya.. "


"Betul nih om... ngga bohongkan"


"Ya.. om sudah kangen dengan mu.. "


"Bumi juga kangen dengan om"


"Sudah dulu ya sayang... salam buat bunda dan daddy langit.. Kangenin om terus ya"


"Baik om.... selamat malam"


"Selamat malam... jangan nakal dan jaga bunda"


Kevin mematikan sambungan ponselnya.


"Mengapa Bumi memanggil Langit dengan daddy dan Bumi tampak sangat senang bersama Langit. Mengapa aku jadi sedikit cemburu begini... bukankah aku yang meminta Langit menjaga Pelangi dan Bumi. Aku tak boleh berpikiran yang macam macam lagi"


Sampai diapartemannya Pelangi, setelah meletakan barang belanjaan dikamar Bumi, Langit pun ingin segera kembali keapartemen dirinya. Tapi Bumi menahan tangannya.


"Daddy... bukankah daddy ayahnya aku... jadi aku mau daddy tidur bersama ku"


"Apaaa.... tidur disini"


"Ya.. aku mau malam ini tidur berdua daddy. Daddy jangan pergi ya"


"Baiklah... untuk malam ini daddy temani kamu tidur"


Langitpun tidur disamping Bumi. Pelangi tidak berani menolaknya didepan Bumi.


Pelangi masuk kedalam kamarnya dan berjalan mondar mandir... ia ingin melarang Langit tidur disini.


Terdengar ponselnya berbunyi, tanda pesan masuk. Pelangi melihatnya... ternyata dari Langit.


"Biarkan malam ini aku tidur bersama Bumi dikamarnya. Kamu tak perlu takut... aku tak akan macam macam"


Pelangi nggak tahu harus bagaimana lagi, bagaimanapun Langit adalah ayah kandungnya Bumi. Pelangi akhirnya membasuh wajahnya dan segera tidur.



*********************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Mampir juga di novel aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU.

__ADS_1


__ADS_2