Gadis Milikku

Gadis Milikku
Episode 13. Samuel Braxton


__ADS_3

...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...


Rutinitas sehari-hari Arelea terjadi seperti biasanya. Pagi bekerja di restoran dan siang bekerja di perpustakaan, ia sudah terbiasa dengan Gabrian yang suka mendekati nya walau kadang hanya mengajak makan siang.


Pagi ini ia tidak berangkat bekerja di resto karena memang jika bekerja di sana tidak setiap hari bekerja, ia hanya mengambil hari Senin sampai Rabu saja. Hari ini sudah hari Sabtu saja, ia sudah siap dengan pakaian bekerja nya.


Menjadi pustakawan bukanlah hal yang mudah, kadang jika ada satu buku yang hilang saja gaji mereka taruhannya. Seperti waktu Minggu lalu ada seseorang yang menyelinap ke dalam ruang rahasia yang hanya diketahui sebagian orang penting di sana.


Setelah diselidiki ternyata orang itu adalah seorang pria paruh baya bernama Mr.Toni yang bekerja di bagian penting di sana. Gabrian yang mengetahui itu langsung saja memberi hukuman penjara kurang lebih sampai orang itu menyesali perbuatan nya.


Arelea sudah siap dengan rambut kuncir kuda dan tampak elegan dan cantik meski hanya memakai baju kerja, ''Aduh sepertinya ada yang kurang tapi apa ya?,'' sambil mengetuk-ngetuk dagu nya berpikir


''Oh iya...aku lupa belum memakai sepatu.'' ucapnya setelah mengingat apa yang ia lupakan


Kemudian ia mengambil sepatu putih casual nya dan langsung berjalan keluar menuju halte bus yang sudah agak banyak anak manusia yang juga sedang menunggu bus datang, ia duduk sambil memainkan ponsel pintar yang tak seberapa mahal dan juga yang sudah retak sana-sini itu.


Setelah menunggu lima menit akhirnya bus datang dengan sedikit penumpang dan menuju perpustakaan tempat ia bekerja. Dan berhenti di sebelah ruko yang memang tempat penurunan nya saat bekerja di perpustakaan, hanya berjalan sedikit saja sudah sampai. Pengemudi bus tak akan mau mengantarkan pelanggannya meski dibayar banyak, karena disitu tempat perhentiannya maka disitulah selesai mereka bertransaksi.


Ia mulai bekerja di jam pagi menjelang siang bersama rekan nya. Setelah bekerja ia mulai berbincang-bincang bersama teman seumuran nya yang memang tidak sekolah karena kekurangan biaya.


''Hai Arelea kamu udah selesai ya?'' tanya nya karena melihat Arelea duduk santai di tepi kursi


''Ehh iya nih kak nita, aku lagi nyantai hehe... pekerjaan ku sudah beres dari tadi.'' ucap Arelea pada teman nya yang bernama Nita Kharisma itu.


''Oh.. aku juga baru aja selesai ini.'' ucap Nita


''kamu udah mau makan siang belum nih? kalau belum ayo bareng aku, udah lapar banget nih hehe..'' ucap nya cengengesan sambil melirik jam di tangan nya yang sudah agak tua itu. (jam nya yang tua bukan tangan nya wkwk)


''Oke lah...''


''Belum, aku belum lapar kalau jam segini. Kamu kalo udah lapar mendingan beli makan dulu deh nanti cacing di perutmu bisa mati loh.'' ucap Arelea menolak halus sambil sedikit menggoda temannya itu


''Oke deh ... aku duluan yahh.. bye bye.'' ucap Nita lalu berlalu ke kantin perpustakaan


Setelah Nita pergi ia kembali bersantai di kursi dekat pepohonan rindang sambil menikmati angin yang semilir.


Tak seperti biasanya Gabrian belum datang ke perpustakaan nya, ''Oh iya bos kok tumben tidak kesini ya?'' tanya nya pada diri sendiri, ia yang sudah terbiasa saat siang bersama gabrian pun merasa sedikit rindu


''Mungkin bos sedang sibuk bekerja ditempat lain.. duh kenapa malah mikirin bos sih.'' ucapnya ngelantur


Sepuluh menit berlalu Arelea masih memejamkan mata dibawah pohon rindang tetapi malah ia tertidur dengan kondisi badan duduk di kursi dan rambut menutupi setengah wajahnya.


Gabrian yang siang ini ada meeting pun gelisah takut gadis nya sedang menunggu ia untuk menikmati lunch bersama. Karena sudah terbiasa ia pun juga ikutan nyaman dan tambah menyayangi nya karena tidak protes sedikit pun saat ia ajak kencan dengan embel embel main agar tidak bosan dirumah.


''Arav.. kira kira gadis kecil ku itu sudah makan belum y'' tanya nya pada Arav pelan agar tidak ada yang mendengar selain mereka berdua


''Sepertinya sudah tuan... karena jam makan siang sudah lewat sepuluh menit lalu.'' ucap Arav berbisik ditelinga Gabrian

__ADS_1


''Semoga saja.'' ucap nya lalu kembali menjalankan meeting yang sempat sedikit tertunda.


Arelea yang tengah memejamkan matanya tidak menyadari jika ada seseorang yang tengah melihatnya dengan pandangan aneh. Seseorang itu pun berjalan mendekat ke arah Arelea yang tengah tidur dengan nyenyak.


'*G*adis itu sangat cantik' gumam seseorang dari kejauhan, kemudian seseorang itu menjalan mendekat ke arah dimana Arelea sedang tertidur dengan kondisi duduk.


''Hai cantik.'' sapa seseorang itu membangunkan tidur Arelea


Arelea yang mendengar seseorang memanggil pun membuka netra mata nya perlahan, ''Hahh? aduh udah telat masuk nih?'' gumamnya melihat jam di ponselnya


''Hai cantik.'' sapa seseorang kedua kalinya karena sapaannya tidak dihiraukan oleh gadis didepannya


''Iya?'' Tanyanya sedikit terkejut ternyata bukan rekannya yang membangunkan


''Siapa ya?'' Tanya Arelea kembali


''Hai perkenalkan aku pengunjung disini aku tadi tidak sengaja melihat kamu sedang tidur dikursi ini hehe.'' jawab seseorang itu dengan kikuk


''Semoga suka dengan pelayanan kami tuan, maaf tadi saya sedang tidak bertugas jadi bersantai.'' ucap Arelea menundukkan kepalanya tanda maaf


''Tidak apa apa nona.'' ucap seseorang itu


''Apakah aku boleh duduk di sini nona...?'' ucapnya menggantung karena belum tau nama orang didepannya


''Arelea.'' jawab nya cepat


''Boleh saja tuan, silahkan.'' ucap Arelea mempersilahkan orang itu untuk duduk


Orang itu pun langsung duduk disebelah Arelea, Seseorang itu melihat seksama wajah Arelea yang masih muda lalu ia bertanya,''Umur kamu berapa Arelea?''


''Saya baru berusia delapan belas tahun bulan kemarin tuan.'' jawabnya


Pria itu sedikit terkejut, ''Ohya?.. kenapa kamu tidak sekolah?'' Kagetnya


''Emm karena saya tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan pendidikan tuan.'' ucapnya dengan nada sendu


''Tapi tidak apa-apa, aku senang bisa menyelesaikan sekolah menengahku.'' ujarnya bersyukur


''Ehh maafkan aku Arelea, aku tidak bermaksud..''


''Tidak apa apa tuan itu memang kenyataan nya seperti itu.'' ucap Arelea memotong pembicaraan


''Ck.. baiklah.'' decak seseorang itu


''Apakah kamu sudah lama bekerja menjadi pustakawan disini Arelea?''


''Belum tuan, aku baru bekerja di sini sekitar tujuh Minggu terakhir ini.''

__ADS_1


''Ohh pantas saja aku tidak pernah melihatmu waktu itu, aku sudah sering kesini tetapi hanya tiga bulan sekali hehe..''


''Kenapa harus tiga bulan sekali jika setiap hari saja bisa?'' tanya Arelea mengerutkan keningnya


''Karena aku hanya bisa kesini saat itu saja, selebihnya aku bekerja.''


''Oh ya? tuan bekerja sebagai apa?''


''Aku bekerja di perusahaan Arelea.'' ucapnya sedikit berbohong, tapi memang benar dia bekerja di perusahaan tetapi ada pekerjaan lain yang ia jalankan selain itu.


''Oh... kita sudah lama berbincang tetapi aku tidak tau namamu tuan?''


''Perkenalkan namaku Samuel Braxton.'' ucap lelaki itu yang ternyata bernama Samuel


Samuel Braxton seorang CEO dari perusahaan BX'T Company. Ia juga pengusaha bawah yang artinya ia juga seorang mafia. Ia banyak menjual narkotika dan sebagainya dengan bisnis diluar perusahaan. Banyak yang tidak tau jika Samuel juga penjual bandar narkoba, yang tau hanya asisten pribadinya yang bernama Toni Kroos. Ia yang dikenal baik hati ramah dan berwajah teduh hanya untuk menutupi sikap aslinya yang dingin dan suka menjual organ tubuh manusia yang menjadi mangsa nya kadang juga ia masak dan memakannya (Kanibal/ pemakan sesama makhluk).


(Back to story')


''Wah nama mu bagus sekali tuan el.'' ucap Arelea


''El?'' Beo Samuel


''Bolehkah saya memanggilmu dengan nama tuan el?'' ucap Arelea ragu ragu


Samuel tersenyum mendengar nama panggilan tersendiri untuknya,''Boleh saja, asalkan kamu saja yang memanggilku dengan nama itu.'' ucapnya berbinar


''Baiklah tuan,''


''Yasudah tuan, saya mau kembali bekerja agar tidak di pecat hehe.'' ucap Arelea langsung bangkit dari duduknya


''Kapan kapan boleh kan kita berbincang lagi jika aku sedang berkunjung ke sini?'' tanya Samuel


''Boleh saja tuan el.'' ucap Arelea


''yasudah saya mau masuk dulu, terimakasih.'' ucap Arelea lalu melenggang pergi masuk kedalam perpustakaan


Sepeninggalan Arelea ia masih duduk di kursi sambil bergumam dan tersenyum misterius


''Kau milikku Arelea..


***


Hayoloh babang Gabrian ada saingan nya ciahh!! tunggu cerita babang Gabrian sama neng Arelea terus yaaa!!


Jangan lupa Vote Comment Like Favorit!!💖


IG: @_fikria.ns

__ADS_1


...🔥 SELAMAT MEMBACA 🔥...


__ADS_2